PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

Akar dan Sejarah Ilmu Ekonomi Makro

PENGANTAR  ILMU EKONOMI MAKRO

Imu ekonomi makro adalah bagian I dari kehidupan kita sehari-hari. Jika ilmu ekonomi makro diterapkan dengan baik, hanya sedikit orang yang tidak memiliki pekerjaan seperti yang diinginkan, pendapatan masyarakat meningkat, dan laba korporasi umumnya tinggi. Dalam tipe perekonomian ini, relatif mudah bagi pendatang baru vang hendak memasuki lapangan keria, seperti mahasiswa yang baru lulus, untuk menemukan pekerjaan. Disisi lain, jika perekonomian sedang adanya pengaruh besar yang bisa ditimbulkan oleh ilmu ekonomi makro atas kehidupan kita, kita perlu memahami cara kerja ilmu ekonomi makro.

Ilmu ekonomi mikro membahas cara kerja industri individual dan perilaku unit pengambil keputusan individual, khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga. Dengan menggunakan beberapa asumsi tentang perilaku unit-unit in (perusahaan memaksimalkan laba, rumah tangga memaksimalkan utilitas), kita bisa mendapatkan kesimpulan yang bermanfaat tentang bagaimana pasar bekeria bagaimana sumber daya dialokasikan, dan seterusnya.

Ilmu ekonomi makro berfokus pada faktor yang mempengaruhi produksi produk tertentu dan perilaku industri individual, melainkan berfokus pada determinan (penentu output nasional total Ilmu ekonomi makro (idak mempelajari pendapatan rumah tangga. melainkan pendapatan nasional, bakan langa individual melainkan tingkat harga keseluruhan Ilmu ekonomi makro tidak menganalisis permintaan tenaga kerja dalam industri mobil, melainkan lapangan pekerjaan total dalam perekonomian. 

Baik ilmu ekonomi mikro maupun ilmu ekonomi makro berhubungan dengan pembahasan rumah tangga dan perusahaan, Ilmu ekonomi mikro berhubungan dengan keputusan individual ilmu ekonomi makro berhubungan dengan jumlah keputusan individual ini Agregat digunakan dalam ilmu ekonomi makro untuk menyebutkan jumlah Ketika kita membicarakan perilaku agregat, yang kita maksudkan adalah perilaku semua rumah tangga dan perusahaan secara bersama sama. Kita juga membicarakan konsumsi agregat dan investasi  agregat, yang berarti konsumsi total dan investasi total dalam perekonomian.

Ø  AKAR ILMU EKONOMI MAKRO

DEPRESI BESAR

Peristiwa ekonomi pada kurun 1930-an, dekade Depresi Besar (The Great Depression). mendorong banyak pemikiran tentang persoalan ilmu ekonomi makro, khususnya pengangguran. Kurun 1920-an adalah tahun-tahun sejahtera bagi perekonomian AS. Nyaris tiap orang yang menginginkan pekerjaan bisa mendapatkannya, pendapatan naik secara substansial, dan harga stabil. Akhir tahun 1929, hal-hal mendadak menjadi lebih buruk Pada tahun 1929, 1.5 juta orang menganggur. Menjelang akhir tahun 1933, pengangguran meningkat menjadi 13 juta dari angkatan kerja yang berjumlah 51 juta. Pada tahun 1933 Amerika Serikat menghasilkan sekitar 27 persen barang dan jasa lebih sedikit dibandingkan pada tahun 1929. Pada Oktober 1929, ketika harga saham terjun bebas di Wall Street miliaran dolar kekayaan pribadi lenyap. Pengangguran senantiasa berada di atas 14 persen dari angkatan kerja hingga tahun 1940.

Model Klasik Sebelum Depresi Besar, para ekonom menerapkan model mod ekonomi mikro, yang kadang disebut sebagai model klasik" atau "ekuilibrium pasar”,pada masalah ekonomi secara luas. Dengan kata lain, para ekonom klasik percaya bahwa resesi (penurunan kinerja perekonomian) akan mengoreksi dirinya sendiri. Sewaktu output turun dan permintaan te kerja bergeser ke kiri, kata argumen ini, tingkat upah akan turun sehingga meningkatkan kuantitas tenaga kerja yang diminta oleh perusahaan, yang tentunya ingin merekrut leb banyak pekerja pada tingkat upah baru yang lebih rendah. Meskipun demikian, selama Depresi Besar, tingkat pengangguran masih sangat tinggi selama hampir 10 tahun. Dalam tataran luas, kegagalan model klasik sederhana untuk menjelaskan eksistensi pengangguran tinggi yang berkelanjutan ini memberikan momentum bagi pengembangan ilmu ekonomi makro. Tidaklah mengherankan, kita sekarang menyebut ilmu ekonomi makro dilahirkan pada kurun 1930-an.

Revolusi Keynesian Salah satu karya terpenting dalam sejarah ilmu ekonomi. The General Theory of Employment, Interest und Money, oleh John Maynard Keynes, diterbitkan pada 1936. Didasarkan pada hal yang sudah dipahami tentang pasar dan perilakunya, Keynes mulai menyusun sebuah teori yang menerangkan peristiwa ekonomi yang membingungkan pada masanya.

Banyak ilmu ekonomi makro berakar pada pekerjaan Keynes, Menurut Keynes, bukanlah harga dan upah yang menentukan tingkat pengangguran, seperti yang dikatakan oleh model Mask, melainkan tingkat permintaan agregat atas barang dan jasa. Keynes peronya habwa preserintah bisa mengintervenu perekonomian dan mempengaruhi tingkat output serta pengangguran. Peran pemerintah selama periode ketika permintaan pribah rendah, ungkap Keyes adalah mendorong permintaan agregat, dan dengan melakukan hal ini, pemerintah bisa mengangkat perekonomian keluar dari resesi (lihat kotak Eksplorasi Tanistan. "Depres Beser dan Johar Maynard Keyne).

Ø SEJARAH EKONOMI MAKRO TERBARU

Setelah Perang Dunia II, dan khususnya pada 1950-an, pandangan Keynes mulai mendapatkan peningkatan pengaruh pada para ekonom profesional maupun pengambil kebijakan pemerintah. Pemerintah mulai percaya bahwa mereka bisa campur tangan dalam perekonomian untuk mencapai tujuan output dan menciptakan lapangan pekerjaan tertentu. Mereka mulai menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan pajak dan melakukan belanja, serta menggunakan kemampuan mereka untuk mempengaruhi tingkat bunga dan penawaran uang, untuk tujuan yang jelas, yaitu mengontrol pergerakan fluktuasi dalam perekonomian. Pandangan kebijakan pemerintah ini menjadi sangat mapan di Amerika Serikat dengan diberlakukannya Akta Tenaga Kerja (Employment Act) pada tahun 1946 1 Akta ini membentuk Dewan Penasihat Ekonomi Presiden, yaitu sekelompok ekonom yang memberi nasihat bagi presiden tentang persoalan-persoalan ekonomi. Dewan ini juga berkomitmen pada pemerintah federal AS untuk campur tangan dalam perekonomian demi mencegah penurunan besar dalam output dan lapangan kerja.

Memperbaiki Keadaan pada Kurun 1960-an Anggapan bahwa pemerintah bisa, dan seharusnya bertindak untuk menstabilkan ekonomi makro, mencapai popularitas tinggi pada 1960-an. Selama tahun-tahun ini, Walter Heller, kepala Dewan Penasihat Ekonomi pada masa Presiden Kennedy dan Presiden Johroon, menyinggung  fine-tuning (perbaikan keadaan) sebagai peran pemerintah dalam mengatur inflasi dan pengangguran.

 Selama 1960-an, banyak ekonom  yang percaya bahwa pemerintah bisa menggunakan perangkat yang tersedia untuk mengatur pengangguran dan tingkat inflasi dengan  cukup tepat.

Kekecewaan pada 1970-an dan Awal 1980-an Pada kurun 1970-an dan awal 1980-an,perekonomian AS mengalami fluktuasi yang besar dalam lapangan kerja, output, dan inflasi. Pada tahun 1974-1975 dan kembali pada 1980-1982. Amerika Serikat mengalami resesi berat. Meskipun tidak separah Depresi Besar 1930-an, kedua resesi ini membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan menyebabkan hilangnya miliaran dolar output dan pendapatan Pada tahun 1974-1975, dan kembali pada 1979-1981, Amerika Serikat mengalami tingkat inflasi yang sangat tinggi.

Lebih lanjut, pada 1970-an, stagflasi (stagnasi +-inflasi) terjadi. Stagflasi terjadi ketika tingkat harga keseluruhan meningkat cepat (inflasi) selama periode resesi atau pengangguran

Kebanyakan fodasi ilmu ekonomi makro modern berasal dari hasil karya  john maynard keynes. Buku Keynes General Theory of Employment Interest and Money diterbitkan pada 1936 Kutipan berikut Ini, oleh Robert L. Memberikan beberapa wawasan tentang kehidupan dan pekerjaan Keynes

Menjelang akhir tahun 1933, bangsa ini nyaris "tiarap". Di sudut-sudut jalanan, di rumah, di Hoovervilles (komunitas yang hidup tidak menetap), 14 juta penganggur duduk, nongkrong tanpa tujuan.

Pengangguran begitu sulit ditanggung Jutaan penganggur cenderung menjadi penghambat aliran darah perekonomian negara ini: dan meskipun eksistensi para pengangguran itu menunjukkan adanya kesalahan dalam sistem ini dan menimbulkan perdebatan yang sangat sulit, para ekonom gelisah dan memeras otaknya tapi tidak bisa menawarkan diagnosis maupun obat.

Masa Baik Kurun 1990-an, Berhenti Tahun 2000-2001, dan Pulih pada 2002-2005 

Perekonomian tumbuh baik pada 1980-an setelah resesi 1980-1982. Ada resesi ringan pada periode 1990-1991, lalu perekonomian tumbuh sepanjang 1990-an. Pertumbuhan tahun 1996-1999 adalah pertumbuhan yang kuat, sebagian didorong oleh maraknya pasar modal yang di lai tahun 1995. Menariknya, inflasi tidak menjadi masalah selama seluruh kurun 1990-an. Ekonomi kemudian mulai melambat pada pertengahan 2000, sebelum serangan teroris pada 11 September 2001. Meskipun ada serangan, perekonomian mulai membaik pada akhir 2001. Tingkat pertumbuhan pada tahun 2002 dan 2003 sedang, tapi tidak cukup besar untuk mencegah melonjaknya tingkat pengangguran. Selama 20002001, tingkat pengangguran meningkat dari sekitar 4 persen menjadi sekitar 5,5 persen. Tingkat ini kemudian naik lagi hingga 6,1 persen menjelang akhir kuartal ketiga 2003. Perekonomian tumbuh cukup baik pada 2004 dan 2005, dan menjelang akhir pertengahan 2005 tingkat pengangguran kembali turun ke 5.0 persen. Inflasi menjadi masalah selama 2005.

Perekonomian yang kuat pada 1990-an dan pemulihan pada 2002-2005 tidak menyatukan gagasan para ekonom makro tentang bagaimana perekonomian bekerja. Disiplin ilmu ekonomi makro masih berfluktuasi, dan banyak persoalan penting yang belum terpecahkan. Ini membuat ekonomi makro sukar diajarkan, tapi menarik dipelajari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU