PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

Mengapa selalu ada penerimaan CPNS tanpa ada pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS ?

Sejak Tahun 2017 Negara telah gencarnya melakukan seleksi Aparatur Sipil Negara atau disingkat ASN, baik itu PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja). Nah Tujuan dilakukan seleksi yang ketat terhadap CPNS adalah untuk melahirkan Aparatur Negara yang cerdas dan berkarakter atau berakhlak. Selain itu juga tuntutan jaman sekarang mengharuskan pelayanan prima, kompeten dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai Abdi Negara. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perlu adanya seleksi ketat yang diterapkan demi melahirkan putra – putri bangsa yang berkualitas unggul.

Kembali pada Konteks pertanyaan di atas. Dalam Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil sekarang mengalami persaingan yang sangat ketat sehingga kualitas CPNS yang dihasilkan boleh dikatakan lumayan baik. Dari sisi produktivitas pun masih sangat baik karena ada batas usia pengangkatan CPNS yang maksimal usianya adalah 35 tahun untuk rata-rata semua formasi yang tersedia.

Sedangkan jika kita mengangkat tenaga honorer yang sudah ada, seolah-olah kita harus mengangkat siapa saja yang menjadi tenaga honorer tanpa peduli kualitasnya. Tenaga honorer juga banyak yang sudah tua dan produktivitasnya kalah jauh dengan yang masih muda.

Jika dilihat dari sisi pandang negara yang berpikir soal efektivitas dan efisiensi di masa mendatang, tentu seleksi CPNS adalah salah pilihan yang tepat bukan ? Jika tenaga honorer mau menjadi CPNS, bisa ikut Tes CPNS tetap harus memenuhi syarat-syarat yang berlaku. Atau memilih Ikut Seleksi PPPK karena ada kelonggaran untuk batasan usia dan Prioritas tertentu.

Menjadi honorer itu lebih mudah tetapi kompetensinya belum tentu ada. Menjadi ASN harus punya Kemampuan yang unggul dan berakhlak demi mewujudkan tujuan nasional Bangsa ini.

Terima kasih sudah membaca, Semoga bermanfaat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU