PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
PENGANTAR ILMU EKONOMI MAKRO
oleh : Alfridus Mau Manek
Ilmu ekonomi makro adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Jika ilmu
ekonomi makro di terapkan dengan baik, hanya sedikit orang yang memiliki
pekerjaan yang seperti diinginkan, pendapatan masyarakat meningkat, dan laba
korporasi tinggi. Dalam tipe
perekonomian ini, relatif mudah bagi pendatang baru yang hendak memasuki
lapangan kerja, seperti mahasiswa yang baru lulus, untuk menemukan pekerjaan.
Di sisi lain, jika perekonomian sedang melambat, perkjaan baru sulit didapat,
pendapatan tidak tumbuh dengan baik, dan laba korporasi rendah. Dengan adanya
pengaruh besar yang bisa ditimbulkan oleh ilmu ekonomi makro atas kehidupan
kita, kita perlu memahami cara kerja ilmu ekonomi makro.
Kita akan mulai dengan membahas perbedaan antara ilmu ekonomi mikro dan
ilmu ekonomi makro yang telah kita bahas sekilas di Bab 1. Ilmu ekonomi mikro
membahas cara kerja industri individual dan perilaku unit pengambil keputusan
individual, khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga. Dengan menggunakan
bebrapa asumsi tetang perilaku unit-unit ini (perusahaan memaksimalkan laba,
rumah tangga memaksimalkan ulititas), kita bisa mendapatkan kesimpulan yang
bermanfaat tentang bagaimana pasar bekerja, bagaimana sumbrdaya dialokasikan,
dan seterusnya.
Ilmu ekonomi makro tidak berfokus pada faktor yang mempengaruhi produksi
produk tertentu dan perilaku industri individual, melainkan berfokus pada
determinan (penentu) output nasional total. Ilmu ekonomi makro tidak
mempelajari pendapatan rumah tangga, melainkan nasional, bukan harga individual
melainkan tingkat harga keseluruhan. Ilmu ekonomi makro tidak menganalisis
permintaan permintaan tenaga kerja dalam industri mobil, melainkan lapangan
pekerjaan total dalam perekonomian.
Baik ilmu ekonomi mikro maupun ilmu ekonomi makro berhubungan dengan
pembahasan rumah tangga dan perusahaan. Ilmu ekonomi mikro berhubungan dengan
keputusan individual; ilmu ekonomi makro berhubungan dengan jumlah keputusan
individual ini. Agregat digunakan dalam ilmu ekonomi makro untuk menyebutkan
jumlah. Ketika kita membicarakan perilaku agregat, yang kita maksudkan adalah
semua rumah tangga dan perusahaan secara Bersama-sama. Kita juga membicarakan
konsumsi agregat dan investasi agregat, yang berarti komsumsi total dan investasi
total dalam perekonomian.
Karena ekonom mikro dan ekonom makro melihat perekonomian dari
perspektif berbeda, anda mungkin mengirah bawah mereka mencapai kesimpulan yang
kurang lebih berbeda tentang perilaku perekonomian. Hal ini benar dalam beberapa
hal. Para ekonom mikro umumnya menyimpulkan bahwa pasar akan berfungsi baik.
Mereka melihat bahwa harga itu fleksibel, menyesuaikan diri untuk
mempertahankan keseimbangan antara kuantitas yang ditawarkan dan kuantitas yang
diminta. Akan tetapi para ekonom makro meninjau bahwa harga yang penting dalam
perekonomian itu-misalnya, tingkat upah(atau harga tenaga kerja)-sering
bersifat “lengket”. Harga yang lengket (sticky price) adalah yang tidak selalu
cepat menyesuaikan diri dalam mempertahankan keseimbangan antara kuantitas yang
ditawarkan dan kuantitas yang diminta. Ekonom mikro tidak memperkirakan
terjadinya kuantitas apel yang ditawarkan melebihi kuantitas yang diminta,
karena harga apel tidak “lengket”. Di sisi lain, ekonom makro-yang menganalisis
perilaku agregat-meneliti periode pengangguran tinggi, dimana kuantitas tenaga
kerja yang ditawarkan cenderung melebihi kuantitas tenaga kerja yang diminta.
Pada saat-saat seperti ini, kelihatannya tingkat upah tidak cukup cepat
menyesuaikan diri untuk menyamakan kuantitas tenaga kerja yang ditawarkan
dengan kuantitas tenaga kerja yang diminta.
Sejak 1970-an, banyak penelitian dalam ilmu ekonomi makro yang membeda
analisis ilmu ekonomi makro agar konsisten dengan dalil-dalil ilmu ekonomi
mikro-yaitu, dengan gagasan bahwa perusahaan dan rumah tangga mengambil
keputusan mereka pada jalur yang diusulkan oleh teori ilmu ekonomi mikro. Jika
harga cenderung tidak menyamakan kuantitas yang ditawarkan dengan kuantitas
yang diminta, misalnya, para ahli ilmu ekonomi makro saat ini mencari alasan
ilmu ekonomi mikro yang kuat tentang penyebab terjadinya hal itu. Salah satu
tujuan buku ini adalah menerangkan dasar-dasar ekonomi mikro dari ekonomi
makro.
Komentar
Posting Komentar