PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

SAHAM DAN OBLIGASI

SAHAM DAN OBLIGASI

Ketika suatu perusahaan ingin melakukan pembelian besar misalnya untuk membeli pabrik baru atau untuk membeli bagian mesin yang mahal. Perusahaan sering kali tidak bisa membayar pembelian itu dengan dananya sendiri. Dalam kasus ini, perusahaan harus “mendanai” investasi. Salah satu kemungkinannya cukup dengan meminjam dari bank. Bank meminjamkan uang kepada perusahaan; perusahaan menggunakan uang untuk membeli pabrik atau mesin; dan perusahaan membayar kembali pinjaman kepada bank dari waktu ke waktu beserta bunganya.

Obligasi

Kemungkinan lain bagi perusahaan adalah menerbitkan obligasi( bond). Jika kita membeli obligasi dari suatu perusahaan, kita memberikan pinjaman pada perusahaan.

Obligasi memiliki beberapa ciri khas. Pertama, obligasi diterbitkan dengan nilai nominal(face value), umumnya dalam pecahan $1.000, yang mewakili jumlah yang kita (pembeli) setujui untuk dipinjamkan kepada penerbit obligasi. Obligasi juga memiliki tanggal jatuh tempo( maturity date), yaitu saat ketika perusahaan berjanji melunasi dana yang kita pinjamkan.( akan tetapi, kita bisa menjual obligasi pada seorang lain sebelum tanggal jatuh tempo jika kita mau) terakhir, ada pembayaran tetap untuk jumlah tertentu ( biasanya dilakukan tahunan), yang dibayar oleh penerbit obligasi pada pemegang obligasi. Pembayaran  ini, yang dikenal dengan istilah kupon (coupun), dihitung dengan menggunakan tingkat bunga yang berlaku pada saat obligasi diterbitkan. Meskipun tingkat bunga berubah selama masa berlakunya obligasi itu, seperti yang hampir selalu terjadi, jumlah yang kita terima sebagai bunga atas obligasi kita tetap adanya. (inilah sebabnya obligasi kadang disebut dengan surat berharga pendapatan tetap, pemegang obligasi menerima jumlah tertentu, yang diketahui di muka, terlepas apa yang akan terjadi pada tingkat bunga,harga saham,dan seterusnya).

Jika kita membeli obligasi $10.000, 10 persen, 15 tahun dari perusahaan XYZ pada 1 januari 1998, inilah yang akan terjadi, kita akan memberikan pada XYZ atau mungkin pialang kita, cek senilai $10.000.tiap januari selama 14 tahun kedepan, XYZ  akan mengirim kita cek senilai $1.000( 10 persen dari nilai nominal $10.000). pada 1 januari 2013, XYZ akan mengirimkan pada kita cek senilai nominal  obligasi itu-$10.000-plus kupon pada tahun itu-$1.000- dan itu akan menutup seluruh perhitungan.

Apakah fakta bahwa kupon atas obligasi tidak berubah sesuai fleksibilitas tingkat bunga berarti obligasi sepenuhnya terisolasi dari pergerakan tingkat bunga? Sama sekali tidak. Bukan tanggapan kupon atas perubahan tingkat bunga, melainkan harga obligasilah yang berubah. Untuk melihat sebabnya, anggap kita memiliki pilihan menaruh $10.000 dalam obligasi yang dideskripsikan disini atau pada rekening bank yang membayar 10 persen bunga per tahun. Dalam kedua kasus , kita akan menghasilakan pembayaran bunga $1.000 per tahun, sehingga kedua pilihan ini memberikan hasil yang sama.

Tapi sekarang anggaplah tingkat bunga pada rekening bank naik hingga 20 persen bukan 10 persen. Obligasi ini masih menjanjikan membayar $1.000 per tahun. Jika anda ingin menghasilkan bunga $1.000, anda hanya perlu menaruh $5.000 dalam rekening bank (0,20 x$5.000=$1.000). Anda jelas akan lebih suka menaruh $5.000 di bank daripada terikat $10.000 pada obligasi. Satu-satunya cara tiap orang akan mau membeli obligasi adalah jika biayanya tidak lebih daripada investasi lain yang menghasilkan aliran pendapatan yang sama dimasa depan. Obligasi oleh sebab itu akan bernilai jauh lebih kecil daripada $10.000 jika tingkat bunga adalah 20 persen. Berarti ketika tingkat bunga naik, harga obligasi turun,dan pemegang obligasi mengalami kerugian yaitu pengurangan nilai surat berharga yang mereka miliki.

SAHAM

Cara ketiga bagi perusahaan untuk mendanai investasi adalah menerbitkan lembar saham tambahan. Ketika perusahaan menerbitkan lembar saham baru, perusahaan tidak menambah utang. Sebaliknya, perusahaan membawa masuk pemilik baru, pemilik yang setuju kemudian memasokannya dengan dana. Pemilik seperti itu diperlakukan berbeda dengan pemegang obligasi yang mengutangkan sejumlah dana.

Saham biasa adalah sertifikat yang mewakili kepemilikan andil bisnis, biasanya pada perseroan terbatas( korporasi). Sebagai contoh, Lincoln Electric adalah perusahaan berbasis Cleveland yang membuat peralatab pengelasan dan pemotongan. Perusahaan ini memiliki 41 juta lembar saham biasa yang dimiliki oleh puluhan ribu pemegang saham, yang beberapa diantaranya hanyalah individu pribadi, beberapa lembaga seperti Carlton College, dan beberapa adalah karyawan perusahaan tersebut.  Pemegang saham berhak atas pangsa laba perusahaan. Ketika laba dibayarkan langsung pada pemegang saham pembayaran ini disebut dengan dividen. Pada tahun-tahun belakangan Lincoln Electric mencetak laba senilai $54 juta, yang nilainya $1,31 per saham di mana $0,43 dibayarkan pada pemegang saham sebagai dividen dan sisanya ditahan untuk investasi.

Pemegang saham yang memiliki saham yang nilainya naik akan menghasilkan keuntungan yang disebut dengan keuntungan modal (captal gain), keuntungan modal yang direalisasikan(realized captal gains (losses) ) adalah peningkatan( atau penurunan) nilai aset, yang meliputi saham, yang diterima olh rumah tangga ketika mereka benar-benar menjula aset ini. Pemerintah menganggap keuntungan modal yang direalisasikan bersih dari kerugian merupakan pendapatan, meskipun penanganannya dalam undang-undang pajak sangat kompleks dan tunduk pada perubahan tiap beberapa saham. Penghasilan yang diperoleh oleh pemilik saham biasa adalah jumlah dividen yang diterima dan keuntungan modal. Ketika nilai saham turun, penghasilan kadang negatif. Saham umumnya biasa berisiko daripada obligasi.

Lembar saham biasa diperdagangan terbuka di pasar atau bursa saham swasta, yang terbesar di antaranya adalah New York Stock Exchange(NYSE). Sebagian besar dari miliaran lembar saham yang diperdagangkan tiap hari praktis mewakili andil jual pemegang saham pada pihak lain, dan mereka tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Ketika saham pertama kali diterbitkan , nilai proceed(hasil)-nya digunakan untuk membeli modal atau untuk “mengambil ahli” wirausahaan yang memulai perusahaan itu. 

MENENTUKAN HARGA SAHAM

Apa yang menentukan harga suatu saham? Jika selembar saham dijual $25, mengapa seseorang bersedia membayar sebanyak itu? Seperti telah disebutkan tadi, ketika kita membeli selembar saham, kita memiliki sebagian perusahaan. Jika sebuah perusahaan mencetak laba, perusahaan itu mungkin membayar dividen kepada pemegang sahamnya. Jika perusahaan tidak membayar dividen tapi mencetak laba, orang mungkin mengira bahwa perusahaan akan membayar dividen pada masa depan. Dividen itu penting dalam menelaah saham karena dividen adalah bentuk pendapatan yang diterima oleh pemegang sahamdari perusahaan. Jadi, satu hal yang cenderung mempengaruhi harha saham adalah perkiraan orang tentang dividen pada masa depan. Semakin besar perkiraan dividen masa depan, semakin besar harga saham saat ini, jika hal-hal lain tetap sama.

Pertimbangan penting lain dalam menelaah harga saham adalah aktu dividen diperkirakan akan dibayarkan. Dividen $2 per saham yang diperkirakan dibayar empat tahun dari sekarang bernilai lebih kecil daripada dividen $2 per saham yang diperkirakan akan dibayar tahun depan. Dengan kata lain, semakin lama dividen diperkirakan akan dibayar, semakin besar nilainya”didiskon”. Jumlah nilai dividen masa depan yang diperkirakan didiskon(atau istilahnya, didiskontokan) bergantung pada tingkat bunga. Semakin besar tingkat bunga, semakin besar dividen masa depan yang diperkirakan akan didiskontokan. Jika tingkat bunga adalah 10 persen, saya bisa menginvestasikan $100,00 hari ini dan menerima $110,00 setahun lagi. Oleh sebab itu saya akan bersedia membayar $100,00 hari ini pada seorang yang akan membayar saya $110,00 dalam satu tahun. Jika sebaliknya, tingkat bunga hanya 5 persen, saya akan bersedia membayar $104,76 hari ini untuk menerima $110,00 setahun dari sekarang karena alternatif $104,76 hari ini pada tingkat bunga 5 persen menghasilkan $110,00 diakhir tahun. Oleh sebab itu, saya akan bersedia membayar lebih banyak untuk $110,00 setahun dari sekarang ketika tingkat bunga lebih rendah. Dengan kata lain, saya”mendiskontokan” $110,00 lebih sedikit daripada ketika tingkat bunga lebih rendah.

Ada faktor diskonto lain selain tingkat bunga yang harus dipertimbangkan; yaitu diskonto risiko. Orang lebih menyukai hasil yang pasti daripada yang tidak pasti ketika nilai yang diharapkan sama. Sebagai contoh, saya lebih menyukai uang $50 yang pasti daripada memasang taruhan yang berpeluang 50 persen mendapatkan $100 dan 50 persen lagi tidak mendapatkan apa-apa. Nilai yang diperkirakan dari taruhan adalah $50, tapi apa saya lebih menyukai $50 yang pasti daripada taruhan, dimana ada 50 persen peluang saya tidak mendapatkan apa-apa. Logika yang sama berlaku untuk dividen masa depan. Jika, katakanlah saya memperkirakan dividen untuk perusahaan A maupun B adalah $2 per lembar tahun depan, tapi perusahaan B memiliki rentang kemungkinan yang auh lebih luas( lebih berisiko), saya lebih menyukai perusahaan A. Dengan kata lain , saya akan “ mendiskontokan” perkiraan dividen masa depan perusahaan B lebih besar daripada perusahaan A karena hasil untuk perusahaan B kurang pasti.

Oleh sebab itu, kita bisa mengatakan baha harga saham seharusnya sama dengan nilai yang didiskontokan dari dividen masa depan yang diperkirakan, dimana faktor diskonto bergantung pada tingkat bunga dan risiko. Jika untuk suatu alasan, seperti adanya kabar baik mendadak dari perusahaan, nilai dividen masa depan meningkat, maka perkembangan baik ini  akan menghasilkan peningkatan harga saham. Jika tingkat bunga turun, penurunan ini seharusnya juga menyebabkan harga saham naik. Terakhir, jika persepsi risiko peruahaan turun, persepsi ini seharusnya meningkatkan harga saham perusahaan tersebut.

 

PASAR SAHAM SEJAK 1948

Jika anda benar-benar mengikuti pasar saham, anda akan tahu baha banyak perhatian diberikan pada dua indeks harga saham: Dow Jones Industrial Average dan NASDAQ Composite. Tapi dari perspektif ekonomi, kedua indeks ini hanya meliputi sampel perusahaan yang terlalu kecil. Indeks yang lebih disukai adalah yang meliputi perusahaan yang nilai pasar totalnya dekat dengan nilai pasar semua perusahaan dalam perekonomian. Untuk tujuan ini, ukuran yang jauh lebih baik adalah indeks harga saham Standard and Poor’s 500 yang disebut S&P 500. Indeks ini meliputi sebagian besar perusahaan dalam perekonomian berdasarkan nilai pasarnya.

Indeks S&P 500 dipetakan pada peraga 29.1 untuk tahun 1948 I -2005 II. Yang terlihat jelas dalam peraga ini adalah peningkatan besar dalam indeks antara tahun 1995dan 2000. Antara 31 Desember 1994 dan 31 Maret 2000, indeks S&P 500 naik 226 persen, peningkatan tingkat tahunan 25 persen. Hal ini merupakan booming pasar saham terbesar dalam sejarah AS, melampaui booming 1920-an. Booming ini menambah sekitar $14 triliun pada kekayaan rumah tangga, sekitar $2,5 triliun per tahun.

 

PERAGA 29.1 INDEKS HARGA SAHAM S&P 500,1948 I-2005 II

Peraga  29.2 memetakan rasio laba setelah pajak (seperti yang diukur laporan data produk dan pendapatan nasional) untuk periode 1948 I-2005 II. Jelas dari peraga ini bahwa tidak ada hal aneh yang terjadi pada paruh akhir 1990-an. Nyatanya, pangsa laba dalam GDP sedikit turun. Oleh sebab itu, tidak ada peluang kenaikan laba yang menyebabkan orang berharap banyak akan dividen masa depan yang lebih tinggi. 

Bisa saja risiko yang dipersepsikan atas saham turun paruh akhir tahun 1990-an. Perubahan ini akan menyebabkan tingkat diskonto yang lebih kecil untuk saham sehingga, jika hal lain tetap sama, menghasilkan harga saham yang lebih tinggi. Meskipun kemungkinan ini tidak bisa dikesampingkan sepenuhnya, tidak ada bukti independen yang kuat bahwa persepsi tingkat risiko turun.

Booming pasar saham oleh sebab itu menjadi teka-teki, dan banyak orang berspekulasi baha ini hanyalah semacam untung-untungan. Untuk beberapa alasan harga saham mulai nailk pesat pada tahun 1995, dan orang berekspektasi bahwa orang lain memperkirakan harga akan terus naik. Hal ini menyebabkan harga saham terus naik sehingga memenuhi ekspektasi, yang menyebabkan ekspektasi peningkatan lebih jauh lagi, dan begitu seterusnya. Orang dengan pandangan seperti ini memperhatikan bahwa begitu harga saham mulai turun pada tahun 2000, harga saham akan jatuh bebas. Nyatanya harga saham memang tidak stabil pada tahun 2000; harga saham menukik tajam. Orang yang pandangan spekulasi berpendapat bahwa hal ini hanyalah semacam ledakan untung-untungan.

 

PERAGA 29.2 RASIO LABA SETELAH PAJAK GDP, 1948 I-2005 II

 

DAMPAK PASAR SAHAM ATAS PEREKONOMIAN

Salah satu faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah kekayaan. Jika hal lain tetap sama, makin besar kekayaan perusahaan, makin besar pula pengeluaran perusahaan itu. Peningkatan harga saham mungkin juga mempengaruhi investasi. Jika suatu perusahaan mempertimbangkan suatu proyek investasi, salah satu cara perusahaan agar bisa mendanai proyek itu adalah dengan menerbitkan lembar saham tambahan. Semakin tinggi harga saham perusahaan, semakin banyak uang yang bisa didapatkan per saham tambahan. Suatu perusahaan oleh sebab itu cenderung melakukan lebih banyak proyek investas jika harga saham lebih tinggi. Biaya proyek investasi  dalam hal lembar saham lebih kecil jika harga saham lebih besar. Inilah cara booming paasr saham meningkatkan saham.

Dampak pasar saham atas perekonomian oleh seba itu berakibat langsung. Jika harga saham naik, kekayaan rumah tangga naik, seperti juga belanja konsumen pada gilirannya. Investasi juga meningkat karena perusahaan bisa meningkatkan lebih banyak uang per saham untuk mendanai proyek investasi. Sebagai aturan praktis, perubahaan $1,00 dalam nilai saham menyebabkan sekitar $0,03 hingga $0,04 perubahaan dalam belanja investor dan konsumen per tahun.

 

KEJATUHAN PASAR SAHAN PADA BULAN OKTOBER 1987

Booming pada akhir tahun 1990-an, bermanfaat mengkaji kejatuhan(crash), yakni kejatuhan pasar saham Oktober 1987. Nilai saham di Amerika serikat turun sekitar satu triliundolar antara 1987 dan akhir Oktober 1987. Dalam satu hari 19 Oktober 1987 nilai saham turun hampir $700 miliar. Jika  kita asumsikan penurunan $1 dalam harga saham menghasilkan $0,04 penurunan dalam belanja investor dan konsumen per tahun, kita bisa melihat bahwa penurunan $1 triliun pada tahun 1987 menyiratkan tingkat belanja yang lebih rendah $40 miliar pada tahun 1988. Tingkat produk domestik bruto(GDP) berkisar $4 triliun pada tahun 1987, sehingga $40 miliar penurunan dalam belanja adalah sekitar 1,0 persen dari GDP. Efek angka pengganda juga akan bekerja di sini. Penurunan belanja menyebabkan penurunan output( pendapatan) agregat, yang menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam belanja, dan seterusnya. Jika nagka pengganda adalah 1,4, penurunan total GDP akan menjadi sekitar 1,4 x $40 miliar = $56 miliar, atau sekitar 1,4 persen dari GDP.

 

KEGAIRAHAN PASAR SAHAM 1995-2000

 Tingkat pertumbuhan tahunan GDP sejak akhir 1995 hingga pertengahan 2000 adalah 4,5 persen. Jadi,  angka tersebut menunjukan bahwa sekitar 1,5 dari 4,5 persen adalah karena kegairahan(booming) pasar saham. Dengan kata lain, jika tidak ada booming, tingkat pertumbuhan akan berada disekitar 3,0 persen, bukan4,5 persen. Rumah tangga praktis berbelanja jauh lebih besar saat terjadi peningkatan besar dalam kekayaan mereka, dan perusahaan berinvestasi jauh lebih besar saat harga saham naik begitu besar.

PERAGA 29.3 TINGKAT TABUNGAN PRIBADI,1995 I -2002 II

 

Peraga 29.3 memperlihatkan baha tingkat tabunganpribadi lebih tinggi pada kasus tak ada booming. Tidak ada lagi nilai dibawah rentang sepanjang sejarah. Ini adalah efek kekayaan atas konsumsi dalam praktik. Dengan tidak adanya peningkatan besar dalam kekayaan, rumah tangga lebih sedikit mengkonsumsi.

Peraga 29.4 memperlihatkan bahwa investasi juga lebih sedikit pada kasus tak ada booming. Perusahaan berinvestasi lebih sedikit dalam pabrik dan peralatan karena biayanya dalam hal saham ekstra yang diterbitkan lebih tinggi( harga per saham lebih rendah). Banyak orang merasa investasi menjadi tinggi  pada akhir tahun 1990-an, fenomena yang menyebabkan penurunan besar pada tahun 2000 dan 2001. Peraga 29.4 memperlihatkan bahwa hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada booming pasar saham.

Peraga 29.5 memperlibatkan surplus pemerintah federal tiak akan setinggi pada akhir 1990-an dan tidak pula pada tahun 2000 jika ada booming pasar saham. Seharusnya jelas mengapa ini terjadi. Dalam kasus tidak ada booming , pendapatan kena pajak dan laba lebih sedikit, sehingga penerimaan pajak lebih sedikit. Juga, belanja tunjangan pengangguran lebih besar karena pengangguran lebih tinggi.

Peraga 29.6 memperlihatkan pertumbuhan rill lebih tinggi pada paruh akhir 1990-an daripada yang akan terjadi pada kasus tidak ada booming. Angka ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang efek tingkat pertumbuhan daripada penggunaan sederhana angka 0,04 dan angka pengganda 1,4 diatas 

 

PERAGA 29.4 RASIO INVESTASI-OUTPUT, 1995 I -2002 III

PERAGA 29.5 RASIO SURPLUS ANGGARAN PEMERINTAH FEDERAL TERHADAP GDP,1995 I -2002 III

 

PERAGA 29.6 TINGKAT PERTUMBUHAN GDP RILL, 1995 I- 2002 III

 

Peraga 29.6 bahwa tingkat pertumbuhan terlihat lebih tinggi pada kasus tak ada booming pada thaun 2001 dan 2002 karena pada kasus tak ada booming tidak ada koreksi pasar saham yang besar dalam kedua tahun ini.

Peraga 29.7 memperlihatkan bahwa penurunan tingkat pengangguran pada paruh akhir 1990-an hingga 4 persen dari 5,5 persen adalah karean booming pasar saham. Jika tidak ada booming, tingkat pengangguran akan tetap berkisar 5,5 persen.

PERAGA 29.7 TINGKAT PENGANGGURAN, 1995 I -2002 III

 

PERAGA 29.8 TINGKAT INFLASI, 1995 I -2002 III

 

Peraga 29.8 memperlihatkan bahwa inflasi akan lebih rendah pada kasus tidak ada booming, karena output akan lebih rendah dan oleh sebab itu tekanan permintaan akan lebih sedikit. Akan tetapi, di tiap kasus,  tingkat inflasi tidaklah tinggi sepanjang sejarah.

Terakhir, peraga 29.9 memetakan tingkat surat berharga departemen keuangan AS 3 bulan. Peraga tersebut memperlihatkan bahwa tingkat bunga akan lebih rendah pada paruh akhir 1990-an. Jika tidak ada booming.

 

PERAGA 29.9 TINGKAT SURAT BERHARGA PEMERINTAH 3 BULAN, 1995 I-2002 II.

 

KEBIJAKAN FED DAN PASAR SAHAM

Peraga 29.9 bermanfaat untuk menelaah hubungan anatar kebijakan FED dengan pasar saham. Peraga 29.9 menunjukan bahwa fed justru dipengaruhi oleh pasar saham. Fed mempertahankan tingkat bunga lebih tinggi daripada jika ada booming  pasar saham. Seharusnya jelas mengapa hal ini terjadi. Jika akhirnya fed khawatir tentang kondisi ouput, pengangguran, dan inflasi, dan jika pasar saham mempengaruhi variabel-variabel  ini, fed secara tidak lansung terpengaruh oleh pasar saham. Dengan kata lain. Fed peduli akan pasar saham karena pasar saham mempengaruhi hal-hal yang pada akhirnya memang menjadi kepedulianfed, antara lain output, pengangguran, dan inflasi.

 

PEREKONOMIAN PASCA-BOOMING

Peraga 29.1 memperlihatkan bahwa ada penurunan yang cukup besar dalam harga saham antara kuartal keempat tahun 2000 dan kuartal ketiga tahun 2002.pada periode ini penurunan kekayaan rumah tangga dari pasar saham adalah $ 7 triliun.

Oleh karena itu, booming pasar saham pada paruh akhir 1990-an menyebabkan ekonomi yang lebih yang lebih berekspansi daripada yang akan terjadi jika kasusnya tidak demikian. Sepertinya koreksi pasar saham pada tahun 2000-2002 menyebabkan ekonomi yang kurang berekspansi. Yang istimewa dari perekonomian yang lamban pada 2001 dan 2002 adalah bahwa hal tersebut justru terjadi pada saat kebijakan fiskal dan moneter yang sangat ekspansif. Tabel 28.1 memperlihatkan bahwa fed menurunkan bill rate lebih dari 4 persentase poin ada periode tersebut, mungkin inilah kebijakan fiskal yang paling ekspansif dalam sejarah.

Pentingnya pasar saham dalam perekonomian seharusnya menjadi jelas sekarang. Pasar saham berperan besar dalam booming ekonomi di paruh akhir 1990-an dan dalam perlambatan ekonomi tahun 2000-2002.

Poin akhir yang menarik dicatat tentang ekonomi AS pasca-booming adalah peran yang dimainkan sektor perumahan dari tahun 2003 hingga 2005.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERILAKU RUMAH TANGGA DAN PERUSAHAAN DALAM EKONOMI MAKRO:TINJAUAN LANJUTAN

 

A.Rumah Tangga:Keputusan Konsumsi Dan Penawaran Tenaga

1. Teori Konsumsi KEYNESIAN: Kajian Ulang

Asumsi bahwa asumsi rumah tanggabergantung pada pendapatan,yang telah kita gunaka sebagai bisnis analisis kita sejauh ini adalah,salah satuyang ditekankan oleh KEYNES dalam bukunya General Theory of Imployment,Interest,and Money. Meskipun Keynes percaya banyak faktor, antara lain tingkat bunga dan kekayaan,cenderung mempengaruhi tingkat belanjakonsumsi,ia berfokus pada pendapatan saat ini.

Jumlah konsumsi agregat amat bergantung pada jumlah pendapatan angregat. Hukum dasar psikologi yang kita jadikan sandaran dari pengetahuan kita tentang sifat manusia dan dari faktor pengalam terperinci,adalah bahwa laki-laki dan perempuan juga bersedia,sebagai aturan dan secara rata-rata,meningkatkan konsumsi yang mereka sewaktu pendapan naik,tapi tidak banyak peningkatan pendapatan mereka.

Keynes membuat dua poin disini.Pertama ia berpendapat bahwa konsumsi adalah fungsi positif pendapatan.Semakin banyak pendapatan yang kita miliki,semakin besar cenderung konsumsi yang kita lakukan. Kecuali beberapa penabung kaya yang masih saja meyimpan sisa-sisa sabun dan potongan tali,meskipun memiliki pendapatanjutaan dolar,dalil ini akan masuk akal.Orang kaya umumnya mengonsumsi lebih banyak dari pada orang miskin.

Kedua menurut Keynes,rumah tangga berpendapan tinggi mengonsumsi proporsi pendapatan mereka lebih kecil dari rumah tangga yang berpendapatan rendah.(Jika rumah tangga kaya mengonsumsi relatif lebih sedikit dari pendapatan mereka,maka secara defenisi mereka menabung proporsi pendapatan mereka kebih tinggidari pada rumah tangga miskin).Proporsi pendapatan yang di belanjakan oleh rumah tangga atas konsumsidiukur dengan kencenderungan mengonsumsi rata-rata ( APC,average propensity to consume). APCdidefenisikan sebagai konsumsi dibagidengan pendapatan.  APC= C/Y.

Jika rumah tangga menghasilkan $30.000 per tahun dan membelanjakan $25.000 (menabung $5.000),rumah tangga memilikiAPC $25.000/$30.000,atau0,833. Keynes berpendapat bahwa orang yang menghasilkan,misalnya,$30.000,cenderung membelanjakan porsi pendapatan mereka yang lebih besar dari pada yang menghasilkan $100.000. Meskipun gagasan bahwa konsumsi bergantung pada pendapatan adalah titik awal yang bermanfaat, hal ini jauh dari deskripsilengkap keputusan konsumsi. Kita perlu mempertimbangkan teori konsumsi lainnya.

2. Teori Konsumsi Siklus Hidup

Teori konsumsi siklus hidup adalah perluasan teori Keynes. Gagasan teori siklus hidupadalah bahwa setiap orang melakukan rencana konsumsi seumur hidupnya. Dengan menyadari bahwa mereka cenderung menghasilkan lebih banyak dalam tahun-tahun kerja utama dari pada yang mereka hasilkan sebelumnya atau sesudahnya,mereka mengambil keputusan konsumsi berdasarkan pada ekspektasi mereka tentang pendapatan seumur hidupnya. Orang cenderung mengonsumsi lebih sedikit dari pada yang mereka hasilkan selama tahun-tahun kerja utama mereka. Mereka menabung selama tahun-tahun itu dan mereka cenderung mengonsumsi lebih banyak dari pada yang mereka hasilkan.

Sehingga perbedaan utama antara teori Keynesian tentang konsumsi dengan teori Siklus Hidup yaitu dalam teori siklus hidup,konsumsi dan keputusan tabungan dibuat tidak hanya berdasarkan pendapatan saat ini, tapi juga pada ekspektasi pendapatan masa depan. Perilaku konsumsi rumah tangga setela Perang Dunia II jelas bersandar pada teori siklus hidup. Tepat setelah perang berakhir, pendapatan turun sewaktu tulang tulang punggung keluarga keluar dari pekerjaan yang terkait dengan perang. Akan tetapi, belanja konsumsi tidak turun secara proporsional dengan itu,seperti yang akan diramalkan oleh teori Keynesian.Orang berharap menemukan pekerjaan di sektor lain pada akhirnya, dan mereka tidak menyesuaikan belanja konsumsi mereka pada pendapatan yang untuk sementara lebih rendah, yang mereka hasilkan untuk sementara waktu.

3. Keputusan Penawaran Tenaga Kerja

Faktor-faktor yang menentukan kuantitas tenaga kerja yang ditawarkan oleh rumah tangga antara lain:

1.Tingkat Upah

Tingkat upah yang berubah bisa mempengaruhi penawaran tenaga kerja, tapi apakah efeknya positif atau negatif masih samar. Sebagai contoh, peningkatan tingkat upah mempengaruhi rumah tangga dengan dua cara. Pertama, pekerjaan menjadi lebih menarik relatif terhadap waktu luang dan aktivitas nonpasar. Karena tiap jam yang digunakan untuk waktu luang sekarang memerlukan pengorbanan upah yang lebih tinggi, biaya peluang waktu luang akan lebih tinggi. Akibatnya, kita memperkirakan upah yang lebih tinggiakan menyebabkan kuantitas tenaga kerja yang di tawarkan lebih besar, angkatan tenaga kerja yang lebih besar. Ini disebut dengan efek substitusi peningkatan tingkat upah.

Disisi lain, rumah tangga yang bekerja jelas lebih beruntung setelah peningkatan tingkat upah. Dengan bekerja sejumlah jam yang sama seperti yang mereka lakukan sebelumnya, mereka akan menghasilkan lebih banyak pendapatan. Jika kita mengasumsikanbahwa waktu luang adalah barang normal, orang yang berpendapatan lebih tinggi akan menggunakan sejumlah waktu luangnya dengan bekerja lebih sedikit. Iniadalah efek pendapatan peningkatan tingkat upah.

Ketika tingkat upah naik, efek substitusi akan menyebabkan orang akan bekerja lebih banyak, seang efek pendapatan menyebabkan mereka bekerja lebih sedikit. Efek akhir bergantung pada efek (secara terpisah) mana yang lebih kuat. Data menunjukan bahwa efek substitusikelihatannya menang dalam banyak kasus. Yaitu, tingkat upah yang lebih tinggi biasanya menyebabkan penawaran tenaga kerja yang lebih besar, tingkat upah yang rendah biasanya menyebabkan penawaran tenaga kerja yang rendah.

2.Harga

Harga juga memainkan peran utama dalam keputusan penawaran konsumsi/tenaga kerja. Dalam pembahasan efek yang mungkin dari peningkatan tingkat upah, kita telah mengasumsikan bahwa harga barang dan jasa tidak naik pada saat yangsama. Jika tingkat upah dan semua harga naik secara serentak, ceritanya akan berbeda. Untuk memperjelas, kita perlu membedahkan antara tingkat upah nominal dan tingkat upah riil.

Tingkata upah nominal adalah tingkat upah dalam nilai rupiah saat ini. Ketika kita menyesuaikan tingkat upah nominal dengan perubahan tingkat harga, kita mendapatkan tingkat upah riil. Tingkat upah riil mengukur jumlah upah yang bisa membeli berbagai hal dalam hal ini barang dan jasa. Pekerjaan tidak peduli akan upah nominal mereka, mereka lebih peduli akan daya beli upah ini/upah rill.

3.Kekayaan dan Pendapatan Nontenaga Kerja

Jika segala hal konstan (termasuk tahap siklus hidup) , semakin banyak kekayaan yang dimiliki oleh rumah tangga, semakin banyak yang di konsumsinya, baik sekarang maupun masa depan.

Peningkatan kekayaan juga bisa di anggap sebagai peningkatan pendapan nontenga kerja. Pendapatan nontenaga kerja, atau nonupah,adalah pendapatan yang di terima dari sumberselain bekerja atau disebut dengan warisan, bunga, deviden, dan pembayaran transfer semacam pembayaran kesejahteraan dan pembayaran jaminan sosial. Seperti halnya kekayaan.

4.Efek Tingkat Bunga Atas Konsumsi

Efek penurunan tingkat bunga atas konsumsi:

Penurunan tingkat bunga menurunkan reward atas tabungan. Jika tingkat bunga turun dari 10 persen ke 5 persen, saya menghasilkan 5 sen, bukan 10 sen per tahun atas setiap dolar yang di tabung. Ini berarti bahwa biaya peluang belanja satu dolar hari ini (alih-alih menabungnya dan mengonsumsinya plus pendapatan bunga satun tahun dari sekarang) turun. Efek ini disebut dengan efek substitusi.

Efek pendapatan perubahan tingkat bunga atas konsumsi:

Jika rumah tangga memiliki kekayaan positif dan menghasilkan bunga atas kekayaan itu, penurunan tingkat bunga menyebabkan penurunan pendapatan bunga. Ini adalah penurunan pendapatan nontenaga kerja.

5.Efek Pemerintah Atas Konsumsidan Penawaran Tenaga Kerja: Pajak dan Transfer

Pemerintah mempengaruhi perilaku rumah tangga terutama melalui tingkat pajak pendapatan dan pembayaran transfer. Ketika pemerintah meningkatkan tingkat bpajak pendapatan, upah riil setelah pajak turun, yang menurunkan konsumsi. Ketika pemerintah menurunkan tingkat pajak pendapatan, upah riil setelah pajak naik, yang meningkatkan konsumsi. Perubahan tingkat pajak pendapatan juga mempengaruhi penawaran tenaga kerja. Jika efek substitusi mendominasi, seperti yang kita asumsikan secara umum, maka peningkatan tingkat pajak pendapatan, yang akan menurunkan upah pajak setelah pajak, akan menurunkan penawaran tenega kerja. Penurunan tingkat pajak pendapatan akan meningkatkan penawaran tenaga kerja.

6.Kendala Ketenagakerjaan Yang Mungkin Atas Rumah Tangga

Suatu rumah tangga yang mengalami kendala bekerja sebanyak yang diinginkan pada tingkat upah saat ini menghadapi keputusan berbeda dengan keputusan yang di hadapi oleh rumah tangga yang bisa bekerja sebanyak yang di inginkan. Keputusan kerja rumah tangga yang mengalami kendala, sebenarnya terpaksa oleh kendala. Rumah tangga bekerja sebanyak yang mereka bisa sejumlah jam tertentu per minggu atau mungkin tidak sama sekali tapi jumlah ini lebih sedikit dari pada rumah tangga yang akan memilih untuk bekerja pada tingkat upah yang berlaku jika bisa mendapatkan lebih banyak pekerjaan. Jumlah yang disukai oleh rumah tangga untuk bekerja pada tingkat upah saat ini jika bisa mendapatkan pekerjaan disebut dengan penawaran tenaga kerja yang tak terkendala (uncostrained suplly of labor). Jumlah pekerjaan rumah tangga sebenarnya pada periode tertentu pada tingkat upah yang berlaku disebut dengan penawaran tenaga kerjua terkendala.

7.Ikhtisar Perilaku Rumah Tangga

Konsumsi rumah tangga tidak hanya bergantung pada pendapatan saat ini. Rumah tangga menentukan konsumsi dan penawaran tenaga kerja secara serentak, dan mereka memandang memandang kedepan dalam mengambil keputusan mereka.

Faktor-faktor berikut ini yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga dan keputusan penawaran tenaga kerja:

·       Tingkat upah riil saaat ini dan yang di perkirakan

·       Nilai kekeyaan awal

·       Pendapatan nontenaga kerja saat ini dan yang di perkirakan

·       Tingkat bunga

·       Pembayaran transfer dan tingkat pajak saat ini dan yang di perkirakan

 

B.PERUSAHAAN: KEPUTUSAN INVESTASI DAN PEREKRUTAN

KEPUTUSAN INVESTASI: Tiap perusahaan memilikistok modal tertentu kapan pun. Stok modal berarti tempat p-engolahan dan bangunan (kadang disebut pabrik) yang dimiliki oleh perusahaan, peralatan yang di perlukan untuk menjalankan bisnis, dan persediaan barang jadi atau stegah jadi. Ada dua cara dasar untuk perusahaan menambahkan stok modal. Salah satunya adalah membeli lebih banyak mesin atau membangun pabrik atau bangunan baru. Jenis penambahan stok modal ini adalahinvestasi pabrik atau peralatan. Cara lain untuk menambakan stok modal adalah meningkatkan persediaannya. Ketika suatu perusahaan menghasilkan lebih banyak dari pada yang di jualnya pada periode tertentu. Stok persediaan perusahaan itu meningkat. Tipe penambahan atas stok modal ini adalah investasi persediaan.

KEPUTUSAN PEREKRUTAN: Disamping keputusan investasi, perusahaan mengambil kepputusan perekrutan. Pada awal tiap periode, suatu perusahaan memiliki sejumlah pekerja tentu pada daftar gajinya. Atas dasar situasi saat inidan rencana mendatang, perusahaan memutuskan apakah akan merekrut pekerja tambahan, mempertahankan jumlah pekerja yang sama, atau mengurangi tenaga kerja dengan memberhentikan berapa tenaga karyawan.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PEMAKSILAN LABA: Untuk memahami perilakun perusahaan yang kompleks di pasar input, kita harus mengasumsikan bahwa perusahaan mengambil keputusan untuk memaksimalkan laba mereka. Salah satu keputusan memaksimalkan laba yang terpenting yang harus di ambil suatu perusahaan adalah bagaimana memproduksi outputnya. Dalam sebagian besar kasus, perusahaan harus memilih di antara metode, atau teknologi, produksi alternatif.Teknologi berbeda umumnya memerlukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang berbeda pula.

ESPEKTASI DAN ANIMAL SPIRIT

Keynes menyimpulkan dari garis pemikiran ini bahwa banyak aktivitas investasi bergantung pada kondisi psikologi dan pada hal yang disebutnya animal spirit (semangat menanggung resiko) para wirausahawan.

EFEK AKSELERATOR: Ekspektasi,setidaknya sebagian, menentukan tingkat belanja investasi yang direncanakan. Pada segala tingkat bunga, tingkat investasi cenderung lebih tinggijika kalangan bisnis optimis. Salah satu kemungkinan yang di asumsikan secara empiris adalah bahwa ekspektasi optimis ketika output (Y) agregat naik dan pesimis ketika output agregat turun.

Pada tingkat suku bunga tertentu, ekspektasi cenderung lebih optimis dan investasi yang di rencanakan cenderung lebih tinggi ketika output tumbuh cepat dari pada ketika tumbuh lambat atau turun.

EFEK TENAGA KERJA BERLEBIH DAN MODAL BERLEBIH

Kita perlu meninjau lebih jauh tentang investasi perusahaan dan keputusan perekrutan:

Perusahaan mungkin kadang memilih menahan tenaga kerja berkebih dan/atau modal berlebih. Perusahaan menahan tenaga kerja lebih (atau modal) jika bisa menguragi jumlah tenaga kerja yang direkrut (atau modal yang ditahan) dan masih memproduksi jumlah output yang sama.

Adanya tenaga kerja dan modal yang lebih pada waktu tertentu cenderung mempengaruhiperekrutan masa depan dan keputusan investasi masa depan. Anggaplah perusahaan sudah memiliki tenaga kerja dan modal berlebih karena turunya penjualan dan produksi. Ketika produksi naik lagi, perusahaan tidak perlu merekrut banyak banyak pekerja baru atau memperoleh banyak modal baru yang akan di perluhkan jika perusahaan memutuskan sebaliknya.

Makin banyak modal berlebih yang ada, makin kurang kecenderungan berinvestasidalam modal baru di masa depan. Makin banyak tenaga kerja berlebih, makin kurang kecenderungan merekrut pekerja baru di masa depan.

INVESTASI PERSEDIAAN

Peran Persediaan: Jika perusahaan mempertahankan barang persediaan, yang biasanya terjadi jika barang tidak mudah rusak atau jika perusahaan tidak memproduksi jasa, maka dalam periode tertentu perusahaan bisa menjual kuantitas barang yang berbeda dengan kuantitas barang yang di produksi selama periode itu. Ketika perusahaaan menjual lebih banyak dari pada yang di produksinya, stok persediaan menurun; ketika perusahaan menjual lebih sedikit dari pada tyang di produksinya, stok persediaana akan naik.

Stok persediaan (akhir periode) =stok persedian (awal periode)+produksi-penjualan

Kebijakan persediaan optimal: Perusahaan memutuskan apa yang akan di jual dan di produksidi masa depan, serta apa yang akan dijual dan di produksi saat ini. Perusahaan harus memiliki rencana berapa banyak produksi yang akan di jual pada periode saat ini dan pada periode masa depan. Dengan ekspektasi ini dan pengetahuannya tentang berapa banyak barang yang sudah ada dalam stok, perusahaan harus memutuskan berapa banyak produk yang akan di produksi pada periode sekarang.

Tingkat persediaan yang di inginkan atau optimal: Tingkat persediaan dimana biaya ekstra ( dalam penjualan yang hilang) dari menurunkan persediaan sejumlah kecil sama dengan hasil ekstra (dalam penerimaan bunga dan biaya penyimpanan yang menurun).

IKHTISAR PERILAKU PERUSAHAAN

Faktor-faktor berikut ini mempengaruhi investasi dan keputusan perekrutan perusahaan:

·       Tingkat upah dan biaya modal (tingkat bunga adalah komponen penting biaya modal).

·       Ekspektasi perusahaan tentang output masa depan.

·       Jumlah tenaga kerja berlebih dan modal berlebih di tangan.

·       Poin terpenting untuk diingat tentang hubungan antara produksi, penjualan, dan investasi persediaan adalah:

·       Investasi persediaan yaitu perubahan stok persediaan sama dengan produksi minus penjualan.

·       Peningkatan yang tak diekspektasikan dalam stok persediaan memiliki efek negatif atas produksi masa depan.

·       Produksi saat ini bergantung pada ekspektasi penjualan masa depan.

 

C. PRODUKTIVITAS DAN SIKLUS BISNIS

Produktivitas, yang kadang-kadang disebut produktivitas tenaga kerja, didefenisikan sebagai output per jam pekerja. Jika output adalah Y dan jumlah jam bekerja dalam perekonomian adalah H, maka produktivitas adalah Y/H. Jika dinyatakan secara sederhana, produktivitas mengukur berapa banyak output yang di produksi ole rata-rata pekerja dalam satu jam.

Produktivitas dalam jangka panjang: Teori perilaku ekonomi jangka panjang, yang berusaha menerangkan bagaimana dan mengapa perekonomian tumbuh dari waktu ke waktu, berfokus pada produktivitas, yang biasanya diukur dalam kasus ini sebagai output per pekerja, atau ukurannya yang terkait erat, GDP per kapita. Produktivitas yang didefenisikan dengan cara ini adalah indeks utama kinerja perekonomian selama jangka panjang.

 

D. HUBUNGAN ANTARA OUTPUT DAN PENGANGGURAN

Ada hubungan negatif antara output dan pengangguran:

Ketika output (Y) naik, tingkat pengangguran (U) turun, dan ketika output turun, tingkat pengangguran naik. Hukum Okun menyatakan bahwa tingkat pengangguran turun sekitar satu presentase poin untuk tiap 3 persen peningkatan GDP. Hukum Okun bukanlah suatu ‘’HUKUM’’ yang pasti karena perokonomian terlalu kompleks untuk mengaitkan hubungan stabil antara dua variabel ekonomi makro. Secara umum, hubungan antara output dan pengangguran bergantung pada kondisi perekonomian pada saat output berubah.

E. UKURAN ANGKA PENGGANDA

Ada beberapa alasan mengapa nilai aktual angka pengganda lebih kecil dari pada ukuran akan di perkirakan dari model angka pengganda sederhana:

1)     Penstabil otomatis membantu mengonpensasi kontraksi atau membatasi ekspansi.

2)     Ketika belanja pemerintah naik, tingkat bunga naik menimbulkan efek crowdingout belanja konsumsi dan investasi yang direncanakan.

3)     Kebijakan ekpansi meningkatkan tingkat harga.

4)     Perusahaan kadang menahan modal dan tenaga kerja berlebih.

5)     Perusahaan mungkin memenuhi permintaan yang meningkat dengan menurunkan persediaan, bukan meningkatkan output.

6)     Rumah tangga dan perusahaan lebih sedikit mengubah perilaku mereka ketike mereka memperkirakan perubahan bersifat sementara dari pada permanen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PERTUMBUHAN JANGKA PANJANG

A.    Proses pertumbuhan: Dari Pertanian Hingga Industri

Untuk memahami proses pertumbuhan dan untuk mengidentifikasi pembeliannya adalah dengan memikirkan sebuah perekonomian sederhana.  Colleen dan Bill berdampar di sebuah pulau terpencil. Mula-mula mereka hanya mempunyai  beberapa alat sederhana dan modal sumber daya manusia apa saja yang mereka bawah bersama  ke pulau itu. Mereka mengumpulkan biji-bijian dan buah-buahan dan membangun tempat kecil. “GFP" mereka terdiri dari makanan dan tempat berteduh sederhana.

Dari waktu ke waktu, berbagai hal membaik. Tahun pertama, mereka membuka sebidang lahan dan mulai membudidayakan sejumlah sayuran yang mereka temukan tumbuh di pulau itu. Mereka membuat beberapa alat dan menggali sumber kecil untuk menyimpan air hujan. Upaya pertanian mereka menjadi lebih efisien, menggeser sumber daya untuk membangun rumah yang luas dan lebih nyaman.

             Colleen dan Bill mengakumulasikan modal dalam dua bentuk yaitu:

1.     Membangun modal fisik, hal-hal material yang digunakan dalam produksi barang dan jasa rumah yang lebih baik, peralatan, sistem air, dan kapal untuk membawa mereka menangkap ikan.

2.     Mereka mendapatkan lebih banyak modal sumber daya manusia pengetahuan, keahlian, dan bakat. Meskipun dengan cara mencoba mereka banyak mempelajari pulau itu, tanah dan iklimnya, apa yang bisa di lakukan dan apa yang tidak. Kedua jenis modal ini membuat mereka lebih efisien dan meningkatkan produktifitas mereka. Untuk memproduksi makanan, mereka perlukan untuk bertahan hidup, bisa menggunakan lebih banyak energi untuk memproduksi hal-hal lain dan menikmati waktu luang.

Collen dan Bill  menghadapi batas hal-hal yang bisa mereka produksi, batasan ini di sebabkan oleh kondisi pengetahuan dan sumber daya teknik yang mereka miliki saat ini. Dari waktu ke waktu mereka mengembangkan keahlian mereka, mengembangkan teknologi baru, mengakumulasikan modal, dan membuat tenaga kerja mereka lebih produktif.

B.    Dari pertanian ke Industri: Revolusi Industri

Rezvolusi di Inggris, setiap masyarakat di dunia adalah masyarakat agraris. Kota-kota banyak berdiri, tetapi hampir  tiap orang tinggal di wilayah pedesaan. Orang menghabiskan sebagian besar waktu mereka memproduksi makanan dan barang kebutuhan hidup dasar lain. Lalu, di mulai di Inggris sekitar 1750, perubahan teknik dan akumulasi modal meningkatkan produktifitas secara signifikan di dua Industri penting : pertanian dan tekstil. Metode pertanian baru dan lebih efisien di kembangkan. Penemuan baru dan mesin baru dalam permintalan, penenunan, dan produksi baja berarti lebih banyak yang bisa di produksi dengan sumber daya yang lebih sedikit. Seperti halnya teknologi baru, peralatan modal, dan hasil produktifitas yang lebih tinggi. Collen dan Bill menggunakan waktu bekerja pada proyek lain dan “produk-produk" baru, orang Inggris beralih dari produksi pertanian ke produksi Industri. Dalam kedua kasus ini, pertumbuhan berarti produk baru, lebih banyak output dan lebih luas pilihan.

Ada satu perbedaan besar collen dan Bill sepenuhnya bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Petani dan pekerja di Inggris abad ke-19 memiliki serangkaian pilihan yang sangat berbeda. Orang di masa lalu melanjutkan pertanian tradisional bisa mendapat kehidupan yang lebih baik sebagai pekerja di kota. Masyarakat pertanian pedesaan segera tertransformasi menjadi masyarakat Industri perkotaan.

 

C.    Pertumbuhan dalam masyarakat moderen

Pertumbuhan ekonomi berlanjut saat ini, dan meskipun proses yang mendasarinya masih sama, hal yang di hadapi berbeda. Seperti halnya collen dan Bill menggunakan waktu untuk membuat kapal dan merancang peralatan, kita masih membuat modal untuk lebih produktif. Seperti halnya sekop memungkinkan kita untuk menggali lubang besar, menara BTS membawa layanan telepon seluler ke tempat-tempat  yang jauh dari jangkauan sebelumnya. Para Ilmuwan bekerja untuk menemukan obat penyakit Alzheimer dengan menggunakan peralatan yang belum di temukan satu dekade lalu. Peralatan yang tersedia di Internet memungkinkan seorang sekretaris Firma hukum di kantor yang sibuk mengecek ratusan dokumen opini saksi ahli potensial dalam kasus persidangan hanya Menbutuhkan waktu satu jam, padahal di perlukan waktu berminggu-minggu bagi belasan sekretaris Firma hukum beberapa tahun lalu.

Dalam tiap pekerjaan, kita menjadi lebih ahli dalam memproduksi yang kita inginkan dan butuhkan, dan kita membebaskan sumber daya untuk memproduksi hal-hal baru yang kita inginkan dan butuhkan. Bagi collen dan Bill, mereka mendapatkan makanan yang lebih baik: sebuah kapal bisa menangkap lebih banyak ikan dalam waktu singkat. Saat ini mungkin berupah layanan ponsel yang lebih baik; mesin cetak berwarna yang murah; atau metode pengobatan yang lebih baik.

 Pertumbuhan berasal dari angkatan kerja yang lebih besar dan pekerja yang lebih produktif. Produktifitas yang tinggi berasal dari alat (modal) tenaga kerja yang lebih baik pendidikannya dan lebih tinggi keahliannya (modal sumber daya manusia), kemudian meningkatkannya inovasi, perubahan teknik (teknik baru produksi), dan produk serta jasa yang baru di kembangkan.

A.    Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi terjadi ketika:

1.     Masyarakat mendapatkan lebih  banyak sumber daya, ataupun

2.     Masyarakat menemukan cara baru menggunakan sumber daya yang tersedia dengan lebih efisien. Agar pertumbuhan ekonomi meningkatkan standar kehidupan, tingkat pertumbuhan harus lebih tinggi tingkat kenaikan jumlah penduduk. Pertumbuhan ekonomi umumnya di devinisikan sebagai peningkatan GDP rill perkapita.

Faktor-faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, akan membantu pula memikirkan tentang fungsi produksi agregat. Fungsi produksi perusahaan individual adalah gambaran matematis hubungan antara input perusahaan dan outputnya. Output untuk fungsi produksi agregat adalah output nasional, atau GDP. Secara sederhana, GDP (output) (y), bergantung pada jumlah tenaga kerja (L), dan jumlah modal (K) yang tersedia dalam perekonomian ( dengan mengasumsikan jumlah tanah tetap).

Peningkatan GDP berasal dari:

1.     Peningkatan penawaran tenaga kerja

2.     Peningkatan modal fisik atau sumber daya manusia

3.     Peningkatan produktivitas (jumlah produk yang di produksi oleh masing-masing unit modal atau tenaga kerja).

 

B.     Peningkatan penawaran tenaga kerja

Collen dan Bill bergabung dalam sistem kerja dan produksi, sehingga GDP akan naik, bahwa orang yang bukan bagian dari angkatan kerja mulai bekerja dan menggunakan waktu serta energi untuk menghasilkan tembikar. Output rill juga akan naik dalam kasus ini. Peningkatan penawaran tenaga kerja bisa menghasilkan lebih banyak output.

Output perkapita naik ketika penawaran tenaga kerja naik merupakan hal lain, jika stok modal masih tetap ketika tenaga kerja naik, tenaga kerja baru akan cenderung kurang produktif dari pada tenaga kerja lama. Hasil yang makin menurun, ini mengkhawatirkan Thomas Malthus dan David Ricardo, dan para ekonomi awal lainnya.

Malthus dan Ricardo, yang tinggal di Inggris selama abad ke-19, perhatian bahwa penawaran tanah yang tetap akan menyebabkan hasil yang makin menurun. Dengan penawaran tanah yang sangat terbatas, kurva ppf bisa di dorong hanya sejauh peningkatan populasi. Untuk meningkatkan output pertanian, orang terpaksa mengolah lahan yang kurang produktif atau mengolah lahan dengan lebih intensif. Dalam kedua hal ini, hasil produksi pertanian bagi peningkatan populasi yang meningkat semakin berkurang. Baik malthus maupun Ricardo meramalkan masa depan yang suram sewaktuya populasi melebihi kapasitas yang bisa di produksi oleh lahan yang di lupakan oleh kedua ekonomi ini dalam perhitungan mereka adalah perubahan teknologi dan akumulasi modal. Teknik pertanian baru yang lebih baik telah menaikan profuktifitas pertanian begitu banyak sehingga hanya kurang dari 3% populasi AS yang sekarang menyediakan makanan memadai bagi seluruh populasi di negara ini.

     Hasil yang makin menurun juga bisa terjadi  stok modal suatu negara tumbuh lebih lambat dari angkatan kerjanya.

C.    Peningkatan Modal Fisik

 Peningkatan stok modal juga bisa meningkatkan output, sekalipun tidak di sertai oleh peningkatan angkatan kerja. Modal fisik bisa meningkatkan produktifitas tenaga kerja maupun menyediakan jasa yang bernilai secara langsung. Mudah melihat bagaimana modal menyediakan jasa secara langsung, pada tahun pertama mereka membangun rumah, mengalokasikan banyak jam kerja untuk membangun rumah yang seharusnya bisa di gunakan dalam memproduksi hal-hal lain untuk konsumsi langsung.

D.    Peningkatan Modal Sumber Daya Manusia

Investasi modal sumber daya manusia adalah Sumber lain pertumbuhan ekonomi, orang yang sehat lebih produktif dari pada orang yang kesehatannya buruk; orang yang memiliki keahlian lebih produktif daripada orang yang tidak memiliki keahlian. Modal sumber daya manusia bisa di produksi dengan banyak cara individu bisa berinvestasi dalam mengasah keahlian dengan masuk perguruan tinggi atau program pelatihan kerja. Perusahaan bisa berinvestasi dalam modal sumber daya manusia melalui pelatihan di tempat kerja. Pemerintah berinvestasi dalam modal sumber daya manusia dengan program-program untuk memperbaiki kesehatan dan menyediakan pendidikan formal dan pelatihan kerja.

E.    Peningkatan Produktivitas

Pertumbuhan yang tidak bisa di terangkan dengan peningkatan kuantitas input hanya bisa di terangkan dengan peningkatan produktifitas input itu, setiap unit setiap input harus memproduksi lebih banyak output. Produktifitas suatu imput bisa di pengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi perubahan teknologi, kemajuan lain dalam keahlian dan skala ekonomis. Perubahan teknologi revolusi industri sebagian di picu oleh perkembangan teknologi baru, teknik-teknik baru memintal dan menenun penemuan mesin yang di kenal sebagai rale dan spinning jeny, misalnya sangat penting. Artinya, marak teknologi tinggi yang meluas di seluruh Amerika serikat pada awal 1980-an didorong oleh perkembangan cepat dan penyebaran teknologi semi konduktor.

F.     PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA: 1952 1-2003 II

Dalam Peraga 20.1, di Bab 20 kita menampilkan suatu gambaran grafis produktivitas tenaga kerja untuk periode 1952 1-2005 11. Sekarang adalah saat untuk kembali ke peraga ini, dan mengulas kembali dengan Peraga 31.2. Produktivitas dalam peraga ini adalah output per jam pekerja. Ingat bahwa segmen garis (tembereng) dibuat untuk memperhalus fluktuasi produktivitas jangka pendek. Kita telah melihat di bab sebelumnya bahwa produktivitas seperti ukuran itu bergerak bersama siklus bisnis karena perusahaan cenderung menyimpan tenaga kerja berlebih dalam resesi. Kita tidak hendak membahas siklus bisnis dalam bab ini, dan segmen garis adalah cara mengabaikan efek siklus bisnis.

Banyak hal yang dibicarakan pada akhir 1970-an dan awal 1980-an tentang “masalah produktivitas”. Beberapa buku teks ekonomi yang diterbitkan di awal 1980-an membahas penurunan produktivitas di seluruh babnya, yang cenderung terjadi selama akhir 1970-an. Pada Januari 1981, Kantor Anggaran Kongres menerbitkan laporan, “Masalah Produktivitas: Alternatif untuk Tindakan”.

Jelas dari Peraga 31.2 bahwa ada penurunan pertumbuhan produktivitas pada 1970- an. Tingkat pertumbuhan menurun dari 3,1 persen pada 1950-an dan paruh pertama 1960-an menjadi 2,5 persen pada paruh akhir 1960-an dan awal 1970-an lalu ke 1,5 persen dari awal 1970-an hingga 1990-an. Banyak penjelasan ditawarkan pada saat penurunan produktivitas di akhir 1970-an dan awal 1980-an. Beberapa ekonom mengemukakan tingkat tabungan yang rendah di Amerika Serikat dibandingkan dengan negara lain di dunia. Lainnya menyalahkan meningkatnya regulasi pemerintah dan lingkungan dalam bisnis AS. Lainnya lagi berpendapat bahwa negara AS tidak banyak melakukan belanja pada R&D seperti seharusnya. Terakhir, sebagian ekonom mengemukakan bahwa biaya energi yang tinggi pada 1970-an menyebabkan investasi yang dirancang untuk menghemat energi. Bukan untuk meningkatkan produktivitas. (Kita akan membahas bagaimana tiap faktor ini mempengaruhi pertumbuhan pada bab ini.)

Pertanyaan menarik sewaktu kita bergerak menuju akhir 2000-an adalah seberapa besar dampak Internet atas pertumbuhan produktivitas. Apakah kita sekarang berada pada era baru, di mana pertumbuhan produktivitas jangka panjang akan kembali ke tingkat 1950-an dan 1960- an? Perhatikan dari Peraga 31.2 bahwa tingkat pertumbuhan aktual produktivitas antara 1995 dan 2000 jauh lebih besar daripada 1,9 persen (pertumbuhan sepanjang segmen garis 1990-an). Tingkat pertumbuhan aktual antara kuartal ketiga 1995 dan kuartal kedua 2000 adalah 2,6 persen (per tahun). Beberapa pihak berpendapat bahwa tingkat produktivitas yang lebih tinggi menjadi indikasi awal era baru, era perdagangan, dan seterusnya. Akan tetapi, lainnya berpendapat bahwa tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi hanyalah fenomena siklus dan bahwa ketika produktivitas aktual kembali ke segmen garis (seperti pada tahun 2000), tingkat pertumbuhan produktivitas akan melambat hingga tingkat yang sudah ada sejak awal 1970-an. Jawaban yang pasti masih belum jelas, jadi kita harus menunggu. Kita perlu data beberapa tahun lagi.

G.    PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penurunan produktivitas pada 1970-an yang menimbulkan begitu banyak kekhawatiran senantiasa memicu diskusi nasional tentang peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Perdebatan ini sebagian dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran sebagian besar orang Amerika bahwa Amerika Serikat belum melakukan kinerja sebaik negara-negara Asia.

H.    KEBIJAKAN PUBLIK YANG DISARANKAN

Beberapa strategi untuk menaikkan tingkat pertumbuhan Amerika Serikat telah diusulkan, dan beberapa sudah diberlakukan dalam undang-undang. Strategi-strategi ini meliputi kebijakan yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, menaikkan tingkat tabungan, mendorong investasi, meningkatkan R&D, mengurangi regulasi, dan melakukan

Kebijakan untuk Memperbaiki Kualitas Pendidikan Studi Denison memperlihatkan bahwa kontribusi pendidikan dan pelatihan (produksi modal sumber daya manusia) terhadap pertumbuhan di Amerika Serikat relatif konstan di sekitar 20 persen sejak 1929.

Selama 1970-an, pendidikan publik dikritik. Gaji guru turun tajam secara riil, sedangkan pembatasan pajak properti dan pemotongan pajak dalam program federal mendorong pengurangan anggaran sekolah. Pada beberapa tahun terakhir, dua kubu berseberangan di Kongres bersikeras tentang jumlah dolar federal yang disisihkan untuk beasiswa dan pinjaman bagi mahasiswa perguruan tinggi. Namun, apa pun kebijakan untuk saat ini, semua lembaga pengeluaran federal, negara bagian, dan lokal bagi pendidikan mengakui

Kebijakan untuk Meningkatkan Tingkat Tabungan Jumlah akumulasi tabungan dalam perekonomian pada akhirnya dibatasi oleh tingkat tabungan. Semakin banyak tabungan dalam perekonomian, semakin banyak dana yang tersedia untuk investasi. Banyak orang yang berpendapat bahwa sistem pajak dan sistem Jaminan Sosial di Amerika Serikat mengalami bias terhadap tabungan. Beberapa ekonom pendanaan publik lebih menyukai pergeseran ke dalam sistem perpajakan

Pemberlakuan Akta Pemulihan Wajib Pajak 1997 memungkinkan rekening pensiun baru yang “ditunda” [yang sering disebut rekening pensiun individual Roth (IRA-Roth retirement account)] untuk mendorong tabungan. Individu bisa menyimpan hingga $2.000 setahun untuk rekening pensiun tertentu yang mengakumulasikan penghasilan temat

I.      PERTUMBUHAN DIGERAKKAN OLEH produktivitas.

Peningkatan produktivitas diukur dengan pe- ningkatan output riil per pekerja. Berita dari New York Times berikut ini memperlihatkan bagaimana penambahan modal dan penerapan teknologi menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dalam dunia kedokteran. Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tapi juga menghasilkan produk berkualitas lebih tinggi.

Dokter Berkolaborasi untuk Menemukan Cara Murah Melakukan Catatan Medis Elektronik. Ia menyebut dirinya sebagai peng gemar elektronika, tapi itu tidak membantu Dr. Eugene P. Heslin menguasai kehebatan teknologi pencatatan medis. Teknologi ini ke- lihatannya rumit dan mahal bagi klinik medis kecil seperti praktik dokter keluarga yang terdiri atas enam dokter, di pinggiran New York. Pendekatan basis data sentral berbasis web berarti bahwa dokter hanya perlu beberapa PC standar, koneksi Internet berkecepatan tinggi, dan kemauan membayar biaya berlangganan bulanan $500 hingga $600, yang menghapuskan biaya awal puluhan ribu dolar.

Bisakah Kita Benar-benar Mengukur Perubahan Produktivitas? Argumen ini cukup masuk akal pada tingkat intuitif. Bahkan dalam bidang pertanian, di mana relatif mudah mengukur pertumbuhan produktivitan, kemungkinan salah ukur pun bisa terjadi. Output lahan kedelai bisa diukur datam gantang, dan tenaga kega, model, dan input lahan tidak mempersihatkan masalah pengukuran yang serius. Jadi, dan waktu ke waktu, sewaktu teknik pertanian membaik dan petani memperoleh mesin baru yang lebih baik, output per luas lahan dan output per pekerja senantiasa meningkat.

Masalahnya akan lebih besar dalam sektor jasa, di mana output sangat sulit diukur. Mudah memahami masalah jika kita menelaah andil teknologi informasi di bidang hukum. Baru 15 tahun lalu, seorang pengacara yang melakukan penelitian suatu kasus hukum mungkin menghabiskan ratusan jam meneliti dokumen publik dan kasus-kasus lama. Pengacara kini bisa mengakses komputer dan dalam hitungan detik melakukan pencarian kata kunci tentang database hukum yang sangat banyak. Kemajuan produktivitas penghematan tenaga kerja dan waktu ini tidak dihitung dalam data resmi.

J.     Kebijakan untuk Mendorong Investasi Supaya tingkat pertumbuhan naik,

tabungan Harus digunakan untuk mendanai investasi baru. Sebagai upaya untuk memulihkan perekonomian yang tumbuh lambat di tahun 1961, Presiden Kennedy mengusulkan dan Kongres meloloskan kredit pajak investasi (ITC-investment tax credit). ITC memberikan pengurangan pajak untuk perusahaan yang berinvestasi dalam peralatan modal baru. Bagi sebagian besar investasi, pengurangan ini mengambil bentuk kredit langsung yang sama dengan 10 persen dari investasi. Kewajiban pajak perusahaan yang berinvestasi dalam sistem komputer baru berbiaya $100.000 akan berkurang $10.000. ITC diubah secara berkala selama bertahun-tahun, dan diberlakukan hingga dibatalkan pada 1986. Banyak negara bagian mengenakan TTC dalam pajak korporat negara bagian mereka.

Pada tahun 2005, presiden menerima laporan panel penasihat federal tentang reformasi pajak. Laporan panel berjudul Simple, Fair and Pro-Growth: Proposals to Fox America’s Tax System (Sederhana, Adil, dan Pro-Pertumbuhan: Proposal untuk Menata Sistem Pajak Amerika). Laporan ini berisikan serangkaian rekomendasi yang ditujukan langsung pada pertumbuhan, yang meliputi; mengizinkan bisnis membiayai semua pembelian modal secara langsung, bukan dengan mendepresiasikannya dari waktu ke waktu mengurangi tingkat pajak bunga; menurunkan dividen dan keuntungan modal hingga 15 persen; dan mengurangi tingkat pajak secara umum. Hanya waktu yang membuktikan kapan dari salah satu peraturan ini yang akan menjadi undang-undang.

Kebijakan untuk Meningkatkan Penelitian dan Pengembangan Seperti diperlihatkan oleh Tabel 31.8, peningkatan pengetahuan meliputi 31 persen dari pertumbuhan total di Amerika Serikat antara 1929 dan 1982. Meskipun tidak diperlihatkan dalam tabel, selama tahun-tahun pengeluaran R&D yang tinggi, 1953 hingga 1973, angkanya mencapai 40 persen. Penelitian juga memperlihatkan bahwa tingkat pengembalian terhadap investasi R&D sangat tinggi. Estimasi menempatkan tingkat penghasilan pada sekitar 30 persen.

Yang menjadi masalah adalah bahwa pengetahuan baru itu seperti barang publik. Meskipun Amerika Serikat memiliki sistem paten untuk melindungi keuntungan R&D untuk investor dan inovator, banyak manfaat ini yang juga mengalir pada pengguna paten dan lainnya, termasuk masyarakat. Logika ini telah digunakan untuk menjustifikasi subsidi belanja R&D publik.

Pengurangan Regulasi Pemerintahan Reagan dan George Bush, serta “Contract with America” kaum Republik pada 1995, berkomitmen untuk mengurangi regulasi pemerintah,Yang diyakini memihak industri AS.

Kebijakan Industri Beberapa tahun lalu, sejumlah ekonom menghimbau ditingkatkannya peran pemerintah dalam alokasi modal di seluruh sektor manufaktur, suatu praktik yang dikenal sebagai kebijakan industri. Orang yang mendukung kebijakan industri percaya bahwa karena pemerintah negara lain “menargetkan” industri untuk subsidi khusus dan investasi cepat, Amerika Serikat seharusnya melakukan hal yang sama untuk menghindari kehilangan posisi di persaingan global. Kementerian Perdagangan dan Industri Jepang, misalnya, menangani industriotit sejak dini dan memutuskan memperluas peran.

K.    KEBIJAKAN PERTUMBUHAN: DALIL JANGKA PANJANG

Ketika Presiden Ford dan Kongres memberlakukan pemotongan pajak secara dramatis pada 1975 untuk mendorong perekonomian dan mengakhiri resesi yang dalam, hasilnya bisa dilihat dalam beberapa bulan. Kebijakan fiskal dan moneter yang dirancang untuk melawan fluktuasi siklus dalam perekonomian bisa membawa hasil yang terukur.

PRO DAN KONTRA PERTUMBUHAN Sebagian kalangan meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi seharusnya menjadi tujuan utama Masyarakat dan sebagian lagi meyakini bahwa biaya dari pertumbuhan terlampau besar.

ARGUMEN PROPERTUMBUHAN Para penganjur pertumbuhan berpendapat bahwa pertumbuhan adalah perkembangan Sumber daya dalam perekonomian pasar digunakan untuk memproduksi yang diinginkan

Salah satu cara menelaah manfaat pertumbuhan adalah membandingkan dua periode, misalnya, 1950 dan 1995. Pada tahun 1995, GDP riil per kapita meningkat lebih dari dua kali lipat daripada 1950. Ini berarti pendapatan tumbuh dua kali kecepatan harga sehingga kita bisa membeli lebih banyak. (Ingat, tidak ada yang memberi tahu siapa pun apa yang akan dibeli, dan sebagian besar orang bisa membelanjakan jauh lebih banyak sekarang daripada yang bisa mereka lakukan dulu.) Meskipun hal-hal ini yang tersedia di kedua periode ini tidak persis sama, pertumbuhan memberi kita lebih banyak pilihan, bukan lebih sedikit. Perhatikan transportasi. Pada kurun 1950-an, sistem jalan raya antarnegara bagian (modal sosial) belum dibangun. Menyetir dari Chicago ke New York memakan waktu beberapa hari. Kita punya mobil, tapi sistem jalan raya belum sebanding dengan yang kita miliki aat ini. Kemajuan yang lebih besar juga terjadi dalam perjalanan udara. Penerbangan da antara kedua kota ini dimungkinkan, tetapi lebih mahal, kurang nyaman dan lebih lambat pada 1950 di bandingkan sekarang

Pertumbuhan juga memungkinkan perbaikan kondisi bagi orang yang kurang beruntung. Logikanya sederhana: Ketika tersedia lebih banyak uang untuk dibagi-bagikan, pengorbanan yang diperlukan untuk membantu orang yang memerlukan akan lebih kecil. Dengan pendapatan yang lebih tinggi, kita bisa menyanggupi pengorbanan yang diperlukan untuk membantu orang miskin. Pertumbuhan juga menghasilkan pekerjaan. Ketika pertumbuhan populasi tidak disertai dengan pertumbuhan output, pengangguran dan kemiskinan akan meningkat.

ARGUMEN ANTI PERTUMBUHAN

Orang yang menentang pertumbuhan ekonomi umumnya memiliki empat alasan

1)     Segala ukuran output hanya mengukur nilai hal-hal yang dipertukarkan di p Banyak hal yang mempengaruhi kualitas kehidupan tidak diperdagangkan di pasar pasar. Dan hal-hal ini umumnya kehilangan nilai ketika pertumbuhan terjadi.

2)     Agar pertumbuhan terjadi, industri harus mendorong konsumen mengembangkan preferensi selera baru. Oleh sebab itu, kita tidak punya kebutuhan riil atas banyak hal yang sekarang kita konsumsi. Keinginan diciptakan, dan konsumen menjadi pelayan, bukan tuan dalam perekonomian.

3)     Dunia memiliki kuantitas sumber daya yang terbatas, dan pertumbuhan yang cepat mengonsumsinya dengan tingkat yang tidak bisa berlanjut. Karena sumber daya yang tersedia membatasi pertumbuhan, seharusnya sekarang kita sudah mula merencanakan masa depan, saat pertumbuhan sulit terjadi. 4. Pertumbuhan mengakibatkan pendapatan didistribusikan secara tak adil.

Pertumbuhan Memiliki Dampak Negatif atas Kualitas Kehidupan Mungkin perubahan “tak terukur” paling signifikan yang mempengaruhi kualitas kehidupan terjadi pada tahap awal pertumbuhan, ketika masyarakat menjadi terindustrialisasi. Banyak yang diproduksi: Produktivitas pertanian lebih tinggi, barang manufaktur lebih banyak tersedia, dan seterusnya. Akan tetapi, sebagian besar orang berbondong-bondong pergi ke kota, dan kehidupan mereka berubah drastis, Sebelum industrialisasi, sebagian besar orang di dunia Barat hidup di kota-kota kecil di pedesaan. Sebagian besar orang miskin, dan mereka bekerja lama untuk memproduksi cukup makanan untuk bertahan hidup. Setelah industrialisasi dan urbanisasi di Inggris abad ke-18, pria, wanita, dan anak-anak bekerja dalam waktu lama pada pekerjaan rutin di pabrik-pabrik yang panas dan penuh sesak. Mereka dibayar dengan upah rendah dan memiliki sedikit kendali atas kehidupan mereka.

Pertumbuhan Berarti Penurunan Cepat Kuantitas Sumber Daya yang Terbatas Pada tahun 1972, Club of Rome, kelompok “warga negara yang prihatin” bersepakat dengan kelompok di MIT untuk melakukan studi berjudul The Limits to Growth (Batas-Batas Pertumbuhan). Laporan akhir setebal buku ini menampilkan hasil simulasi komputer yang mengasumsikan tingkat pertumbuhan populasi, makanan, dan output industri saat ini, serta habisnya sumber daya. Menurut data ini, tak lama setelah tahun 2000 keterbatasan sumber daya akan tercapai, dan seluruh ekonomi dunia akan mengalami kejatuhan:

Kejatuhan perekonomian dunia terjadi karena kelangkaan sumber daya yang tak bisa diperbarui. Stok modal tumbuh hingga tingkat yang memerlukan input sumber daya yang banyak. Dalam proses pertumbuhan itu, terjadi penurunan sebagian besar cadangan sumber daya yang tersedia. Sewaktu harga sumber daya naik dan barang tambang habis. Akan lebih banyak lagi modal yang harus digunakan untuk menghasilkan sumber daya. Yang meninggalkan sedikit saja untuk diinvestasikan untuk pertumbuhan masa depan. Akhirnya, investasi tidak bisa mengimbangi depresiasi dan basis industri jatuh, membawa bersamanya sistem pertanian dan jasa, yang telah bergantung pada input-input industri (seperti pupuk, pestisida, laboratorium rumah sakit, komputer, dan khususnya energi untuk mekanisasi) meningkat akibat kurangnya makanan dan pelayanan kesehatan.” Populasi manusia akhirnya menurun ketika tingkat kematian.

Pertumbuhan Memerlukan Distribusi Pendapatan yang Tak Adil dan Menyebarkannya Salah satu penyebab pertumbuhan adalah akumulasi modal. Investasi modal memerlukan tabungan, dan tabungan sebagian besar berasal dari orang kaya. Orang kaya menabung lebih banyak daripada orang miskin, dan dalam negara berkembang sebagian besar penduduknya miskin dan menggunakan berapa pun pendapatan yang mereka miliki untuk bertahan hidup. Kritikus juga mengklaim bahwa penerima pertumbuhan ekonomi sesungguhnya adalah orang kaya. Pilihan menjadi beragam bagi “yang berpunya” dalam masyarakat yang sangat maju, tapi pilihan bagi “yang tak berpunya” tetap sangat terbatas. Jika manfaat pertumbuhan sampai pada yang miskin, mengapa ada lebih banyak tunawisma saat ini di AS dibandingkan 20 tahun yang lalu?

IKHTISAR: TIDAK ADA JAWABAN YANG TEPAT

Kita telah membahas argumen yang mendukung dan menentang pertumbuhan ekonomi secara sederhana. Dalam kenyataan, bahkan orang yang berada pada posisi ekstrem dalam perdebatan ini pun mengakui bahwa tidak ada “jawaban yang tepat”. Menyatakan bahwa semua pertumbuhan ekonomi itu jelek tidaklah benar; namun, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi seharusnya dibiarkan tak terawasi sama salahnya. Pertanyaannya adalah: Bagaimana kita bisa mendapatkan manfaat pertumbuhan dan pada saat yang sama meminimalkan konsekuensi yang tak diinginkan?

Masyarakat harus melakukan beberapa pilihan sulit, dan ada banyak dilema. Sebagai contoh, kita bisa tumbuh lebih cepat jika kita kurang memperhatikan persoalan lingkungan. Tapi berapa banyak kerusakan lingkungan yang harus dialami untuk mendapatkan l banyak pertumbuhan ekonomi? Banyak yang berpendapat bahwa kita bisa mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang diterima dan melindungi lingkungan pada saat yang sama.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU