PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
Case and Fair edisi 8 Resume
Globalisasi
Globalisasi adalah proses peningkatan ketergantungan antarnegara dan warga negaranya. Globalisasi memiliki dimensi sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Globalisasi ekonomi adalah proses meningkatnya ketergantungan ekonomi antarnegara dan warga negaranya. Hal ini melibatkan peningkatan perdagangan internasional barang dan jasa, meningkatnya pergerakan lintas batas tenaga kerja, dan meluasnya aliran keuangan internasional.
Aliran Melingkar Global
Diagram aliran melingkar global memperlihatkan kompleksitas interaksi antar perekonomian. Membuka perekonomian yang meliputi negara lain di dunia menambah 10 aliran baru: Rumah tangga domestik (AS) sekarang bisa membeli barang dan jasa dari luar negeri - impor. Perusahaan domestik sekarang bisa menjual di pasar asing - ekspor. Hal ini membuka peluang laba potensial. Perusahaan bisa merekrut pekerja dari luar negeri, baik dengan mempekerjakan imigran atau dengan meng-outsourcing tugas atau pekerjaan pada pekerja asing, yang pada dasarnya mengimpor tenaga kerja. Perusahaan AS sekarang bisa beralih ke negara lain di dunia untuk mendapatkan modal. Warga negara AS sekarang bisa mencari pekerjaan di pasar tenaga kerja asing. Rumah tangga domestik mungkin menyimpan dana dalam saham dan obligasi asing. Pekerja asing bisa bekerja di Amerika serikat. Warga negara asing bisa membeli saham dan obligasi AS atau menyimpan dana mereka di bank-bank AS. Perusahaan asing bisa meminta tenaga kerja, bisa membuka lapangan pekerjaan bagi pekerja AS. Perusahaan asing mungkin melirik AS agar mendapat dana untuk digunakan pada investasi modal baru.
Argumen dasar globalisasi ekonomi bisa ditemukan dalam keputusan di balik tiap aliran ini. Seorang konsumen AS membeli barang atau jasa dari produsen asing jika memiliki kualitas yang lebih tinggi. Demikian pula warga negara AS menyimpan tabungan dalam obligasi asing jika memberi hasil yang lebih banyak daripada obligasi AS.
Sejarah Singkat
Globalisasi Ekonomi
Sejarawan ekonomi Jeffrey Williamson mengklarifikasikan periode 1820-1914 sebagai periode globalisasi pertama yang besar dan periode sejak perang dunia ll sebagai periode kedua. Perdagangan sebagai presentase produk domestik bruto (GDP) dunia naik dari 5% di awal abad ke-19 hingga 20% pada awal perang dunia l. Hambatan dagang yang dikenakan setelah 1914, perang dunia, dan depresi besar dirancang untuk memotong perdagangan sebagai presentase gdp dunia kembali ke 5%. Dengan didirikannya sistem keuangan baru di Berton Woods, New Hampshire, pada tahun 1946, mendatangkan era baru, dan perdagangan tumbuh lagi hingga mencakup 20% dari gdp dunia menjelang akhir 1975.
Meskipun data globalisasi sulit di dapatkan, banyak yang berpendapat bahwa dengan memperhatikan mobilitas internasional tenaga kerja, negara AS sekarang kurang terglobalisasi jika dibandingkan saat awal abad ke-20. Pada saat itu sekitar 15% populasi AS dilahirkan di luar negeri. Biro sensus AS menempatkan angka imigran pada 10,4% dari populasi pada tahun 2000, naik dari 7,9% pada 1990. Jelas, imigrasi meningkat dalam tahun-tahun belakangan, namun tidak jelas apakah AS sudah mendekati tingkat imigrasi periode 1920-an.
Banyak dimensi globalisasi yang baru hadir saat ini. Belakangan ini pengangguran tajam hambatan perdagangan melalui penandatanganan kesepakatan perdagangan bebas Amerika Utara ( NAFTA ) dan kesepakatan umum tarif dan perdagangan ( GATT ). Peningkatan besar aliran informasi dan perdagangan di internet serta meningkatnya kecepatan dan biaya perjalanan yang lebih rendah membuat dunia yang semakin kecil, dunia yang lebih sadar akan perbedaan budaya, politik, dan agama.
Tinjauan Ulang Perdebatan Perdagangan Bebas
Manfaat potensial dari perdagangan telah dibicarakan beberapa kali dalam buku. Kisah sederhana keunggulan komparatif pertama kali di bahas secara singkat di Bab 2, dan kemudian secara terperinci di Bab 33. Argumen ini, yang pertama kali disampaikan oleh David Ricardo di abad ke-18, sederhana tetapi berpengaruh, dan sanggup bertahan. Argumen ini bertumpu pada 2 instuisi. Pertama, jika anda memiliki sesuatu yang saya inginkan dan saya memiliki sesuatu yang anda inginkan, kita bisa saling menguntungkan. Pertukaran sukarela itu efisien. Kedua, dengan menerapkan konsep negara, dua negara bisa mendapatkan manfaat dari perdagangan bebas dan berspesialisasi dalam produksi barang/jasa melalui keunggulan komparatif.
Kontra
argumen perdagangan bebas
:
AS bisa membeli dari berbagai negara
jika negara-negara itu tidak secara serentak membeli dari AS. Memproteksi industri
dari persaingan asing atau berusaha melarang
perusahaan melakukan outsourcing untuk menghemat pekerjaan
akan mengorbankan lahan pekerjaan di sektor yang akan berekspansi melalui perdagangan bebas atau biaya yang lebih rendah.
Memproteksi suatu industri bisa menyebabkan inefisiensi dan kurangnya kemampuan
bersaing di pasar dunia nantinya. Mempertahankan tingkat pengangguran yang rendah adalah persoalan
ekonomi makro. Jika
tujuannya adalah mengurangi kemiskinan, bagaimana pencegahan perdagangan yang
di lakukan AS bisa membantu. AS bisa
membeli dari berbagai negara jika negara-negara itu tidak secara serentak membeli dari AS.
Memproteksi industri dari persaingan asing atau berusaha melarang perusahaan melakukan outsourcing untuk menghemat pekerjaan akan mengorbankan lahan pekerjaan di sektor yang akan berekspansi melalui perdagangan bebas atau biaya yang lebih rendah.
Memproteksi suatu industri bisa menyebabkan inefisiensi dan kurangnya kemampuan bersaing di pasar dunia nantinya. Mempertahankan tingkat pengangguran yang rendah adalah persoalan ekonomi makro. Jika tujuannya adalah mengurangi kemiskinan, bagaimana pencegahan perdagangan yang di lakukan AS bisa membantu.
Argumen kedua menantang pedagang bebas adalah bahwa perdagangan bebas akan merugikan lingkungan. Kekuatan utama argumen ini adalah bahwa negara-negara miskin tidak tunduk pada standar lingkungan di negara-negara kaya. Argumen ketiga menentang perdagangan bebas adalah bahwa aturan perdagangan bebas dan kekuatan organisasi seperti WTO bisa merongrong kedaulatan nasional dengan menekan negara-negara untuk mengorbankan berbagai hal.
Perdagangan, Pertumbuhan, Dan Kemiskinan
Biro nasional riset ekonomi AS dan Bank
dunia mensponsori sejumlah studi kasus liberalisasi perdagangan pada kurun 1970-an dan 1980-an. Sebagian besar
memperlihatkan bahwa negara- negara
yang lebih terintegrasi dalam perekonomian dunia tumbuh lebih cepat daripada
yang kurang terintegrasi. Studi yang
sering di kutip dari Jeffrey Sachs dan Andrew Warner menyimpulkan bahwa negara dengan perekonomian terbuka tumbuh 2%
per tahun lebih cepat daripada
perekonomian tertutup, dengan mengendalikan sejumlah faktor. Meskipun beberapa studi menentang logika hubungan tersebut,
besarnya bukti yang ada mendukung klaim bahwa
liberalisasi perdagangan adalah komponen penting reformasi kebijakan
yang menghasilkan pertumbuhan yang
lebih cepat.
Seorang ahli ekonomi Stanley Fischer dalam esai terbarunya tentang globalisasi, logika menegaskan bahwa tidak ada cara mengentaskan populasi negara miskin keluar dari kemiskinan tanpa pertumbuhan berlanjut. Secara global, kecepatan penurunan kemiskinan akan mencapai tingkat tertinggi ketika ketika pertumbuhan ekonominya juga mencapai kecepatan tertinggi.
Globalisasi Pasar Tenaga Kerja : Ilmu Ekonomi Imigrasi
Dan Outsourcing
Globalisasi berarti peningkatan mobilitas tenaga kerja lintas batas internasional. Tiap kali pengangguran meningkat, persoalan imigrasi menjadi titik sentral perhatian pers. Pada tahun 1994, para pemilih California menyetujui proposisi 187 dengan margin 3 lawan 2, suatu referendum kontroversial yang mencegah imigran ilegal menerima tunjangan kesejahteraan, kesehatan nondarurat, dan pendidikan dari otoritas negara bagian. Pada tahun yang sama, gubernur Lawton Chiles dari Florida mendeklarasikan kondisi darurat negara bagian menuntut pemberhentian puluhan ribu imigran Kuba yang membanjiri Florida.
Sejarah Singkat
Imigrasi Ke Amerika
Serikat
Imigrasi ke Amerika Serikat datang dalam gelombang yang tak teratur”migrasi besar”pertama terjadi antara 1880 dan 1924, ketika 25,8 juta imigran memasuki negara ini, angka yang mewakili lebih dari 40% peningkatan populasi total periode itu.Tetapi selama 1920-an, kongres menetapkan sistem kuota asal negara yang membatasi aliran tahunan dari negara belahan timur dunia menjadi 150.000.Dengan undang-undang baru ini, visa diterbitkan dalam proporsi terhadap komponen etnis Amerika Serikat pada tahun 1920.Hasilnya adalah 60%visa diberikan kepada imigran Jerman dan Inggris.
Aliran imigran melambat selama kurun 1930-an, tetapi bertambah sejak saat itu.Antara 1990- 2000 rata-rata masuknya imigran mencapai hampir 1 juta orang tiap tahun.Kebanyakan imigran saat ini adalah ilegal.Studi menunjukkan bahwa selama akhir 1980-an antara 2 juta dan 3 juta orang secara ilegal menetap di Amerika Serikat dan 200.000 hingga 300.000 imigran ilegal masuk tiap tahun.Meskipun patroli perbatasan menghadang dan mengembalikan sekitar 1,3 juta pendatang ilegal tiap tahunnya, banyak imigran ilegal memsuki negara ini dengan mengantongi izin ilegal.Mereka datang dengan ijin pabean dan menetap di negara ini.Pada tahun 1986,kongres memberlakukan Akta Kontrol dan Reformasi Imigrasi, yang memberikan amnesti kepada sekitar 3 juta pendatang ilegal dan dikenai serangkaian sanksi berat yang dirancang untuk memperlambat aliran imigran memasuki Amerika Serikat.Akta Imigrasi 1990 meningkatan jumlah imigran legal yang diijinkan pertahun hingga 150.000.Sebelum 1960, kelompok imigran yang memasuki Amerika Serikat berasal dari Eropa.Antara 1991 dan 2000, kelompok imigran terbesar berasal dari negara-negara benua Amerika, khususnya Meksiko.Sejak 1970, jumlah imigran dari Asia mulai tumbuh pesat.
Argumen Ekonomi
Imigrasi Bebas
Argumen imigrasi menyatakan bahwa
imigrasi bebas bisa meningkatkan output dunia.Tenaga
kerja mengalir melintasi perbatasan sebagai tanggapan atas perbedaan upah.Perhatikan khusus Meksiko dan Amerika
Serikat.Pekerja berupah rendah di Meksiko berimigrasi
ke Amerika Serikat karena tertarik dengan upah lebih tinggi di Amerika
Serikat.jika pasar pada dasarnya
kompetitif, upah akan mencerminkan produktivitas pekerja.Dengan kata lain, karena Amerika Serikat memiliki
modal dan menggunakan teknologi yang lebih maju dari pada Meksiko, produktivitas pekerja berupah rendah lebih
tinggi di Amerika Serikat dari pada Meksiko.Oleh
sebab itu,tenaga kerja yang sama menghasilkan lebih banyak output totalsetelah imigrasi dan output dunia pun naik.
TABEL 35.1 Imigran ke Amerika Serikat Menurut Asal Negara:2004
|
PERINGKAT |
NEGARA |
IMIGRAN(Ribuan) |
|
|
1 |
Meksiko |
175,4 |
|
|
2 |
India |
70,1 |
|
|
3 |
Filipina |
57,8 |
|
|
4 |
Cina |
51,2 |
|
|
5 |
Vietnam |
31,5 |
|
|
6 |
Republik Dominika |
30,5 |
|
|
7 |
El Salvador |
29,9 |
|
|
8 |
Kuba |
20,5 |
|
|
9 |
Korea |
19,8 |
|
|
10 |
Kolombia |
18,7 |
|
|
11 |
Guatemala |
18,0 |
|
|
12 |
Kanada |
15,6 |
|
|
13 |
Inggris |
14,9 |
|
|
14 |
Jamaika |
14,4 |
|
|
15 |
Polandia |
14,3 |
|
|
16 |
Haiti |
14,0 |
|
Argumen Menentang Imigrasi Bebas
Tidak ada ekonom yang berselisih tentang gagasan bahwa distribusi pendapatan cenderung berubah antarnegara dan antar kelompok dalam masing-masing negara sebagai tanggapan dan imigrasi.Degan mengasumsikan bahwa para imigran adalah pekerja berupah rendah, upah ekuilibrium di pasar untuk tega kerja berkeahlian rendah akan naik di negara asal dan turun di negara tujuan.Di samping itu, pengembalian modal akan naik di negara tujuan, mendorong laba naik, sedangkan pendapatan modal akan turun di negara asal.
Argumen yang mendukung imigrasi bebas
mengasumsikan bahwa semua pekerja medapatkan
pekerjaan.Akan tetapi, anggapan umum adalah bahwa para imigran(yang
biasanya akan bekerja dengan upah
yang sngat rendah)akan merebut lahan pekerjaan dari orang Amerika berpendapatan rendah dan mendorong tingkat
pengangguran naik.Di samping itu, banyak yang
percaya bahwa para imigran akhirnya masuk dalam daftar tunjangan
kesejahteraan dan menjadi beban bagi
para wajib pajak.Para penentang juga menunjukkan kasus kejahatan di lingkungan sekitarnya dan permusuhan antarkelompok etnis sebagai bukti beban tambahan bagi masyarakat.
Bukti:Biaya Bersih Imigrasi
Studi penting dari ekonomi David Card dari University Of California, Berkeley, melihat dengan saksama upah dan kesempatan kerja di wilayah Metropolitan Miami selama dansetelah peristiwa pengungsi Mariel tahun 1980.Dalam semalam, sekitar 125.000 orang Kuba tiba di Florida dan menaikkan angkatan kerja Miami hingga lebih dari 7% Card melihat trend upah dn pengangguran antar pekerja Miami antara tahun 1980 hingga 1985 dan tidak menemukan dampak apapun disamping itu, data yang ia teliti mencerminkan pengalaman pekerja di Los Angeles, Houston, Atlanta, dan kota-kota serupa yang tidak terkena dampak oleh goncangan yang sama. Akan tetapi, studi terkini oleh Borjas, Freeman dan Katz mengangkat persoalan ini dengan melakukan penelitian yang lebih banyak hingga saat ini.Mereka berpendapat bahwa para imigran tidak tinggal di kota-kota saat mereka datang, melainkan berpindah pindah sebagai tanggapan atas kesepatan kerja dan perbedaan upah.Oleh sebab itu, mereka berpendapat bahwa dampak imigrasi atas upah dan pengangguran haruslah dianalisis pada tingkat nasional, bukan tingkat kota.Studi mereka menunjukkan penurunan besar upah orang yang putus sekolah tingkat SMA dibandngkan pekerja dengan pendidkan lebih tinggi selama 1980-an. Hasilnya menunjukkan bahwa sepertiga penurunan upah relatif orang putus sekolah SMA bisa dikaitkan dengan imigran berkeahlian rendah.
Menyangkut persoalan dampak imigrasi terhadap biaya pemerintah,beragam bukti juga telah tersedia. Jelas bahwa generasi imigran yang lebih awal menimbulkan dampak positif atas perekonomian secara keseluruhan dan terutama atas anggaran pemerintah.Studi pola upah imigran awal memperlihatkan upah mereka secar rata-rata melebihi upah pekerja pribumi setelah kurun 15 tahun.Para imigran generasi awal datang berkelompok karena itu mungkin membayar pajak lebih tinggi dari pada yang mereka kumpulkan dalam tunjangan bagi warga berpendapatan rendah, seperti tunjangan kesejahteraan.Namun data memperlihatkan bahwa dari waktu ke waktu penurunan yang sangat dramatis terjadi di tingkat pendidikan, pengalaman dan keahlian di antara imigran. pada saat yang sama, partisipasi dalam program kesejahteraan di antara imigran meonjak tajam.
Imigrasi Itu Buruk Atau Baik
Imigrasi adalah persoalan lain ekonomi yang tak punya jawaban yang tepat. Bukti dampak imigrasi itu masih belum pasti dan teori memberikan bagi kita argumen untuk kedua sisi persoalan ini.Sementara itu, imigrasi tetap menjadi persoalan yang sangat sensitif secara politis, dan Amerika Serikat akan diminta mengambil keptusan penting tentang perlakuan atas imigran belakangan ini.Pada tahun 2001, menyusul serangan 9/11, imigrasi menjadi diperumit oleh persoalan terorisme internasional.Dengan perubahan jasa imigrasi dan naturalisasi menjadi Departemen Keamanan Dalam Negeri yang baru didirikan, pelamar visa, bahkan visa mahasiswa, tuduk pada penyelidikan yang lebih ketat.Kebijakan baru ini menyebabkan kekhawatiran bahwa warga negara Amerika akan kehilangan beberapa manfaat yang dibawa oleh imigrasi.
Mobilitas Modal
Aspek penting lain globalisasi adalah mobilitas modal. Dalam perekonomian global, rumah tangga domestik bisa menginvestasikan kekayaan mereka di pasar keuangan asing atau domestik, perusahaan, domestika bisa mendanai proyek investasi dengan melihat pasar keuangan asing atau domestik.Hal yang sama berlaku untuk rumah tangga dan perusahaan asing.Argumen mobilitas pasar keuangan terbuka dan bebas adalah bahwa modal seharusnya mengalir hingga penggunaan terbaik dan tertingginya.Pasar keuangan seharusnya mengalokasikan modal pada penggunaan yang memiliki pengembalian tertinggi, dengan mengelola resiko yang terkait dengan investasi ini.Jika berivestasi pada pabrik di Negria akan memberikan pengembalian 20% per tahun, sedngkan investasi serupa dengan resiko sebanding di Amerika Serikat akan memeberikan pengembalian 14%, pasar keuangan seharusnya lebih dulu mendanai proyek Nigeria, terlepas dari mana pendanaan berasal.
KEBIJAKAN PUBLIK DAN GLOBALISASI
Barang Publik dan Eksternalitas Global
Ilmu ekonomi secara umum berhubungan dengan efisiensi pasar nasional maupun internasional.Barang publik adalah barang dan jasa yang memberikan manfaat kolektif bagi anggota masyarakat.umumnya, semua orang bisa menikmati manfaatnya begitu diprodkusi. Contoh klasiknya adalah udara bersih dan pertahanan nasional.
Globalisasi, Kapitalisme dan Demokrasi
Istilah sosialisme dan kapitalisme
mengacu pada lembaga ekonomi yang menentukan
alokasi sumber daya. Perekomian sosial murni adalah perekonomian dimana
pemerintah memiliki tanah dan modal dan
sumber daya dialokasikan oleh rencana
pemerintah pusat. Perekonomian kapitalis adalah perekonomian dimana pemerintah
nyaris tidak memiliki peran dalam
mengarahkan perekonomian. Sebaliknya keputusan alokasi sumber daya yang dilakukan
oleh rumah tangga dan perusahaan yang bertindak atas kepentingan mereka sendiri dan sedikit atau tanpa keterlibatan pemerintah.
keputusan ekonomi diambil melalui pasar.
Case, K. E. & Fair, R. C. (2007). Prinsip-Prinsip Ekonomi Edisi 8. Diterjemahkan Oleh Y. Andri Zaimur. Jakarta: Erlangga.
Komentar
Posting Komentar