PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

PERAN MILENIAL MENJADI GURU BAGI ORANG TUA DALAM MEMANFAATKAN RUANG DIGITAL

oleh : Manek, Alfridus 2022
PENGANTAR

Perkembangan dunia teknologi yang kian pesat saat ini telah memberikan efek perubahan pada sendi kehidupan semua kalangan, baik pendidikan, bisnis dan industri perbankan, gaya hidup, pola kerja bahkan sampai pada kebiasaan sehari – hari dalam keluarga.

Setiap masa selalu mengalami perubahan, dan manusia sebagai pelaku perubahan itu sendiri, baik terjadi secara disengaja atau tidak disengaja. Manusia terdorong masuk didalamnya dan di tuntut untuk terus beradaptasi.

Hampir semua aktivitas berkaitan teknologi dan mesin. Lalu lintas informasi bergerak begitu cepat hampir setiap waktu. Banyak hal menjadi mudah untuk dilakukan; contoh; sistem transaksi keuangan menjadi mudah, kegiatan kantor maupun sekolah tidak harus tatap muka, dan masih banyak lagi perubahan lain telah terjadi bersama – sama dengan manusia. Kini manusia hidup di zaman serba modern serba cepat dan mudah, pada masa inilah yang kita kenal manusia sebagai Masa Milenial.

Di Indonesia sendiri persebaran populasi penduduknya didominasi oleh kaum milenial. Berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 data statistik menunjukan kategori berdasarkan usia atau kisaran tahun lahir. Adapun Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada 1997-2012. Mereka sekarang berusia 8-23 tahun. Sedangkan Milenial yaitu generasi yang lahir pada 1981-1996 (saat ini berusia 24-39 tahun).

Selanjutnya Generasi X adalah generasi yang lahir pada 1965-1980 (sekarang berusia 40-55 tahun). Kemudian Baby Boomer, yaitu generasi yang saat ini berusia 56-74 tahun (lahir 1946-1964). Terakhir adalah Pre-Boomer. "Pre-Boomer merupakan generasi yang lahir sebelum 1945. Berarti usia mereka saat ini 75 tahun ke atas,"

Penduduk Indonesia tercatat per September 2020 mencapai 270,20 juta jiwa. dengan dominasi oleh Generasi Z dan Milenial. Generasi Z berjumlah 74,93 juta atau 27,94% terhadap total penduduk dan Generasi Milenial 69,38 juta jiwa (25,87%), Generasi X 58,65 juta jiwa (21,88%), sedangkan Baby Boomer 31,01 juta jiwa (11,56%), Post Generasi Z 29,17 juta jiwa (10,88%), dan Pre-Boomer 5,03 juta jiwa (1,87%).

Dari data diatas yang menunjukan dominasi kaum milenial dari populasi di Indonesia. Maka dari itu, kaum milenial harus mengambil peran penting dalam kehidupan modern yang menyajikan segala kemudahan. Berkembangnya era sekarang tidak akan terlepas dari berbagai peluang dan tantangan yang sajikan teknologi informasi digital. Kaum milenial perlu memperdalam literasi digitalnya agar bisa menjadi contoh, tutor dan pengontrol bagi diri sendiri dan orang lain.

Pada diskusi kali ini kita akan berfokus pada bagaimana peran kaum milenial sebagai guru bagi “orang tua” ( generasi X dan generasi sebelumnya) yang dianggap sebagai imigran dalam era milenial. Kaum milenial dituntut untuk Memahami dan beradaptasi dengan kehidupan milenial, dalam memanfaatkan ruang digital untuk hal- hal baik serta mengatasi dan menghindari segala hal buruk yang akan terjadi pada dunia digital.

Milenial skill
Generasi milenial digambarkan sebagai pribadi yang memiliki pengetahuan luas tentang perbedaan. Terlahir di situasi yang memiliki banyak perbedaan, di antaranya suku, ras, budaya bahasa dan lainnya. Milenial juga dikenal memiliki latar belakang yang tinggi nilai toleransinya. bekerja cerdas dan cepat dalam arti mudah beradaptasi dan bekerja secara efektif, serta mampu melakukan 2-3 pekerjaan sekaligus alias multitasking.
 

Skill yang harus di kuasai oleh kaum milenial sebelum menjadi guru digital bagi orang tua atau orang lain.

· Kultural, kemampuan untuk memahami berbagai konteks dalam dunia digital;

· Kognitif, daya pikir dalam menganalisis dan menilai konten;

· Konstruktif, menciptakan ulang sesuatu dengan ahli dan aktual;

· Komunikatif, paham bagaimana sistem jaringan komunikasi digital;

· Percaya diri dan bertanggung jawab;

· Melakukan hal baru dengan cara kreatif;

· Kritis dalam melihat konten; dan

· Bertanggung jawab secara sosial.

Sejalan dengan sembilan poin yang harus dimiliki kaum milenial di atas, kaum milenial juga perlu bersikap seperti apa yang dikembangkan oleh mikcrosoft yakni ; Respect, Educate, dan Protect (REP). Respect, berarti menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain meliputi etika, akses, dan hukum digital. Kemudian educate, yaitu mengedukasi diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain serta komunikasi baik secara formal maupun nonformal. Sedangkan protect, ialah melindungi diri sendiri dan orang lain dalam hal keselamatan, hak dan tanggung jawab, kesehatan serta kesejahteraan,”

Alasan milenial sebagai guru literasi digital, karena mereka adalah digital native, lebih literat digital, dan berpengetahuan luas. Wajar, jika mereka bisa menjadi guru bagi orang lain tentang literasi digital.

Namun kaum milenial harus memiliki Kecerdasan digital adalah himpunan kemampuan sosial, emosional dan kognitif yang memungkinkan individu untuk menghadapi tantangan dan beradaptasi dengan tuntutan kehidupan digital. Kecerdasan digital ini secara luas dapat dipecah menjadi delapan keterampilan yang saling berhubungan antara lain berikut :

· Identitas digital. Identitas digital adalah kemampuan untuk membuat dan mengelola identitas dan reputasi Online. Dalam hal ini termasuk kesadaran terhadap identitas Online dan manajemen jangka pendek dan jangka panjang dari dampak kehadiran online.

· Penggunaan digital. Penggunaan digital adalah kemampuan untuk menggunakan perangkat dan media digital, termasuk kontrol untuk mencapai keseimbangan yang sehat antara kehidupan online dan offline.

· Keselamatan digital. Keselamatan digital adalah kemampuan untuk mengelola risiko secara online (contohnya cyberbullying, grooming, radikalisasi) serta konten bermasalah (misalnya konten kekerasan dan cabul) dan untuk menghindari dan membatasi risiko tersebut.

· Keamanan digital. Keamanan digital adalah kemampuan untuk mendeteksi ancaman cyber (contoh hacking, penipuan, malware), memahami praktik terbaik dan menggunakan alat-alat keamanan yang cocok untuk perlindungan data.

· Kecerdasan emosional digital. Kecerdasan emosional digital adalah kemampuan untuk berempati dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain secara online.

· Komunikasi digital. Komunikasi digital adalah kemampuan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang lain dalam menggunakan teknologi dan media digital.

· Melek digital. Melek digital atau literasi digital adalah kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, berbagi dan membuat konten sebaik kompetensi dalam berpikir komputasi.

· Hak digital. Hak digital adalah kemampuan untuk memahami dan menjunjung tinggi hak-hak pribadi dan hukum, termasuk hak untuk privasi, kekayaan intelektual, kebebasan berbicara dan perlindungan dari ujaran kebencian.

Sebelum menjadi guru bagi orang lain atau orang tua, kaum milenial harus memiliki beberapa keterampilan di atas sehingga bisa benar – benar menjadi contoh yang baik atau patut di tiru.

Milenial adalah tutor untuk Orang Tua dan Keluarga.

Menjadi tutor berarti milenial menjadikan dirinya contoh atau pengajar dan pendamping bagi orang tua dalam memanfaatkan media digital, untuk berbagai hal yang posistif. Hal hal yang perlu disampaikan kepada orang tua sebelum berinteraksi di dunia digital sebagai berikut ;

Mengajarkan orang tua untuk mengakses informasi dengan mengoperasikan media digital, mulai dari hal yang paling sederhana yakni memanfaatkan perangkat mobile untuk keperluan pekerjaan hingga merekomendasikan sumber – sumber berita online yang terpercaya.

memilih dan memilah berbagai informasi dari berbagai sumber yang diakses dan dinilai dapat bermanfaat untuk pengguna media digital. memahami informasi yang sudah di seleksi dengan menganalisis plus dan minus informasi yang sudah dipahami sebelum di teruskan atau di bagikan ke orang lain.

Melakukan konfirmasi dan mempertimbangkan mitigasi risiko sebelum mendistribusikan informasi dengan mempertimbangkan cara dan platform yang akan digunakan.

Memperhatikan akurasi, kejelasan dan etika dalam media digital sebelum memproduksi informasi baru untuk dibagikan serta mempertimbangkan target yang penerima informasi.

Turut berperan aktif dalam mendistribusikan informasi baik dan etis melalui media sosial maupun kegiatan daring lainnya.



Controller

Mengontrol aktivitas orang tua dalam mengunakan media digital dalam kehidupan sehari –hari. Penggunaan media digital yang terlalu sering harus di batasi bagi orang tua karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Melakukan pengaturan privasi dan keamanan bagi orang tua untuk menghindari tindakan hacking dan kebocoran data pribadi agar terhindar hal – hal yang tidak diinginkan.

Meninjau akses Informasi yang terima oleh orang tua berupa disinformasi yang berpotensi penipuan maupun penipuan yang dapat merugikan, membingkai isu dengan tujuan menyesatkan, judul, visual tidak sesuai konten atau konten asli namun di bagikan dengan informasi yang salah.

Mengingatkan atau mengontrol perilaku orang tua agar tidak mudah percaya dengan konten hoaxs atau berita palsu, tidak boleh sembarang memberikan data pribadi seperti No KTP, pekerjaan dan alamat. Selain itu juga tentang tindakan yang melanggar hukum digital khususnya media sosial, seperti pornografi, ujaran kebencian isu, radikalisme, rasis dan kejahatan seksual.

Kesimpulan

Kesimpulannya, kaum milenial memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan literasi digital di Indonesia saat ini. Untuk itu kaum milenial harus membekali diri dengan kecakapan digital. Orang tua sebagai bagian era milenial yang mana menuntut mereka harus bisa beradaptasi dengan perkembangan dunia digital saat ini, melenial sebagai kelompok penduduk di Indonesia yang mendominasi saat ini, di tuntut untuk mampu menjadi guru bagi orang tua, keluarga maupun masyarakat luas. Kaum milenial harus menjadi contoh, tutor dan pengontrol bagi orang tua, keluarga dan masyarakat luas dalam menghadapi tantang dunia digital.

Komentar

  1. Terima kasih banyak Admin. Artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. artikelnya keren min.. terus menulis salam literasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU