PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
SAHAM DAN OBLIGASI
Ketika
suatu perusahaan ingin melakukan pembelian besar misalnya untuk membeli pabrik
baru atau untuk membeli bagian mesin yang mahal. Perusahaan sering kali tidak
bisa membayar pembelian itu dengan dananya sendiri. Dalam kasus ini, perusahaan
harus “mendanai” investasi. Salah satu kemungkinannya cukup dengan meminjam
dari bank. Bank meminjamkan uang kepada perusahaan; perusahaan menggunakan uang
untuk membeli pabrik atau mesin; dan perusahaan membayar kembali pinjaman
kepada bank dari waktu ke waktu beserta bunganya.
Obligasi
Kemungkinan
lain bagi perusahaan adalah menerbitkan obligasi(
bond). Jika kita membeli obligasi dari suatu perusahaan, kita memberikan
pinjaman pada perusahaan.
Obligasi
memiliki beberapa ciri khas. Pertama, obligasi diterbitkan dengan nilai
nominal(face value), umumnya dalam pecahan $1.000, yang mewakili jumlah yang
kita (pembeli) setujui untuk dipinjamkan kepada penerbit obligasi. Obligasi
juga memiliki tanggal jatuh tempo( maturity date), yaitu saat ketika perusahaan
berjanji melunasi dana yang kita pinjamkan.( akan tetapi, kita bisa menjual
obligasi pada seorang lain sebelum tanggal jatuh tempo jika kita mau) terakhir,
ada pembayaran tetap untuk jumlah tertentu ( biasanya dilakukan tahunan), yang
dibayar oleh penerbit obligasi pada pemegang obligasi. Pembayaran ini, yang dikenal dengan istilah kupon
(coupun), dihitung dengan menggunakan tingkat bunga yang berlaku pada saat
obligasi diterbitkan. Meskipun tingkat bunga berubah selama masa berlakunya
obligasi itu, seperti yang hampir selalu terjadi, jumlah yang kita terima
sebagai bunga atas obligasi kita tetap adanya. (inilah sebabnya obligasi kadang
disebut dengan surat berharga pendapatan tetap, pemegang obligasi menerima
jumlah tertentu, yang diketahui di muka, terlepas apa yang akan terjadi pada
tingkat bunga,harga saham,dan seterusnya).
Jika kita
membeli obligasi $10.000, 10 persen, 15 tahun dari perusahaan XYZ pada 1
januari 1998, inilah yang akan terjadi, kita akan memberikan pada XYZ atau
mungkin pialang kita, cek senilai $10.000.tiap januari selama 14 tahun kedepan,
XYZ akan mengirim kita cek senilai
$1.000( 10 persen dari nilai nominal $10.000). pada 1 januari 2013, XYZ akan
mengirimkan pada kita cek senilai nominal
obligasi itu-$10.000-plus kupon pada tahun itu-$1.000- dan itu akan
menutup seluruh perhitungan.
Apakah fakta
bahwa kupon atas obligasi tidak berubah sesuai fleksibilitas tingkat bunga
berarti obligasi sepenuhnya terisolasi dari pergerakan tingkat bunga? Sama
sekali tidak. Bukan tanggapan kupon atas perubahan tingkat bunga, melainkan
harga obligasilah yang berubah. Untuk melihat sebabnya, anggap kita memiliki
pilihan menaruh $10.000 dalam obligasi yang dideskripsikan disini atau pada
rekening bank yang membayar 10 persen bunga per tahun. Dalam kedua kasus , kita
akan menghasilakan pembayaran bunga $1.000 per tahun, sehingga kedua pilihan
ini memberikan hasil yang sama.
Tapi sekarang
anggaplah tingkat bunga pada rekening bank naik hingga 20 persen bukan 10
persen. Obligasi ini masih menjanjikan membayar $1.000 per tahun. Jika anda
ingin menghasilkan bunga $1.000, anda hanya perlu menaruh $5.000 dalam rekening
bank (0,20 x$5.000=$1.000). Anda jelas akan lebih suka menaruh $5.000 di bank
daripada terikat $10.000 pada obligasi. Satu-satunya cara tiap orang akan mau
membeli obligasi adalah jika biayanya tidak lebih daripada investasi lain yang
menghasilkan aliran pendapatan yang sama dimasa depan. Obligasi oleh sebab itu
akan bernilai jauh lebih kecil daripada $10.000 jika tingkat bunga adalah 20
persen. Berarti ketika tingkat bunga naik, harga obligasi turun,dan pemegang
obligasi mengalami kerugian yaitu pengurangan nilai surat berharga yang mereka
miliki.
SAHAM
Cara ketiga
bagi perusahaan untuk mendanai investasi adalah menerbitkan lembar saham tambahan. Ketika perusahaan
menerbitkan lembar saham baru, perusahaan tidak menambah utang. Sebaliknya,
perusahaan membawa masuk pemilik baru, pemilik yang setuju kemudian
memasokannya dengan dana. Pemilik seperti itu diperlakukan berbeda dengan
pemegang obligasi yang mengutangkan sejumlah dana.
Saham biasa
adalah sertifikat yang mewakili kepemilikan andil bisnis, biasanya pada
perseroan terbatas( korporasi). Sebagai contoh, Lincoln Electric adalah
perusahaan berbasis Cleveland yang membuat peralatab pengelasan dan pemotongan.
Perusahaan ini memiliki 41 juta lembar saham biasa yang dimiliki oleh puluhan
ribu pemegang saham, yang beberapa diantaranya hanyalah individu pribadi,
beberapa lembaga seperti Carlton College, dan beberapa adalah karyawan
perusahaan tersebut. Pemegang saham berhak
atas pangsa laba perusahaan. Ketika laba dibayarkan langsung pada pemegang
saham pembayaran ini disebut dengan dividen. Pada tahun-tahun belakangan
Lincoln Electric mencetak laba senilai $54 juta, yang nilainya $1,31 per saham
di mana $0,43 dibayarkan pada pemegang saham sebagai dividen dan sisanya
ditahan untuk investasi.
Pemegang saham
yang memiliki saham yang nilainya naik akan menghasilkan keuntungan yang
disebut dengan keuntungan modal (captal
gain), keuntungan modal yang direalisasikan(realized captal gains (losses) ) adalah
peningkatan( atau penurunan) nilai aset, yang meliputi saham, yang diterima olh
rumah tangga ketika mereka benar-benar menjula aset ini. Pemerintah menganggap
keuntungan modal yang direalisasikan bersih dari kerugian merupakan pendapatan,
meskipun penanganannya dalam undang-undang pajak sangat kompleks dan tunduk
pada perubahan tiap beberapa saham. Penghasilan yang diperoleh oleh pemilik
saham biasa adalah jumlah dividen yang diterima dan keuntungan modal. Ketika
nilai saham turun, penghasilan kadang negatif. Saham umumnya biasa berisiko
daripada obligasi.
Lembar saham
biasa diperdagangan terbuka di pasar atau bursa saham swasta, yang terbesar di
antaranya adalah New York Stock Exchange(NYSE). Sebagian besar dari miliaran
lembar saham yang diperdagangkan tiap hari praktis mewakili andil jual pemegang
saham pada pihak lain, dan mereka tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Ketika
saham pertama kali diterbitkan , nilai proceed(hasil)-nya digunakan untuk
membeli modal atau untuk “mengambil ahli” wirausahaan yang memulai perusahaan
itu.
MENENTUKAN HARGA SAHAM
Apa yang
menentukan harga suatu saham? Jika selembar saham dijual $25, mengapa seseorang
bersedia membayar sebanyak itu? Seperti telah disebutkan tadi, ketika kita
membeli selembar saham, kita memiliki sebagian perusahaan. Jika sebuah
perusahaan mencetak laba, perusahaan itu mungkin membayar dividen kepada
pemegang sahamnya. Jika perusahaan tidak membayar dividen tapi mencetak laba,
orang mungkin mengira bahwa perusahaan akan membayar dividen pada masa depan.
Dividen itu penting dalam menelaah saham karena dividen adalah bentuk
pendapatan yang diterima oleh pemegang sahamdari perusahaan. Jadi, satu hal
yang cenderung mempengaruhi harha saham adalah perkiraan orang tentang dividen
pada masa depan. Semakin besar perkiraan dividen masa depan, semakin besar
harga saham saat ini, jika hal-hal lain tetap sama.
Pertimbangan
penting lain dalam menelaah harga saham adalah aktu dividen diperkirakan akan
dibayarkan. Dividen $2 per saham yang diperkirakan dibayar empat tahun dari
sekarang bernilai lebih kecil daripada dividen $2 per saham yang diperkirakan
akan dibayar tahun depan. Dengan kata lain, semakin lama dividen diperkirakan
akan dibayar, semakin besar nilainya”didiskon”. Jumlah nilai dividen masa depan
yang diperkirakan didiskon(atau istilahnya, didiskontokan) bergantung pada
tingkat bunga. Semakin besar tingkat bunga, semakin besar dividen masa depan
yang diperkirakan akan didiskontokan. Jika tingkat bunga adalah 10 persen, saya
bisa menginvestasikan $100,00 hari ini dan menerima $110,00 setahun lagi. Oleh
sebab itu saya akan bersedia membayar $100,00 hari ini pada seorang yang akan
membayar saya $110,00 dalam satu tahun. Jika sebaliknya, tingkat bunga hanya 5
persen, saya akan bersedia membayar $104,76 hari ini untuk menerima $110,00
setahun dari sekarang karena alternatif $104,76 hari ini pada tingkat bunga 5
persen menghasilkan $110,00 diakhir tahun. Oleh sebab itu, saya akan bersedia
membayar lebih banyak untuk $110,00 setahun dari sekarang ketika tingkat bunga
lebih rendah. Dengan kata lain, saya”mendiskontokan” $110,00 lebih sedikit
daripada ketika tingkat bunga lebih rendah.
Ada faktor
diskonto lain selain tingkat bunga yang harus dipertimbangkan; yaitu diskonto
risiko. Orang lebih menyukai hasil yang pasti daripada yang tidak pasti ketika
nilai yang diharapkan sama. Sebagai contoh, saya lebih menyukai uang $50 yang
pasti daripada memasang taruhan yang berpeluang 50 persen mendapatkan $100 dan
50 persen lagi tidak mendapatkan apa-apa. Nilai yang diperkirakan dari taruhan
adalah $50, tapi apa saya lebih menyukai $50 yang pasti daripada taruhan,
dimana ada 50 persen peluang saya tidak mendapatkan apa-apa. Logika yang sama
berlaku untuk dividen masa depan. Jika, katakanlah saya memperkirakan dividen
untuk perusahaan A maupun B adalah $2 per lembar tahun depan, tapi perusahaan B
memiliki rentang kemungkinan yang auh lebih luas( lebih berisiko), saya lebih
menyukai perusahaan A. Dengan kata lain , saya akan “ mendiskontokan” perkiraan
dividen masa depan perusahaan B lebih besar daripada perusahaan A karena hasil
untuk perusahaan B kurang pasti.
Oleh sebab itu,
kita bisa mengatakan baha harga saham seharusnya sama dengan nilai yang
didiskontokan dari dividen masa depan yang diperkirakan, dimana faktor diskonto
bergantung pada tingkat bunga dan risiko. Jika untuk suatu alasan, seperti
adanya kabar baik mendadak dari perusahaan, nilai dividen masa depan meningkat,
maka perkembangan baik ini akan menghasilkan
peningkatan harga saham. Jika tingkat bunga turun, penurunan ini seharusnya
juga menyebabkan harga saham naik. Terakhir, jika persepsi risiko peruahaan
turun, persepsi ini seharusnya meningkatkan harga saham perusahaan tersebut.
PASAR SAHAM SEJAK 1948
Jika anda
benar-benar mengikuti pasar saham, anda akan tahu baha banyak perhatian
diberikan pada dua indeks harga saham: Dow
Jones Industrial Average dan NASDAQ Composite. Tapi dari perspektif
ekonomi, kedua indeks ini hanya meliputi sampel perusahaan yang terlalu kecil.
Indeks yang lebih disukai adalah yang meliputi perusahaan yang nilai pasar
totalnya dekat dengan nilai pasar semua perusahaan dalam perekonomian. Untuk
tujuan ini, ukuran yang jauh lebih baik adalah indeks harga saham Standard and Poor’s 500 yang disebut
S&P 500. Indeks ini meliputi sebagian besar perusahaan dalam perekonomian
berdasarkan nilai pasarnya.
Indeks S&P
500 dipetakan pada peraga 29.1 untuk tahun 1948 I -2005 II. Yang terlihat jelas
dalam peraga ini adalah peningkatan besar dalam indeks antara tahun 1995dan
2000. Antara 31 Desember 1994 dan 31 Maret 2000, indeks S&P 500 naik 226
persen, peningkatan tingkat tahunan 25 persen. Hal ini merupakan booming pasar
saham terbesar dalam sejarah AS, melampaui booming 1920-an. Booming ini menambah
sekitar $14 triliun pada kekayaan rumah tangga, sekitar $2,5 triliun per tahun.

PERAGA 29.1 INDEKS HARGA SAHAM
S&P 500,1948 I-2005 II
Peraga 29.2 memetakan rasio laba setelah pajak
(seperti yang diukur laporan data produk dan pendapatan nasional) untuk periode
1948 I-2005 II. Jelas dari peraga ini bahwa tidak ada hal aneh yang terjadi
pada paruh akhir 1990-an. Nyatanya, pangsa laba dalam GDP sedikit turun. Oleh
sebab itu, tidak ada peluang kenaikan laba yang menyebabkan orang berharap
banyak akan dividen masa depan yang lebih tinggi.
Bisa saja
risiko yang dipersepsikan atas saham turun paruh akhir tahun 1990-an. Perubahan
ini akan menyebabkan tingkat diskonto yang lebih kecil untuk saham sehingga,
jika hal lain tetap sama, menghasilkan harga saham yang lebih tinggi. Meskipun
kemungkinan ini tidak bisa dikesampingkan sepenuhnya, tidak ada bukti
independen yang kuat bahwa persepsi tingkat risiko turun.
Booming
pasar saham oleh sebab itu menjadi teka-teki, dan banyak orang berspekulasi
baha ini hanyalah semacam untung-untungan. Untuk beberapa alasan harga saham
mulai nailk pesat pada tahun 1995, dan orang berekspektasi bahwa orang lain
memperkirakan harga akan terus naik. Hal ini menyebabkan harga saham terus naik
sehingga memenuhi ekspektasi, yang menyebabkan ekspektasi peningkatan lebih
jauh lagi, dan begitu seterusnya. Orang dengan pandangan seperti ini
memperhatikan bahwa begitu harga saham mulai turun pada tahun 2000, harga saham
akan jatuh bebas. Nyatanya harga saham memang tidak stabil pada tahun 2000;
harga saham menukik tajam. Orang yang pandangan spekulasi berpendapat bahwa hal
ini hanyalah semacam ledakan untung-untungan.

PERAGA 29.2 RASIO LABA SETELAH
PAJAK GDP, 1948 I-2005 II
DAMPAK PASAR SAHAM ATAS PEREKONOMIAN
Salah
satu faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah kekayaan. Jika hal
lain tetap sama, makin besar kekayaan perusahaan, makin besar pula pengeluaran
perusahaan itu. Peningkatan harga saham mungkin juga mempengaruhi investasi.
Jika suatu perusahaan mempertimbangkan suatu proyek investasi, salah satu cara
perusahaan agar bisa mendanai proyek itu adalah dengan menerbitkan lembar saham
tambahan. Semakin tinggi harga saham perusahaan, semakin banyak uang yang bisa
didapatkan per saham tambahan. Suatu perusahaan oleh sebab itu cenderung
melakukan lebih banyak proyek investas jika harga saham lebih tinggi. Biaya
proyek investasi dalam hal lembar saham
lebih kecil jika harga saham lebih besar. Inilah cara booming paasr saham meningkatkan
saham.
Dampak
pasar saham atas perekonomian oleh seba itu berakibat langsung. Jika harga
saham naik, kekayaan rumah tangga naik, seperti juga belanja konsumen pada
gilirannya. Investasi juga meningkat karena perusahaan bisa meningkatkan lebih
banyak uang per saham untuk mendanai proyek investasi. Sebagai aturan praktis,
perubahaan $1,00 dalam nilai saham menyebabkan sekitar $0,03 hingga $0,04
perubahaan dalam belanja investor dan konsumen per tahun.
KEJATUHAN PASAR SAHAN PADA BULAN OKTOBER 1987
Booming
pada akhir tahun 1990-an, bermanfaat mengkaji kejatuhan(crash), yakni kejatuhan
pasar saham Oktober 1987. Nilai saham di Amerika serikat turun sekitar satu
triliundolar antara 1987 dan akhir Oktober 1987. Dalam satu hari 19 Oktober
1987 nilai saham turun hampir $700 miliar. Jika
kita asumsikan penurunan $1 dalam harga saham menghasilkan $0,04
penurunan dalam belanja investor dan konsumen per tahun, kita bisa melihat
bahwa penurunan $1 triliun pada tahun 1987 menyiratkan tingkat belanja yang
lebih rendah $40 miliar pada tahun 1988. Tingkat produk domestik bruto(GDP)
berkisar $4 triliun pada tahun 1987, sehingga $40 miliar penurunan dalam
belanja adalah sekitar 1,0 persen dari GDP. Efek angka pengganda juga akan
bekerja di sini. Penurunan belanja menyebabkan penurunan output( pendapatan) agregat,
yang menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam belanja, dan seterusnya. Jika
nagka pengganda adalah 1,4, penurunan total GDP akan menjadi sekitar 1,4 x $40
miliar = $56 miliar, atau sekitar 1,4 persen dari GDP.
KEGAIRAHAN PASAR SAHAM 1995-2000
Tingkat pertumbuhan tahunan GDP sejak akhir 1995
hingga pertengahan 2000 adalah 4,5 persen. Jadi, angka tersebut menunjukan bahwa sekitar 1,5
dari 4,5 persen adalah karena kegairahan(booming) pasar saham. Dengan kata lain,
jika tidak ada booming, tingkat pertumbuhan akan berada disekitar 3,0 persen,
bukan4,5 persen. Rumah tangga praktis berbelanja jauh lebih besar saat terjadi
peningkatan besar dalam kekayaan mereka, dan perusahaan berinvestasi jauh lebih
besar saat harga saham naik begitu besar.

PERAGA 29.3 TINGKAT TABUNGAN
PRIBADI,1995 I -2002 II
Peraga
29.3 memperlihatkan baha tingkat tabunganpribadi lebih tinggi pada kasus tak
ada booming. Tidak ada lagi nilai dibawah rentang sepanjang sejarah. Ini adalah
efek kekayaan atas konsumsi dalam praktik. Dengan tidak adanya peningkatan
besar dalam kekayaan, rumah tangga lebih sedikit mengkonsumsi.
Peraga
29.4 memperlihatkan bahwa investasi juga lebih sedikit pada kasus tak ada
booming. Perusahaan berinvestasi lebih sedikit dalam pabrik dan peralatan
karena biayanya dalam hal saham ekstra yang diterbitkan lebih tinggi( harga per
saham lebih rendah). Banyak orang merasa investasi menjadi tinggi pada akhir tahun 1990-an, fenomena yang
menyebabkan penurunan besar pada tahun 2000 dan 2001. Peraga 29.4
memperlihatkan bahwa hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada booming pasar
saham.
Peraga
29.5 memperlibatkan surplus pemerintah federal tiak akan setinggi pada akhir
1990-an dan tidak pula pada tahun 2000 jika ada booming pasar saham. Seharusnya
jelas mengapa ini terjadi. Dalam kasus tidak ada booming , pendapatan kena
pajak dan laba lebih sedikit, sehingga penerimaan pajak lebih sedikit. Juga,
belanja tunjangan pengangguran lebih besar karena pengangguran lebih tinggi.
Peraga
29.6 memperlihatkan pertumbuhan rill lebih tinggi pada paruh akhir 1990-an
daripada yang akan terjadi pada kasus tidak ada booming. Angka ini memberikan
gambaran yang lebih akurat tentang efek tingkat pertumbuhan daripada penggunaan
sederhana angka 0,04 dan angka pengganda 1,4 diatas

PERAGA 29.4 RASIO INVESTASI-OUTPUT,
1995 I -2002 III

PERAGA 29.5 RASIO SURPLUS ANGGARAN
PEMERINTAH FEDERAL TERHADAP GDP,1995 I -2002 III

PERAGA 29.6 TINGKAT PERTUMBUHAN GDP
RILL, 1995 I- 2002 III
Peraga
29.6 bahwa tingkat pertumbuhan terlihat lebih tinggi pada kasus tak ada booming
pada thaun 2001 dan 2002 karena pada kasus tak ada booming tidak ada koreksi
pasar saham yang besar dalam kedua tahun ini.
Peraga
29.7 memperlihatkan bahwa penurunan tingkat pengangguran pada paruh akhir
1990-an hingga 4 persen dari 5,5 persen adalah karean booming pasar saham. Jika
tidak ada booming, tingkat pengangguran akan tetap berkisar 5,5 persen.

PERAGA 29.7 TINGKAT PENGANGGURAN,
1995 I -2002 III

PERAGA 29.8 TINGKAT INFLASI, 1995 I
-2002 III
Peraga
29.8 memperlihatkan bahwa inflasi akan lebih rendah pada kasus tidak ada
booming, karena output akan lebih rendah dan oleh sebab itu tekanan permintaan
akan lebih sedikit. Akan tetapi, di tiap kasus,
tingkat inflasi tidaklah tinggi sepanjang sejarah.
Terakhir,
peraga 29.9 memetakan tingkat surat berharga departemen keuangan AS 3 bulan.
Peraga tersebut memperlihatkan bahwa tingkat bunga akan lebih rendah pada paruh
akhir 1990-an. Jika tidak ada booming.

PERAGA 29.9 TINGKAT SURAT BERHARGA
PEMERINTAH 3 BULAN, 1995 I-2002 II.
KEBIJAKAN FED
DAN PASAR SAHAM
Peraga
29.9 bermanfaat untuk menelaah hubungan anatar kebijakan FED dengan pasar
saham. Peraga 29.9 menunjukan bahwa fed justru dipengaruhi oleh pasar saham.
Fed mempertahankan tingkat bunga lebih tinggi daripada jika ada booming pasar saham. Seharusnya jelas mengapa hal ini
terjadi. Jika akhirnya fed khawatir tentang kondisi ouput, pengangguran, dan inflasi,
dan jika pasar saham mempengaruhi variabel-variabel ini, fed secara tidak lansung terpengaruh
oleh pasar saham. Dengan kata lain. Fed peduli akan pasar saham karena pasar
saham mempengaruhi hal-hal yang pada akhirnya memang menjadi kepedulianfed, antara
lain output, pengangguran, dan inflasi.
PEREKONOMIAN
PASCA-BOOMING
Peraga
29.1 memperlihatkan bahwa ada penurunan yang cukup besar dalam harga saham
antara kuartal keempat tahun 2000 dan kuartal ketiga tahun 2002.pada periode
ini penurunan kekayaan rumah tangga dari pasar saham adalah $ 7 triliun.
Oleh
karena itu, booming pasar saham pada paruh akhir 1990-an menyebabkan ekonomi
yang lebih yang lebih berekspansi daripada yang akan terjadi jika kasusnya
tidak demikian. Sepertinya koreksi pasar saham pada tahun 2000-2002 menyebabkan
ekonomi yang kurang berekspansi. Yang istimewa dari perekonomian yang lamban
pada 2001 dan 2002 adalah bahwa hal tersebut justru terjadi pada saat kebijakan
fiskal dan moneter yang sangat ekspansif. Tabel 28.1 memperlihatkan bahwa fed
menurunkan bill rate lebih dari 4 persentase poin ada periode tersebut, mungkin
inilah kebijakan fiskal yang paling ekspansif dalam sejarah.
Pentingnya
pasar saham dalam perekonomian seharusnya menjadi jelas sekarang. Pasar saham
berperan besar dalam booming ekonomi di paruh akhir 1990-an dan dalam
perlambatan ekonomi tahun 2000-2002.
Poin
akhir yang menarik dicatat tentang ekonomi AS pasca-booming adalah peran yang
dimainkan sektor perumahan dari tahun 2003 hingga 2005.
BAB II
PERILAKU
RUMAH TANGGA DAN PERUSAHAAN DALAM EKONOMI MAKRO:TINJAUAN LANJUTAN
A.Rumah Tangga:Keputusan Konsumsi
Dan Penawaran Tenaga
1. Teori Konsumsi KEYNESIAN: Kajian
Ulang
Asumsi bahwa asumsi rumah
tanggabergantung pada pendapatan,yang telah kita gunaka sebagai bisnis analisis
kita sejauh ini adalah,salah satuyang ditekankan oleh KEYNES dalam bukunya
General Theory of Imployment,Interest,and Money. Meskipun Keynes percaya banyak
faktor, antara lain tingkat bunga dan kekayaan,cenderung mempengaruhi tingkat
belanjakonsumsi,ia berfokus pada pendapatan saat ini.
Jumlah konsumsi agregat amat
bergantung pada jumlah pendapatan angregat. Hukum dasar psikologi yang kita
jadikan sandaran dari pengetahuan kita tentang sifat manusia dan dari faktor
pengalam terperinci,adalah bahwa laki-laki dan perempuan juga bersedia,sebagai
aturan dan secara rata-rata,meningkatkan konsumsi yang mereka sewaktu pendapan
naik,tapi tidak banyak peningkatan pendapatan mereka.
Keynes membuat dua poin
disini.Pertama ia berpendapat bahwa konsumsi adalah fungsi positif
pendapatan.Semakin banyak pendapatan yang kita miliki,semakin besar cenderung
konsumsi yang kita lakukan. Kecuali beberapa penabung kaya yang masih saja
meyimpan sisa-sisa sabun dan potongan tali,meskipun memiliki pendapatanjutaan
dolar,dalil ini akan masuk akal.Orang kaya umumnya mengonsumsi lebih banyak
dari pada orang miskin.
Kedua menurut Keynes,rumah tangga
berpendapan tinggi mengonsumsi proporsi pendapatan mereka lebih kecil dari
rumah tangga yang berpendapatan rendah.(Jika rumah tangga kaya mengonsumsi
relatif lebih sedikit dari pendapatan mereka,maka secara defenisi mereka
menabung proporsi pendapatan mereka kebih tinggidari pada rumah tangga
miskin).Proporsi pendapatan yang di belanjakan oleh rumah tangga atas konsumsidiukur
dengan kencenderungan mengonsumsi rata-rata ( APC,average propensity to
consume). APCdidefenisikan sebagai konsumsi dibagidengan pendapatan. APC= C/Y.
Jika rumah tangga menghasilkan
$30.000 per tahun dan membelanjakan $25.000 (menabung $5.000),rumah tangga
memilikiAPC $25.000/$30.000,atau0,833. Keynes berpendapat bahwa orang yang
menghasilkan,misalnya,$30.000,cenderung membelanjakan porsi pendapatan mereka
yang lebih besar dari pada yang menghasilkan $100.000. Meskipun gagasan bahwa
konsumsi bergantung pada pendapatan adalah titik awal yang bermanfaat, hal ini
jauh dari deskripsilengkap keputusan konsumsi. Kita perlu mempertimbangkan
teori konsumsi lainnya.
2. Teori Konsumsi Siklus Hidup
Teori konsumsi siklus hidup adalah
perluasan teori Keynes. Gagasan teori siklus hidupadalah bahwa setiap orang
melakukan rencana konsumsi seumur hidupnya. Dengan menyadari bahwa mereka
cenderung menghasilkan lebih banyak dalam tahun-tahun kerja utama dari pada
yang mereka hasilkan sebelumnya atau sesudahnya,mereka mengambil keputusan
konsumsi berdasarkan pada ekspektasi mereka tentang pendapatan seumur hidupnya.
Orang cenderung mengonsumsi lebih sedikit dari pada yang mereka hasilkan selama
tahun-tahun kerja utama mereka. Mereka menabung selama tahun-tahun itu dan mereka
cenderung mengonsumsi lebih banyak dari pada yang mereka hasilkan.
Sehingga perbedaan utama antara
teori Keynesian tentang konsumsi dengan teori Siklus Hidup yaitu dalam teori
siklus hidup,konsumsi dan keputusan tabungan dibuat tidak hanya berdasarkan
pendapatan saat ini, tapi juga pada ekspektasi pendapatan masa depan. Perilaku
konsumsi rumah tangga setela Perang Dunia II jelas bersandar pada teori siklus
hidup. Tepat setelah perang berakhir, pendapatan turun sewaktu tulang tulang
punggung keluarga keluar dari pekerjaan yang terkait dengan perang. Akan
tetapi, belanja konsumsi tidak turun secara proporsional dengan itu,seperti
yang akan diramalkan oleh teori Keynesian.Orang berharap menemukan pekerjaan di
sektor lain pada akhirnya, dan mereka tidak menyesuaikan belanja konsumsi
mereka pada pendapatan yang untuk sementara lebih rendah, yang mereka hasilkan
untuk sementara waktu.
3. Keputusan Penawaran Tenaga Kerja
Faktor-faktor yang menentukan kuantitas tenaga kerja
yang ditawarkan oleh rumah tangga antara lain:
1.Tingkat Upah
Tingkat
upah yang berubah bisa mempengaruhi penawaran tenaga kerja, tapi apakah efeknya
positif atau negatif masih samar. Sebagai contoh, peningkatan tingkat upah
mempengaruhi rumah tangga dengan dua cara. Pertama, pekerjaan menjadi lebih
menarik relatif terhadap waktu luang dan aktivitas nonpasar. Karena tiap jam
yang digunakan untuk waktu luang sekarang memerlukan pengorbanan upah yang
lebih tinggi, biaya peluang waktu luang akan lebih tinggi. Akibatnya, kita
memperkirakan upah yang lebih tinggiakan menyebabkan kuantitas tenaga kerja
yang di tawarkan lebih besar, angkatan tenaga kerja yang lebih besar. Ini
disebut dengan efek substitusi peningkatan tingkat upah.
Disisi
lain, rumah tangga yang bekerja jelas lebih beruntung setelah peningkatan
tingkat upah. Dengan bekerja sejumlah jam yang sama seperti yang mereka lakukan
sebelumnya, mereka akan menghasilkan lebih banyak pendapatan. Jika kita
mengasumsikanbahwa waktu luang adalah barang normal, orang yang berpendapatan
lebih tinggi akan menggunakan sejumlah waktu luangnya dengan bekerja lebih
sedikit. Iniadalah efek pendapatan peningkatan tingkat upah.
Ketika
tingkat upah naik, efek substitusi akan menyebabkan orang akan bekerja lebih
banyak, seang efek pendapatan menyebabkan mereka bekerja lebih sedikit. Efek
akhir bergantung pada efek (secara terpisah) mana yang lebih kuat. Data
menunjukan bahwa efek substitusikelihatannya menang dalam banyak kasus. Yaitu,
tingkat upah yang lebih tinggi biasanya menyebabkan penawaran tenaga kerja yang
lebih besar, tingkat upah yang rendah biasanya menyebabkan penawaran tenaga
kerja yang rendah.
2.Harga
Harga
juga memainkan peran utama dalam keputusan penawaran konsumsi/tenaga kerja.
Dalam pembahasan efek yang mungkin dari peningkatan tingkat upah, kita telah
mengasumsikan bahwa harga barang dan jasa tidak naik pada saat yangsama. Jika
tingkat upah dan semua harga naik secara serentak, ceritanya akan berbeda.
Untuk memperjelas, kita perlu membedahkan antara tingkat upah nominal dan
tingkat upah riil.
Tingkata
upah nominal adalah tingkat upah dalam nilai rupiah saat ini. Ketika kita
menyesuaikan tingkat upah nominal dengan perubahan tingkat harga, kita
mendapatkan tingkat upah riil. Tingkat upah riil mengukur jumlah upah yang bisa
membeli berbagai hal dalam hal ini barang dan jasa. Pekerjaan tidak peduli akan
upah nominal mereka, mereka lebih peduli akan daya beli upah ini/upah rill.
3.Kekayaan dan Pendapatan Nontenaga
Kerja
Jika
segala hal konstan (termasuk tahap siklus hidup) , semakin banyak kekayaan yang
dimiliki oleh rumah tangga, semakin banyak yang di konsumsinya, baik sekarang
maupun masa depan.
Peningkatan
kekayaan juga bisa di anggap sebagai peningkatan pendapan nontenga kerja.
Pendapatan nontenaga kerja, atau nonupah,adalah pendapatan yang di terima dari
sumberselain bekerja atau disebut dengan warisan, bunga, deviden, dan
pembayaran transfer semacam pembayaran kesejahteraan dan pembayaran jaminan
sosial. Seperti halnya kekayaan.
4.Efek Tingkat Bunga Atas Konsumsi
Efek penurunan tingkat bunga atas konsumsi:
Penurunan
tingkat bunga menurunkan reward atas tabungan. Jika tingkat bunga turun dari 10
persen ke 5 persen, saya menghasilkan 5 sen, bukan 10 sen per tahun atas setiap
dolar yang di tabung. Ini berarti bahwa biaya peluang belanja satu dolar hari
ini (alih-alih menabungnya dan mengonsumsinya plus pendapatan bunga satun tahun
dari sekarang) turun. Efek ini disebut dengan efek substitusi.
Efek
pendapatan perubahan tingkat bunga atas konsumsi:
Jika
rumah tangga memiliki kekayaan positif dan menghasilkan bunga atas kekayaan
itu, penurunan tingkat bunga menyebabkan penurunan pendapatan bunga. Ini adalah
penurunan pendapatan nontenaga kerja.
5.Efek Pemerintah Atas Konsumsidan
Penawaran Tenaga Kerja: Pajak dan Transfer
Pemerintah
mempengaruhi perilaku rumah tangga terutama melalui tingkat pajak pendapatan
dan pembayaran transfer. Ketika pemerintah meningkatkan tingkat bpajak
pendapatan, upah riil setelah pajak turun, yang menurunkan konsumsi. Ketika
pemerintah menurunkan tingkat pajak pendapatan, upah riil setelah pajak naik,
yang meningkatkan konsumsi. Perubahan tingkat pajak pendapatan juga mempengaruhi
penawaran tenaga kerja. Jika efek substitusi mendominasi, seperti yang kita
asumsikan secara umum, maka peningkatan tingkat pajak pendapatan, yang akan
menurunkan upah pajak setelah pajak, akan menurunkan penawaran tenega kerja.
Penurunan tingkat pajak pendapatan akan meningkatkan penawaran tenaga kerja.
6.Kendala Ketenagakerjaan Yang
Mungkin Atas Rumah Tangga
Suatu
rumah tangga yang mengalami kendala bekerja sebanyak yang diinginkan pada
tingkat upah saat ini menghadapi keputusan berbeda dengan keputusan yang di
hadapi oleh rumah tangga yang bisa bekerja sebanyak yang di inginkan. Keputusan
kerja rumah tangga yang mengalami kendala, sebenarnya terpaksa oleh kendala.
Rumah tangga bekerja sebanyak yang mereka bisa sejumlah jam tertentu per minggu
atau mungkin tidak sama sekali tapi jumlah ini lebih sedikit dari pada rumah
tangga yang akan memilih untuk bekerja pada tingkat upah yang berlaku jika bisa
mendapatkan lebih banyak pekerjaan. Jumlah yang disukai oleh rumah tangga untuk
bekerja pada tingkat upah saat ini jika bisa mendapatkan pekerjaan disebut
dengan penawaran tenaga kerja yang tak terkendala (uncostrained suplly of
labor). Jumlah pekerjaan rumah tangga sebenarnya pada periode tertentu pada
tingkat upah yang berlaku disebut dengan penawaran tenaga kerjua terkendala.
7.Ikhtisar Perilaku Rumah Tangga
Konsumsi
rumah tangga tidak hanya bergantung pada pendapatan saat ini. Rumah tangga
menentukan konsumsi dan penawaran tenaga kerja secara serentak, dan mereka
memandang memandang kedepan dalam mengambil keputusan mereka.
Faktor-faktor
berikut ini yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga dan keputusan penawaran
tenaga kerja:
·
Tingkat
upah riil saaat ini dan yang di perkirakan
·
Nilai
kekeyaan awal
·
Pendapatan
nontenaga kerja saat ini dan yang di perkirakan
·
Tingkat
bunga
·
Pembayaran
transfer dan tingkat pajak saat ini dan yang di perkirakan
B.PERUSAHAAN: KEPUTUSAN INVESTASI
DAN PEREKRUTAN
KEPUTUSAN INVESTASI: Tiap perusahaan
memilikistok modal tertentu kapan pun. Stok modal berarti tempat p-engolahan
dan bangunan (kadang disebut pabrik) yang dimiliki oleh perusahaan, peralatan
yang di perlukan untuk menjalankan bisnis, dan persediaan barang jadi atau
stegah jadi. Ada dua cara dasar untuk perusahaan menambahkan stok modal. Salah
satunya adalah membeli lebih banyak mesin atau membangun pabrik atau bangunan
baru. Jenis penambahan stok modal ini adalahinvestasi pabrik atau peralatan.
Cara lain untuk menambakan stok modal adalah meningkatkan persediaannya. Ketika
suatu perusahaan menghasilkan lebih banyak dari pada yang di jualnya pada
periode tertentu. Stok persediaan perusahaan itu meningkat. Tipe penambahan
atas stok modal ini adalah investasi persediaan.
KEPUTUSAN PEREKRUTAN: Disamping keputusan
investasi, perusahaan mengambil kepputusan perekrutan. Pada awal tiap periode,
suatu perusahaan memiliki sejumlah pekerja tentu pada daftar gajinya. Atas
dasar situasi saat inidan rencana mendatang, perusahaan memutuskan apakah akan
merekrut pekerja tambahan, mempertahankan jumlah pekerja yang sama, atau
mengurangi tenaga kerja dengan memberhentikan berapa tenaga karyawan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN
PEMAKSILAN LABA:
Untuk memahami perilakun perusahaan yang kompleks di pasar input, kita harus
mengasumsikan bahwa perusahaan mengambil keputusan untuk memaksimalkan laba
mereka. Salah satu keputusan memaksimalkan laba yang terpenting yang harus di
ambil suatu perusahaan adalah bagaimana memproduksi outputnya. Dalam sebagian
besar kasus, perusahaan harus memilih di antara metode, atau teknologi,
produksi alternatif.Teknologi berbeda umumnya memerlukan kombinasi modal dan
tenaga kerja yang berbeda pula.
ESPEKTASI DAN ANIMAL SPIRIT
Keynes
menyimpulkan dari garis pemikiran ini bahwa banyak aktivitas investasi
bergantung pada kondisi psikologi dan pada hal yang disebutnya animal spirit
(semangat menanggung resiko) para wirausahawan.
EFEK AKSELERATOR: Ekspektasi,setidaknya
sebagian, menentukan tingkat belanja investasi yang direncanakan. Pada segala
tingkat bunga, tingkat investasi cenderung lebih tinggijika kalangan bisnis
optimis. Salah satu kemungkinan yang di asumsikan secara empiris adalah bahwa
ekspektasi optimis ketika output (Y) agregat naik dan pesimis ketika output
agregat turun.
Pada
tingkat suku bunga tertentu, ekspektasi cenderung lebih optimis dan investasi
yang di rencanakan cenderung lebih tinggi ketika output tumbuh cepat dari pada
ketika tumbuh lambat atau turun.
EFEK TENAGA KERJA BERLEBIH DAN
MODAL BERLEBIH
Kita
perlu meninjau lebih jauh tentang investasi perusahaan dan keputusan
perekrutan:
Perusahaan
mungkin kadang memilih menahan tenaga kerja berkebih dan/atau modal berlebih.
Perusahaan menahan tenaga kerja lebih (atau modal) jika bisa menguragi jumlah
tenaga kerja yang direkrut (atau modal yang ditahan) dan masih memproduksi
jumlah output yang sama.
Adanya
tenaga kerja dan modal yang lebih pada waktu tertentu cenderung
mempengaruhiperekrutan masa depan dan keputusan investasi masa depan. Anggaplah
perusahaan sudah memiliki tenaga kerja dan modal berlebih karena turunya
penjualan dan produksi. Ketika produksi naik lagi, perusahaan tidak perlu
merekrut banyak banyak pekerja baru atau memperoleh banyak modal baru yang akan
di perluhkan jika perusahaan memutuskan sebaliknya.
Makin
banyak modal berlebih yang ada, makin kurang kecenderungan berinvestasidalam
modal baru di masa depan. Makin banyak tenaga kerja berlebih, makin kurang
kecenderungan merekrut pekerja baru di masa depan.
INVESTASI PERSEDIAAN
Peran
Persediaan: Jika perusahaan mempertahankan barang persediaan, yang biasanya
terjadi jika barang tidak mudah rusak atau jika perusahaan tidak memproduksi
jasa, maka dalam periode tertentu perusahaan bisa menjual kuantitas barang yang
berbeda dengan kuantitas barang yang di produksi selama periode itu. Ketika
perusahaaan menjual lebih banyak dari pada yang di produksinya, stok persediaan
menurun; ketika perusahaan menjual lebih sedikit dari pada tyang di
produksinya, stok persediaana akan naik.
Stok persediaan (akhir periode)
=stok persedian (awal periode)+produksi-penjualan
Kebijakan
persediaan optimal: Perusahaan memutuskan apa yang akan di jual dan di
produksidi masa depan, serta apa yang akan dijual dan di produksi saat ini.
Perusahaan harus memiliki rencana berapa banyak produksi yang akan di jual pada
periode saat ini dan pada periode masa depan. Dengan ekspektasi ini dan
pengetahuannya tentang berapa banyak barang yang sudah ada dalam stok,
perusahaan harus memutuskan berapa banyak produk yang akan di produksi pada
periode sekarang.
Tingkat
persediaan yang di inginkan atau optimal: Tingkat persediaan dimana biaya ekstra
( dalam penjualan yang hilang) dari menurunkan persediaan sejumlah kecil sama
dengan hasil ekstra (dalam penerimaan bunga dan biaya penyimpanan yang
menurun).
IKHTISAR PERILAKU PERUSAHAAN
Faktor-faktor
berikut ini mempengaruhi investasi dan keputusan perekrutan perusahaan:
·
Tingkat
upah dan biaya modal (tingkat bunga adalah komponen penting biaya modal).
·
Ekspektasi
perusahaan tentang output masa depan.
·
Jumlah
tenaga kerja berlebih dan modal berlebih di tangan.
·
Poin
terpenting untuk diingat tentang hubungan antara produksi, penjualan, dan
investasi persediaan adalah:
·
Investasi
persediaan yaitu perubahan stok persediaan sama dengan produksi minus
penjualan.
·
Peningkatan
yang tak diekspektasikan dalam stok persediaan memiliki efek negatif atas produksi
masa depan.
·
Produksi
saat ini bergantung pada ekspektasi penjualan masa depan.
C. PRODUKTIVITAS DAN SIKLUS BISNIS
Produktivitas, yang kadang-kadang
disebut produktivitas tenaga kerja, didefenisikan sebagai output per jam
pekerja. Jika output adalah Y dan jumlah jam bekerja dalam perekonomian adalah
H, maka produktivitas adalah Y/H. Jika dinyatakan secara sederhana, produktivitas
mengukur berapa banyak output yang di produksi ole rata-rata pekerja dalam satu
jam.
Produktivitas
dalam jangka panjang:
Teori perilaku ekonomi jangka panjang, yang berusaha menerangkan bagaimana dan
mengapa perekonomian tumbuh dari waktu ke waktu, berfokus pada produktivitas,
yang biasanya diukur dalam kasus ini sebagai output per pekerja, atau ukurannya yang terkait erat, GDP per kapita. Produktivitas
yang didefenisikan dengan cara ini adalah indeks utama kinerja perekonomian
selama jangka panjang.
D. HUBUNGAN ANTARA OUTPUT DAN
PENGANGGURAN
Ada hubungan negatif antara output dan pengangguran:
Ketika output (Y) naik, tingkat
pengangguran (U) turun, dan ketika output turun, tingkat pengangguran naik.
Hukum Okun menyatakan bahwa tingkat pengangguran turun sekitar satu presentase
poin untuk tiap 3 persen peningkatan GDP. Hukum Okun bukanlah suatu ‘’HUKUM’’
yang pasti karena perokonomian terlalu kompleks untuk mengaitkan hubungan
stabil antara dua variabel ekonomi makro. Secara umum, hubungan antara output
dan pengangguran bergantung pada kondisi perekonomian pada saat output berubah.
E. UKURAN ANGKA PENGGANDA
Ada beberapa alasan mengapa nilai
aktual angka pengganda lebih kecil dari pada ukuran akan di perkirakan dari
model angka pengganda sederhana:
1)
Penstabil
otomatis membantu mengonpensasi kontraksi atau membatasi ekspansi.
2)
Ketika
belanja pemerintah naik, tingkat bunga naik menimbulkan efek crowdingout belanja konsumsi dan
investasi yang direncanakan.
3)
Kebijakan
ekpansi meningkatkan tingkat harga.
4)
Perusahaan
kadang menahan modal dan tenaga kerja berlebih.
5)
Perusahaan
mungkin memenuhi permintaan yang meningkat dengan menurunkan persediaan, bukan
meningkatkan output.
6)
Rumah
tangga dan perusahaan lebih sedikit mengubah perilaku mereka ketike mereka memperkirakan
perubahan bersifat sementara dari pada permanen.
BAB III
PERTUMBUHAN JANGKA PANJANG
A.
Proses
pertumbuhan: Dari Pertanian Hingga Industri
Untuk memahami proses
pertumbuhan dan untuk mengidentifikasi pembeliannya adalah dengan memikirkan
sebuah perekonomian sederhana. Colleen dan Bill berdampar di sebuah pulau
terpencil. Mula-mula mereka hanya mempunyai
beberapa alat sederhana dan modal sumber daya manusia apa saja yang
mereka bawah bersama ke pulau itu.
Mereka mengumpulkan biji-bijian dan buah-buahan dan membangun tempat kecil.
“GFP" mereka terdiri dari makanan dan tempat berteduh sederhana.
Dari waktu ke waktu,
berbagai hal membaik. Tahun pertama, mereka membuka sebidang lahan dan mulai
membudidayakan sejumlah sayuran yang mereka temukan tumbuh di pulau itu. Mereka
membuat beberapa alat dan menggali sumber kecil untuk menyimpan air hujan.
Upaya pertanian mereka menjadi lebih efisien, menggeser sumber daya untuk
membangun rumah yang luas dan lebih nyaman.
Colleen dan Bill mengakumulasikan modal dalam dua bentuk yaitu:
1.
Membangun
modal fisik, hal-hal material yang digunakan dalam produksi barang dan jasa
rumah yang lebih baik, peralatan, sistem air, dan kapal untuk membawa mereka
menangkap ikan.
2.
Mereka
mendapatkan lebih banyak modal sumber daya manusia pengetahuan,
keahlian, dan bakat. Meskipun dengan cara mencoba mereka banyak mempelajari
pulau itu, tanah dan iklimnya, apa yang bisa di lakukan dan apa yang tidak.
Kedua jenis modal ini membuat mereka lebih efisien dan meningkatkan
produktifitas mereka. Untuk memproduksi makanan, mereka perlukan untuk bertahan
hidup, bisa menggunakan lebih banyak energi untuk memproduksi hal-hal lain dan
menikmati waktu luang.
Collen dan Bill menghadapi batas hal-hal yang bisa mereka
produksi, batasan ini di sebabkan oleh kondisi pengetahuan dan sumber daya
teknik yang mereka miliki saat ini. Dari waktu ke waktu mereka mengembangkan
keahlian mereka, mengembangkan teknologi baru, mengakumulasikan modal, dan
membuat tenaga kerja mereka lebih produktif.
B.
Dari
pertanian ke Industri: Revolusi Industri
Rezvolusi di Inggris,
setiap masyarakat di dunia adalah masyarakat agraris. Kota-kota banyak berdiri,
tetapi hampir tiap orang tinggal di
wilayah pedesaan. Orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka memproduksi
makanan dan barang kebutuhan hidup dasar lain. Lalu, di mulai di Inggris
sekitar 1750, perubahan teknik dan akumulasi modal meningkatkan produktifitas
secara signifikan di dua Industri penting : pertanian dan tekstil. Metode
pertanian baru dan lebih efisien di kembangkan. Penemuan baru dan mesin baru
dalam permintalan, penenunan, dan produksi baja berarti lebih banyak yang bisa
di produksi dengan sumber daya yang lebih sedikit. Seperti halnya teknologi
baru, peralatan modal, dan hasil produktifitas yang lebih tinggi. Collen dan
Bill menggunakan waktu bekerja pada proyek lain dan “produk-produk"
baru, orang Inggris beralih dari produksi pertanian ke produksi Industri. Dalam
kedua kasus ini, pertumbuhan berarti produk baru, lebih banyak output dan lebih
luas pilihan.
Ada satu perbedaan besar collen
dan Bill sepenuhnya bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Petani
dan pekerja di Inggris abad ke-19 memiliki serangkaian pilihan yang sangat
berbeda. Orang di masa lalu melanjutkan pertanian tradisional bisa mendapat
kehidupan yang lebih baik sebagai pekerja di kota. Masyarakat pertanian
pedesaan segera tertransformasi menjadi masyarakat Industri perkotaan.
C.
Pertumbuhan
dalam masyarakat moderen
Pertumbuhan ekonomi
berlanjut saat ini, dan meskipun proses yang mendasarinya masih sama, hal yang
di hadapi berbeda. Seperti halnya collen dan Bill menggunakan waktu
untuk membuat kapal dan merancang peralatan, kita masih membuat modal untuk
lebih produktif. Seperti halnya sekop memungkinkan kita untuk menggali lubang
besar, menara BTS membawa layanan telepon seluler ke tempat-tempat yang jauh dari jangkauan sebelumnya. Para
Ilmuwan bekerja untuk menemukan obat penyakit Alzheimer dengan menggunakan
peralatan yang belum di temukan satu dekade lalu. Peralatan yang tersedia di
Internet memungkinkan seorang sekretaris Firma hukum di kantor yang sibuk
mengecek ratusan dokumen opini saksi ahli potensial dalam kasus persidangan
hanya Menbutuhkan waktu satu jam, padahal di perlukan waktu berminggu-minggu
bagi belasan sekretaris Firma hukum beberapa tahun lalu.
Dalam tiap pekerjaan, kita
menjadi lebih ahli dalam memproduksi yang kita inginkan dan butuhkan, dan kita
membebaskan sumber daya untuk memproduksi hal-hal baru yang kita inginkan dan
butuhkan. Bagi collen dan Bill, mereka mendapatkan makanan yang lebih baik:
sebuah kapal bisa menangkap lebih banyak ikan dalam waktu singkat. Saat ini
mungkin berupah layanan ponsel yang lebih baik; mesin cetak berwarna yang
murah; atau metode pengobatan yang lebih baik.
Pertumbuhan berasal dari angkatan kerja yang
lebih besar dan pekerja yang lebih produktif. Produktifitas yang tinggi berasal
dari alat (modal) tenaga kerja yang lebih baik pendidikannya dan lebih tinggi
keahliannya (modal sumber daya manusia), kemudian meningkatkannya inovasi,
perubahan teknik (teknik baru produksi), dan produk serta jasa yang baru di
kembangkan.
A.
Sumber
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi terjadi ketika:
1.
Masyarakat
mendapatkan lebih banyak sumber daya,
ataupun
2.
Masyarakat
menemukan cara baru menggunakan sumber daya yang tersedia dengan lebih efisien.
Agar pertumbuhan ekonomi meningkatkan standar kehidupan, tingkat pertumbuhan
harus lebih tinggi tingkat kenaikan jumlah penduduk. Pertumbuhan ekonomi
umumnya di devinisikan sebagai peningkatan GDP rill perkapita.
Faktor-faktor
yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, akan membantu pula memikirkan
tentang fungsi produksi agregat. Fungsi produksi perusahaan individual
adalah gambaran matematis hubungan antara input perusahaan dan outputnya.
Output untuk fungsi produksi agregat adalah output nasional, atau GDP. Secara
sederhana, GDP (output) (y), bergantung pada jumlah tenaga kerja (L), dan
jumlah modal (K) yang tersedia dalam perekonomian ( dengan mengasumsikan jumlah
tanah tetap).
Peningkatan
GDP berasal dari:
1.
Peningkatan
penawaran tenaga kerja
2.
Peningkatan
modal fisik atau sumber daya manusia
3.
Peningkatan
produktivitas (jumlah produk yang di produksi oleh masing-masing unit modal
atau tenaga kerja).
B.
Peningkatan penawaran tenaga kerja
Collen dan Bill bergabung dalam sistem
kerja dan produksi, sehingga GDP akan naik, bahwa orang yang bukan bagian dari
angkatan kerja mulai bekerja dan menggunakan waktu serta energi untuk
menghasilkan tembikar. Output rill juga akan naik dalam kasus ini. Peningkatan
penawaran tenaga kerja bisa menghasilkan lebih banyak output.
Output perkapita naik ketika
penawaran tenaga kerja naik merupakan hal lain, jika stok modal masih tetap
ketika tenaga kerja naik, tenaga kerja baru akan cenderung kurang produktif
dari pada tenaga kerja lama. Hasil yang makin menurun, ini mengkhawatirkan Thomas
Malthus dan David Ricardo, dan para ekonomi awal lainnya.
Malthus dan Ricardo, yang tinggal di Inggris
selama abad ke-19, perhatian bahwa penawaran tanah yang tetap akan menyebabkan
hasil yang makin menurun. Dengan penawaran tanah yang sangat terbatas, kurva ppf
bisa di dorong hanya sejauh peningkatan populasi. Untuk meningkatkan output
pertanian, orang terpaksa mengolah lahan yang kurang produktif atau mengolah
lahan dengan lebih intensif. Dalam kedua hal ini, hasil produksi pertanian bagi
peningkatan populasi yang meningkat semakin berkurang. Baik malthus
maupun Ricardo meramalkan masa depan yang suram sewaktuya populasi melebihi
kapasitas yang bisa di produksi oleh lahan yang di lupakan oleh kedua ekonomi
ini dalam perhitungan mereka adalah perubahan teknologi dan akumulasi modal.
Teknik pertanian baru yang lebih baik telah menaikan profuktifitas pertanian
begitu banyak sehingga hanya kurang dari 3% populasi AS yang sekarang
menyediakan makanan memadai bagi seluruh populasi di negara ini.
Hasil yang
makin menurun juga bisa terjadi stok
modal suatu negara tumbuh lebih lambat dari angkatan kerjanya.
C. Peningkatan Modal Fisik
Peningkatan stok modal juga bisa meningkatkan output,
sekalipun tidak di sertai oleh peningkatan angkatan kerja. Modal fisik bisa
meningkatkan produktifitas tenaga kerja maupun menyediakan jasa yang bernilai
secara langsung. Mudah melihat bagaimana modal menyediakan jasa secara
langsung, pada tahun pertama mereka membangun rumah, mengalokasikan banyak jam
kerja untuk membangun rumah yang seharusnya bisa di gunakan dalam memproduksi
hal-hal lain untuk konsumsi langsung.
D.
Peningkatan
Modal Sumber Daya Manusia
Investasi modal sumber daya
manusia adalah Sumber lain pertumbuhan ekonomi, orang yang sehat lebih
produktif dari pada orang yang kesehatannya buruk; orang yang memiliki keahlian
lebih produktif daripada orang yang tidak memiliki keahlian. Modal sumber daya
manusia bisa di produksi dengan banyak cara individu bisa berinvestasi dalam
mengasah keahlian dengan masuk perguruan tinggi atau program pelatihan kerja.
Perusahaan bisa berinvestasi dalam modal sumber daya manusia melalui pelatihan
di tempat kerja. Pemerintah berinvestasi dalam modal sumber daya manusia dengan
program-program untuk memperbaiki kesehatan dan menyediakan pendidikan formal
dan pelatihan kerja.
E.
Peningkatan
Produktivitas
Pertumbuhan yang tidak bisa
di terangkan dengan peningkatan kuantitas input hanya bisa di terangkan dengan
peningkatan produktifitas input itu, setiap unit setiap input harus memproduksi
lebih banyak output. Produktifitas suatu imput bisa di pengaruhi oleh
faktor-faktor yang meliputi perubahan teknologi, kemajuan lain dalam keahlian
dan skala ekonomis. Perubahan teknologi revolusi industri sebagian di picu oleh
perkembangan teknologi baru, teknik-teknik baru memintal dan menenun penemuan
mesin yang di kenal sebagai rale dan spinning jeny, misalnya sangat
penting. Artinya, marak teknologi tinggi yang meluas di seluruh Amerika
serikat pada awal 1980-an didorong oleh perkembangan cepat dan penyebaran
teknologi semi konduktor.
F.
PRODUKTIVITAS
TENAGA KERJA: 1952 1-2003 II
Dalam Peraga 20.1, di Bab
20 kita menampilkan suatu gambaran grafis produktivitas tenaga kerja untuk
periode 1952 1-2005 11. Sekarang adalah saat untuk kembali ke peraga ini, dan
mengulas kembali dengan Peraga 31.2. Produktivitas dalam peraga ini adalah
output per jam pekerja. Ingat bahwa segmen garis (tembereng) dibuat untuk
memperhalus fluktuasi produktivitas jangka pendek. Kita telah melihat di bab
sebelumnya bahwa produktivitas seperti ukuran itu bergerak bersama siklus
bisnis karena perusahaan cenderung menyimpan tenaga kerja berlebih dalam
resesi. Kita tidak hendak membahas siklus bisnis dalam bab ini, dan segmen
garis adalah cara mengabaikan efek siklus bisnis.
Banyak hal yang dibicarakan
pada akhir 1970-an dan awal 1980-an tentang “masalah produktivitas”. Beberapa
buku teks ekonomi yang diterbitkan di awal 1980-an membahas penurunan
produktivitas di seluruh babnya, yang cenderung terjadi selama akhir 1970-an.
Pada Januari 1981, Kantor Anggaran Kongres menerbitkan laporan, “Masalah
Produktivitas: Alternatif untuk Tindakan”.
Jelas dari Peraga 31.2
bahwa ada penurunan pertumbuhan produktivitas pada 1970- an. Tingkat
pertumbuhan menurun dari 3,1 persen pada 1950-an dan paruh pertama 1960-an
menjadi 2,5 persen pada paruh akhir 1960-an dan awal 1970-an lalu ke 1,5 persen
dari awal 1970-an hingga 1990-an. Banyak penjelasan ditawarkan pada saat
penurunan produktivitas di akhir 1970-an dan awal 1980-an. Beberapa ekonom
mengemukakan tingkat tabungan yang rendah di Amerika Serikat dibandingkan
dengan negara lain di dunia. Lainnya menyalahkan meningkatnya regulasi
pemerintah dan lingkungan dalam bisnis AS. Lainnya lagi berpendapat bahwa
negara AS tidak banyak melakukan belanja pada R&D seperti seharusnya.
Terakhir, sebagian ekonom mengemukakan bahwa biaya energi yang tinggi pada
1970-an menyebabkan investasi yang dirancang untuk menghemat energi. Bukan
untuk meningkatkan produktivitas. (Kita akan membahas bagaimana tiap faktor ini
mempengaruhi pertumbuhan pada bab ini.)
Pertanyaan menarik sewaktu
kita bergerak menuju akhir 2000-an adalah seberapa besar dampak Internet atas
pertumbuhan produktivitas. Apakah kita sekarang berada pada era baru, di mana
pertumbuhan produktivitas jangka panjang akan kembali ke tingkat 1950-an dan
1960- an? Perhatikan dari Peraga 31.2 bahwa tingkat pertumbuhan aktual
produktivitas antara 1995 dan 2000 jauh lebih besar daripada 1,9 persen
(pertumbuhan sepanjang segmen garis 1990-an). Tingkat pertumbuhan aktual antara
kuartal ketiga 1995 dan kuartal kedua 2000 adalah 2,6 persen (per tahun).
Beberapa pihak berpendapat bahwa tingkat produktivitas yang lebih tinggi
menjadi indikasi awal era baru, era perdagangan, dan seterusnya. Akan tetapi,
lainnya berpendapat bahwa tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi hanyalah
fenomena siklus dan bahwa ketika produktivitas aktual kembali ke segmen garis
(seperti pada tahun 2000), tingkat pertumbuhan produktivitas akan melambat
hingga tingkat yang sudah ada sejak awal 1970-an. Jawaban yang pasti masih
belum jelas, jadi kita harus menunggu. Kita perlu data beberapa tahun lagi.
G.
PERTUMBUHAN
EKONOMI DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Penurunan produktivitas
pada 1970-an yang menimbulkan begitu banyak kekhawatiran senantiasa memicu
diskusi nasional tentang peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Perdebatan ini sebagian dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran sebagian besar
orang Amerika bahwa Amerika Serikat belum melakukan kinerja sebaik
negara-negara Asia.
H.
KEBIJAKAN
PUBLIK YANG DISARANKAN
Beberapa strategi untuk
menaikkan tingkat pertumbuhan Amerika Serikat telah diusulkan, dan beberapa
sudah diberlakukan dalam undang-undang. Strategi-strategi ini meliputi
kebijakan yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, menaikkan
tingkat tabungan, mendorong investasi, meningkatkan R&D, mengurangi
regulasi, dan melakukan
Kebijakan untuk Memperbaiki
Kualitas Pendidikan Studi Denison memperlihatkan bahwa kontribusi pendidikan
dan pelatihan (produksi modal sumber daya manusia) terhadap pertumbuhan di
Amerika Serikat relatif konstan di sekitar 20 persen sejak 1929.
Selama 1970-an, pendidikan
publik dikritik. Gaji guru turun tajam secara riil, sedangkan pembatasan pajak
properti dan pemotongan pajak dalam program federal mendorong pengurangan
anggaran sekolah. Pada beberapa tahun terakhir, dua kubu berseberangan di Kongres
bersikeras tentang jumlah dolar federal yang disisihkan untuk beasiswa dan
pinjaman bagi mahasiswa perguruan tinggi. Namun, apa pun kebijakan untuk saat
ini, semua lembaga pengeluaran federal, negara bagian, dan lokal bagi
pendidikan mengakui
Kebijakan untuk
Meningkatkan Tingkat Tabungan Jumlah akumulasi tabungan dalam perekonomian pada
akhirnya dibatasi oleh tingkat tabungan. Semakin banyak tabungan dalam
perekonomian, semakin banyak dana yang tersedia untuk investasi. Banyak orang
yang berpendapat bahwa sistem pajak dan sistem Jaminan Sosial di Amerika
Serikat mengalami bias terhadap tabungan. Beberapa ekonom pendanaan publik
lebih menyukai pergeseran ke dalam sistem perpajakan
Pemberlakuan Akta Pemulihan
Wajib Pajak 1997 memungkinkan rekening pensiun baru yang “ditunda” [yang sering
disebut rekening pensiun individual Roth (IRA-Roth retirement account)] untuk
mendorong tabungan. Individu bisa menyimpan hingga $2.000 setahun untuk
rekening pensiun tertentu yang mengakumulasikan penghasilan temat
I.
PERTUMBUHAN
DIGERAKKAN OLEH produktivitas.
Peningkatan produktivitas
diukur dengan pe- ningkatan output riil per pekerja. Berita dari New York Times
berikut ini memperlihatkan bagaimana penambahan modal dan penerapan teknologi
menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dalam dunia kedokteran. Hal ini
tidak hanya menghemat waktu, tapi juga menghasilkan produk berkualitas lebih
tinggi.
Dokter Berkolaborasi untuk
Menemukan Cara Murah Melakukan Catatan Medis Elektronik. Ia menyebut dirinya
sebagai peng gemar elektronika, tapi itu tidak membantu Dr. Eugene P. Heslin
menguasai kehebatan teknologi pencatatan medis. Teknologi ini ke- lihatannya
rumit dan mahal bagi klinik medis kecil seperti praktik dokter keluarga yang
terdiri atas enam dokter, di pinggiran New York. Pendekatan basis data sentral
berbasis web berarti bahwa dokter hanya perlu beberapa PC standar, koneksi
Internet berkecepatan tinggi, dan kemauan membayar biaya berlangganan bulanan
$500 hingga $600, yang menghapuskan biaya awal puluhan ribu dolar.
Bisakah
Kita Benar-benar Mengukur Perubahan Produktivitas? Argumen ini cukup masuk akal pada
tingkat intuitif. Bahkan dalam bidang pertanian, di mana relatif mudah mengukur
pertumbuhan produktivitan, kemungkinan salah ukur pun bisa terjadi. Output
lahan kedelai bisa diukur datam gantang, dan tenaga kega, model, dan input
lahan tidak mempersihatkan masalah pengukuran yang serius. Jadi, dan waktu ke
waktu, sewaktu teknik pertanian membaik dan petani memperoleh mesin baru yang
lebih baik, output per luas lahan dan output per pekerja senantiasa meningkat.
Masalahnya akan lebih besar
dalam sektor jasa, di mana output sangat sulit diukur. Mudah memahami masalah
jika kita menelaah andil teknologi informasi di bidang hukum. Baru 15 tahun
lalu, seorang pengacara yang melakukan penelitian suatu kasus hukum mungkin
menghabiskan ratusan jam meneliti dokumen publik dan kasus-kasus lama.
Pengacara kini bisa mengakses komputer dan dalam hitungan detik melakukan
pencarian kata kunci tentang database hukum yang sangat banyak. Kemajuan
produktivitas penghematan tenaga kerja dan waktu ini tidak dihitung dalam data
resmi.
J.
Kebijakan
untuk Mendorong Investasi Supaya tingkat pertumbuhan naik,
tabungan Harus digunakan
untuk mendanai investasi baru. Sebagai upaya untuk memulihkan perekonomian yang
tumbuh lambat di tahun 1961, Presiden Kennedy mengusulkan dan Kongres
meloloskan kredit pajak investasi (ITC-investment tax credit). ITC memberikan
pengurangan pajak untuk perusahaan yang berinvestasi dalam peralatan modal
baru. Bagi sebagian besar investasi, pengurangan ini mengambil bentuk kredit
langsung yang sama dengan 10 persen dari investasi. Kewajiban pajak perusahaan
yang berinvestasi dalam sistem komputer baru berbiaya $100.000 akan berkurang
$10.000. ITC diubah secara berkala selama bertahun-tahun, dan diberlakukan
hingga dibatalkan pada 1986. Banyak negara bagian mengenakan TTC dalam pajak
korporat negara bagian mereka.
Pada tahun 2005, presiden
menerima laporan panel penasihat federal tentang reformasi pajak. Laporan panel
berjudul Simple, Fair and Pro-Growth: Proposals to Fox America’s Tax System
(Sederhana, Adil, dan Pro-Pertumbuhan: Proposal untuk Menata Sistem Pajak
Amerika). Laporan ini berisikan serangkaian rekomendasi yang ditujukan langsung
pada pertumbuhan, yang meliputi; mengizinkan bisnis membiayai semua pembelian
modal secara langsung, bukan dengan mendepresiasikannya dari waktu ke waktu
mengurangi tingkat pajak bunga; menurunkan dividen dan keuntungan modal hingga
15 persen; dan mengurangi tingkat pajak secara umum. Hanya waktu yang
membuktikan kapan dari salah satu peraturan ini yang akan menjadi
undang-undang.
Kebijakan untuk
Meningkatkan Penelitian dan Pengembangan Seperti diperlihatkan oleh Tabel 31.8,
peningkatan pengetahuan meliputi 31 persen dari pertumbuhan total di Amerika
Serikat antara 1929 dan 1982. Meskipun tidak diperlihatkan dalam tabel, selama
tahun-tahun pengeluaran R&D yang tinggi, 1953 hingga 1973, angkanya
mencapai 40 persen. Penelitian juga memperlihatkan bahwa tingkat pengembalian
terhadap investasi R&D sangat tinggi. Estimasi menempatkan tingkat
penghasilan pada sekitar 30 persen.
Yang menjadi masalah adalah
bahwa pengetahuan baru
itu seperti barang publik. Meskipun Amerika Serikat memiliki sistem paten untuk
melindungi keuntungan R&D untuk investor dan inovator, banyak manfaat ini
yang juga mengalir pada pengguna paten dan lainnya, termasuk masyarakat. Logika
ini telah digunakan untuk menjustifikasi subsidi belanja R&D publik.
Pengurangan Regulasi
Pemerintahan Reagan
dan George Bush, serta “Contract with America” kaum Republik pada 1995,
berkomitmen untuk mengurangi regulasi pemerintah,Yang diyakini memihak industri
AS.
Kebijakan Industri Beberapa
tahun lalu, sejumlah ekonom menghimbau ditingkatkannya peran pemerintah dalam
alokasi modal di seluruh sektor manufaktur, suatu praktik yang dikenal sebagai
kebijakan industri. Orang yang mendukung kebijakan industri percaya bahwa
karena pemerintah negara lain “menargetkan” industri untuk subsidi khusus dan
investasi cepat, Amerika Serikat seharusnya melakukan hal yang sama untuk
menghindari kehilangan posisi di persaingan global. Kementerian Perdagangan dan
Industri Jepang, misalnya, menangani industriotit sejak dini dan memutuskan
memperluas peran.
K.
KEBIJAKAN
PERTUMBUHAN: DALIL JANGKA PANJANG
Ketika Presiden Ford dan
Kongres memberlakukan pemotongan pajak secara dramatis pada 1975 untuk
mendorong perekonomian dan mengakhiri resesi yang dalam, hasilnya bisa dilihat
dalam beberapa bulan. Kebijakan fiskal dan moneter yang dirancang untuk melawan
fluktuasi siklus dalam perekonomian bisa membawa hasil yang terukur.
PRO DAN KONTRA PERTUMBUHAN Sebagian kalangan meyakini
bahwa pertumbuhan ekonomi seharusnya menjadi tujuan utama Masyarakat dan
sebagian lagi meyakini bahwa biaya dari pertumbuhan terlampau besar.
ARGUMEN PROPERTUMBUHAN Para penganjur pertumbuhan
berpendapat bahwa pertumbuhan adalah perkembangan Sumber daya dalam
perekonomian pasar digunakan untuk memproduksi yang diinginkan
Salah satu cara menelaah
manfaat pertumbuhan adalah membandingkan dua periode, misalnya, 1950 dan 1995.
Pada tahun 1995, GDP riil per kapita meningkat lebih dari dua kali lipat
daripada 1950. Ini berarti pendapatan tumbuh dua kali kecepatan harga sehingga
kita bisa membeli lebih banyak. (Ingat, tidak ada yang memberi tahu siapa pun
apa yang akan dibeli, dan sebagian besar orang bisa membelanjakan jauh lebih
banyak sekarang daripada yang bisa mereka lakukan dulu.) Meskipun hal-hal ini
yang tersedia di kedua periode ini tidak persis sama, pertumbuhan memberi kita
lebih banyak pilihan, bukan lebih sedikit. Perhatikan transportasi. Pada kurun
1950-an, sistem jalan raya antarnegara bagian (modal sosial) belum dibangun.
Menyetir dari Chicago ke New York memakan waktu beberapa hari. Kita punya
mobil, tapi sistem jalan raya belum sebanding dengan yang kita miliki aat ini.
Kemajuan yang lebih besar juga terjadi dalam perjalanan udara. Penerbangan da
antara kedua kota ini dimungkinkan, tetapi lebih mahal, kurang nyaman dan lebih
lambat pada 1950 di bandingkan sekarang
Pertumbuhan juga
memungkinkan perbaikan kondisi bagi orang yang kurang beruntung. Logikanya
sederhana: Ketika tersedia lebih banyak uang untuk dibagi-bagikan, pengorbanan
yang diperlukan untuk membantu orang yang memerlukan akan lebih kecil. Dengan
pendapatan yang lebih tinggi, kita bisa menyanggupi pengorbanan yang diperlukan
untuk membantu orang miskin. Pertumbuhan juga menghasilkan pekerjaan. Ketika
pertumbuhan populasi tidak disertai dengan pertumbuhan output, pengangguran dan
kemiskinan akan meningkat.
ARGUMEN ANTI PERTUMBUHAN
Orang
yang menentang pertumbuhan ekonomi umumnya memiliki empat alasan
1)
Segala
ukuran output hanya mengukur nilai hal-hal yang dipertukarkan di p Banyak hal
yang mempengaruhi kualitas kehidupan tidak diperdagangkan di pasar pasar. Dan
hal-hal ini umumnya kehilangan nilai ketika pertumbuhan terjadi.
2)
Agar
pertumbuhan terjadi, industri harus mendorong konsumen mengembangkan preferensi
selera baru. Oleh sebab itu, kita tidak punya kebutuhan riil atas banyak hal
yang sekarang kita konsumsi. Keinginan diciptakan, dan konsumen menjadi
pelayan, bukan tuan dalam perekonomian.
3)
Dunia
memiliki kuantitas sumber daya yang terbatas, dan pertumbuhan yang cepat
mengonsumsinya dengan tingkat yang tidak bisa berlanjut. Karena sumber daya
yang tersedia membatasi pertumbuhan, seharusnya sekarang kita sudah mula
merencanakan masa depan, saat pertumbuhan sulit terjadi. 4. Pertumbuhan
mengakibatkan pendapatan didistribusikan secara tak adil.
Pertumbuhan Memiliki Dampak
Negatif atas Kualitas Kehidupan Mungkin perubahan “tak terukur” paling signifikan
yang mempengaruhi kualitas kehidupan terjadi pada tahap awal pertumbuhan,
ketika masyarakat menjadi terindustrialisasi. Banyak yang diproduksi:
Produktivitas pertanian lebih tinggi, barang manufaktur lebih banyak tersedia,
dan seterusnya. Akan tetapi, sebagian besar orang berbondong-bondong pergi ke
kota, dan kehidupan mereka berubah drastis, Sebelum industrialisasi, sebagian
besar orang di dunia Barat hidup di kota-kota kecil di pedesaan. Sebagian besar
orang miskin, dan mereka bekerja lama untuk memproduksi cukup makanan untuk
bertahan hidup. Setelah industrialisasi dan urbanisasi di Inggris abad ke-18,
pria, wanita, dan anak-anak bekerja dalam waktu lama pada pekerjaan rutin di
pabrik-pabrik yang panas dan penuh sesak. Mereka dibayar dengan upah rendah dan
memiliki sedikit kendali atas kehidupan mereka.
Pertumbuhan Berarti Penurunan Cepat
Kuantitas Sumber Daya yang Terbatas Pada tahun 1972, Club of Rome, kelompok
“warga negara yang prihatin” bersepakat dengan kelompok di MIT untuk melakukan
studi berjudul The Limits to Growth (Batas-Batas Pertumbuhan). Laporan akhir
setebal buku ini menampilkan hasil simulasi komputer yang mengasumsikan tingkat
pertumbuhan populasi, makanan, dan output industri saat ini, serta habisnya
sumber daya. Menurut data ini, tak lama setelah tahun 2000 keterbatasan sumber
daya akan tercapai, dan seluruh ekonomi dunia akan mengalami kejatuhan:
Kejatuhan perekonomian dunia
terjadi karena kelangkaan sumber daya yang tak bisa diperbarui. Stok modal
tumbuh hingga tingkat yang memerlukan input sumber daya yang banyak. Dalam
proses pertumbuhan itu, terjadi penurunan sebagian besar cadangan sumber daya
yang tersedia. Sewaktu harga sumber daya naik dan barang tambang habis. Akan
lebih banyak lagi modal yang harus digunakan untuk menghasilkan sumber daya.
Yang meninggalkan sedikit saja untuk diinvestasikan untuk pertumbuhan masa
depan. Akhirnya, investasi tidak bisa mengimbangi depresiasi dan basis industri
jatuh, membawa bersamanya sistem pertanian dan jasa, yang telah bergantung pada
input-input industri (seperti pupuk, pestisida, laboratorium rumah sakit,
komputer, dan khususnya energi untuk mekanisasi) meningkat akibat kurangnya
makanan dan pelayanan kesehatan.” Populasi manusia akhirnya menurun ketika
tingkat kematian.
Pertumbuhan Memerlukan
Distribusi Pendapatan yang Tak Adil dan Menyebarkannya Salah satu penyebab pertumbuhan
adalah akumulasi modal. Investasi modal memerlukan tabungan, dan tabungan
sebagian besar berasal dari orang kaya. Orang kaya menabung lebih banyak
daripada orang miskin, dan dalam negara berkembang sebagian besar penduduknya
miskin dan menggunakan berapa pun pendapatan yang mereka miliki untuk bertahan
hidup. Kritikus juga mengklaim bahwa penerima pertumbuhan ekonomi sesungguhnya
adalah orang kaya. Pilihan menjadi beragam bagi “yang berpunya” dalam
masyarakat yang sangat maju, tapi pilihan bagi “yang tak berpunya” tetap sangat
terbatas. Jika manfaat pertumbuhan sampai pada yang miskin, mengapa ada lebih
banyak tunawisma saat ini di AS dibandingkan 20 tahun yang lalu?
IKHTISAR:
TIDAK ADA JAWABAN YANG TEPAT
Kita telah membahas argumen yang
mendukung dan menentang pertumbuhan ekonomi secara sederhana. Dalam kenyataan,
bahkan orang yang berada pada posisi ekstrem dalam perdebatan ini pun mengakui
bahwa tidak ada “jawaban yang tepat”. Menyatakan bahwa semua pertumbuhan
ekonomi itu jelek tidaklah benar; namun, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi
seharusnya dibiarkan tak terawasi sama salahnya. Pertanyaannya adalah:
Bagaimana kita bisa mendapatkan manfaat pertumbuhan dan pada saat yang sama
meminimalkan konsekuensi yang tak diinginkan?
Masyarakat harus melakukan beberapa
pilihan sulit, dan ada banyak dilema. Sebagai contoh, kita bisa tumbuh lebih
cepat jika kita kurang memperhatikan persoalan lingkungan. Tapi berapa banyak
kerusakan lingkungan yang harus dialami untuk mendapatkan l banyak pertumbuhan
ekonomi? Banyak yang berpendapat bahwa kita bisa mencapai tingkat pertumbuhan
ekonomi yang diterima dan melindungi lingkungan pada saat yang sama.
Komentar
Posting Komentar