PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengembangan sumber daya manusia

Sumber daya manusia dipandang sebagai asset organisasi secara baik, karena sifatnya sumber daya manusia yang begitu penting dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Kehadiran sumber daya manusia dalam organisasi memberikan kepastian bahwa pelaksanaan fungsi dan kegiatan organisasi dilaksanakan secara efektif dan adil bagi kepentingan individu organisasi, dan masyarakat. Karena peran SDM yang penting bagi Tujuan organisasi maka pengelolaan sumberdaya manusia harus memperhatikan aspek staffing, pelatihan dan pengembangan, motivasi dan pemeliharaan secara lebih mendetail. Hal ini penting dalam Mengelola SDM kerena dalam pelaksanaannya segala aktivitas organisasi berkaitan erat dengan sinergi antar setiap element sehingga tidak boleh menjadi aktivitas yang berjalan sendiri.

Pendekatan sumber daya manusia berdasarkan perkembangan waktu ke waktu.

Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul ada beberapa pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang lebih akhir menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai sekarang pun masih ada pimpinan perusahaan yang menggunakan pendekatan lama dalam mengatasi permasalahan. Di bawah ini dikemukakan tiga pendekatan: (1) Pendekatan Mekanis. (2) Pendekatan Paternalisme, dan (3) pendekatan sistem sosial

1.     Pendekatan mekanis

Jadi pendekatan ini dulu mendominasi di negara-negara barat sampai akhir tahun 1920an. Dalam pendekatan ini unsur tenaga kerja (manusia) disamakan faktor produksi lain apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan unsur produksi, pemberi kerja atau pemimpin pekerjaan cendrung memberi upah yang minim kepada pekerja.

2.     Pendekatan paternalisme sampai akhir 1930an

Suatu konsep pendekatan yang menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan sehingga pihak manajemen berupaya agar parah pekerja tidak mencari bantuan di pihak lain.  

3.     Pendekatan sistem sosial

Merupakan pendekatan yang memfokuskan dalam pemecahan masalah dengan memperhitungkan faktor-faktor lingkungan, setiap permasalahan harus di pecahkan dalam resiko yang minim baik bagi tenaga kerja maupun yang pemberi kerja.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Fungsi pokok manajemen sumber daya manusia

1.     Human resources planning, recruitment and selection:

2.     Human resources development.

3.      Compensation and benefit

4.      Safety and healty

5.     Employee and labor relation

 

Perencanaan tenaga kerja

Bertujuan untuk merencanakan jumlah dan jenis tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan dalam  mencapai tujuan organisasi. Fungsi ini meliputi analisis jobdesk, rekrutmen and seleksi, orientasi pekerjaan

 

Pengembangan unit kerja

Adapun tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia diarahkan untuk mengubah Sumber Daya Manusia yang potensial tersebut menjadi tenaga kerja yang produktif, serta mampu dan terampil sehingga menjadi efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.

 

Pengembangan tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengadakan pendidikan dan latihan yang rutin, promosi dan mutasi Pendidikan dan latihan dilakukan agar tenaga kerja dapat selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Compensation and benefit

Penilaian prestasi kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan adanya penilaian prestasi kerja. maka dapat diketahui karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik maupun yang kurang. Hal ini akan berdampak pada pemberian kompensasi.

Fungsi pemberian kompensasi meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para karyawan. Kompensasi ini dapat berupa finansial maupun non finansial. Kegiatan disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasi karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh masing-masing pekerja secara adil.

( VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN)

 

Strategi keunggulan sumber daya manusia

Human Capital

Mengembangkan Human capital itu berarti manusia sebagai modal dalam organisasi yang menunjang pertumbuhan organisasi dan sangat menentukan produktifitas organisasi, jadi salah satu cara meningkatkan humen capital adalah melalui Pendidikan. Karena Pendidikan dapat melahirkan lapisan elit sosial dalam menjadi motor penggerak dan pelopor kearah kemajuan organisasi. Pendidikan juga merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejateraan anggota dan menjadi wahana untuk membangun serta meningkatkan martabat organisasi.

 

 

Kompetensi sumber daya manusia

Kompetensi itu dapat diartiakan sebuah kemampuan atau cakapan seseorang yang memiliki kemampuan baik dan cakapan dapat kita katakan bahwa seseorang itu berkompeten. Secara lebih shusus kompetensi terdiri dari sifat-sifat unik dari individu yang diekspresikan dalam proses interaksi dengan pihak lain sehingga tidak hanya terbatas pada pengethuan skil atas performens yang diharapkan atau di perlihatkan. Kompetensi itu sesungguhnya mengangkut sikap persepsi, emosi serta faktor personal dan sosial.

 

Spencer and Spencer (1993 9-11) menyatakan bahwa ada lima karakteristik kompetensi, yaitu sebagai berikut:

 

1.      Motif (Motive), apa yang secara konsisten dipikirkan atau keinginan- keinginan yang menyebabkan melakukan tindakan. Apa yang mendorong. perilaku yang mengarah dan dipilih terhadap kegiatan atau tujuan tertentu. Contoh motif berprestasi akan memotivasi orang-orang secara terus menerus untuk merancang tujuan yang cukup menantang serta mengambil tanggungjawab atas pekerjaannya dan menggunakan umpan balik untuk menjadi lebih baik.

2.     Sifat/Ciri bawaan (Trait), ciri fisik dan reaksi-reaksi yang bersifat konsisten terhadap situasi atau informasi. Contoh, reaksi waktu, luas pandangan yang baik merupakan kompetensi bagi seorang pilot.

3.     Konsep diri (Self Concept), sikap, nilai atau self image dari orang-orang Contoh, percaya diri (self confidence), keyakinan bahwa ia akan efektifdalam berbagai situasi, merupakan bagian dari konsep dirinya.

4.     Pengetahuan (Knowledge), yaitu suatu informasi yang dimiliki seseorang khususnya pada bidang spesifik. Pengetahuan merupakan kompetensi yang kompleks. Biasanya tes pengetahuan mengukur kemampuan untuk memilih Jawaban yang paling benar, tetapi tidak bisa melihat apakah seseorang dapat melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya itu.

5.     Keterampilan (Skill). kemampuan untuk mampu melaksanakan tugas-tugas fisik dan mental tertentu. Contohnya seorang dokter gigi memiliki kemampuan menambal dan mencabut gigi tanpa merusak syaraf. Atau seorang programmer komputer memiliki kemampuan mengorganisasikan 50.000 kode dalam logika yang sekuensial

 

Enam kompetensi pokok yang ideal untuk di kuasai yakni

1.    Kompetensi berprestasi dan Tindakan

·       Achievement Orientation (ACH), Penilaian yang menekankan kepada hasil pekerjaan yang lebih baik. berkompetisi melampaui standar dan bekerja dengan baik. Sikap yang menunjukkan berprestasi ini antara lain: bekerja untuk melampaui standar yang ditentukan manajemen, menentukan dan bertindak untuk mencapai tujuan yang menantang bagi diri sendiri maupun orang lain. berinisiatif selalu Mencari informasi dan memiliki pemikiran konseptual.

·       Concern for Order. Quality and Accuracy (CO). Dimensi ini merupakan pemicu utama yang dapat mereduksi ketidakpastian lingkungan. Karakteristik dari CO ini ditandai dengan memonitor dan mengecek pekerjaan dan informasi, menekankan pada kejelasan peran dan fungsi serta memelihara sistem informasi. 

·       Initiative (INT). Inisiatif merupakan preferensi untuk mengambil suatu tindakan yang dicerminkan dengan melakukan lebih dari yang diperlukan atau diharapkan dalam pekerjaan. melakukan sesuatu dimana tidak seorangpun memintanya. Disamping itu inisiatif juga dicerminkan melalui tindakan yang cepat dan cermat. memanfaatkan peluang. proaktif, menghindari timbulnya masalah dan menciptakan peluang baru.

·       Information Seeking (INF) Keingintahuan yang mendasar, hasrat untuk lebih mengetahui tentang sesuatu, orang atau persoalan mendorong mencari informasi. Pencarian informasi termasuk membuat usaha untuk memperoleh informasi lebih Banyak.

2.    Kompetensi Melayani (Helping and Human Service), Ada dua dimensi dalam kelompok kompetensi pelayanan, yaitu:

·       Interpersonal Understanding (IU). Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mendengar d memahami ekspresi, pemikiran, perasaan, yang tidak terucapkan oleh orang atau kelompok yang lain. Interpersonal understanding ini terlihat dalam bentuk memahami perilaku ketertarikan, kebutuhan dan perspektif pihak lain, mampu menginterpretasikan sikap non verbal pihak lain, memahami hal-hal yang dapat menjadi sumber motivasi pihak lain dan memahami latar belakang perilaku orang lain.

·       Customer Service Orientation (SCO), Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk memahami keperluan orang lain dan kemudian mengerjakan sesuatu untuk membantu dan menolong orang lain.

 

3.    Kompetensi Memimpin (Influence), Kelompok kompetensi ini mencakup dimensi:

·       Impact and Influencing (IMP), Kompetensi ini merupakan kemampuan untuk membujuk meyakinkan mempengaruhi atau membuat orang lain berkesan dengan tujuan mendapat dukungan orang lain.

·       Organizational Awareness (OA).

Merupakan kemampuan individu untuk mengidentifikasikan pengambil keputusan yang sebenarnya dan yang dapat mempengaruhi orang lain. serta memprediksi bagaimana sesuatu kejadian akan mempengaruhi individu atau kelompok dalam organisasi.

·       Relationship building (RB) dicerminkan dengan menjaga hubungan perkawanan atau hubungan dan jaringan dengan orang lain. Relationship building sering terlihat dari sikap kesadaran untuk membangun hubungan, menciptakan kemudahan untuk membangun hubungan, dan melakukan pertukaran informasi untuk menciptakan hubungan.

4.    Kompetensi Mengelola (Managerial)

Kompetensi ini sebenarnya merupakan bagian dari impact and influence. yang menunjukkan keinginan untuk mendapatkan kekuatan yang berpengaruh secara positif untuk hal-hal yang spesifik. Keinginan yang spesifik ini ditunjukkan melalui keinginan untuk mengembangkan pihak lain, memimpin yang lain dan memperbaiki teamwork dan Kerjasama. Kompetensi mengelola terdiri dari:

·       Developing Others (DEV) Yaitu kemampuan untuk mendorong pengembangan atau proses belajar orang lain.

·       Directiveness (DIR) Yaitu kemampuan untuk memerintah dan mengarahkan orang lain baik karena kemampuan diri maupun karena kekuasaan jabatannya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan sasaran organisasi

·       Teamwork and Cooperation (TW) Yaitu kemampuan untuk mendorong pengembangan atau proses belajar orang lain.

·       Team Leadership (TL) Yaitu kemampuan dan kemauan untuk berperan sebagai pemimpin kelompok, biasanya ditujukan dalam posisi otoritas formal.

5.    Kompetensi Berfikir (Cognitive). Kompetensi kognitif mempunyai fungsi agar kerja individu berdasarkan pemahaman situasi, aktivitas, masalah. peluang dan dalam kerangka pengetahuan dan keahliannya. Kompetensi berfikir terdiri dari:

·       Analytical Thinking (AT) Yaitu kemampuan memahami situasi atau permasalahan dengan cara memandangnya sebagai satu kesatuan mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi masalah mendasar dalam situasi kompleks.

·       Conceptual Thinking (CT) Yaitu kemampuan memahami situasi atau keadaan dengan cara memandangnya sebagai satu kesatuan yang terintegrasi mencakup kemampuan mengidentifikasi pola keterikatan antara masalah yang tidak tampak dengan jelas atau kemampuan mengidentifikasikan permasalahan utama yang mendasar dalam situasi yang kompleks.

·       Technical/ Professional/Managerial Expertise (EXP) Yaitu penguasaan pengetahuan eksplisit, berupa keahlian/keterampilan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan serta motivasi untuk mengembangkan, menggunakan dan mendistribusikan pengetahuan atau keterampilan kepada orang lain.

6.    Kompetensi Kepribadian Yang Efektif (Personal Effectiveness). Ada dimensi dalam kelompok kompetensi kepribadian yang efektif, yaitu

·       Self Control (SCT), Kemampuan untuk menjaga emosi dan mencegah tindakan negatif ketika terdesak atau berhadapan dengan situasi atau kondisi yang tidak diinginkan.

·       Self Confidence (SCF). Menunjukkan kepercayaan seseorang terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Secara deskriptif, SCF meliputi menampilkan diri pada kondisi yang tertekan. pernyataan kepercayaan din terhadap keputusan dan kemampuannya, selalu belajar dari kesalahan.

·       Flexibility (FLX). Merupakan kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja secara efektif dengan variasi situasi, individu atau kelompok, flexibility juga merupakan kemampuan untuk memahami dan menghormati perbedaan dan perspektif yang berlawanan.

·       Organizational Commitment (OC) adalah kemampuan individual dan kesediaan untuk menyesuaikan perilakunya dengan kebutuhan, prioritas, dan tujuan organisasi, bertindak dalam cara meningkatkan tujuan organisasi atau memenuhi kebutuhan organisasi.

Secara umum kompetensi individu dapat dibagi menjadi tiga yaitu

Kompetensi intelektual ( inteletual kompetence )

Kompetensi intelektual adalah kemampuan dan kemauan memecahkan masalah yang bersifat rasional dan strategik yang meliputi kecerdasan numerik, penalaran dan pemecahan masalah induktif dan  deduktif serta kemampuan verbal dan spasial.

Kompetensi emosional (emotional competence )

Kemampuan belajar berdasarkan kecerdasan emosional yang menentukan kita untuk belajar keahlian praktis di tempat bekerja dengan berdasarkan pada kesadaran diri (self awarness, motivasi, mengatur diri, empati kemampuan beradapatasi dan membangun hubungan sosial.

Kompetensi spritual

Merupakan karakter sikap pada dimensi yang paling dalam pada seorang yang berkaitan dengan kebijaksanaan/kearifan yang berasal dari luar ego. Kemampuan untuk menghadapi penderitaan atau melampaui rasa sakit. Melihat setiap persoalan secara holistik, bersyukur dan berterima kasih, bertanggung jawab pemaaf, bijaksana dan berani dalam mengambil keputusan.

 

 

Strategi dan model pengembangan sumberdaya manusia.

1.     Model manajemen multi budaya

Upaya mengelola budaya yang berbeda-beda dalam sebuah organisasi, memberdayakan hingga dapat meningkatkan kinerja organisasi baik internal maupun eksternal. Budaya diartikan sebagai cipta, rasa dan karsa seseorang atau kelompok, bangsa dan organisasi tentu melahirkan keberagaman nilai dalam sebuah organisasi sehingga hal ini menjadi penting sebagai potensi atau tantangan.

kepercayaan – nilai – kominukasi dan fase fase nya.

2.     Model learning Organization

Upaya mengakumulasikan ilmu pengetahuan dan mempraktekkanya terus menerus sehingga pembelajaran semakin bermakna dalam pengusaan cara pengembangan diri. Organisasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan berorganisasi untuk meningkatkan penguasaan ilmu, keterampilan, profesionalisme dan bidang-bidang lain. Prinsip penting dalam learning organisasion adalah personal mastery ( merupakan kegiatan belajar yang untuk memperbesar kapasitas pribadi. Setiap orang hingga dapat menciptakan hasil yang paling diinginkan, dan menciptakan lingkungan organisasi yang mendorong ke arah yang lebih berani dari para anggotanya untuk mengembangkan diri menuju maksud dan tujuan yang dipilihnya. bagaimana kita membawa pengetahuan ke dalam organisasi da menggunakan kreativitas untuk menjaga individu dan organisa mendengarkan, mengetahui dan melakukan perubahan keadaan lingkungan). Mental Model, merupakan refleksi dari adanya kesinambungan peningkat pengetahuan yang memperjelas gambaran internal tentang dirinya di dala dunia. Share Vision menyediakan basis berpikir secara umum guna membuat komitmen dan mengembangkan ideologi Bersama anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Team learning metode untuk mengharmonisasikan kekuatan individu secara umum untuk mengarahkan visi Bersama dengan berpikir kolektif sehingga bisa mencapai hasil yang lebih baik. Sistem thinking  mengembangkan cara berpikir secara holistik, membangun sistem berpikir meliputi berbagai unsur pengetahuan untuk memahami pola-pola interaksi dalam suatu sistem sehingga setiap tindakan lebih belajan lebih serasi.

3.     Model benchmarking

Melakukan bencmarking adalah menentukan pakot duga, meniru dan memodifikasi.

Menemukan kunci atau rahasia sukses dan mengadaptasi dan memperbaik lalu di terapkan dalam organisasi.

Merencanakan – melaksanakan – pengecekan – bertindak atau eksekusi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU