PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

PERSOALAN YANG DITANGANI ILMU EKONOMI MAKRO

Tiga masalah yang di cakup oleh ilmu ekonomi makro adalah

1.     Inflasi, Pertumbuhan output, Pengangguran

Para pengambil kebijakan pemerintah menginginkan inflasi yang rendah, pertumbuhan output yang tinggi, dan pengangguran yang rendah. Mereka mungkin tidak mampu mencapai tujuan-tujuan ini, tapi tujuan itu sendiri jelas adanya.

Ø  INFLASI DAN DEFLASI

Inflasi adalah peningkatan tingkat harga secara keseluruhan. Mempertahankan inflasi tetap rendah telah lama menjadi tujuan kebijakan pemerintah. Yang menjadi masalah utama adalah hiperinflasi, atau periode peningkatan yang sangat cepat dalam tingkat harga secara keseluruhan.

Ø  PERTUMBUHAN OUTPUT: JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

Alih-alih tumbuh dengan tingkat merata sepanjang waktu, perekonomian cenderung menga ni fluktuasi kinerja jangka pendek. Nama teknis untuk fluktuasi ini adalah siklus bisnis. Ukuran utama tentang bagaimana perekonomian dilakukan adalah output agregat, kuantitas total barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian pada suatu periode tertentu. Ketika yang diproduksi lebih sedikit (dengan kata lain, ketika output agregat menurun), barang dan jasa yang beredar lebih sedikit, dan standar hidup rata-rata menurun. Ketika banyak perusahaan memotong produksi, mereka memberhentikan pekerja, yang menaikkan tingkat pengangguran.

Resesi adalah periode ketika output agregat turun. Istilah konvensional menyebut penurunan ekonomi sebagai "resesi" ketika penurunan output agregat terjadi selama dua kuartal berturut-turut. Resesi yang berkelanjutan dan mendalam disebut depresi, meskipun para ekonom tidak sepakat tentang kapan resesi menjadi depresi. Selama awal abad kedua puluh. Amerika Serikat mengalami satu depresi Iselama tahun 1930-an), tiga resesi hebat (1946, 1974-1975, dan 1980-1982), dan sejumlah resesi yang lebih pendek dan kurang parah (1954, 1958, 1990-1991, dan 2001). Negara lain juga mengalami resesi pada abad kedua. puluh, beberapa kira-kira berbarengan dengan resesi AS dan beberapa tidak

Ø  PENGANGGURAN

Pengumuman statistik jumlah pengangguran baru tiap bulan dicermati dengan animo besar oleh para ekonom, politikus, dan pengambil kebijakan. Meskipun para ekonom makro tertarik mempelajari mengapa tingkat pengangguran meningkat atau menurun selama periode tertentu, mereka juga mencoba menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: Mengapa pengangguran terjadi? Kita tidak mengharapkan nga pengangguran nol. Beberapa perusahaan bisa saja bangkrut karena persaingan, manajemen yang buruk, atau ketidakberuntungan. Karyawan dari perusahaan yang bangkrut mumnya tidak segera mendapatkan pekerjaan baru, dan selama mereka mencari pekerjaan. mereka masih menganggur. luga, pekerja yang memasuki pasar tenaga kerja untuk pertama a mungkin memerlukan beberapa minggu, atau beberapa bulan, untuk mendapatkan pekerjaan.

Ø  PEMERITAH DALAM EKONOMI MAKRO

Kebanyakan pembahasan kita tentang ilmu ekonomi makro berkenaan dengan peran potensial pemerintah dalam mempengaruhi perekonomian. Ada tiga jenis kebijakan yang telah digunakan oleh pemerintah untuk mempengaruhi ekonomi makro:

1.  Kebijakan fiskal

2. Kebijakan moneter

3. Kebijakan pertumbuhan atau sisi penawaran

Ø  KEBIJAKAN FISKAL

Salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah federal AS untuk mempengaruhi per- konomian adalah melalui keputusan perpajakan dan pengeluaran (belanja), atau kebijakan fiakat Pemerintah federal mengumpulkan pajak dari rumah tangga dan perusahaan lalu membelanjakan dana ini untuk membeli peluru kendali, membangun taman, membayar Jaminan  Sosial, hingga membangun jalan raya lintas negara bagian. Ukuran (magnitude) komposisi pajak dan pengeluaran ini memiliki efek besar atas perekonomian. Salah satu gagasan utama Keynes pada kurun 1930-an adalah bahwa  kebijakan fiskal bisa dan seharusny digunakan untuk menstabilkan tingkat output dan tingkat pengangguran. Secara spesifik, Keynes percaya bahwa pemerintah seharusnya memotong pajak dan/atau theningkatkan belanja-yang disebut kebijakan fiskal ekspansif untuk mengeluarkan Perekonomian dari kemandekan. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pemerintah seharusnya meningkatkan pajak dan/atau memotong belanja-disebut kebijakan fiskal kontraktif untuk membawa perekonomian keluar dari inflasi.

Ø  KEBIJAKAN MONETER

Pajak dan belanja bukanlah satu-satunya variabel yang dikendalikan oleh pemerintah, Federal Reserve, bank sentral AS (seperti Bank Indonesia, bank sentral Indonesia), menentukan kuantitas uang dalam perekonomian. Efek dan peran kebijakan moneter yang tepat menjadi pokok bahasan yang paling sering diperdebatkan dalam ilmu ekonomi make Sebagian besar ekonom sepakat bahwa kuantitas uang yang ditawarkan mempengaruhi tingkat output, tingkat bunga dan tingkat pengangguran, dan tingkat harga keseluruharu Kontroversi utama muncul menyangkut cara kebijakan moneter memanifestasikan dirinya atau persisnya, seberapa besar efek yang ditimbulkannya

Ø  KEBIJAKAN PERTUMBUHAN

Banyak ekonom meragukan keakuratan pemerintah meregulasi siklus bisnis jika hanya menggunakan kebijakan moneter dan fiskal. Mereka berpendapat bahwa fokus kebijakan pem ntah seharusnya adalah mendorong penawaran agregat-mendorong pertumbuhan potensial output dan pendapatan agregat. Serangkaian kebijakan ditujukan untuk memacu tingkat pertumbuhan. Banyak di antaranya ditargetkan pada pasar tertentu dan dibahas luas dalam ilmu ekonomi mikro. Salah satu kekhawatiran ekonom makro adalah bahwa pinjaman pemerintah untuk mendanai kelebihan belanja atas pengumpulan pajak ("defisit") akan menghapuskan tabungan yang semestinya dialirkan ke bisnis untuk digunakan pada investasi modal. Fokus lain kebijakan pemerintah yang propertumbuhan adalah sistem pajak. Tujuan utama reformasi pajak tahun 1981 dan 1986 adalah meningkatkan insentif bekerja, menabung, dan berinvestasi dengan menurunkan tingkat pajak. Selain itu. Akta Pemulihan Wajib Pajak (Taxpayer Relief Act) tahun 1997 meliputi sejumlah aturan propertumbuhan. Tipe kebijakan ini kadang disebut sebagai kebijakan sisi penawaran (supply-side policies).

Ø  KOMPONEN EKONOMI MAKRO

Ilmu ekonomakro berfokus pada empat kelompok:

(1) rumah tangga dan

 (2) perusahaan, yang bersama-sama membentuk sektor swasta,

(3) pemerintah (sektor publik), dan

(4) negara lain di dunia (sektor internasional).

Keempat kelompok ini berinteraksi dengan beragam cara, banyak yang melibatkan penerimaan atau pembayaran pendapatan.

Ø  DIAGRAM ALIRAN MELINGKAR

Cara yang bermanfaat untuk melihat interaksi ekonomi antara keempat sektor dalam perekonomian ini adalah diagram aliran melingkar, yang memperlihatkan pendapatan yang diterima dan pembayaran yang dilakukan oleh masing-masing sektor. Diagram aliran melingkar sederhana.

Ø  TIGA ARENA PASAR

Cara lain melihat bagaimana rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan negara lain di dunia berhubungan satu sama lain adalah dengan membahas pasar tempat mereka berinteraksi.Tiga arena pasar itu adalah:

1. Pasar barang dan jasa

2. Pasar tenaga kerja

3. Pasar uang (finansial/keuangan)

Pasar Barang dan Jasa Rumah tangga dan pemerintah membeli barang dan jasa dari perusahaan dalam pasar barang dan jasa. Dalam pasar ini, perusahaan juga membeli barang dan jasa satu sama lain. Seba contoh. Levi Strauss membeli kain denim dari perusahaan lain untuk membuat blue jeans, Selain itu, perusahaan membeli barang modal dari perusahaan lain. lika General Motors memerlukan robot baru di lini perakitannya. perusahaan ini mungkin membeli dari perusahaan lain: tidak membuatnya sendiri. Perusahaan menawarkan pada pasar barang dan jasa. Rumah tangga, pemerintah, dan perusahaan melakukan permintaan dari pasar ini. Akhirnya, negara lain di dunia membeli maupun menjual pada pasar barang dan jasa. Amerika Serikat mengimpor mobil, DVD, minyak, dan barang lain bernilai ratusan miliar dolar. Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengekspor komputer, pesawat, dan barang pertanian bernilai ratusan miliar dolar.

Pasar Tenaga Kerja Interaksi dalam pasar tenaga kerja terjadi ketika perusahaan dan pemerintah membeli tenaga kerja dari rumah tangga. Dalam pasar ini, rumah tangga menawarkan tenaga kerja, dan perusahaan serta pemerintah meminta tenaga kerja. Dalam perekonomian AS, perusahaan adalah peminta tenaga kerja terbesar, meskipun pemerintah juga "majikan" yang besar. Penawaran total tenaga kerja dalam perekonomian bergantung Pada jumlah keputusan yang diambil oleh rumah tangga. Individu harus memutuskan apa akan memasuki lapangan kerja (apakah juga akan mencari pekerjaan) dan berapa lama akan bekerja.Tenaga kerja juga ditawarkan pada, dan diminta dari, negara lain di dunia. Pada tahun- tahun belakangan, pasar tenaga kerja menjadi pasar internasional. Sebagai contoh, para Petani sayur dan buah di California akan kesulitan membawa produk mereka ke pasar jika bukan karena pekerja tani migran dari Meksiko. Selama bertahun-tahun, Turki memasok Jerman dengan "pekerja tamu yang bersedia melakukan pekerjaan yang dibayar rendah; pekerjaan yang dihindari oleh pekerja Jerman lebih kaya.

Pasar Uang Dalam pasar uang-kadang-kadang disebut pasar finansial (pasar ke uangan)-rumah tangga membeli saham dan obligasi dari perusahaan. Rumah tangga menawarkan dana pada pasar ini dengan harapan menghasilkan pendapatan dalam bentuk dividen atas saham dan bunga atas obligasi. Rumah tangga juga meminta (meminjam) dana dari pasar ini untuk mendanai berbagai pembelian mereka. Perusahaan meminjam untuk membangun fasilitas baru dengan harapan mendapatkan penghasilan lebih besar pada masa depan. Pemerintah meminjam dengan menerbitkan obligasi. Negara lain di dunia bisa meminjam atau meminjamkan pada pasar uang; setiap pagi ada laporan di TV dan radio tentang pasar saham lepang dan Inggris. Kebanyakan pinjam-meminjam yang dilakukan oleh rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan sektor internasional dikoordinasikan oleh lembaga finansial-bank komersial, asosiasi tabungan dan pinjaman, perusaham asuransi, dan semacamnya. Lembaga ini mendapatkan simpanan dari satu kelompok dan meminjamkannya pada yang lain.

Ø  METODOLOGI ILMU EKONOMI MAKRO

Ekonom makro bangun model berdasarkan pada teori, dan menguji model mereka dengan menggunakan data. Karena alasan ini, metodologi ilmu ekonomi makro mirip dengan metodologi ilmu ekonomi mikro.

Ø  HUBUNGAN DENGAN ILMU EKONOMI MIKRO

Bagaimana ekonom makro berusaha menerangkan perilaku agregat? Salah satu caranya adalah mengasumsikan bahwa faktor yang sama yang mempengaruhi perilaku individu Joga mempengaruhi perilaku agregat. Sebagai contoh, kita tahu dari ilmu ekonomi mikro bahwa tingkat upah seseorang seharusnya mempengaruhi kebiasaan konsumsi orang itu dan mempengaruhi jumlah beban kerja yang akan ditanggung orang itu dengan ikhlas. Jika kita hendak menerapkan hipotesis ekonomi mikro ini pada data agregat, kita akan mengatakan bahwa tingkat upah rata-rata dalam perekonomian seharusnya mempengaruhi konsumsi total dan penawaran tenaga kerja total (yang kelihatannya benar).

Alasan mempelajari ilmu ekonomi mikro untuk membantu menerangkan peristiwa ckobami makro sederhana saja:

Perilaku ekonomi makro adalah jumlah semua keputusan ekonomi mikro yang dilakukan oleh rumah tangga dan perusahaan individual. Jika pergerakan agregat ekonomi makro, seperti output total atau lapangan kerja total, mencerminkan keputusan yang diambil oleh rumah tangga dan perusahaan individual, kita tidak bisa memahami output total atau lapangan kerja total tanpa adanya pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nah tangga dan perusahaan individual.

Ø  PERMINTAAN AGREGAT DAN PENAWARAN AGREGAT

Fokus utama dalam beberapa bab mendatang adalah perilaku permintaan agregat dan penawaran agregat. Permintaan agregat adalah permintaan total barang dan jasa. barang da Penawaran agregat adalah penawaran total barang dan jasa.

Ø  PENGUKUR   OUTPUT  NASIONAL DAN PENDAPATAN NASIONAL

IImu ekonomi makro mengandalkan data, banyak di antaranya yang dikumpulkan oleh pemerintah. Untuk mempelajari perekonomian, kita butuh data output total, pendapatan total, konsumsi total, dan semacamnya. Kebanyakan data ekonomi makro berasal dari laporan data produk dan pendapatan nasional, yang men deskripsikan komponen pendapatan nasional dalam perekonomian. Di AS laporan data ini dihasilkan oleh Bare Analisis Ekonomi Departemen perdagangan AS.

Ø  PRODUK DOMESTIK BRUTO

Konsep kunci dalam laporan data produk dan pendapatan nasional adalah produk domestik bruto (GDP, gross domestic product).GDP adalah nilai pasar total output suatu negara. GDP merupakan nilai pasar mua barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi dalam suatu negara.GDP AS pada tahun 2004-nilai semua output yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi di Amerika Serikat tahun 2004-adalah $11.734.3 miliar.Sentralnya GDP sebagai konsep kerja tidak bisa disalahartikan. Sebagaimana suaru perusahaan individual perlu mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan operasinya tiap tahun, nikian pula perekonomian secara keseluruhan perlu menilai dirinya sendiri. GDP, sebagai ukuran produksi total suatu perekonomian, memberikan bagi kita buku rapor conc suatu negara  Karena GDP merupakan suatu konsep penting, buku ini akan memberi ruang untuk menerangkan makna definisinya dengan tepat.

 

Ø  BARANG DAN JASA AKHIR

Pertama, perhatikan bahwa definisi GDP mengacu pada barang dan jasa akhir. Banyak barang yang diproduksi dalam suatu perekonomian tidak dikelompokkan sebagai barang an jasa ukhir, melainkan sebagai barang perantara. Barang perantara diproduksi oleh suatu per usahaan untuk digunakan dalam proses berikutnya oleh perusahaan lain. Sebagai contoh ban yang dijual pada produsen mobil adalah barang perantara. Nilai barang perantara tidak dihitung dalam GDP

Ø  PENGECUALIAN BARANG BEKAS DAN TRANSAKSI KERTAS

GDP hanya dihubungkan dengan produksi baru, atau saat ini. Output lama tidak dihitung dalam GDP saat ini karena telah dihitung sebelumnya pada saat diproduksi. Perhitungan ganda terjadi jika kita menghitung penjualan barang bekas dalam GDP saat ini. Jika seseorang menjual mobil bekas pada kita, transaksinya tidak dihitung dalam GDP, karena tidak ada produksi baru yang terjadi. Demikian pula, sebuah rumah dihitung dalam GDP hanya pada saat dibangun, bukan tiap kali dijual kemba Singkatnya:

GDP mengabaikan semua transaksi di mana uang atau barang berpindah tangan, kecuali jika ada barang dan jasa baru yang diproduksi.Penjualan saham dan obligasi tidak dihitung dalam GDP. Pertukaran ini merupakan ransfer kepemilikan aset, baik secara elektronis maupun melalui pertukaran kertas, dan tidak berhubungan dengan produksi saat ini. Akan tetapi, bagaimana jika Anda menjual saham atau obligasi lebih dari nilai awal yang Anda bayarkan? Laba dari pasar saham atau obligasi tidak ada hubungannya dengan produksi saat ini, sehingga tidak dihitung dalam GDP. Akan tetapi, jika Anda membayar fee pada pialang untuk menjual saham milik Anda pada orang lain, fee ini dihitung dalam GDP. karena pialang melakukan suatu jasa bagi Anda. Jasa ini adalah bagian produksi saat ini. Hati-hati membedakan antara pertukaran saham dan obligasi untuk mendapatkan uang (atau untuk mendapatkan saham dan obligasi lain), yang tidak melibatkan produksi saat ini, dan fer melakukan pertukaran seperti itu. yang jelas melibatkan produksi saat ini

Ø  PENGECUALIAN OUTPUT YANG DIPRODUKSI DI LUAR NEGERI OLEH FAKTOR PRODUKSI YANG DIMILIKI DALAM NEGERI

GDP adalah nilai output yang diproduksi oleh faktor produksi yang terletak dalam suatu negara.Tiga faktor produksi dasar adalah tanah, tenaga kerja, dan modal. Tenaga kerja warga negara AS diperhitungkan sebagai faktor produksi yang dimiliki dalam negeri untuk Amerika Serikat. Output yang diproduksi oleh warga negara di luar negeri-misalnya, warga negara.

Ø  MENGHITUNG GDP

GDP bisa dihitung dengan dua cara. Salah satunya adalah menjumlahkan semua jumlah total yang dibelanjakan pada semua barang akhir selama periode tertentu. Ini adalah pendekatan pengeluaran dalam menghitung GDP. Pendekatan lainnya adalah enjumlahkan pendapatan-upah, sewa, bunga, dan laba-yang diterima oleh semua aktor produksi dalam menghasilkan barang akhir. Ini adalah pendekatan pendapatan dalam menghitung GDP. Kedua metode ini menghasilkan nilai GDP yang sama, dengan alasan yang kita bahas pada bab sebelumnya: Tiap pembayaran (pengeluaran) oleh seorang pembeli pada saat yang sama adalah penerimaan (pendapatan) untuk penjual. Kita bisa mengukur pendapatan yang diterima maupun pengeluaran yang dilakukan dan kemudian mendapatkan output total yang sama.

Ø  PENDEKATAN PRODUKSI

Dalam bab sebelumnya kita mempelajari empat kelompok utama dalam perekonomian rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan negara lain di dunia. Juga ada empat kategori utama pengeluaran :

Kategori produksi:

·       Pengeluaran konsumsi pribadi (C): belanja rumah tangga atas barang konsumen

·       Investasi swasta dalam negeri bruto (: belanja oleh perusahaan dan rumah tangga atas modal baru, seperti pabrik, peralatan, persediaan, dan struktur perumahan baru. Konsumsi dan investasi bruto pemerintah (G)

·       Ekspor neto (EX-IM): belanja neto oleh negara lain di dunia, atau ekspor (EX) minus impor (IM)

Pendekatan pengeluaran menghitung GDP dengan menjumlahkan keempat komponen belanja ini. Dalam bentuk persamaan:

GDP= C+1+G+ (EX-IM)

GDP AS adalah $11.734,3 miliar pada tahun 2004, Empat komponen pendekatan pengeluaran diperlihatkan pada Tabel 19.2, bersama berbagai kategorinya.

Investasi Swasta Dalam Negeri Bruto (1) Investasi, menurut istilah ilmu ekonomi mengacu pada pembelian modal baru perumahan, pabrik, peralatan, dan persed Penggunaan ekonomis istilah ini bertolak belakang dengan penggunaan tiap hari, di investasi sering diartikan pembelian saham, obligasi, atau reksadana.Investasi total dalam modal oleh sektor swasta disebut investasi swasta dalan negeri bruto (1) Pengeluaran oleh perusahaan untuk mesin, alat-alat, pabrik, da seterusnya membentuk investasi nonperumahan. Karena ini adalah barang yang dhe oleh perusahaan untuk penggunaan akhir, barang ini adalah bagian dari "penjualan albe dan dihitung dalam GDP Pengeluaran rumah baru dan bangunan apartemen membena Investasi perumahan. Komponen Ketiga investasi swasta bruto, perubahan persediaan bisnis, adalali jumlah perubalian persediaan perusahaan selama suatu periode. Persed bisnis bisa dipandang sebagai barang yang diproduksi oleh perusahaan saat ini ti dimaksudkan untuk dijual kemudian. Pada tahun 2004, investasi swasta bruto meliput persen dari GDP. Dari jumlah ini, 10.2 persen adalah investas! nonperumahan, 5.7 pe adalah investasi perumahan, dan 0,5 persen adalah perubahan persediaan bisnis. Ingat bahwa GDP bukanlah nilai pasar penjualan akhir total selama suatu periode GDP adalah nilai pasar produksi total. Hubungan antara produksi total dan penjualan al adalah:

GDP = penjualan akhir + perubahan persediaan bisnis

Produksi total (GDP) sama dengan penjualan akhir barang dalam negeri plus perubahan

persediaan bisnis.

Ø  PENDEKATAN PENDAPATAN

Sekarang kita beralih ke perhitungan GDP dengan menggunakan pendekatan pendapatan, yang melihat GDP dalam hal siapa yang menerimanya sebagai pendapatan, bukan siapa yang membelinya Kita memulainya dengan konsep pendapatan nasional, yang didefinisikan di Tabel 193. Pendapatan nasional adalah jumlah delapan butir pendapatan. Kompensasi karyawan, yang terbesar dari delapan butir tersebut meliputi upah dan gaji yang dibayarkan pada rumah tangga oleh perusahaan dan pemerintah, serta berbagai tambahan atas upah dan gaji perti kontribusi yang dilakukan perusahaan atas dana pensiun pribadi dan asuransi sosial, Pendapatan perusahaan perseorangan adalah pendapatan bisnis yang tidak berbentuk perioan. Pendapatan sewa, suatu butir minor, adalah pendapatan yang diterima oleh pemilik properti dalam bentuk sewa Laba perseroan terbatas.

            Pendapatan individu adalah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga sebelum membayar pajak pendapatan individu. Jumlah pendapatan yang siap dibelanjakan atau ditabung oleh rumah tangga disebut pendapatan siap konsumsi (disposable personal income), atau pendapatan setelah pajak. Jumlahnya sama dengan pendapatan individu dikurangi pajak individu. Karena pendapatan individu siap konsumsi adalah jumlah pendapatan yang bisa dibelanjakan atau ditabungkan oleh rumah tangga, konsep ini merupakan konsep pendapatan yang penting. Terdapat tiga kategori belanja : (1) pengeluaran konsumsi individu, (2) pembayaran bunga individu, (3) pembayaran transfer yang dilakukan oleh rumah tangga. Jumlah pendapatan individu siap konsumsi yang tersisa setelah belanja individu total adalah tabungan individu. Jika pendapatan siap konsumsi anda tiap bulan adalah $500 dan anda membelanjakan $450, anda memiliki sisa $50 pada akhir bulan. Tabungan individu anda adalah $50 pada bulan itu. Tingkat tabungan individu anda bisa negatif : Jika anda menghasilkan $500 dan membelanjakan $600 selama bulan itu, anda telah mengalami dissave $100. Untuk membelanjakan $100 lebih banyak dari penghasilan anda, anda harus meminjam $100 dari seseorang, menarik $100 dari rekening tabungan, atau menjual aset yang anda miliki. Tingkat tabungan individu adalah persentase pendapatan personal siap konsumsi yang ditabungkan, suatu indikator penting perilaku rumah tangga. Tingkat tabungan yang rendah berarti rumah tangga membelanjakan sejumlah besar pendapatannya. Tingkat tabungan yang tinggi berarti rumah tangga berhati-hati dalam belanjanya .

Ø  GDP NOMINAL VS RIIL

Dalam banyak penerapan ilmu ekonomi makro, GDP nominal bukanlah ukuran produksi yang sangat disukai. Mengapa? Asumsikan hanya ada satu barang katakanlah pizza. Pada tiap tahun 1 dan 2, 100 unit (potong) pizza dihasilkan. Oleh sebab itu, produksi tetap sama pada tahun I dan tahun 2. Anggaplah harga pizza meningkat dari $1.00 per potong pada tahun I menjadi $1.10 per potong pada tahun 2. GDP nominal pada tahun  1 adalah $100 (100 unit x $1.00 per unit), dan GDP nominal pada tahun 2 adalah $110 (100 unit x $1,10 per unit). GDP nominal meningkat sebesar $10, meskipun tidak ada lebih banyak potongan pizza yang dihasilkan. Jika kita menggunakan GDP nominal untuk mengukur pertumbuhan, kita bisa keliru mengganggap bahwa produksi tumbuh, padahal yang terjadi hanyalah peningkatan tingkat harga (inflasi). Jika hanya ada satu barang dalam perekonomian contohnya pizza akan mudah mengukur dan membandingkan nilai satu tahun dengan tahun lain. Kita akan menambahkan semua potong pizza yang diproduksi tiap tahun. Dalam contoh, produksi  adalah 100 pada tahun kedua. Jika jumlah pizza meningkat menjadi 105 pada tahun 2 kita akan mengatakan produksi meningkat sebesar 5 potong antara tahun 1 dan tahun 2, yang merupakan peningkatan 5 persen. Sayangnya, ada lebih dari satu barang dalam perekonomian.

Ø  MENGHITUNG GDP RIIL

GDP nominal yang disesuaikan dengan perubahan harga disebut GDP riii. Semua persoalan utama yang terlibat dalam menghitung GDP riil bisa dibahas dengan menggunakan perekonomian tiga barang sederhana dan kurun waktu 2 tahun.

Ø  MENGHITUNG GDP DEFLATOR

Sekarang kita beralih dari GDP rill, suatu ukuran kuantitas, menuju GDP deflator, suatu ukuran harga. Salah satu tujuan para pengambil kebijakan adalah mempertahankan perubahan dalam semua tingkat harga keseluruhan tetap kecil. Karena alasan ini, pengambil kebijakan tidak hanya memerlukan ukuran yang baik tentang bagaimana output riil berubah, tapi juga ukuran yang baik tentang bagaimana tingkat harga keseluruhan berubah. GDP deflator adalah ukuran tingkat harga keseluruhan.

Ø  MASALAH BOBOT TETAP

Untuk memahami alasan BEA beralih ke prosedur baru, pertimbangkanlah sejumlah masalah dalam penggunaan bobot harga tetap untuk menghitung GDP ril. Pertama, bobot harga 1987, bobot harga terakhir yang digunakan BEA sebelum mengganti prosedur, cenderung kurang akurat untuk, katakanlah kurun 1950-an. Banyak perubahan struktural telah terjadi dalam perekonomian AS pada 40 hingga 50 tahun terakhir, dan sepertinya tidak mungkin bahwa harga tahun 1987 adalah bobot yang baik untuk digunakan pada kurun 1950-an. Masalah lain adalah bahwa penggunaan bobot harga tetap tidak memperhitungkan tanggapan dalam perekonomian terhadap pergeseran penawaran. Katakanlah cuaca yang buruk menyebabkan produksi jeruk vang lebih rendah pada tahun 2. Dalam diagram permintaan dan penawaran jeruk, hal ini berhubungan dengan pergeseran kurva penawaran ke kiri, yang menyebabkan peningkatan harga jeruk dan penurunan kuantitas yang diminta. Sewaktu konsumen bergerak naik pada kurva permintaan, mereka mengganti jeruk. Jika kemajuan teknologi pada tahun 2 menghasilkan cara yang lebih murah untuk memproduksi komputer, hasilnya adalah pergeseran kurva penawaran komputer ke kanan. yang menyebabkan penurunan harga komputer dan peningkatan kuantitas yang diminta. Konsumen beralih ke komputer. (Anda seharusnya bisa menggambarkan diagram penawaran dan permintaan untuk kedua kasus ini.)

Ø  GDP DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

Jika tingkat kejahatan turun, masyarakat akan lebih baik, tapi penurunan kejahatan bukanlah peningkatan output dan tidak tercermin dalam GDP. Ini juga bukan peningkatan waktu luang Tapi, besarnya keinginan rumah tangga akan waktu luang ekstra (alih-alih terpaksa memiliki waktu luang karena kurangnya lapangan pekerjaan dalam perekonomian), peningkatan waktu luang juga berarti peningkatan kesejahteraan sosial. Lagipula, beberapa peningkatan dalam kesejahteraan sosial berhubungan dengan penurunan GDP. Peningkatan waktu luang selama waktu penggunaan tenaga kerja penuh (full employment), misalnya, menyebabkan penurunan GDP karena lebih sedikit waktu yang digunakan untuk memproduksi output. Sebagian besar aktivitas nonpasar dan rumah tangga, seperti pekerjaan rumah dan mengasuh anak, tidak dihitung dalam GDP, meskipun memperlihatkan produksi rill. Akin tetapi, jika saya memutuskan untuk mengirim anak saya ke tempat penitipan anak at mempekerjakan seseorang untuk membersihkan rumah saya atau menyetir mobil untuk saya, GDP akan meningkat. Gaji staf penitipan anak, petugas bersih-bersih, dan sopir, dihitung dalam GDP, tapi waktu yang saya habiskan untuk melakukan hal tersebut sendiri tidak dihitung. Perubahan kecil pengaturan kelembagaan, meskipun tidak ada produksi output yang lebih banyak, bisa memperlihatkan perubahan dalam GDP. agipula, GDP jarang mencerminkan kerugian atau penyakit sosial.

Aturan akuntansi GDP tidak menyesuaikan produksi yang mencemari lingkungan. Semakin besar produksi, semakin besar pula GDP, terlepas dari berapa banyak polusi yang dihasilkan. GDP juga tidak ada kaitannya dengan distribusi output bagi para individu dalam masyarakat. GDP tidak membedakan, misalnya, kasus di mana sebagian besar output sampai ke tangan sedikit orang dengan kasus di mana output dibagi merata dalam masyarakat. Kita tidak bisa menggunakan GDP untuk mengukur efek kebijakan redistribusi (yang mengambil pendapatan beberapa orang dan memberikannya kepada orang lain).

Ø  PEREKONOMIAN BAWAH TANAH

Banyak transaksi yang hilang dalam perhitungan GDP, meskipun pada prinsipnya seharusnya dihitung. Sebagian besar transaksi ilegal hilang kecuali jika dicuci menjadi bisnis yang sah. Pendapatan yang dihasilkan tapi tidak dilaporkan sebagai pendapatan untuk tujuan pajak hiasanya hilang, meskipun beberapa penyesuaian dilakukan dalam perhitungan GDP untuk memperhitungkan pendapatan yang tak dilaporkan. Bagian perekonomian yang seharusnya dihitung dalam GDP tapi tidak dihitung kadangkala disebut dengan perekonomian bawah tanah. Penghindaran pajak biasanya dipandang sebagai insentif utama bagi orang untuk berpartisipasi dalam perekonomian bawah tanah. Penelitian menunjukkan bahwa ukuran perekonomian bawah tanah AS yang meliputi dari 5 persen hingga 30 persen dari GDP, bisa disejajarkan dengan ukuran perekonomian bawah tanah di sebagian besar negara Eropa dan mungkin jauh lebih kecil dibandingkan ukuran perekonomian bawah tanah di negara-negara Eropa Timur. Estimasi perekonomian bawah tanah Italia berkisar dari 10 persen hingga 35 persen dari GDP Italia. Pada ujung terendah skala ini, estimasi untuk Swiss meliputi 3 persen hingga 5 persen. Mengapa kita harus peduli dengan perekonomian bawah tanah? Jika kita melihat GDP hanya mencerminkan bagian aktivitas ekonomi, bukan ukuran lengkap tentang produksi perekonomian, GDP akan menyesatkan. Tingkat pengangguran, misalnya, mungkin lebih rendah yang diukur secara resmi jika ada orang yang bekerja dalam per- ekonomian bawah tanah tapi tidak melaporkan fakta ini pada pemerintah. Juga, jika ukuran perekonomian bawah tanah beragam di antara negara-seperti kenyataannya kita bisa keliru ketika membandingkan GDP antarnegara. Sebagai contoh, GDP Italia akan jauh lebih tinggi jika kita mempertimbangkan sektor bawah tanah sebagai bagian perekonomian, sedangkan GDP Swiss akan berubah sangat sedikit.

Ø  PENDAPATAN NASIONAL BRUTO PER KAPITA

Melakukan perbandingan antarnegara sulit halnya karena perbandingan seperti ini perlu dilakukan dengan mata uang tunggal, umumnya dalam dolar AS. Mengubah angka GNP Jepang menjadi dolar memerlukan konversi dari yen menjadi dolar. Karena tingkat kurs bisa berubah sangat dramatis dalam periode waktu yang pendek, konversi seperti ini sulit dilakukan. Baru-baru ini Bank Dunia menggunakan sistem pengukuran baru untuk perbandingan internasional. Konsep pendapatan nasional bruto (GNI, gross national income) adalah GNP yang dikonversi ke dalam dolar dengan menggunakan rata-rata tingkat kurs mata uang selama beberapa tahun yang disesuaikan dengan tingkat inflasi.

 

 

Ø  MASALAH JANGKA PANJANG DAN JANGKA PENDEK: PERTUMBUHAN, PRODUKTIFITAS, PENGANGGURAN DAN INFLASI

Perekonomian yang ideal adalah perekonomian yang di dalamnya terdapat pertumbuhan output yang cepat per pekerja, pengangguran rendah, dan inflasi rendah. Dalam situasi ini, para pengambil kebijakan ekonomi pemerintah bisa tidur nyenyak di malam hari. Sayangnya, perekonomian tidak selalu berada dalam kondisi ideal ini. Ada saat-saat pertumbuhan rendah, pengangguran tinggi, dan inflasi tinggi. Bagian kunci dari ilmu ekonomi makro adalah mempertimbangkan apa yang menentukan output, pengangguran, dan inflasi.  Pertumbuhan output adalah tingkat pertumbuhan output di seluruh perekonomian. Pertumbuhan output per kapita adalah tingkat pertumbuhan output per orang dalam perekonomian. Jika populasi di suatu negara tumbuh dengan tingkat yang sama dengan output, maka output per kapita tidaklah tumbuh: Pertumbuhan output hanyalah sejalan dengan pertumbuhan populasi. Tidak semua orang dalam suatu negara bekerja, sehingga, output per pekerja tidak sama dengan output per orang. Output per pekerja lebih besar daripada output per orang, dan disebut dengan produktivitas. Oleh sebab itu, pertumbuhan produktivitas adalah tingkat pertumbuhan output per pekerja. Jika kita menggunakan output per kapita suatu negara sebagai ukuran kesejahteraan ekonomi negara itu, maka tingkat pertumbuhan output yang cepat tidak dengan sendirinya memperbaiki kesejahteraan individu

Ø  


Ø  MENDEFINISIKAN DAN MENGUKUR PENGANGGURAN

Gejala resesi yang paling sering dibahas adalah pengangguran. Pada September 1982, tingkat pengangguran Amerika Serikat berada di atas 10 persen untuk kali pertama sejak 1930an. Meskipun pengangguran dibahas luas, sebagian besar orang tidak sadar makna stating pengangguran atau dari mana asalnya. Di AS, statistik pengangguran yang dirilis ke pers pada Jumat pertama tiap bulan didasarkan pada survei rumah tangga yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS Bureau of Labor Statistics), suatu cabang Departemen Tenaga Kerja AS. Tiap bulan BLS mengambil sampel 65.000 rumah tangga dan melakukan wawancara dengan sekitar 2.500 dari mereka. Tiap rumah tangga yang diwawancarai menjawab pertanyaan menyangkut aktivitas kerja anggota rumah tangga berusia 16 tahun atau lebih selama minggu kalender pada tanggal 12 bulan yang bersangkutan. (Survei dilakukan seminggu setelah minggu tanggal 12 bulan itu). Jika anggota rumah tangga berusia 16 tahun atau lebih bekerja 1 jam atau lebih sebagai karyawan yang dibayar, baik untuk seseorang lain atau pada bisnis atau ladang sendiri, a dikelompokkan sebagai pekerja. Anggota rumah tangga juga dianggap bekerja jika bekeru 15 jam atau lebih tanpa bayaran pada perusahaan keluarga. Akhirnya, anggota rumah tangga dihitung bekerja jika ia mendapatkan pekerjaan, tapi ia absen sementara karena sakit, cuaca buruk, libur, perselisihan tenaga kerja-manajemen, atau alasan pribadi, terlepas apakah is dibayar atau tidak. Orang yang tidak bekerja terbagi atas dua kategori: (1) menganggur atau (2) bukan angkatan kerja. Untuk dianggap menganggur, seseorang harus siap bekerja dan melakukan upaya tertentu untuk mendapatkan pekerjaan selama  4 minggu sebelumnya. Seseorang yang tidak mencari kerja, karena ia tidak ingin bekerja atau sudah menyerah mencari kerja, dikelompokkan sebagai bukan angkatan kerja. Orang yang bukan angkatan kerja meliputi mahasiswa full-time, pensiunan, individu dalam lembaga (misalnya narapidana dalam penjara), dan orang yang diam di rumah untuk mengasuh anak atau orang tua lanjut usia. Angkatan kerja total dalam perekonomian adalah jumlah orang yang bekerja plus jumlah orang yang menganggur:

Angkatan kerja = bekerja + menganggur

Total populasi berusia 16 tahun atau lebih sama dengan jumlah angkatan kerja plus jumlah yang bukan angkatan kerja.

Populasi = angkatan kerja + bukan angkatan kerja

Dengan jumlah ini beberapa rasio bisa dihitung. Tingkat pengangguran adalah rasio jumlah orang menganggur terhadap jumlah total orang dalam angkatan kerja.

Ø  PENGANGGURAN FRIKSIONAL DAN STRUKTURAL

Ketika BLS melakukan survei tentang aktivitas pekerjaan selama minggu yang meliputi tanggal 12 tiap bulan, BLS mewawancarai banyak orang yang terlibat dalam pencarian kerja secara normal. Sebagian di antaranya memasuki lapangan kerja atau berganti pekerjaan. Pengangguran ini bersifat alami dan bermanfaat bagi perekonomian. Sebagian pengangguran yang terjadi karena mekanisme normal pasar tenaga kerja disebut pengangguran friksional. Tingkat pengangguran friksional tidak pernah sama dengan nol. Tapi tingkat ini mungkin berubah dari waktu ke waktu. Sewaktu pekerjaan menjadi lebih terdiferensiasi dan jumlah keahlian yang diperlukan meningkat, penyesuaian keahlian dan pekerjaan menjadi lebih kompleks, dan tingkat pengangguran friksional bisa naik. Konsep pengangguran friksional agak abstrak karena sulit diketahui arti dari "mekanisme normal pasar tenaga kerja". Struktur industri perekonomian AS terus berubah. Manufaktur, misalnya, menghasilkan sebagian pangsa lapangan kerja total terhadap jasa dan terhadap keuangan, asuransi, dan real estate. Dalam sektor manufaktur, industri baja dan tekstil telah terkontraksi tajam, sedangkan sektor teknologi tinggi, seperti komponen elektronik, mengalami ekspansi. Meskipun pengangguran yang muncul dari pergeseran struktural bisa dikelompokkan sebagai friksional, biasanya pengangguran ini disebut dengan pengangguran struktural. Istilah pengangguran friksional digunakan untuk menunjukkan masalah penyesuaian kerja/ keahlian jangka pendek, masalah yang berakhir dalam beberapa minggu. Pengangguran struktural menunjukkan masalah penyesuaian jangka panjang-masalah yang cenderung berlanjut hingga bertahun-tahun. Meskipun pengangguran struktural adalah bagian dalam perekonomian dinamis, hal ini menyakitkan bagi pekerja yang mengalaminya. Dalam beberapa hal, orang yang kehilangan pekerjaan karena keahlian mereka telah ketinggalan saman adalah orang yang menderita paling parah. Fakta bahwa pengangguran struktural itu alamiah dan tak terelakkan tidak berarti bahwa hal ini tidak menimbulkan biaya bagi masyarakat. Para ekonom kadang-kadang menggunakan istilah tingkat pengangguran alamiah untuk menyebutkan pengangguran yang terjadi sebagai bagian normal berfungsinya perekonomian. Konsep ini juga agak samar, karena alamiah bukanlah kata yang persis.

Mungkin paling baik menganggap tingkat alamiah sebagai jumlah tingkat friksional dan tingkat struktural. Estimasi tingkat alamiah berkisar antara dari 4 persen hingga 6 persen.

Ø  

Ø  KONSEKUENSI SOSIAL

Biaya resesi dan depresi tidak pernah didistribusikan merata pada populasi dan tidak pula mudah dihitung Konsekuensi sosial Depresi tahun 1930-an mungkin paling sulit dipahami. Sebagian besar orang yang hidup saat ini tidak mengalami Depresi Besar dan hanya bisa membacanya di buku atau mendengar kisahnya dari orang tua dan kakek/neneknya. Hanya sedikit orang berhasil melalui periode ini tanpa mengalami kesulitan. Pada tingkat paling bawah adalah orang miskin dan orang yang sepenuhnya menganggur, sekitar 25 persen dari angkatan kerja. Bahkan orang yang bisa mempertahankan pekerjaannya pun terpaksa bekerja paruh waktu. Banyak orang kehilangan semua atau sebagian tabungan mereka sewaktu pasar modal ambruk dan ribuan bank dilikuidasi.

Ø  MENDEFINISIKAN INFLASI

Inflasi adalah peningkatan tingkat harga keseluruhan. Inflasi terjadi ketika banyak harga naik secara serentak. Kita mengukur inflasi dengan melihat jumlah barang dan jasa yang besar serta menghitung peningkatan rata-rata harganya selama beberapa periode waktu. Deflasi adalah penurunan tingkat harga keseluruhan. Deflasi terjadi ketika banyak harga turun secara serentak. Akan bermanfaat membedakan peningkatan satu kali dalam tingkat harga keseluruhan dengan peningkatan dalam tingkat harga keseluruhan yang berlanjut dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, tingkat harga keseluruhan bisa naik 10 persen pada satu bulan saja dan berhenti naik, atau bisa naik bertahap selama beberapa tahun. Para ekonom sering menggunakan istilah inflasi untuk mengacu hanya pada peningkatan tingkat harga yang berlanjut selama beberapa periode signifikan. Kita akan menyebut periode seperti ini sebagai periode inflasi berlanjut.

Ø  INDEKS HARGA

Indeks harga digunakan untuk mengukur tingkat harga keseluruhan. Kita membahas bagai- mana indeks dibentuk pada bab sebelumnya. Indeks harga yang relevan dengan semua barang dan jasa dalam perekonomian disebut sebagai GDP deflator Seperti kita lihat pada Bab 19.

 Biro Analisis Ekonomi (BEA, Bureau of Economic Analysis) tidak menggunakan bobo tetap untuk menyusun GDP deflator. Banyak indeks harga lain yang disusun dengan menggunakan bobot tetap. Indeks harga lainnya yang populer adalah indeks harga produsen (PPI, producer price index), yang dulu disebut indeks harga perdagangan besar (wholesale price mdex) Indeks ini adalah indeks harga yang diterima produsen untuk produk pada semua tahap produksi, tidak hanya pada tahap akhir. Indeks ini dihitung terpisah pada berbagai tahap proses produksi Tiga kategori utama adalah barang jadi, baban perantara, dan bahan mentah, meskipun ada subkategori dalam masing-masing kategori ini.

Ø  BIAYA INFLASI

Pendapatan orang dari upah dan gaji, laba, bunga, dan sewa meningkat selama inflasi. Tingkat upah adalah harga tenaga kerja, sewa adalah harga tanah, dan seterusnya. Selama inflasi, sebagian besar harga-termasuk harga input-cenderung naik bersamaan, dan harga input menentukan pendapatan pekerja maupun pendapatan pemilik modal dan tanah

Ø  INFLASI MENGUBAH DISTRIBUSI PENDAPATAN

Kelompok yang paling sering disebut ketika dampak inflasi dibahas adalah orang yang hidup dengan pendapatan tetap. Jika pendapatan Anda tetap dan harga naik, kemampuan Anda untuk membeli barang dan jasa turun secara proporsional

Ø  BIAYA ADMINISTRASI DAN INEFIENSI

Ada beberapa biaya yang berhubungan bahkan dengan antisipasi inflasi. Salah satunya adalah biaya administratif yang mengikuti kenaikan harga. Selama inflasi cepat di Israel pada awal 1980-an, jalur sibuk telepon dirancang untuk menyediakan indeks harga per jam. Pemilik toko harus merekalkulasi dan membukukan kembali harga sesering mungkin, dan ini memakan banyak waktu. Transaksi perbankan yang lebih sering mungkin diperlukan. Sebagai contoh, tingkat bunga cenderung naik bersama inflasi yang diantisipasi. Ketika tingkat bunga tinggi, biaya peluang memegang kas di luar bank tinggi. Karena itu orang memegang kas lebih sedikit dan perlu pergi ke bank lebih sering (Kita akan membahas efek ini dengan lebih terperinci pada bagian berikutnya.) Selain itu, jika orang-orang tidak punya informasi lengkap, atau jika mereka tidak memahami apa yang terjadi pada harga secara umum, mereka mungkin melakukan kekeliruan dalam kesepakatan bisnis mereka. Kekeliruan ini bisa menyebabkan misalokasi sumber daya.

Ø  MENINGKATNYA RISIKO DAN MAKIN LAMBATNYA PERTUMBUHAN EKONOMI

Ketika inflasi yang tak terantisipasi terjadi secara teratur, tingkat risiko yang berkaitan dengan investasi dalam perekonomian meningkat. Peningkatan ketidakpastian mungkin membuat investor enggan berinvestasi dalam modal dan ragu melakukan komitmen investasi jangka panjang. Karena tingkat investasi turun, prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang berkurang

Ø  INFLASI : MUSUH MASYARAKAT NOMOR SATU?

Para ekonom telah memperdebatkan seriusnya biaya inflasi selama berpuluh-puluh tahun. Seseorang di antara mereka, Alan Blinder berkata, "Inflasi, seperti para remaja, tidak dipahami dengan semestinya, dan pemahaman yang tak semestinya ini menyebabkan pentingnya inflasi secara politis terlalu dibesar-besarkan seolah-olah inflasi sangat penting bagi perekonomian." Ahli lain, seperti Phillip Cagan dan Robert Lipsey, berpendapat, "Pernah diduga bahwa perekonomian pada akhirnya akan melakukan semua penyesuaian yang diperlukan terhadap inflasi], tapi, banyak di antaranya terbukti sangat sulit. Untuk pasar dan lembaga keuangan, efek inflasi sangatlah mencemaskan." Tidak peduli berapa besar biaya ekonomi riil dari inflasi, orang tidak menyukainya. Inflasi membuat kita tidak tenang dan tidak senang. Pada tahun 1974, Presiden Ford mengungkapkan ketidaknyamanan ini ketika ia berkata. "Inflasi kita, musuh masyarakat nomor satu, jika tidak diberantas akan menghancurkan negara kita, rumah kita, kemerdekaan kita, hak milik kita, dan akhirnya kebanggaan nasional kita. Layaknya musuh bersenjata lengkap pada masa perang." Dengan keyakinan ini, para pemimpin terpilih AS dengan gencar mengejar kebijakan yang dirancang untuk menghentikan inflasi. Hal ini membawa kita ke awal. Jika, seperti dikatakan sebelumnya, resesi tahun 1974 hingga 1975 dan resi tahun 1980 hingga 1982 adalah harga yang harus kita bayarkan untuk menghentikan inflasi. menghentikan inflasi itu mahal biayanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran