PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
Tiga masalah yang di cakup oleh ilmu ekonomi makro adalah
1. Inflasi, Pertumbuhan output, Pengangguran
Para
pengambil kebijakan pemerintah menginginkan inflasi yang rendah, pertumbuhan
output yang tinggi, dan pengangguran yang rendah. Mereka mungkin tidak mampu
mencapai tujuan-tujuan ini, tapi tujuan itu sendiri jelas adanya.
Ø INFLASI DAN DEFLASI
Inflasi
adalah peningkatan tingkat harga secara keseluruhan. Mempertahankan inflasi
tetap rendah telah lama menjadi tujuan kebijakan pemerintah. Yang menjadi
masalah utama adalah hiperinflasi,
atau periode peningkatan yang sangat cepat dalam tingkat harga secara
keseluruhan.
Ø PERTUMBUHAN OUTPUT:
JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Alih-alih
tumbuh dengan tingkat merata sepanjang waktu, perekonomian cenderung menga ni
fluktuasi kinerja jangka pendek. Nama teknis untuk fluktuasi ini adalah siklus
bisnis. Ukuran utama tentang bagaimana perekonomian dilakukan adalah output
agregat, kuantitas total barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian
pada suatu periode tertentu. Ketika yang diproduksi lebih sedikit (dengan kata
lain, ketika output agregat menurun), barang dan jasa yang beredar lebih
sedikit, dan standar hidup rata-rata menurun. Ketika banyak perusahaan memotong
produksi, mereka memberhentikan pekerja, yang menaikkan tingkat pengangguran.
Resesi adalah
periode ketika output agregat turun. Istilah konvensional menyebut penurunan
ekonomi sebagai "resesi" ketika penurunan output agregat terjadi
selama dua kuartal berturut-turut. Resesi yang berkelanjutan dan mendalam
disebut depresi, meskipun para
ekonom tidak sepakat tentang kapan resesi menjadi depresi. Selama awal abad
kedua puluh. Amerika Serikat mengalami satu depresi Iselama tahun 1930-an),
tiga resesi hebat (1946, 1974-1975, dan 1980-1982), dan sejumlah resesi yang
lebih pendek dan kurang parah (1954, 1958, 1990-1991, dan 2001). Negara lain
juga mengalami resesi pada abad kedua. puluh, beberapa kira-kira berbarengan
dengan resesi AS dan beberapa tidak
Ø PENGANGGURAN
Pengumuman
statistik jumlah pengangguran baru tiap bulan dicermati dengan animo besar oleh
para ekonom, politikus, dan pengambil kebijakan. Meskipun para ekonom makro
tertarik mempelajari mengapa tingkat pengangguran meningkat atau menurun selama
periode tertentu, mereka juga mencoba menjawab pertanyaan yang lebih mendasar:
Mengapa pengangguran terjadi? Kita tidak mengharapkan nga pengangguran nol.
Beberapa perusahaan bisa saja bangkrut karena persaingan, manajemen yang buruk,
atau ketidakberuntungan. Karyawan dari perusahaan yang bangkrut mumnya tidak
segera mendapatkan pekerjaan baru, dan selama mereka mencari pekerjaan. mereka
masih menganggur. luga, pekerja yang memasuki pasar tenaga kerja untuk pertama
a mungkin memerlukan beberapa minggu, atau beberapa bulan, untuk mendapatkan
pekerjaan.
Ø PEMERITAH DALAM EKONOMI
MAKRO
Kebanyakan
pembahasan kita tentang ilmu ekonomi makro berkenaan dengan peran potensial
pemerintah dalam mempengaruhi perekonomian. Ada tiga jenis kebijakan yang telah
digunakan oleh pemerintah untuk mempengaruhi ekonomi makro:
1. Kebijakan fiskal
2.
Kebijakan moneter
3.
Kebijakan pertumbuhan atau sisi penawaran
Ø KEBIJAKAN FISKAL
Salah
satu cara yang digunakan oleh pemerintah federal AS untuk mempengaruhi per-
konomian adalah melalui keputusan perpajakan dan pengeluaran (belanja), atau
kebijakan fiakat Pemerintah federal mengumpulkan pajak dari rumah tangga dan
perusahaan lalu membelanjakan dana ini untuk membeli peluru kendali, membangun
taman, membayar Jaminan Sosial, hingga
membangun jalan raya lintas negara bagian. Ukuran (magnitude) komposisi pajak
dan pengeluaran ini memiliki efek besar atas perekonomian. Salah satu gagasan
utama Keynes pada kurun 1930-an adalah bahwa
kebijakan fiskal bisa dan seharusny digunakan untuk menstabilkan tingkat
output dan tingkat pengangguran. Secara spesifik, Keynes percaya bahwa
pemerintah seharusnya memotong pajak dan/atau theningkatkan belanja-yang
disebut kebijakan fiskal ekspansif untuk mengeluarkan Perekonomian dari
kemandekan. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa pemerintah seharusnya meningkatkan
pajak dan/atau memotong belanja-disebut kebijakan fiskal kontraktif untuk
membawa perekonomian keluar dari inflasi.
Ø KEBIJAKAN MONETER
Pajak
dan belanja bukanlah satu-satunya variabel yang dikendalikan oleh pemerintah,
Federal Reserve, bank sentral AS (seperti Bank Indonesia, bank sentral
Indonesia), menentukan kuantitas uang dalam perekonomian. Efek dan peran
kebijakan moneter yang tepat menjadi pokok bahasan yang paling sering
diperdebatkan dalam ilmu ekonomi make Sebagian besar ekonom sepakat bahwa
kuantitas uang yang ditawarkan mempengaruhi tingkat output, tingkat bunga dan
tingkat pengangguran, dan tingkat harga keseluruharu Kontroversi utama muncul
menyangkut cara kebijakan moneter memanifestasikan dirinya atau persisnya,
seberapa besar efek yang ditimbulkannya
Ø KEBIJAKAN PERTUMBUHAN
Banyak
ekonom meragukan keakuratan pemerintah meregulasi siklus bisnis jika hanya
menggunakan kebijakan moneter dan fiskal. Mereka berpendapat bahwa fokus
kebijakan pem ntah seharusnya adalah mendorong penawaran agregat-mendorong
pertumbuhan potensial output dan pendapatan agregat. Serangkaian kebijakan
ditujukan untuk memacu tingkat pertumbuhan. Banyak di antaranya ditargetkan
pada pasar tertentu dan dibahas luas dalam ilmu ekonomi mikro. Salah satu
kekhawatiran ekonom makro adalah bahwa pinjaman pemerintah untuk mendanai
kelebihan belanja atas pengumpulan pajak ("defisit") akan
menghapuskan tabungan yang semestinya dialirkan ke bisnis untuk digunakan pada
investasi modal. Fokus lain kebijakan pemerintah yang propertumbuhan adalah
sistem pajak. Tujuan utama reformasi pajak tahun 1981 dan 1986 adalah
meningkatkan insentif bekerja, menabung, dan berinvestasi dengan menurunkan
tingkat pajak. Selain itu. Akta Pemulihan Wajib Pajak (Taxpayer Relief Act)
tahun 1997 meliputi sejumlah aturan propertumbuhan. Tipe kebijakan ini kadang
disebut sebagai kebijakan sisi penawaran (supply-side policies).
Ø KOMPONEN EKONOMI MAKRO
Ilmu
ekonomakro berfokus pada empat kelompok:
(1)
rumah tangga dan
(2) perusahaan, yang bersama-sama membentuk
sektor swasta,
(3)
pemerintah (sektor publik), dan
(4)
negara lain di dunia (sektor internasional).
Keempat
kelompok ini berinteraksi dengan beragam cara, banyak yang melibatkan
penerimaan atau pembayaran pendapatan.
Ø DIAGRAM ALIRAN MELINGKAR
Cara
yang bermanfaat untuk melihat interaksi ekonomi antara keempat sektor dalam
perekonomian ini adalah diagram aliran melingkar, yang memperlihatkan
pendapatan yang diterima dan pembayaran yang dilakukan oleh masing-masing
sektor. Diagram aliran melingkar sederhana.
Ø TIGA ARENA PASAR
Cara
lain melihat bagaimana rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan negara lain di
dunia berhubungan satu sama lain adalah dengan membahas pasar tempat mereka
berinteraksi.Tiga arena pasar itu adalah:
1.
Pasar barang dan jasa
2.
Pasar tenaga kerja
3.
Pasar uang (finansial/keuangan)
Pasar Barang dan Jasa
Rumah tangga dan pemerintah membeli barang dan jasa dari perusahaan dalam pasar
barang dan jasa. Dalam pasar ini, perusahaan juga membeli barang dan jasa satu
sama lain. Seba contoh. Levi Strauss membeli kain denim dari perusahaan lain
untuk membuat blue jeans, Selain itu, perusahaan membeli barang modal dari
perusahaan lain. lika General Motors memerlukan robot baru di lini
perakitannya. perusahaan ini mungkin membeli dari perusahaan lain: tidak
membuatnya sendiri. Perusahaan menawarkan pada pasar barang dan jasa. Rumah
tangga, pemerintah, dan perusahaan melakukan permintaan dari pasar ini. Akhirnya,
negara lain di dunia membeli maupun menjual pada pasar barang dan jasa. Amerika
Serikat mengimpor mobil, DVD, minyak, dan barang lain bernilai ratusan miliar
dolar. Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengekspor komputer, pesawat, dan
barang pertanian bernilai ratusan miliar dolar.
Pasar Tenaga Kerja
Interaksi dalam pasar tenaga kerja terjadi ketika perusahaan dan pemerintah
membeli tenaga kerja dari rumah tangga. Dalam pasar ini, rumah tangga
menawarkan tenaga kerja, dan perusahaan serta pemerintah meminta tenaga kerja.
Dalam perekonomian AS, perusahaan adalah peminta tenaga kerja terbesar,
meskipun pemerintah juga "majikan" yang besar. Penawaran total tenaga
kerja dalam perekonomian bergantung Pada jumlah keputusan yang diambil oleh rumah
tangga. Individu harus memutuskan apa akan memasuki lapangan kerja (apakah
juga akan mencari pekerjaan) dan berapa lama akan bekerja.Tenaga kerja juga
ditawarkan pada, dan diminta dari, negara lain di dunia. Pada tahun- tahun
belakangan, pasar tenaga kerja menjadi pasar internasional. Sebagai contoh,
para Petani sayur dan buah di California akan kesulitan membawa produk mereka
ke pasar jika bukan karena pekerja tani migran dari Meksiko. Selama
bertahun-tahun, Turki memasok Jerman dengan "pekerja tamu yang bersedia melakukan
pekerjaan yang dibayar rendah; pekerjaan yang dihindari oleh pekerja Jerman
lebih kaya.
Pasar Uang
Dalam pasar uang-kadang-kadang disebut pasar finansial (pasar ke uangan)-rumah
tangga membeli saham dan obligasi dari perusahaan. Rumah tangga menawarkan dana
pada pasar ini dengan harapan menghasilkan pendapatan dalam bentuk dividen atas
saham dan bunga atas obligasi. Rumah tangga juga meminta (meminjam) dana dari
pasar ini untuk mendanai berbagai pembelian mereka. Perusahaan meminjam untuk
membangun fasilitas baru dengan harapan mendapatkan penghasilan lebih besar
pada masa depan. Pemerintah meminjam dengan menerbitkan obligasi. Negara lain
di dunia bisa meminjam atau meminjamkan pada pasar uang; setiap pagi ada
laporan di TV dan radio tentang pasar saham lepang dan Inggris. Kebanyakan
pinjam-meminjam yang dilakukan oleh rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan
sektor internasional dikoordinasikan oleh lembaga finansial-bank komersial,
asosiasi tabungan dan pinjaman, perusaham asuransi, dan semacamnya. Lembaga ini
mendapatkan simpanan dari satu kelompok dan meminjamkannya pada yang lain.
Ø METODOLOGI ILMU EKONOMI
MAKRO
Ekonom
makro bangun model berdasarkan pada teori, dan menguji model mereka dengan
menggunakan data. Karena alasan ini, metodologi ilmu ekonomi makro mirip dengan
metodologi ilmu ekonomi mikro.
Ø HUBUNGAN DENGAN ILMU
EKONOMI MIKRO
Bagaimana
ekonom makro berusaha menerangkan perilaku agregat? Salah satu caranya adalah
mengasumsikan bahwa faktor yang sama yang mempengaruhi perilaku individu Joga
mempengaruhi perilaku agregat. Sebagai contoh, kita tahu dari ilmu ekonomi
mikro bahwa tingkat upah seseorang seharusnya mempengaruhi kebiasaan konsumsi
orang itu dan mempengaruhi jumlah beban kerja yang akan ditanggung orang itu
dengan ikhlas. Jika kita hendak menerapkan hipotesis ekonomi mikro ini pada
data agregat, kita akan mengatakan bahwa tingkat upah rata-rata dalam
perekonomian seharusnya mempengaruhi konsumsi total dan penawaran tenaga kerja
total (yang kelihatannya benar).
Alasan
mempelajari ilmu ekonomi mikro untuk membantu menerangkan peristiwa ckobami
makro sederhana saja:
Perilaku
ekonomi makro adalah jumlah semua keputusan ekonomi mikro yang dilakukan oleh
rumah tangga dan perusahaan individual. Jika pergerakan agregat ekonomi makro,
seperti output total atau lapangan kerja total, mencerminkan keputusan yang
diambil oleh rumah tangga dan perusahaan individual, kita tidak bisa memahami
output total atau lapangan kerja total tanpa adanya pengetahuan tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nah tangga dan perusahaan individual.
Ø PERMINTAAN AGREGAT DAN
PENAWARAN AGREGAT
Fokus
utama dalam beberapa bab mendatang adalah perilaku permintaan agregat dan
penawaran agregat. Permintaan agregat
adalah permintaan total barang dan jasa. barang da Penawaran agregat adalah
penawaran total barang dan jasa.
Ø PENGUKUR OUTPUT
NASIONAL DAN PENDAPATAN NASIONAL
IImu
ekonomi makro mengandalkan data, banyak di antaranya yang dikumpulkan oleh
pemerintah. Untuk mempelajari perekonomian, kita butuh data output total, pendapatan
total, konsumsi total, dan semacamnya. Kebanyakan data ekonomi makro berasal
dari laporan data produk dan pendapatan nasional, yang men deskripsikan
komponen pendapatan nasional dalam perekonomian. Di AS laporan data ini
dihasilkan oleh Bare Analisis Ekonomi Departemen perdagangan AS.
Ø PRODUK DOMESTIK BRUTO
Konsep
kunci dalam laporan data produk dan pendapatan nasional adalah produk domestik
bruto (GDP, gross domestic product).GDP adalah nilai pasar total output suatu
negara. GDP merupakan nilai pasar mua barang dan jasa akhir yang dihasilkan
dalam suatu periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi
dalam suatu negara.GDP AS pada tahun 2004-nilai semua output yang dihasilkan
oleh faktor-faktor produksi di Amerika Serikat tahun 2004-adalah $11.734.3
miliar.Sentralnya GDP sebagai konsep kerja tidak bisa disalahartikan.
Sebagaimana suaru perusahaan individual perlu mengevaluasi keberhasilan atau
kegagalan operasinya tiap tahun, nikian pula perekonomian secara keseluruhan
perlu menilai dirinya sendiri. GDP, sebagai ukuran produksi total suatu
perekonomian, memberikan bagi kita buku rapor conc suatu negara Karena GDP merupakan suatu konsep penting,
buku ini akan memberi ruang untuk menerangkan makna definisinya dengan tepat.
Ø BARANG DAN JASA AKHIR
Pertama,
perhatikan bahwa definisi GDP mengacu pada barang dan jasa akhir. Banyak barang
yang diproduksi dalam suatu perekonomian tidak dikelompokkan sebagai barang an
jasa ukhir, melainkan sebagai barang perantara. Barang perantara diproduksi oleh
suatu per usahaan untuk digunakan dalam proses berikutnya oleh perusahaan lain.
Sebagai contoh ban yang dijual pada produsen mobil adalah barang perantara.
Nilai barang perantara tidak dihitung dalam GDP
Ø PENGECUALIAN BARANG BEKAS
DAN TRANSAKSI KERTAS
GDP
hanya dihubungkan dengan produksi baru, atau saat ini. Output lama tidak
dihitung dalam GDP saat ini karena telah dihitung sebelumnya pada saat
diproduksi. Perhitungan ganda terjadi jika kita menghitung penjualan barang
bekas dalam GDP saat ini. Jika seseorang menjual mobil bekas pada kita,
transaksinya tidak dihitung dalam GDP, karena tidak ada produksi baru yang
terjadi. Demikian pula, sebuah rumah dihitung dalam GDP hanya pada saat
dibangun, bukan tiap kali dijual kemba Singkatnya:
GDP
mengabaikan semua transaksi di mana uang atau barang berpindah tangan, kecuali
jika ada barang dan jasa baru yang diproduksi.Penjualan saham dan obligasi
tidak dihitung dalam GDP. Pertukaran ini merupakan ransfer kepemilikan aset,
baik secara elektronis maupun melalui pertukaran kertas, dan tidak berhubungan
dengan produksi saat ini. Akan tetapi, bagaimana jika Anda menjual saham atau
obligasi lebih dari nilai awal yang Anda bayarkan? Laba dari pasar saham atau
obligasi tidak ada hubungannya dengan produksi saat ini, sehingga tidak
dihitung dalam GDP. Akan tetapi, jika Anda membayar fee pada pialang untuk
menjual saham milik Anda pada orang lain, fee ini dihitung dalam GDP. karena
pialang melakukan suatu jasa bagi Anda. Jasa ini adalah bagian produksi saat
ini. Hati-hati membedakan antara pertukaran saham dan obligasi untuk
mendapatkan uang (atau untuk mendapatkan saham dan obligasi lain), yang tidak
melibatkan produksi saat ini, dan fer melakukan pertukaran seperti itu. yang
jelas melibatkan produksi saat ini
Ø PENGECUALIAN OUTPUT YANG
DIPRODUKSI DI LUAR NEGERI OLEH FAKTOR PRODUKSI YANG DIMILIKI DALAM NEGERI
GDP
adalah nilai output yang diproduksi oleh faktor produksi yang terletak dalam
suatu negara.Tiga faktor produksi dasar adalah tanah, tenaga kerja, dan modal.
Tenaga kerja warga negara AS diperhitungkan sebagai faktor produksi yang
dimiliki dalam negeri untuk Amerika Serikat. Output yang diproduksi oleh warga
negara di luar negeri-misalnya, warga negara.
Ø MENGHITUNG GDP
GDP
bisa dihitung dengan dua cara. Salah satunya adalah menjumlahkan semua jumlah
total yang dibelanjakan pada semua barang akhir selama periode tertentu. Ini
adalah pendekatan pengeluaran dalam menghitung GDP. Pendekatan lainnya adalah
enjumlahkan pendapatan-upah, sewa, bunga, dan laba-yang diterima oleh semua
aktor produksi dalam menghasilkan barang akhir. Ini adalah pendekatan
pendapatan dalam menghitung GDP. Kedua metode ini menghasilkan nilai GDP yang
sama, dengan alasan yang kita bahas pada bab sebelumnya: Tiap pembayaran
(pengeluaran) oleh seorang pembeli pada saat yang sama adalah penerimaan
(pendapatan) untuk penjual. Kita bisa mengukur pendapatan yang diterima maupun
pengeluaran yang dilakukan dan kemudian mendapatkan output total yang sama.
Ø PENDEKATAN PRODUKSI
Dalam
bab sebelumnya kita mempelajari empat kelompok utama dalam perekonomian rumah
tangga, perusahaan, pemerintah, dan negara lain di dunia. Juga ada empat
kategori utama pengeluaran :
Kategori
produksi:
· Pengeluaran
konsumsi pribadi (C): belanja rumah tangga atas barang konsumen
· Investasi
swasta dalam negeri bruto (: belanja oleh perusahaan dan rumah tangga atas
modal baru, seperti pabrik, peralatan, persediaan, dan struktur perumahan baru.
Konsumsi dan investasi bruto pemerintah (G)
· Ekspor
neto (EX-IM): belanja neto oleh negara lain di dunia, atau ekspor (EX) minus
impor (IM)
Pendekatan
pengeluaran menghitung GDP dengan menjumlahkan keempat komponen belanja ini.
Dalam bentuk persamaan:
GDP= C+1+G+ (EX-IM)
GDP
AS adalah $11.734,3 miliar pada tahun 2004, Empat komponen pendekatan
pengeluaran diperlihatkan pada Tabel 19.2, bersama berbagai kategorinya.
Investasi Swasta Dalam
Negeri Bruto (1) Investasi, menurut istilah ilmu
ekonomi mengacu pada pembelian modal baru perumahan, pabrik, peralatan, dan
persed Penggunaan ekonomis istilah ini bertolak belakang dengan penggunaan tiap
hari, di investasi sering diartikan pembelian saham, obligasi, atau
reksadana.Investasi total dalam modal oleh sektor swasta disebut investasi
swasta dalan negeri bruto (1) Pengeluaran oleh perusahaan untuk mesin,
alat-alat, pabrik, da seterusnya membentuk investasi nonperumahan. Karena ini
adalah barang yang dhe oleh perusahaan untuk penggunaan akhir, barang ini
adalah bagian dari "penjualan albe dan dihitung dalam GDP Pengeluaran
rumah baru dan bangunan apartemen membena Investasi perumahan. Komponen Ketiga
investasi swasta bruto, perubahan persediaan bisnis, adalali jumlah perubalian
persediaan perusahaan selama suatu periode. Persed bisnis bisa dipandang
sebagai barang yang diproduksi oleh perusahaan saat ini ti dimaksudkan untuk
dijual kemudian. Pada tahun 2004, investasi swasta bruto meliput persen dari
GDP. Dari jumlah ini, 10.2 persen adalah investas! nonperumahan, 5.7 pe adalah
investasi perumahan, dan 0,5 persen adalah perubahan persediaan bisnis. Ingat
bahwa GDP bukanlah nilai pasar penjualan akhir total selama suatu periode GDP
adalah nilai pasar produksi total. Hubungan antara produksi total dan penjualan
al adalah:
GDP
= penjualan akhir + perubahan persediaan bisnis
Produksi
total (GDP) sama dengan penjualan akhir barang dalam negeri plus perubahan
persediaan
bisnis.
Ø PENDEKATAN PENDAPATAN
Sekarang
kita beralih ke perhitungan GDP dengan menggunakan pendekatan pendapatan, yang
melihat GDP dalam hal siapa yang menerimanya sebagai pendapatan, bukan siapa
yang membelinya Kita memulainya dengan konsep pendapatan nasional, yang
didefinisikan di Tabel 193. Pendapatan nasional adalah jumlah delapan butir
pendapatan. Kompensasi karyawan, yang terbesar dari delapan butir tersebut
meliputi upah dan gaji yang dibayarkan pada rumah tangga oleh perusahaan dan
pemerintah, serta berbagai tambahan atas upah dan gaji perti kontribusi yang
dilakukan perusahaan atas dana pensiun pribadi dan asuransi sosial, Pendapatan
perusahaan perseorangan adalah pendapatan bisnis yang tidak berbentuk perioan.
Pendapatan sewa, suatu butir minor, adalah pendapatan yang diterima oleh
pemilik properti dalam bentuk sewa Laba perseroan terbatas.
Pendapatan individu
adalah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga sebelum membayar pajak
pendapatan individu. Jumlah pendapatan yang siap dibelanjakan atau ditabung
oleh rumah tangga disebut pendapatan siap konsumsi (disposable personal
income), atau pendapatan setelah pajak. Jumlahnya sama dengan pendapatan
individu dikurangi pajak individu. Karena pendapatan individu siap konsumsi
adalah jumlah pendapatan yang bisa dibelanjakan atau ditabungkan oleh rumah
tangga, konsep ini merupakan konsep pendapatan yang penting. Terdapat tiga
kategori belanja : (1) pengeluaran konsumsi individu, (2) pembayaran bunga
individu, (3) pembayaran transfer yang dilakukan oleh rumah tangga. Jumlah
pendapatan individu siap konsumsi yang tersisa setelah belanja individu total
adalah tabungan individu. Jika
pendapatan siap konsumsi anda tiap bulan adalah $500 dan anda membelanjakan
$450, anda memiliki sisa $50 pada akhir bulan. Tabungan individu anda adalah
$50 pada bulan itu. Tingkat tabungan individu anda bisa negatif : Jika anda
menghasilkan $500 dan membelanjakan $600 selama bulan itu, anda telah mengalami
dissave $100. Untuk membelanjakan
$100 lebih banyak dari penghasilan anda, anda harus meminjam $100 dari
seseorang, menarik $100 dari rekening tabungan, atau menjual aset yang anda
miliki. Tingkat tabungan individu adalah
persentase pendapatan personal siap konsumsi yang ditabungkan, suatu indikator
penting perilaku rumah tangga. Tingkat tabungan yang rendah berarti rumah
tangga membelanjakan sejumlah besar pendapatannya. Tingkat tabungan yang tinggi
berarti rumah tangga berhati-hati dalam belanjanya .
Ø GDP NOMINAL VS RIIL
Dalam
banyak penerapan ilmu ekonomi makro, GDP nominal bukanlah ukuran produksi yang
sangat disukai. Mengapa? Asumsikan hanya ada satu barang katakanlah pizza. Pada
tiap tahun 1 dan 2, 100 unit (potong) pizza dihasilkan. Oleh sebab itu,
produksi tetap sama pada tahun I dan tahun 2. Anggaplah harga pizza meningkat
dari $1.00 per potong pada tahun I menjadi $1.10 per potong pada tahun 2. GDP
nominal pada tahun 1 adalah $100 (100
unit x $1.00 per unit), dan GDP nominal pada tahun 2 adalah $110 (100 unit x
$1,10 per unit). GDP nominal meningkat sebesar $10, meskipun tidak ada lebih
banyak potongan pizza yang dihasilkan. Jika kita menggunakan GDP nominal untuk
mengukur pertumbuhan, kita bisa keliru mengganggap bahwa produksi tumbuh, padahal
yang terjadi hanyalah peningkatan tingkat harga (inflasi). Jika hanya ada satu
barang dalam perekonomian contohnya pizza akan mudah mengukur dan membandingkan
nilai satu tahun dengan tahun lain. Kita akan menambahkan semua potong pizza
yang diproduksi tiap tahun. Dalam contoh, produksi adalah 100 pada tahun kedua. Jika jumlah
pizza meningkat menjadi 105 pada tahun 2 kita akan mengatakan produksi
meningkat sebesar 5 potong antara tahun 1 dan tahun 2, yang merupakan
peningkatan 5 persen. Sayangnya, ada lebih dari satu barang dalam perekonomian.
Ø MENGHITUNG GDP RIIL
GDP
nominal yang disesuaikan dengan perubahan harga disebut GDP riii. Semua
persoalan utama yang terlibat dalam menghitung GDP riil bisa dibahas dengan
menggunakan perekonomian tiga barang sederhana dan kurun waktu 2 tahun.
Ø MENGHITUNG GDP DEFLATOR
Sekarang
kita beralih dari GDP rill, suatu ukuran kuantitas, menuju GDP deflator, suatu
ukuran harga. Salah satu tujuan para pengambil kebijakan adalah mempertahankan
perubahan dalam semua tingkat harga keseluruhan tetap kecil. Karena alasan ini,
pengambil kebijakan tidak hanya memerlukan ukuran yang baik tentang bagaimana
output riil berubah, tapi juga ukuran yang baik tentang bagaimana tingkat harga
keseluruhan berubah. GDP deflator adalah ukuran tingkat harga keseluruhan.
Ø MASALAH BOBOT TETAP
Untuk
memahami alasan BEA beralih ke prosedur baru, pertimbangkanlah sejumlah masalah
dalam penggunaan bobot harga tetap untuk menghitung GDP ril. Pertama, bobot
harga 1987, bobot harga terakhir yang digunakan BEA sebelum mengganti prosedur,
cenderung kurang akurat untuk, katakanlah kurun 1950-an. Banyak perubahan
struktural telah terjadi dalam perekonomian AS pada 40 hingga 50 tahun
terakhir, dan sepertinya tidak mungkin bahwa harga tahun 1987 adalah bobot yang
baik untuk digunakan pada kurun 1950-an. Masalah lain adalah bahwa penggunaan
bobot harga tetap tidak memperhitungkan tanggapan dalam perekonomian terhadap
pergeseran penawaran. Katakanlah cuaca yang buruk menyebabkan produksi jeruk
vang lebih rendah pada tahun 2. Dalam diagram permintaan dan penawaran jeruk,
hal ini berhubungan dengan pergeseran kurva penawaran ke kiri, yang menyebabkan
peningkatan harga jeruk dan penurunan kuantitas yang diminta. Sewaktu konsumen
bergerak naik pada kurva permintaan, mereka mengganti jeruk. Jika kemajuan
teknologi pada tahun 2 menghasilkan cara yang lebih murah untuk memproduksi
komputer, hasilnya adalah pergeseran kurva penawaran komputer ke kanan. yang
menyebabkan penurunan harga komputer dan peningkatan kuantitas yang diminta.
Konsumen beralih ke komputer. (Anda seharusnya bisa menggambarkan diagram
penawaran dan permintaan untuk kedua kasus ini.)
Ø GDP DAN KESEJAHTERAAN
SOSIAL
Jika
tingkat kejahatan turun, masyarakat akan lebih baik, tapi penurunan kejahatan
bukanlah peningkatan output dan tidak tercermin dalam GDP. Ini juga bukan
peningkatan waktu luang Tapi, besarnya keinginan rumah tangga akan waktu luang
ekstra (alih-alih terpaksa memiliki waktu luang karena kurangnya lapangan
pekerjaan dalam perekonomian), peningkatan waktu luang juga berarti peningkatan
kesejahteraan sosial. Lagipula, beberapa peningkatan dalam kesejahteraan sosial
berhubungan dengan penurunan GDP. Peningkatan waktu luang selama waktu
penggunaan tenaga kerja penuh (full employment), misalnya, menyebabkan
penurunan GDP karena lebih sedikit waktu yang digunakan untuk memproduksi
output. Sebagian besar aktivitas nonpasar dan rumah tangga, seperti pekerjaan
rumah dan mengasuh anak, tidak dihitung dalam GDP, meskipun memperlihatkan
produksi rill. Akin tetapi, jika saya memutuskan untuk mengirim anak saya ke
tempat penitipan anak at mempekerjakan seseorang untuk membersihkan rumah saya
atau menyetir mobil untuk saya, GDP akan meningkat. Gaji staf penitipan anak,
petugas bersih-bersih, dan sopir, dihitung dalam GDP, tapi waktu yang saya
habiskan untuk melakukan hal tersebut sendiri tidak dihitung. Perubahan kecil
pengaturan kelembagaan, meskipun tidak ada produksi output yang lebih banyak,
bisa memperlihatkan perubahan dalam GDP. agipula, GDP jarang mencerminkan kerugian
atau penyakit sosial.
Aturan
akuntansi GDP tidak menyesuaikan produksi yang mencemari lingkungan. Semakin
besar produksi, semakin besar pula GDP, terlepas dari berapa banyak polusi yang
dihasilkan. GDP juga tidak ada kaitannya dengan distribusi output bagi para
individu dalam masyarakat. GDP tidak membedakan, misalnya, kasus di mana
sebagian besar output sampai ke tangan sedikit orang dengan kasus di mana
output dibagi merata dalam masyarakat. Kita tidak bisa menggunakan GDP untuk
mengukur efek kebijakan redistribusi (yang mengambil pendapatan beberapa orang
dan memberikannya kepada orang lain).
Ø PEREKONOMIAN BAWAH TANAH
Banyak
transaksi yang hilang dalam perhitungan GDP, meskipun pada prinsipnya
seharusnya dihitung. Sebagian besar transaksi ilegal hilang kecuali jika dicuci
menjadi bisnis yang sah. Pendapatan yang dihasilkan tapi tidak dilaporkan
sebagai pendapatan untuk tujuan pajak hiasanya hilang, meskipun beberapa
penyesuaian dilakukan dalam perhitungan GDP untuk memperhitungkan pendapatan
yang tak dilaporkan. Bagian perekonomian yang seharusnya dihitung dalam GDP
tapi tidak dihitung kadangkala disebut dengan perekonomian bawah tanah.
Penghindaran pajak biasanya dipandang sebagai insentif utama bagi orang untuk
berpartisipasi dalam perekonomian bawah tanah. Penelitian menunjukkan bahwa
ukuran perekonomian bawah tanah AS yang meliputi dari 5 persen hingga 30 persen
dari GDP, bisa disejajarkan dengan ukuran perekonomian bawah tanah di sebagian
besar negara Eropa dan mungkin jauh lebih kecil dibandingkan ukuran
perekonomian bawah tanah di negara-negara Eropa Timur. Estimasi perekonomian
bawah tanah Italia berkisar dari 10 persen hingga 35 persen dari GDP Italia.
Pada ujung terendah skala ini, estimasi untuk Swiss meliputi 3 persen hingga 5
persen. Mengapa kita harus peduli dengan perekonomian bawah tanah? Jika kita
melihat GDP hanya mencerminkan bagian aktivitas ekonomi, bukan ukuran lengkap
tentang produksi perekonomian, GDP akan menyesatkan. Tingkat pengangguran,
misalnya, mungkin lebih rendah yang diukur secara resmi jika ada orang yang
bekerja dalam per- ekonomian bawah tanah tapi tidak melaporkan fakta ini pada
pemerintah. Juga, jika ukuran perekonomian bawah tanah beragam di antara
negara-seperti kenyataannya kita bisa keliru ketika membandingkan GDP
antarnegara. Sebagai contoh, GDP Italia akan jauh lebih tinggi jika kita
mempertimbangkan sektor bawah tanah sebagai bagian perekonomian, sedangkan GDP
Swiss akan berubah sangat sedikit.
Ø PENDAPATAN NASIONAL BRUTO
PER KAPITA
Melakukan
perbandingan antarnegara sulit halnya karena perbandingan seperti ini perlu
dilakukan dengan mata uang tunggal, umumnya dalam dolar AS. Mengubah angka GNP
Jepang menjadi dolar memerlukan konversi dari yen menjadi dolar. Karena tingkat
kurs bisa berubah sangat dramatis dalam periode waktu yang pendek, konversi
seperti ini sulit dilakukan. Baru-baru ini Bank Dunia menggunakan sistem
pengukuran baru untuk perbandingan internasional. Konsep pendapatan nasional
bruto (GNI, gross national income) adalah GNP yang dikonversi ke dalam dolar
dengan menggunakan rata-rata tingkat kurs mata uang selama beberapa tahun yang
disesuaikan dengan tingkat inflasi.
Ø MASALAH JANGKA PANJANG
DAN JANGKA PENDEK: PERTUMBUHAN, PRODUKTIFITAS, PENGANGGURAN DAN INFLASI
Perekonomian
yang ideal adalah perekonomian yang di dalamnya terdapat pertumbuhan output
yang cepat per pekerja, pengangguran rendah, dan inflasi rendah. Dalam situasi
ini, para pengambil kebijakan ekonomi pemerintah bisa tidur nyenyak di malam
hari. Sayangnya, perekonomian tidak selalu berada dalam kondisi ideal ini. Ada
saat-saat pertumbuhan rendah, pengangguran tinggi, dan inflasi tinggi. Bagian
kunci dari ilmu ekonomi makro adalah mempertimbangkan apa yang menentukan
output, pengangguran, dan inflasi.
Pertumbuhan output adalah tingkat pertumbuhan output di seluruh
perekonomian. Pertumbuhan output per kapita adalah tingkat pertumbuhan output
per orang dalam perekonomian. Jika populasi di suatu negara tumbuh dengan
tingkat yang sama dengan output, maka output per kapita tidaklah tumbuh: Pertumbuhan
output hanyalah sejalan dengan pertumbuhan populasi. Tidak semua orang dalam
suatu negara bekerja, sehingga, output per pekerja tidak sama dengan output per
orang. Output per pekerja lebih besar daripada output per orang, dan disebut
dengan produktivitas. Oleh sebab itu, pertumbuhan produktivitas adalah tingkat
pertumbuhan output per pekerja. Jika kita menggunakan output per kapita suatu
negara sebagai ukuran kesejahteraan ekonomi negara itu, maka tingkat
pertumbuhan output yang cepat tidak dengan sendirinya memperbaiki kesejahteraan
individu
Ø
Ø MENDEFINISIKAN DAN
MENGUKUR PENGANGGURAN
Gejala
resesi yang paling sering dibahas adalah pengangguran. Pada September 1982,
tingkat pengangguran Amerika Serikat berada di atas 10 persen untuk kali
pertama sejak 1930an. Meskipun pengangguran dibahas luas, sebagian besar orang
tidak sadar makna stating pengangguran atau dari mana asalnya. Di AS, statistik
pengangguran yang dirilis ke pers pada Jumat pertama tiap bulan didasarkan pada
survei rumah tangga yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS Bureau
of Labor Statistics), suatu cabang Departemen Tenaga Kerja AS. Tiap bulan BLS
mengambil sampel 65.000 rumah tangga dan melakukan wawancara dengan sekitar
2.500 dari mereka. Tiap rumah tangga yang diwawancarai menjawab pertanyaan
menyangkut aktivitas kerja anggota rumah tangga berusia 16 tahun atau lebih
selama minggu kalender pada tanggal 12 bulan yang bersangkutan. (Survei
dilakukan seminggu setelah minggu tanggal 12 bulan itu). Jika anggota rumah
tangga berusia 16 tahun atau lebih bekerja 1 jam atau lebih sebagai karyawan
yang dibayar, baik untuk seseorang lain atau pada bisnis atau ladang sendiri, a
dikelompokkan sebagai pekerja. Anggota rumah tangga juga dianggap bekerja jika
bekeru 15 jam atau lebih tanpa bayaran pada perusahaan keluarga. Akhirnya,
anggota rumah tangga dihitung bekerja jika ia mendapatkan pekerjaan, tapi ia
absen sementara karena sakit, cuaca buruk, libur, perselisihan tenaga
kerja-manajemen, atau alasan pribadi, terlepas apakah is dibayar atau tidak.
Orang yang tidak bekerja terbagi atas dua kategori: (1) menganggur atau (2)
bukan angkatan kerja. Untuk dianggap menganggur, seseorang harus siap bekerja
dan melakukan upaya tertentu untuk mendapatkan pekerjaan selama 4 minggu sebelumnya. Seseorang yang tidak
mencari kerja, karena ia tidak ingin bekerja atau sudah menyerah mencari kerja,
dikelompokkan sebagai bukan angkatan kerja. Orang yang bukan angkatan kerja
meliputi mahasiswa full-time, pensiunan, individu dalam lembaga (misalnya
narapidana dalam penjara), dan orang yang diam di rumah untuk mengasuh anak
atau orang tua lanjut usia. Angkatan kerja total dalam perekonomian adalah
jumlah orang yang bekerja plus jumlah orang yang menganggur:
Angkatan
kerja = bekerja + menganggur
Total
populasi berusia 16 tahun atau lebih sama dengan jumlah angkatan kerja plus
jumlah yang bukan angkatan kerja.
Populasi = angkatan kerja + bukan angkatan
kerja
Dengan
jumlah ini beberapa rasio bisa dihitung. Tingkat pengangguran adalah rasio
jumlah orang menganggur terhadap jumlah total orang dalam angkatan kerja.
Ø PENGANGGURAN FRIKSIONAL
DAN STRUKTURAL
Ketika
BLS melakukan survei tentang aktivitas pekerjaan selama minggu yang meliputi
tanggal 12 tiap bulan, BLS mewawancarai banyak orang yang terlibat dalam
pencarian kerja secara normal. Sebagian di antaranya memasuki lapangan kerja
atau berganti pekerjaan. Pengangguran ini bersifat alami dan bermanfaat bagi
perekonomian. Sebagian pengangguran yang terjadi karena mekanisme normal pasar
tenaga kerja disebut pengangguran friksional. Tingkat pengangguran friksional
tidak pernah sama dengan nol. Tapi tingkat ini mungkin berubah dari waktu ke
waktu. Sewaktu pekerjaan menjadi lebih terdiferensiasi dan jumlah keahlian yang
diperlukan meningkat, penyesuaian keahlian dan pekerjaan menjadi lebih
kompleks, dan tingkat pengangguran friksional bisa naik. Konsep pengangguran
friksional agak abstrak karena sulit diketahui arti dari "mekanisme normal
pasar tenaga kerja". Struktur industri perekonomian AS terus berubah.
Manufaktur, misalnya, menghasilkan sebagian pangsa lapangan kerja total
terhadap jasa dan terhadap keuangan, asuransi, dan real estate. Dalam sektor
manufaktur, industri baja dan tekstil telah terkontraksi tajam, sedangkan
sektor teknologi tinggi, seperti komponen elektronik, mengalami ekspansi.
Meskipun pengangguran yang muncul dari pergeseran struktural bisa dikelompokkan
sebagai friksional, biasanya pengangguran ini disebut dengan pengangguran
struktural. Istilah pengangguran friksional digunakan untuk menunjukkan masalah
penyesuaian kerja/ keahlian jangka pendek, masalah yang berakhir dalam beberapa
minggu. Pengangguran struktural menunjukkan masalah penyesuaian jangka
panjang-masalah yang cenderung berlanjut hingga bertahun-tahun. Meskipun
pengangguran struktural adalah bagian dalam perekonomian dinamis, hal ini
menyakitkan bagi pekerja yang mengalaminya. Dalam beberapa hal, orang yang
kehilangan pekerjaan karena keahlian mereka telah ketinggalan saman adalah
orang yang menderita paling parah. Fakta bahwa pengangguran struktural itu
alamiah dan tak terelakkan tidak berarti bahwa hal ini tidak menimbulkan biaya
bagi masyarakat. Para ekonom kadang-kadang menggunakan istilah tingkat
pengangguran alamiah untuk menyebutkan pengangguran yang terjadi sebagai bagian
normal berfungsinya perekonomian. Konsep ini juga agak samar, karena alamiah
bukanlah kata yang persis.
Mungkin
paling baik menganggap tingkat alamiah sebagai jumlah tingkat friksional dan
tingkat struktural. Estimasi tingkat alamiah berkisar antara dari 4 persen
hingga 6 persen.
Ø
Ø KONSEKUENSI SOSIAL
Biaya
resesi dan depresi tidak pernah didistribusikan merata pada populasi dan tidak
pula mudah dihitung Konsekuensi sosial Depresi tahun 1930-an mungkin paling
sulit dipahami. Sebagian besar orang yang hidup saat ini tidak mengalami
Depresi Besar dan hanya bisa membacanya di buku atau mendengar kisahnya dari
orang tua dan kakek/neneknya. Hanya sedikit orang berhasil melalui periode ini
tanpa mengalami kesulitan. Pada tingkat paling bawah adalah orang miskin dan
orang yang sepenuhnya menganggur, sekitar 25 persen dari angkatan kerja. Bahkan
orang yang bisa mempertahankan pekerjaannya pun terpaksa bekerja paruh waktu.
Banyak orang kehilangan semua atau sebagian tabungan mereka sewaktu pasar modal
ambruk dan ribuan bank dilikuidasi.
Ø MENDEFINISIKAN INFLASI
Inflasi
adalah peningkatan tingkat harga keseluruhan. Inflasi terjadi ketika banyak
harga naik secara serentak. Kita mengukur inflasi dengan melihat jumlah barang
dan jasa yang besar serta menghitung peningkatan rata-rata harganya selama
beberapa periode waktu. Deflasi adalah penurunan tingkat harga keseluruhan.
Deflasi terjadi ketika banyak harga turun secara serentak. Akan bermanfaat
membedakan peningkatan satu kali dalam tingkat harga keseluruhan dengan
peningkatan dalam tingkat harga keseluruhan yang berlanjut dari waktu ke waktu.
Sebagai contoh, tingkat harga keseluruhan bisa naik 10 persen pada satu bulan
saja dan berhenti naik, atau bisa naik bertahap selama beberapa tahun. Para
ekonom sering menggunakan istilah inflasi untuk mengacu hanya pada peningkatan
tingkat harga yang berlanjut selama beberapa periode signifikan. Kita akan
menyebut periode seperti ini sebagai periode inflasi berlanjut.
Ø INDEKS HARGA
Indeks
harga digunakan untuk mengukur tingkat harga keseluruhan. Kita membahas bagai-
mana indeks dibentuk pada bab sebelumnya. Indeks harga yang relevan dengan
semua barang dan jasa dalam perekonomian disebut sebagai GDP deflator Seperti
kita lihat pada Bab 19.
Biro Analisis Ekonomi (BEA, Bureau of Economic
Analysis) tidak menggunakan bobo tetap untuk menyusun GDP deflator. Banyak
indeks harga lain yang disusun dengan menggunakan bobot tetap. Indeks harga
lainnya yang populer adalah indeks harga produsen (PPI, producer price index),
yang dulu disebut indeks harga perdagangan besar (wholesale price mdex) Indeks
ini adalah indeks harga yang diterima produsen untuk produk pada semua tahap
produksi, tidak hanya pada tahap akhir. Indeks ini dihitung terpisah pada
berbagai tahap proses produksi Tiga kategori utama adalah barang jadi, baban
perantara, dan bahan mentah, meskipun ada subkategori dalam masing-masing
kategori ini.
Ø BIAYA INFLASI
Pendapatan
orang dari upah dan gaji, laba, bunga, dan sewa meningkat selama inflasi.
Tingkat upah adalah harga tenaga kerja, sewa adalah harga tanah, dan
seterusnya. Selama inflasi, sebagian besar harga-termasuk harga input-cenderung
naik bersamaan, dan harga input menentukan pendapatan pekerja maupun pendapatan
pemilik modal dan tanah
Ø INFLASI MENGUBAH
DISTRIBUSI PENDAPATAN
Kelompok
yang paling sering disebut ketika dampak inflasi dibahas adalah orang yang
hidup dengan pendapatan tetap. Jika pendapatan Anda tetap dan harga naik,
kemampuan Anda untuk membeli barang dan jasa turun secara proporsional
Ø BIAYA ADMINISTRASI DAN
INEFIENSI
Ada
beberapa biaya yang berhubungan bahkan dengan antisipasi inflasi. Salah satunya
adalah biaya administratif yang mengikuti kenaikan harga. Selama inflasi cepat
di Israel pada awal 1980-an, jalur sibuk telepon dirancang untuk menyediakan
indeks harga per jam. Pemilik toko harus merekalkulasi dan membukukan kembali
harga sesering mungkin, dan ini memakan banyak waktu. Transaksi perbankan yang
lebih sering mungkin diperlukan. Sebagai contoh, tingkat bunga cenderung naik
bersama inflasi yang diantisipasi. Ketika tingkat bunga tinggi, biaya peluang
memegang kas di luar bank tinggi. Karena itu orang memegang kas lebih sedikit
dan perlu pergi ke bank lebih sering (Kita akan membahas efek ini dengan lebih
terperinci pada bagian berikutnya.) Selain itu, jika orang-orang tidak punya
informasi lengkap, atau jika mereka tidak memahami apa yang terjadi pada harga
secara umum, mereka mungkin melakukan kekeliruan dalam kesepakatan bisnis
mereka. Kekeliruan ini bisa menyebabkan misalokasi sumber daya.
Ø MENINGKATNYA RISIKO DAN
MAKIN LAMBATNYA PERTUMBUHAN EKONOMI
Ketika
inflasi yang tak terantisipasi terjadi secara teratur, tingkat risiko yang
berkaitan dengan investasi dalam perekonomian meningkat. Peningkatan
ketidakpastian mungkin membuat investor enggan berinvestasi dalam modal dan
ragu melakukan komitmen investasi jangka panjang. Karena tingkat investasi
turun, prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang berkurang
Ø INFLASI : MUSUH
MASYARAKAT NOMOR SATU?
Komentar
Posting Komentar