PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
PENGANTAR ILMU EKONOMI
MAKRO
Imu
ekonomi makro adalah bagian I dari kehidupan kita sehari-hari. Jika ilmu
ekonomi makro diterapkan dengan baik, hanya sedikit orang yang tidak memiliki
pekerjaan seperti yang diinginkan, pendapatan masyarakat meningkat, dan laba
korporasi umumnya tinggi. Dalam tipe perekonomian ini, relatif mudah bagi
pendatang baru vang hendak memasuki lapangan keria, seperti mahasiswa yang baru
lulus, untuk menemukan pekerjaan. Disisi lain, jika perekonomian sedang adanya
pengaruh besar yang bisa ditimbulkan oleh ilmu ekonomi makro atas kehidupan
kita, kita perlu memahami cara kerja ilmu ekonomi makro.
Ilmu ekonomi mikro
membahas cara kerja industri individual dan perilaku unit pengambil keputusan
individual, khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga. Dengan menggunakan
beberapa asumsi tentang perilaku unit-unit in (perusahaan memaksimalkan laba,
rumah tangga memaksimalkan utilitas), kita bisa mendapatkan kesimpulan yang
bermanfaat tentang bagaimana pasar bekeria bagaimana sumber daya dialokasikan,
dan seterusnya.
Ilmu ekonomi makro berfokus pada faktor yang mempengaruhi produksi produk tertentu dan perilaku industri individual, melainkan berfokus pada determinan (penentu output nasional total Ilmu ekonomi makro (idak mempelajari pendapatan rumah tangga. melainkan pendapatan nasional, bakan langa individual melainkan tingkat harga keseluruhan Ilmu ekonomi makro tidak menganalisis permintaan tenaga kerja dalam industri mobil, melainkan lapangan pekerjaan total dalam perekonomian.
Baik ilmu ekonomi mikro maupun ilmu ekonomi makro berhubungan dengan pembahasan rumah tangga dan perusahaan, Ilmu ekonomi mikro berhubungan dengan keputusan individual ilmu ekonomi makro berhubungan dengan jumlah keputusan individual ini Agregat digunakan dalam ilmu ekonomi makro untuk menyebutkan jumlah Ketika kita membicarakan perilaku agregat, yang kita maksudkan adalah perilaku semua rumah tangga dan perusahaan secara bersama sama. Kita juga membicarakan konsumsi agregat dan investasi agregat, yang berarti konsumsi total dan investasi total dalam perekonomian.
Ø AKAR ILMU EKONOMI MAKRO
DEPRESI BESAR
Peristiwa ekonomi pada kurun 1930-an, dekade Depresi Besar (The Great Depression). mendorong banyak pemikiran tentang persoalan ilmu ekonomi makro, khususnya pengangguran. Kurun 1920-an adalah tahun-tahun sejahtera bagi perekonomian AS. Nyaris tiap orang yang menginginkan pekerjaan bisa mendapatkannya, pendapatan naik secara substansial, dan harga stabil. Akhir tahun 1929, hal-hal mendadak menjadi lebih buruk Pada tahun 1929, 1.5 juta orang menganggur. Menjelang akhir tahun 1933, pengangguran meningkat menjadi 13 juta dari angkatan kerja yang berjumlah 51 juta. Pada tahun 1933 Amerika Serikat menghasilkan sekitar 27 persen barang dan jasa lebih sedikit dibandingkan pada tahun 1929. Pada Oktober 1929, ketika harga saham terjun bebas di Wall Street miliaran dolar kekayaan pribadi lenyap. Pengangguran senantiasa berada di atas 14 persen dari angkatan kerja hingga tahun 1940.
Model Klasik
Sebelum Depresi Besar, para ekonom menerapkan model mod ekonomi mikro, yang
kadang disebut sebagai model klasik" atau "ekuilibrium pasar”,pada
masalah ekonomi secara luas. Dengan kata lain, para ekonom klasik percaya bahwa
resesi (penurunan kinerja perekonomian) akan mengoreksi dirinya sendiri.
Sewaktu output turun dan permintaan te kerja bergeser ke kiri, kata argumen
ini, tingkat upah akan turun sehingga meningkatkan kuantitas tenaga kerja yang
diminta oleh perusahaan, yang tentunya ingin merekrut leb banyak pekerja pada
tingkat upah baru yang lebih rendah. Meskipun demikian, selama Depresi Besar,
tingkat pengangguran masih sangat tinggi selama hampir 10 tahun. Dalam tataran
luas, kegagalan model klasik sederhana untuk menjelaskan eksistensi
pengangguran tinggi yang berkelanjutan ini memberikan momentum bagi
pengembangan ilmu ekonomi makro. Tidaklah mengherankan, kita sekarang menyebut
ilmu ekonomi makro dilahirkan pada kurun 1930-an.
Revolusi Keynesian
Salah satu karya terpenting dalam sejarah ilmu ekonomi. The General Theory of
Employment, Interest und Money, oleh John Maynard Keynes, diterbitkan pada
1936. Didasarkan pada hal yang sudah dipahami tentang pasar dan perilakunya,
Keynes mulai menyusun sebuah teori yang menerangkan peristiwa ekonomi yang
membingungkan pada masanya.
Banyak
ilmu ekonomi makro berakar pada pekerjaan Keynes, Menurut Keynes, bukanlah
harga dan upah yang menentukan tingkat pengangguran, seperti yang dikatakan
oleh model Mask, melainkan tingkat permintaan agregat atas barang dan jasa.
Keynes peronya habwa preserintah bisa mengintervenu perekonomian dan mempengaruhi
tingkat output serta pengangguran. Peran pemerintah selama periode ketika
permintaan pribah rendah, ungkap Keyes adalah mendorong permintaan agregat, dan
dengan melakukan hal ini, pemerintah bisa mengangkat perekonomian keluar dari
resesi (lihat kotak Eksplorasi Tanistan. "Depres Beser dan Johar Maynard
Keyne).
Ø SEJARAH EKONOMI MAKRO TERBARU
Setelah
Perang Dunia II, dan khususnya pada 1950-an, pandangan Keynes mulai mendapatkan
peningkatan pengaruh pada para ekonom profesional maupun pengambil kebijakan
pemerintah. Pemerintah mulai percaya bahwa mereka bisa campur tangan dalam
perekonomian untuk mencapai tujuan output dan menciptakan lapangan pekerjaan
tertentu. Mereka mulai menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan pajak dan
melakukan belanja, serta menggunakan kemampuan mereka untuk mempengaruhi
tingkat bunga dan penawaran uang, untuk tujuan yang jelas, yaitu mengontrol
pergerakan fluktuasi dalam perekonomian. Pandangan kebijakan pemerintah ini
menjadi sangat mapan di Amerika Serikat dengan diberlakukannya Akta Tenaga
Kerja (Employment Act) pada tahun 1946 1 Akta ini membentuk Dewan Penasihat
Ekonomi Presiden, yaitu sekelompok ekonom yang memberi nasihat bagi presiden
tentang persoalan-persoalan ekonomi. Dewan ini juga berkomitmen pada pemerintah
federal AS untuk campur tangan dalam perekonomian demi mencegah penurunan besar
dalam output dan lapangan kerja.
Memperbaiki Keadaan pada
Kurun 1960-an Anggapan bahwa pemerintah bisa, dan
seharusnya bertindak untuk menstabilkan ekonomi makro, mencapai popularitas
tinggi pada 1960-an. Selama tahun-tahun ini, Walter Heller, kepala Dewan
Penasihat Ekonomi pada masa Presiden Kennedy dan Presiden Johroon,
menyinggung fine-tuning (perbaikan keadaan) sebagai peran pemerintah dalam
mengatur inflasi dan pengangguran.
Selama 1960-an, banyak ekonom yang percaya bahwa pemerintah bisa
menggunakan perangkat yang tersedia untuk mengatur pengangguran dan tingkat
inflasi dengan cukup tepat.
Kekecewaan pada 1970-an
dan Awal 1980-an Pada kurun 1970-an dan awal
1980-an,perekonomian AS mengalami fluktuasi yang besar dalam lapangan kerja,
output, dan inflasi. Pada tahun 1974-1975 dan kembali pada 1980-1982. Amerika
Serikat mengalami resesi berat. Meskipun tidak separah Depresi Besar 1930-an,
kedua resesi ini membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan menyebabkan
hilangnya miliaran dolar output dan pendapatan Pada tahun 1974-1975, dan
kembali pada 1979-1981, Amerika Serikat mengalami tingkat inflasi yang sangat
tinggi.
Lebih
lanjut, pada 1970-an, stagflasi (stagnasi +-inflasi) terjadi. Stagflasi terjadi
ketika tingkat harga keseluruhan meningkat cepat (inflasi) selama periode
resesi atau pengangguran
Kebanyakan
fodasi ilmu ekonomi makro modern berasal dari hasil karya john maynard keynes. Buku Keynes General
Theory of Employment Interest and Money diterbitkan pada 1936 Kutipan berikut
Ini, oleh Robert L. Memberikan beberapa wawasan tentang kehidupan dan pekerjaan
Keynes
Menjelang
akhir tahun 1933, bangsa ini nyaris "tiarap". Di sudut-sudut jalanan,
di rumah, di Hoovervilles (komunitas yang hidup tidak menetap), 14 juta
penganggur duduk, nongkrong tanpa tujuan.
Pengangguran
begitu sulit ditanggung Jutaan penganggur cenderung menjadi penghambat aliran
darah perekonomian negara ini: dan meskipun eksistensi para pengangguran itu menunjukkan
adanya kesalahan dalam sistem ini dan menimbulkan perdebatan yang sangat sulit,
para ekonom gelisah dan memeras otaknya tapi tidak bisa menawarkan diagnosis
maupun obat.
Masa Baik Kurun 1990-an, Berhenti Tahun 2000-2001, dan Pulih pada 2002-2005
Perekonomian tumbuh baik pada 1980-an setelah resesi 1980-1982. Ada resesi
ringan pada periode 1990-1991, lalu perekonomian tumbuh sepanjang 1990-an.
Pertumbuhan tahun 1996-1999 adalah pertumbuhan yang kuat, sebagian didorong
oleh maraknya pasar modal yang di lai tahun 1995. Menariknya, inflasi tidak
menjadi masalah selama seluruh kurun 1990-an. Ekonomi kemudian mulai melambat
pada pertengahan 2000, sebelum serangan teroris pada 11 September 2001.
Meskipun ada serangan, perekonomian mulai membaik pada akhir 2001. Tingkat
pertumbuhan pada tahun 2002 dan 2003 sedang, tapi tidak cukup besar untuk
mencegah melonjaknya tingkat pengangguran. Selama 20002001, tingkat
pengangguran meningkat dari sekitar 4 persen menjadi sekitar 5,5 persen.
Tingkat ini kemudian naik lagi hingga 6,1 persen menjelang akhir kuartal ketiga
2003. Perekonomian tumbuh cukup baik pada 2004 dan 2005, dan menjelang akhir
pertengahan 2005 tingkat pengangguran kembali turun ke 5.0 persen. Inflasi
menjadi masalah selama 2005.
Perekonomian
yang kuat pada 1990-an dan pemulihan pada 2002-2005 tidak menyatukan gagasan
para ekonom makro tentang bagaimana perekonomian bekerja. Disiplin ilmu ekonomi
makro masih berfluktuasi, dan banyak persoalan penting yang belum terpecahkan.
Ini membuat ekonomi makro sukar diajarkan, tapi menarik dipelajari
Komentar
Posting Komentar