PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
Pengembangan sumber daya manusia
Sumber daya manusia
dipandang sebagai asset organisasi secara baik, karena sifatnya sumber daya
manusia yang begitu penting dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Kehadiran
sumber daya manusia dalam organisasi memberikan kepastian bahwa pelaksanaan
fungsi dan kegiatan organisasi dilaksanakan secara efektif dan adil bagi
kepentingan individu organisasi, dan masyarakat. Karena peran SDM yang penting
bagi Tujuan organisasi maka pengelolaan sumberdaya manusia harus memperhatikan
aspek staffing, pelatihan dan pengembangan, motivasi dan pemeliharaan secara
lebih mendetail. Hal ini penting dalam Mengelola SDM kerena dalam
pelaksanaannya segala aktivitas organisasi berkaitan erat dengan sinergi antar
setiap element sehingga tidak boleh menjadi aktivitas yang berjalan sendiri.
Pendekatan sumber daya manusia berdasarkan
perkembangan waktu ke waktu.
Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari
waktu ke waktu selalu timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul ada beberapa
pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang lebih akhir
menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai sekarang pun
masih ada pimpinan perusahaan yang menggunakan pendekatan lama dalam mengatasi
permasalahan. Di bawah ini dikemukakan tiga pendekatan: (1) Pendekatan Mekanis.
(2) Pendekatan Paternalisme, dan (3) pendekatan sistem sosial
1.
Pendekatan
mekanis
Jadi pendekatan ini dulu
mendominasi di negara-negara barat sampai akhir tahun 1920an. Dalam pendekatan
ini unsur tenaga kerja (manusia) disamakan faktor produksi lain apabila ada
permasalahan yang berhubungan dengan unsur produksi, pemberi kerja atau
pemimpin pekerjaan cendrung memberi upah yang minim kepada pekerja.
2. Pendekatan paternalisme sampai akhir 1930an
Suatu konsep pendekatan yang
menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan sehingga pihak
manajemen berupaya agar parah pekerja tidak mencari bantuan di pihak lain.
3.
Pendekatan
sistem sosial
Merupakan pendekatan yang memfokuskan dalam pemecahan masalah dengan memperhitungkan faktor-faktor lingkungan, setiap permasalahan harus di pecahkan dalam resiko yang minim baik bagi tenaga kerja maupun yang pemberi kerja.
Fungsi pokok manajemen sumber daya manusia
1. Human resources planning, recruitment and selection:
2. Human resources development.
3. Compensation
and benefit
4. Safety and
healty
5. Employee and labor relation
Perencanaan tenaga kerja
Bertujuan
untuk merencanakan jumlah dan jenis tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan
dalam mencapai tujuan organisasi. Fungsi
ini meliputi analisis jobdesk, rekrutmen and seleksi, orientasi pekerjaan
Pengembangan unit kerja
Adapun
tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia diarahkan untuk mengubah Sumber Daya
Manusia yang potensial tersebut menjadi tenaga kerja yang produktif, serta
mampu dan terampil sehingga menjadi efektif dan efisien dalam mencapai tujuan
organisasi.
Pengembangan
tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengadakan pendidikan dan latihan yang
rutin, promosi dan mutasi Pendidikan dan latihan dilakukan agar tenaga kerja
dapat selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Compensation and benefit
Penilaian
prestasi kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan sumber
daya manusia. Dengan adanya penilaian prestasi kerja. maka dapat diketahui
karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik maupun yang kurang. Hal ini
akan berdampak pada pemberian kompensasi.
Fungsi
pemberian kompensasi meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para
karyawan. Kompensasi ini dapat berupa finansial maupun non finansial. Kegiatan
disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasi
karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh
masing-masing pekerja secara adil.
( VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN)
Strategi keunggulan sumber daya manusia
Human Capital
Mengembangkan Human capital itu berarti manusia sebagai modal dalam organisasi
yang menunjang pertumbuhan organisasi dan sangat menentukan produktifitas
organisasi, jadi salah satu cara meningkatkan humen capital adalah melalui
Pendidikan. Karena Pendidikan dapat melahirkan lapisan elit sosial dalam
menjadi motor penggerak dan pelopor kearah kemajuan organisasi. Pendidikan juga
merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejateraan anggota dan menjadi wahana
untuk membangun serta meningkatkan martabat organisasi.
Kompetensi sumber daya manusia
Kompetensi
itu dapat diartiakan sebuah kemampuan atau cakapan seseorang yang memiliki
kemampuan baik dan cakapan dapat kita katakan bahwa seseorang itu berkompeten.
Secara lebih shusus kompetensi terdiri dari sifat-sifat unik dari individu yang
diekspresikan dalam proses interaksi dengan pihak lain sehingga tidak hanya
terbatas pada pengethuan skil atas performens yang diharapkan atau di
perlihatkan. Kompetensi itu
sesungguhnya mengangkut sikap persepsi, emosi serta faktor personal dan sosial.
Spencer and Spencer (1993 9-11) menyatakan bahwa ada lima
karakteristik kompetensi, yaitu sebagai berikut:
1.
Motif (Motive), apa yang secara konsisten
dipikirkan atau keinginan- keinginan yang menyebabkan melakukan tindakan. Apa
yang mendorong. perilaku yang mengarah dan dipilih terhadap kegiatan atau
tujuan tertentu. Contoh motif berprestasi akan memotivasi orang-orang secara
terus menerus untuk merancang tujuan yang cukup menantang serta mengambil
tanggungjawab atas pekerjaannya dan menggunakan umpan balik untuk menjadi lebih
baik.
2.
Sifat/Ciri bawaan
(Trait), ciri fisik dan reaksi-reaksi yang bersifat konsisten terhadap situasi
atau informasi. Contoh, reaksi waktu, luas pandangan yang baik merupakan
kompetensi bagi seorang pilot.
3.
Konsep diri (Self
Concept), sikap, nilai atau self image dari orang-orang Contoh, percaya diri
(self confidence), keyakinan bahwa ia akan efektifdalam berbagai situasi,
merupakan bagian dari konsep dirinya.
4.
Pengetahuan
(Knowledge), yaitu suatu informasi yang dimiliki seseorang khususnya pada bidang
spesifik. Pengetahuan merupakan kompetensi yang kompleks. Biasanya tes
pengetahuan mengukur kemampuan untuk memilih Jawaban yang paling benar, tetapi
tidak bisa melihat apakah seseorang dapat melakukan pekerjaan berdasarkan
pengetahuan yang dimilikinya itu.
5.
Keterampilan (Skill).
kemampuan untuk mampu melaksanakan tugas-tugas fisik dan mental tertentu.
Contohnya seorang dokter gigi memiliki kemampuan menambal dan mencabut gigi
tanpa merusak syaraf. Atau seorang programmer komputer memiliki kemampuan
mengorganisasikan 50.000 kode dalam logika yang sekuensial
Enam kompetensi pokok yang ideal untuk di kuasai yakni
1. Kompetensi berprestasi dan Tindakan
·
Achievement
Orientation (ACH), Penilaian yang
menekankan kepada hasil pekerjaan yang lebih baik. berkompetisi melampaui
standar dan bekerja dengan baik. Sikap yang menunjukkan berprestasi ini antara
lain: bekerja untuk melampaui standar yang ditentukan manajemen, menentukan dan
bertindak untuk mencapai tujuan yang menantang bagi diri sendiri maupun orang
lain. berinisiatif selalu Mencari informasi dan memiliki pemikiran konseptual.
·
Concern for Order.
Quality and Accuracy (CO). Dimensi ini merupakan pemicu utama yang dapat mereduksi
ketidakpastian lingkungan. Karakteristik dari CO ini ditandai dengan memonitor
dan mengecek pekerjaan dan informasi, menekankan pada kejelasan peran dan
fungsi serta memelihara sistem informasi.
·
Initiative
(INT). Inisiatif merupakan
preferensi untuk mengambil suatu tindakan yang dicerminkan dengan melakukan
lebih dari yang diperlukan atau diharapkan dalam pekerjaan. melakukan sesuatu
dimana tidak seorangpun memintanya. Disamping itu inisiatif juga dicerminkan
melalui tindakan yang cepat dan cermat. memanfaatkan peluang. proaktif,
menghindari timbulnya masalah dan menciptakan peluang baru.
·
Information
Seeking (INF) Keingintahuan yang
mendasar, hasrat untuk lebih mengetahui tentang sesuatu, orang atau persoalan
mendorong mencari informasi. Pencarian
informasi termasuk membuat usaha untuk memperoleh informasi lebih Banyak.
2.
Kompetensi
Melayani (Helping and Human Service),
Ada dua dimensi dalam kelompok kompetensi pelayanan, yaitu:
·
Interpersonal
Understanding (IU). Kompetensi ini
mencakup kemampuan untuk mendengar d memahami ekspresi, pemikiran, perasaan,
yang tidak terucapkan oleh orang atau kelompok yang lain. Interpersonal
understanding ini terlihat dalam bentuk memahami perilaku ketertarikan,
kebutuhan dan perspektif pihak lain, mampu menginterpretasikan sikap non verbal
pihak lain, memahami hal-hal yang dapat menjadi sumber motivasi pihak lain dan
memahami latar belakang perilaku orang lain.
·
Customer Service
Orientation (SCO), Kompetensi ini mencakup
kemampuan untuk memahami keperluan orang lain dan kemudian mengerjakan sesuatu
untuk membantu dan menolong orang lain.
3.
Kompetensi
Memimpin (Influence), Kelompok
kompetensi ini mencakup dimensi:
·
Impact and Influencing
(IMP), Kompetensi ini merupakan kemampuan untuk membujuk meyakinkan mempengaruhi
atau membuat orang lain berkesan dengan tujuan mendapat dukungan orang lain.
·
Organizational
Awareness (OA).
Merupakan kemampuan individu untuk
mengidentifikasikan pengambil keputusan yang sebenarnya dan yang dapat
mempengaruhi orang lain. serta memprediksi bagaimana sesuatu kejadian akan
mempengaruhi individu atau kelompok dalam organisasi.
·
Relationship building
(RB) dicerminkan dengan menjaga hubungan perkawanan atau hubungan dan jaringan
dengan orang lain. Relationship building sering terlihat dari sikap kesadaran
untuk membangun hubungan, menciptakan kemudahan untuk membangun hubungan, dan
melakukan pertukaran informasi untuk menciptakan hubungan.
4. Kompetensi Mengelola (Managerial)
Kompetensi ini sebenarnya merupakan
bagian dari impact and influence. yang menunjukkan keinginan untuk mendapatkan
kekuatan yang berpengaruh secara positif untuk hal-hal yang spesifik. Keinginan
yang spesifik ini ditunjukkan melalui keinginan untuk mengembangkan pihak lain,
memimpin yang lain dan memperbaiki teamwork dan Kerjasama. Kompetensi mengelola
terdiri dari:
·
Developing Others (DEV)
Yaitu kemampuan untuk mendorong pengembangan atau proses belajar orang lain.
·
Directiveness (DIR)
Yaitu kemampuan untuk memerintah dan mengarahkan orang lain baik karena
kemampuan diri maupun karena kekuasaan jabatannya untuk melakukan sesuatu
sesuai dengan sasaran organisasi
·
Teamwork and
Cooperation (TW) Yaitu kemampuan untuk mendorong pengembangan atau proses
belajar orang lain.
·
Team Leadership (TL) Yaitu
kemampuan dan kemauan untuk berperan sebagai pemimpin kelompok, biasanya
ditujukan dalam posisi otoritas formal.
5. Kompetensi Berfikir (Cognitive). Kompetensi kognitif mempunyai fungsi agar kerja
individu berdasarkan pemahaman situasi, aktivitas, masalah. peluang dan dalam
kerangka pengetahuan dan keahliannya. Kompetensi
berfikir terdiri dari:
·
Analytical Thinking
(AT) Yaitu kemampuan memahami situasi atau permasalahan dengan cara
memandangnya sebagai satu kesatuan mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi
masalah mendasar dalam situasi kompleks.
·
Conceptual Thinking
(CT) Yaitu kemampuan memahami situasi atau keadaan dengan cara memandangnya
sebagai satu kesatuan yang terintegrasi mencakup kemampuan mengidentifikasi
pola keterikatan antara masalah yang tidak tampak dengan jelas atau kemampuan
mengidentifikasikan permasalahan utama yang mendasar dalam situasi yang
kompleks.
·
Technical/
Professional/Managerial Expertise (EXP) Yaitu penguasaan pengetahuan eksplisit,
berupa keahlian/keterampilan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan serta motivasi
untuk mengembangkan, menggunakan dan mendistribusikan pengetahuan atau
keterampilan kepada orang lain.
6.
Kompetensi
Kepribadian Yang Efektif (Personal Effectiveness). Ada dimensi
dalam kelompok kompetensi kepribadian yang efektif, yaitu
·
Self
Control (SCT), Kemampuan untuk menjaga emosi dan mencegah tindakan negatif
ketika terdesak atau berhadapan dengan situasi atau kondisi yang tidak
diinginkan.
·
Self
Confidence (SCF). Menunjukkan kepercayaan seseorang terhadap kemampuannya untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan. Secara deskriptif, SCF meliputi
menampilkan diri pada kondisi yang tertekan. pernyataan
kepercayaan din terhadap keputusan dan kemampuannya, selalu belajar dari
kesalahan.
·
Flexibility
(FLX). Merupakan kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja secara efektif dengan
variasi situasi, individu atau kelompok, flexibility juga merupakan kemampuan
untuk memahami dan menghormati perbedaan dan perspektif yang berlawanan.
·
Organizational
Commitment (OC) adalah kemampuan individual dan kesediaan untuk menyesuaikan
perilakunya dengan kebutuhan, prioritas, dan tujuan organisasi, bertindak dalam
cara meningkatkan tujuan organisasi atau memenuhi kebutuhan organisasi.
Secara umum kompetensi individu
dapat dibagi menjadi tiga yaitu
Kompetensi
intelektual ( inteletual kompetence )
Kompetensi intelektual
adalah kemampuan dan kemauan memecahkan masalah yang bersifat rasional dan
strategik yang meliputi kecerdasan numerik, penalaran dan pemecahan masalah
induktif dan deduktif serta kemampuan
verbal dan spasial.
Kompetensi emosional
(emotional competence )
Kemampuan belajar
berdasarkan kecerdasan emosional yang menentukan kita untuk belajar keahlian
praktis di tempat bekerja dengan berdasarkan pada kesadaran diri (self
awarness, motivasi, mengatur diri, empati kemampuan beradapatasi dan membangun
hubungan sosial.
Kompetensi spritual
Merupakan karakter sikap
pada dimensi yang paling dalam pada seorang yang berkaitan dengan
kebijaksanaan/kearifan yang berasal dari luar ego. Kemampuan untuk menghadapi
penderitaan atau melampaui rasa sakit. Melihat setiap persoalan secara
holistik, bersyukur dan berterima kasih, bertanggung jawab pemaaf, bijaksana
dan berani dalam mengambil keputusan.
Strategi dan model
pengembangan sumberdaya manusia.
1. Model manajemen multi budaya
Upaya mengelola budaya yang
berbeda-beda dalam sebuah organisasi, memberdayakan hingga dapat meningkatkan
kinerja organisasi baik internal maupun eksternal. Budaya diartikan sebagai
cipta, rasa dan karsa seseorang atau kelompok, bangsa dan organisasi tentu
melahirkan keberagaman nilai dalam sebuah organisasi sehingga hal ini menjadi
penting sebagai potensi atau tantangan.
kepercayaan – nilai – kominukasi
dan fase fase nya.
2. Model learning Organization
Upaya mengakumulasikan ilmu pengetahuan dan
mempraktekkanya terus menerus sehingga pembelajaran semakin bermakna dalam
pengusaan cara pengembangan diri. Organisasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan
berorganisasi untuk meningkatkan penguasaan ilmu, keterampilan, profesionalisme
dan bidang-bidang lain. Prinsip penting dalam learning organisasion adalah personal
mastery ( merupakan kegiatan belajar yang untuk memperbesar kapasitas
pribadi. Setiap orang hingga dapat menciptakan hasil yang paling diinginkan,
dan menciptakan lingkungan organisasi yang mendorong ke arah yang lebih berani
dari para anggotanya untuk mengembangkan diri menuju maksud dan tujuan yang
dipilihnya. bagaimana kita membawa pengetahuan ke dalam organisasi da
menggunakan kreativitas untuk menjaga individu dan organisa mendengarkan,
mengetahui dan melakukan perubahan keadaan lingkungan). Mental Model,
merupakan refleksi dari adanya kesinambungan peningkat pengetahuan yang
memperjelas gambaran internal tentang dirinya di dala dunia. Share Vision menyediakan
basis berpikir secara umum guna membuat komitmen dan mengembangkan ideologi
Bersama anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Team learning metode
untuk mengharmonisasikan kekuatan individu secara umum untuk mengarahkan visi
Bersama dengan berpikir kolektif sehingga bisa mencapai hasil yang lebih baik. Sistem
thinking mengembangkan cara berpikir
secara holistik, membangun sistem berpikir meliputi berbagai unsur pengetahuan
untuk memahami pola-pola interaksi dalam suatu sistem sehingga setiap tindakan
lebih belajan lebih serasi.
3. Model benchmarking
Melakukan bencmarking adalah
menentukan pakot duga, meniru dan memodifikasi.
Menemukan kunci atau rahasia sukses
dan mengadaptasi dan memperbaik lalu di terapkan dalam organisasi.
Merencanakan – melaksanakan –
pengecekan – bertindak atau eksekusi.
Komentar
Posting Komentar