PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
MITOSIS dan MIOSIS
Oleh - Efrimus Dami Luan
Mitosis
Mitosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anakan identik dengan sel induk. Mitosis hanya terjadi pada sel eukariot, yaitu pada sel somatik yang bersifat meristematik. Adanya mitosis menjadikan setiap sel tanaman memiliki kandungan genetik yang sama pada setiap organ tanaman, kecuali terjadi mutasi.) Mitosis biasanya merupakan periode fase terpendek dalam siklus pembelahan sel, selebihnya merupakan fase interfase yang terdiri dari Gap-1 (G1), sintesis DNA (S), dan Gap-2 (G2), (Purnama et al., 2017)
Proses pembelahan sel mitosis dilakukan dengan melalui empat tahapan fase, yakni profase, metafase, anafase, kemudian telofase. Fase ini lebih pendek dari pada fase pembelahan sel meiosis, (Ishiguro & Watanabe, 2007). Proses pembelahan sel mitosis tidak dilalui percampuran genetik. Oleh karena itu, sifat sel anak dengan sang induk pun menjadi sangat identik atau sama persis. Pembelahan sel mitosis terjadi pada proses reproduksi, pertumbuhan, serta perbaikan sel pada tubuh organisme. Oleh karena itu, dapat diketahui fungsinya meliputi pada tahap reproduksi, pertumbuhan dan perbaikan sel pada tubuh (Brier & lia dwi jayanti, 2020)
Ciri- ciri dari pembelahan mitosis merupakan pembelahan mitosis terjadi sekali, jumlah sel anak yang dihasilkan dari pembelahan mitosis adalah dua, jumlah kromosom seorang anak sama dengan jumlah kromosom pada orang tua yaitu 2n (dipioid), Sifat sel anak sama dengan sel induk, Terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik), misalnya pada jaringan embrional, termasuk ujung akar, ujung batang, lingkaran cambium, Tujuan pembelahan mitosis adalah untuk memperbanyak sel seperti pertumbuhan atau untuk memperbaiki sel yang rusak, Melewati tahap pembelahan, interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase, tetapi secara umum tahap ini akan kembali ke tahap semula untuk membentuk siklus sel. (Collette et al., 2011)
Meiosis
Meiosis adalah salah satu pembelahan sel yang hasilnya berupa sel anak dengan jumlah kromosom sebanyak setengah dari induk. Pembelahan ini seringkali disebut dengan istilah pembelahan reduksi (Lubri Junianto, 2017). Hal tersebut dikarenakan keturunan dari pembelahan ini mempunyai jumlah kromosom setengah induknya.Dengan demikian selama proses pembelahannya akan ada reduksi atau pengurangan kromosom karena pembagian. Tujuan dari reduksi yang terjadi adalah untuk menjaga jumlah kromosom masih tetap satu spesies.
Fungsi utama dari
pembelahan meiosis adalah untuk menghasilkan sel gamet, baik sel telur maupun
sel sperma. Anakan yang dihasilkan dari pembelahan sel ini berjumlah 4 sel
dengan jumlah kromosom yang disebut dengan haploid atau n. Jenis pembelahan ini
mempunyai peranan yang sangat penting untuk organisme berkembang biak secara
seksual. Pembentukan sel kelamin pada makhluk hidup terjadi pada proses
pembelahan sel ini. Oleh sebab itu sel anakan yang dihasilkan mempunyai sifat
gen yang berbeda dengan induknya (Ozcan et al., 2012)
Perbedaan Mitosis dan Meiosis
Perbedaan antara Mitosis dan Meiosis
Pembelaan mitosis dan meiosis keduanya terjadi untuk tumbuh kembang makhluk hidup. Perbedaan kedua pembelahan tersebut secara umum ialah pembelahan mitosis untuk pertumbuhan sel, sedangkan meiosis untuk perkembangan secara reproduksi. Berikut perbedaan lebih detail mengenai pembelahan mitosis dan meiosis.
DAFTAR PUSTAKA
Brier, J., & lia dwi jayanti. (2020). PENGEMBANGAN MULTI MEDIA
INTERAKTIF BERBASIS ANIMASI FLASH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF. INOVASI
Dan PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN, 21(1), 1–9.
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/2203
Collette, K. S., Petty, E. L., Golenberg, N., Bembenek, J.
N., & Csankovszki, G. (2011). Different roles for Aurora B in condensin
targeting during mitosis and meiosis. Journal of Cell Science, 124(21),
3684–3694. https://doi.org/10.1242/jcs.088336
Ishiguro, K. I., & Watanabe, Y. (2007). Chromosome
cohesion in mitosis and meiosis. Journal of Cell Science, 120(3),
367–369. https://doi.org/10.1242/jcs.03324
Lubri Junianto, B. A. P. dan M. (2017). pengembangan media
pembelajaran garik yang diimplementasikan dalam materi mitosis dan meiosis
melalui model discovery untuk meningkatkan prestasi belajar biologi kelas XII
IPA SMA PGRI 1 MAOSPATI MEGETAN. 6(1).
Ozcan, T., Yildirim, O., & Ozgur, S. (2012). Determining
of the University Freshmen Students’ Misconceptions and Alternative Conceptions
about Mitosis and Meiosis. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 46,
3677–3680. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.06.126
Purnama, I. C. G., Martasari, C., Kendarini, N., &
Septadi, D. (2017). ANALISIS SITOLOGIS JERUK SIAM MADU ( Citrus nobilis L .)
HASIL KULTUR ENDOSPERMA. Jurnal Produksi Tanaman, 5(5), 847–850.
Komentar
Posting Komentar