PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

Federal Reserve (Fed) Permintaan Uang, Tingkat Bunga Ekuilibrium, dan Kebijakan Moneter

 

Permintaan Uang, Tingkat Bunga Ekuilibrium, dan Kebijakan Moneter

Setelah kita melihat bagaimana tingkat bunga ditentukan, kita bisa beralih ke bagaimana Federal Reserve (Fed) mempengaruhi tingkat bunga melalui kebijakan moneter. Obligasi $1.000 (mewakili pinjaman $1.000 dari rumah tangga pada perusahaan) yang membayar bunga $100 per tahun memiliki tingkat bunga 10 persen.

PERMINTAAN UANG

Sebaliknya, kita berhubungan dengan berapa banyak aset keuangan kita yang ingin kita pegang dalam bentuk uang, yang tidak menghasilkan bunga, dibandingkan dengan berapa banyak yang ingin kita pegang dalam surat berharga yang berbunga, seperti obligasi.

MOTIF TRANSAKSI

uang dan Berapa banyak uang yang akan dipegang melibatkan dilema antara likuiditas pendapatan bunga yang ditawarkan oleh jenis aset yang lain. "Uang" berarti uang kartal yang beredar dan dalam simpanan, dan tidak ada yang menghasilkan bunga.² Kedua, kita asumsikan bahwa pendapatan dari contoh rumah tangga di sini sudah "ditumpuk". Jika tidak, tiap orang akan memegang semua kekayaan dalam bentuk rekening cek dan tak ada yang memegang dalam obligasi, karena rekening cek lebih nyaman.)Dalam contoh sebelumnya kita bisa katakan bahwa obligasi membayar 5 persen dan uang membayar 0 persen, yang membuat pembahasan kita lebih sederhana.

MANAJEMEN UANG DAN SALDO OPTIMAL

Dengan asumsi ini, bagaimana seseorang yang rasional (rumah tangga) memutuskan berapa banyak pendapatan bulanan yang akan dipegang dalam bentuk uang dan berapa banyak yang akan dipegang dalam bentuk obligasi berbunga? Untuk paruh ($1.200) plus saldo akhir (0) dibagi dengan 2, atau ($1.200 + 0)/2 pertama bulan itu Jim memiliki lebih banyak uang daripada saldo rata-rata simpanannya yang $600, dan untuk paruh kedua bulan itu ia memiliki lebih sedikit daripada saldo rata- = per rata ini. Jika ia mengikuti rencana seperti yang dideskripsikan, Jim mengorbankan bunga dananya, bunga yang bisa ia peroleh jika ia memegang dananya dalam bentuk obligasi berbunga, bukan rekening cek. Alih-alih menyimpan seluruh gajinya di rekening cek di awal bulan, Jim bisa menaruh setengah cek gaji itu dalam rekening ceknya dan membeli obligasi dengan separuh yang lain. Dengan membandingkan garis putus-putus (strategi lama) dengan garis tebal (strategi membeli obligasi $600), saldo bank rata-ratanya sama dengan setengah dari kondisinya pada strategi pertama.³ Jim juga bisa memilih untuk menempatkan setengah gajinya pada rekening cek dan membeli obligasi dengan separuh pendapatan lainnya.

Strategi ini menurunkan uang rata-rata yang dipegang oleh Jim (saldo rekening cek) lebih jauh lagi; mengurangi uang yang dipegangnya hingga rata-rata hanya $200 per bulan, dan disertai adanya obligasi berbunga yang juga memiliki rata-rata lebih tinggi. Tiap kali ia butuh membayar tunai untuk sesuatu atau menulis cek, ia akan pergi ke bank atau menelepon bank, mentransfer jumlah transaksi yang pasti pada rekening ceknya, dan menarik kas atau menulis cek untuk menyelesaikan transaksi. Peralihan dari obligasi ke uang meningkatkan penerimaan bunga yang dihasilkan Jim (karena makin sering Bagaimana tingkat bunga mempengaruhi jumlah peralihan yang dilakukan Jim dan juga saldo uang rata-rata yang ia pilih untuk dipegang? Akan tetapi, jika tingkat bunga 30 persen, biaya peluang memegang uang alih-alih obligasi akan sangat tinggi, dan orang-orang berharap mempertahankan sebagian besar dana dalam obligasi dan menggunakan banyak waktu mengelola saldo mereka. Pada tingkat bunga yang lebih tingggi, obligasi jauh lebih menarik daripada uang sehingga orang akan memegang uang lebih sedikit karena mereka harus melakukan pengorbanan yang lebih besar dalam bunga untuk tiap rupiah uang yang mereka pegang.

MOTIF SPEKULASI

Sejumlah teori telah ditawarkan untuk menerangkan mengapa kuantitas uang yang diharapkan dipegang oleh rumah tangga mungkin meningkat ketika tingkat bunga turun, 4 Teori permintaan uang yang ditampilkan di sini mengasumsikan bahwa orang mengetahui waktu yang tepat untuk pendapatan dan belanja mereka. Jika saya menawarkan menjual obligasi saya senilai $1.000, tidak akan ada orang yang membelinya karena tiap orang bisa membeli obligasi baru dan menghasilkan 10 persen di pasar, bukannya 8 persen seperti obligasi saya.Karena obligasi ini membayar bunga 8 persen setahun pada nilai awal $1.000-yaitu, $80 per tahun sebenarnya obligasi ini membayar Anda jumlah tahunan 16 persen dari investasi Anda dalam obligasi itu ($500 × 0,16 = $80).

Poinnya di sini sederhana saja: Ketika tingkat bunga pasar turun, nilai obligasi naik; ketika tingkat bunga pasar naik, nilai obligasi turun. (Untuk informasi lebih lanjut tentang interaksi antara pasar obligasi dan pasar uang, lihatlah kotak Eksplorasi Lanjutan, "Pasar Obligasi, Pasar Uang, dan Motif Spekulasi".)

PERMINTAAN TOTAL ATAS UANG

Mereka memiliki daftar gaji yang harus dibayar dan pembelian yang harus dilakukan; mereka menerima uang tunai dan cek dari penjualan; dan banyak perusahaan yang berhubungan dengan konsumen harus melakukan perubahan mereka membutuhkan uang tunai dalam mesin kasirnya. Se- kalipun begitu, adalah benar bahwa harga atau nilai pasar saat ini dari semua obligasi berbunga tetap, baik obligasi pemerintah AS maupun obligasi korporat Jerman, jatuh nilainya ketika tingkat bunga naik, dan naik nilainya ketika tingkat bunga turun. Untuk menjual obligasi, pialang harus menemukan pembeli, dan jumlah yang akan bersedia dibayar oleh pembeli bergantung pada tingkat bunga saat ini. Cara lain untuk melihat hubungan yang sama antara pasar obligasi dan pasar uang adalah memikirkan kasus di mana permintaan obligasi meningkat.

Harga obligasi yang lebih tinggi berarti tingkat bunga yang bersedia diterima oleh pembeli obligasi lebih rendah daripada sebelumnya. Ramainya pasar obligasi berarti harga obligasi naik dan tingkat bunga, atau hasil (yield) obligasi, telah turun. Asumsikan rumah tangga hanya memilih antara memegang aset mereka sebagai uang (yang tidak menghasilkan bunga) atau sebagai obligasi (yang memang menghasilkan bunga). Jika rumah tangga dan perusahaan yakin bahwa tingkat bunga secara historis tinggi dan cenderung turun, inilah saat yang baik untuk memegang obligasi. Ketika tingkat bunga tinggi dan diramalkan turun, permintaan obligasi cenderung tinggi dan permintaan uang cenderung rendah.

 

VOLUME TRANSAKSI DAN TINGKAT HARGA

Perusahaan memproduksi dan menjual lebih banyak output, lebih banyak orang yang bekerja, dan pendapatan rumah tangga lebih tinggi. Pendeknya, ada lebih banyak transaksi, dan perusahaan serta rumah tangga sama-sama akan memegang lebih banyak uang ketika mereka terlibat dalam lebih banyak transaksi. Peraga 24.5 memperlihatkan pergeseran kurva permintaan uang yang disebabkan oleh peningkatan Y. Pada tingkat bunga tertentu, tingkat output yang lebih tinggi berarti peningkatan jumlah transaksi dan permintaan uang yang lebih banyak.

PERAGA 24.5 Peningkatan Output (Pendapatan) Agregat (Y) akan Menggeser

Kurva Permintaan Uang ke Kanan Peningkatan Y berarti ada lebih banyak aktivitas ekonomi. Perusahaan memproduksi dan menjual lebih banyak, dan rumah tangga menghasilkan lebih banyak pendapatan dan membeli lebih banyak. Ada lebih banyak transaksi, sehingga uang dibutuhkan. Hasilnya, baik perusahaan maupun rumah tangga cenderung meningkatkan jumlah saldo uang yang dipegang pada tingkat bunga tertentu. Jumlah uang yang diperlukan oleh perusahaan dan rumah tangga untuk memfasilitas transaksi harian juga bergantung pada jumlah rupiah rata-rata tiap transaksi. Pada gilirannya jumlah rata-rata tiap transaksi bergantung pada harga, atau jika tidak, pada tingkat harga Jika semua harga, yang mencakup harga tenaga kerja (tingkat upah) akan naik dua kal lipat, perusahaan dan rumah tangga akan membutuhkan lebih banyak saldo uang untul- melakukan transaksi harian mereka-tiap transaksi akan memerlukan dua kali jumlah uang Jika harga makan siang Anda meningkat dari $3,50 hingga $7,00, Anda akan mulai membawa lebih banyak uang tunai. Jika tagihan akhir bulan Anda dua kali jumlah sebelumnya, Anda akan menyimpan lebih banyak uang dalam rekening cek Anda. Kenaikan tingkat harga menggeser kurva permintaan uang ke kanan, dan penurunan tingkat harga menggeser kurva permintaan uang ke kiri. Meskipun jumlah transaksi mungkin tidak berubah, kuantitas uang yang diperlukan untuk melakukannya telah berubah.

DETERMINAN PERMINTAAN UANG: KAJIAN ULANG

Pertama, karena tingkat bunga (r) adalah biaya peluang memegang saldo uang bagi perusahaan maupun rumah tangga, kenaikan tingkat bunga cenderung menurunkan kuantitas uangbyang diminta; penurunan tingkat bunga akan meningkatkan kuantitas uang yang diminta. Oleh sebab itu, kuantitas uang yang diminta adalah fungsi negatif dari tingkat bunga.bPermintaan uang juga bergantung pada volume uang transaksi pada periode tertentu. Volume uang transaksi bergantung pada output agregat (pendapatan), Y, maupun tingkat harga, P. Hubungan l permintaan uang terhadap Y dan hubungan permintaan uang terhadap P sama-sama positif. Permintaan uang menjawab pertanyaan: Berapa banyak uang yang diinginkan oleh perusahaan dan rumah tangga untuk disimpan padabtitik waktu tertentu, dengan tingkat bunga saat ini, volume aktivitas ekonomi, dan tingkat harga yang tertentu? Jumlah yang dipilih oleh rumah tangga untuk disimpan dalam bentuk uang merupakan permintaan uang.

 

 

TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM

Sekarang kita membahas salah satu pertanyaan kunci dalam ilmu ekonomi makro: Bagaimanabtingkat bunga ditentukan dalam perekonomian? Pasar keuangan (yang kita sebut pasar uang) bekerja dengan sangat baik di AmerikabSerikat. Hampir semua pasar uang mencapai ekuilibrium-yaitu, semua mencapai ekuilibrium saat kuantitas yang diminta sama dengan kuantitas yang ditawarkan. Dalam pasar uang: Titik di mana kuantitas uang yang diminta sama dengan kuantitas uang yang ditawarkan menentukan tingkat bunga ekuilibrium dalam perekonomian. Penjelasan ini terdengar sederhana, tapi memerlukan pengembangan lebih lanjut.

PENAWARAN DAN PERMINTAAN DI PASAR UANG

Hanya pada tingkat bunga r*, kuantitas uang yang beredar (penawaran uang) sama dengan kuantitas uang yang diminta. Ketika ada uang dalam peredaran yang hendak dikelola untuk menghasilkan bunga-ketika permintaan obligasi tinggi-orang yang berusaha meminjam uang dengan menjual obligasi akan menemukan bahwa mereka bisa melakukan hal itu pada tingkat bunga yang lebih rendah. Sekarang perhatikan Tp di mana kuantitas uang yang diminta (M) melebihi penawaran uang yang saat ini ada dalam peredaran-rumah tangga dan perusahaan tidak memiliki cukup uang di tangan untuk memfasilitasi transaksi biasa. Departemen Keuangan dan korporasi bisa menjual obligasi pada lingkungan di mana orang menyesuaikan pegangan aset mereka untuk bergeser dari obligasi hanya dengan menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi pada orang yang membelinya.

MENGUBAH PENAWARAN UANG UNTUK MEMPENGARUHI TINGKAT BUNGA

Anggaplah tingkat bunga saat ini adalah 14 persen dan Fed ingin mengurangi tingkat bunga. Ini langsung menekan turun tingkat bunga sewaktu rumah tangga dan perusahaan mencoba membeli obligasi dengan uang mereka untuk menghasilkan tingkat bunga yang tinggi itu. Sewaktu ini terjadi, tingkat bunga turun, dan akan berlanjut hingga mencapai tingkat bunga ekuilibrium baru 7 persen.

PENINGKATAN Y DAN PERGESERAN KURVA PERMINTAAN UANG

Jika tingkat harga naik, kurva permintaan uang bergeser ke kanan, karena orang perlu lebih banyak uang untuk melakukan transaksi harian mereka. Akan tetapi, ketika kuantitas uang yangbditawarkan tak berubah, tingkat bunga harus naik untuk mengurangi kuantitas uang yang diminta terhadap kuantitas penawaran uang yang tetap-pergerakan di sepanjang kurva permintaan uang. Akan tetapi, dengan kuantitas uang yang ditawarkan tak berubah, tingkat bunga harus turun untuk meningkatkan kuantitas uang yang diminta terhadap kuantitas penawaran uang yang tak berubah.

MEMANDANG KE DEPAN: BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER

Ketika Fed bergerak Uang, Tingkat Bunga, dan Output: Analisis dan Kebijakan Pada Bab 21 dan 22, kita mem- bahas pasar untuk barang dan jasa-pasar barang-tanpa menyebut uang, pasar uang, atau tingkat bunga. SOLL Dalam Bab 23 dan 24, kita telah membahas pasar keuangan, atau pasar uang, yang hampir tidak pernah menyebut pasar barang, sewaktu kita menerangkan bagaimana tingkat suku bunga ekuilibrium ditentukan dalam pasar uang. Kejadian di pasar uang mempengaruhi apa yang terjadi di pasar barang, dan kejadian yang terjadi di pasar barang mempengaruhi apa yang terjadi di pasar uang.

KAITAN ANTARA PASAR BARANG DAN PASAR UANG

Pada saat output (pendapatan) agregat (Y) meningkat, jumlah transaksi yang memerlukan PERAGA 25.1 Kaitan Antara Pasar Barang dan Pasar Uang Investasi yang direncanakan bergantung pada tingkat bunga, dan permintaan uang bergantung pada pendapatan. Kaitan 2: Belanja Investasi yang Direncanakan dan Tingkat Bunga Kaitan kedua antara pasar barang dan pasar uang terjadi karena belanja investasi yang direncanakan (1) bergantung pada tingkat bunga (r).

INVESTASI, TINGKAT BUNGA, DAN PASAR BARANG

Ketika tingkat bunga naik, uang menjadi lebih mahal, dan lebih sedikit proyek yang mungkin dijalankan; kenaikan tingkat bunga, ceteris paribus, cenderung mengurangi tingkat belanja investasi yang direncanakan. Ketika tingkat bunga turun, akan lebih murah meminjam uang, dan lebih banyak proyek investasi yang mungkin dijalankan; penurunan tingkat bunga, ceteris paribus, cenderung menaikkan tingkat belanja investasi direncanakan. Yang Hubungan antara tingkat bunga dan investasi yang direncanakan diilustrasikan oleh kurva permintaan yang melandai menurun pada Peraga 25.2. Pada tingkat bunga 3 persen, investasi yang direncanakan adalah I. Ketika tingkat bunga naik dari 3 persen ke 6 persen, investasi yang direncanakan turun dari I, ke I₁. Oleh sebab itu, perubahan tingkat bunga (r) juga menyebabkan perubahan belanja total yang direncanakan (C + I + G).¹ direncana- Peraga 25.3 memperlihatkan apa yang terjadi pada pengeluaran agregat yang kan ketika tingkat bunga naik dari 3 persen ke 6 persen. Pada tingkat bunga yang lebih tinggi, investasi yang direncanakan lebih rendah; pengeluaran agregat yang direncanakan akan bergeser ke bawah. Ketika tingkat bunga naik, investasi yang direncanakan (dan pengeluaran agregat yang direncanakan) turun, dan output (pendapatan) ekuilibrium turun bahkan lebih besar direncanakan.

PERMINTAAN UANG, OUTPUT (PENDAPATAN) AGREGAT, DAN PASAR UANG

Peningkatan tingkat bunga meningkatkan biaya peluang memegang uang yang tak berbunga (jika dibandingkan dengan obligasi berbunga), yang mendorong orang untuk menyimpan lebih banyak dana dalam obligasi dan lebih sedikit dalam saldo rekening cek. Jika jumlah uang yang diminta oleh rumah tangga dan perusahaan kurang dari jumlah dalam peredaran sebagaimana ditentukan oleh Fed, seperti pada tingkat bunga 9 persen pada Peraga 25.4, tingkat bunga akan turun. Jika jumlah uang yang diminta lebih besar daripada jumlah dalam peredaran, seperti pada tingkat bunga 3 persen di Peraga 25.4, tingkat bunga akan naik.

PERAGA 25.5 Efek Peningkatan Pendapatan (Y) terhadap Tingkat Bunga (r) Jika tingkat bunga berada pada 9 persen, kuantitas uang dalam peredaran akan melebihi jumlah uang yang ingin dipegang rumah tangga dan perusahaan.Dengan kuantitas uang yang ditawarkan pada tingkat tertentu, tingkat Y yang lebih tinggi akan menyebabkan tingkat ekuilibrium r yang lebih tinggi.

MENGGABUNGKAN PASAR BARANG DAN PASAR UANG

Sekarang karena kita telah menyadari kaitan antara pasar barang dan pasar uang, kita bisa membahas kedua pasar ini bersamaan. Untuk melihat bagaimana kedua pasar ini berinteraksi, akan lebih mudah jika kita mempertimbangkan efek perubahan dalam kebijakan fiskal dan moneter atas perekonomian. Kita ingin menguji apa yang terjadi pada tingkat ekuilibrium output (pendapatan) agregat (Y) dan tingkat bunga (r) ketika variable kunci tertentu-khususnya belanja pemerintah (G), pajak neto (T), dan penawaran uang (M)-naik atau turun.

EFEK KEBIJAKAN EKSPANSIF

Disekuilibrium yang dihasilkannya, dengan kuantitas uang yang diminta lebih besar daripada kuantitas uang yang ditawarkan, menyebabkan tingkat bunga naik. Peningkatan G meningkatkan Y dan r. Peningkatan r memiliki efek samping-tingkat bunga yang lebih tinggi menyebabkan yang direncanakan belanja investasi yang direncanakan (1) turun. Karena belanja investasi merupakan komponen pengeluaran agregat yang direncanakan (C + I + G), penurunan I bekerja berlawanan dengan peningkatan G. Peningkatan belanja pemerintah (G) meningkatkan pengeluaran agregat yang direncanakan dan meningkatkan output agregat, tapi penurunan investasi yang direncanakan mengurangi pengeluaran agregat yang direncanakan dan menurunkan output agregat. Kecenderungan peningkatan belanja pemerintah yang menyebabkan pengurangan belanja investasi yang direncanakan ini disebut efek penurunan investasi swasta (crowding-out effect). Tanpa ekspansi apa pun dalam penawaran uang untuk mengakomodasi peningkatan pendapatan dan peningkatan permintaan uang, belanja investasi yang direncanakan sebagian didesak keluar oleh tingkat bunga yang lebih tinggi.

Pendapatan masih naik, tapi efek angka pengganda kenaikan G dikurangi karena efek negatif tingkat bunga yang lebih tinggi atas investasi yang direncanakan. Dalam kasus ini, permintaan uang yang lebih tinggi akan dipenuhi dengan kuantitas uang yang ditawarkan yang lebih tinggi dan tingkat bunga tidak akan naik. Ekspansi Y yang disebabkan oleh pemotongan pajak akan menyebabkan kenaikan tingkat bunga sehingga menurunkan belanja investasi yang direncanakan. Belanja investasi yang direncanakan (yang merupakan komponen pengeluaran agregat yang direncanakan) meningkat ketika tingkat bunga turun.

Peningkatan belanja investasi yang direncanakan berarti pengeluaran agregat yang direncanakan sekarang lebih besar daripada output agregat. Peningkatan penawaran uang menurunkan tingkat bunga dan meningkatkan Y. Akan tetapi, tingkat Y yang lebih tinggi meningkatkan permintaan uang (kurva permintaan uang bergeser ke kanan), dan ini mempertahankan tingkat bunga tidak turun sejauh jika hal berlaku adalah sebaliknya. Kedua, tingkat bunga yang lebih rendah menyebabkan belanja investasi yang direncanakan naik. Ketiga, belanja investasi yang direncanakan naik berarti pengeluaran agregat yang direncanakan lebih tinggi, yang berarti output meningkat sewaktu perusahaan bereaksi pada penurunan tak direncanakan dalam persediaan. Keempat, peningkatan (kurva permintaan uang output (pendapatan) menyebabkan peningkatan permintaan uang bergeser ke kanan), yang berarti tingkat bunga turun kurang daripada yang akan terjadi jika permintaan uang tidak naik.

Mungkin kaitan terpenting adalah kaitan antara r dan I. Kebijakan moneter bisa efektif hanya jika I bereaksi terhadap perubahan r. Jika perusahaan meningkatkan secara tajam jumlah proyek investasi yang dijalankan ketika tingkat bunga turun, kebijakan moneter ekspansif akan bekerja baik mendorong perekonomian. Jika fungsi ini berbentuk hampir vertikal, yang menunjukkan sangat sedikit daya tanggap investasi terhadap tingkat bunga, kaitan sentral dalam rantai ini lemah, yang membuat kebijakan moneter tidak efektif. Jadi, meskipun output dan pendapatan berekspansi menjelang akhir tahun 1982, yang meningkatkan permintaan uang, tingkat bunga sebenarnya turun karena penawaran uang naik pada saat yang sama. Pada akhir tahun 1994, pemulihan pertumbuhan yang lambat berakhir dan ekspansi saham yang dimulai riil dimulai, yang digairahkan sebagian besar oleh maraknya pasar tahun 1995.

EFEK KEBIJAKAN KONTRAKTIF

Kebijakan Fiskal Kontraktif: Penurunan Belanja Pemerintah (G) atau Pe- ningkatan Pajak Neto (T) Kebijakan fiskal kontraktif merupakan penurunan belanja pemerintah (G) atau peningkatan pajak neto (T) yang ditujukan untuk menurunkan output (pendapatan) agregat (Y). Penurunan Y yang menyertai kebijakan fiskal kontraktif lebih sedikit daripada yang terjadi jika kita tidak mempertimbangkan pasar uang karena penurunan r juga menyebabkan investasi yang direncanakan (1) meningkat. Seperti yang Anda ingat, tingkat belanja investasi yang direncanakan merupakan fungsi negatif tingkat bunga: Semakin tinggi tingkat bunga, semakin kecil investasi yang direncanakan yang terjadi. →M \ r naik lebih sedikit daripada jika Mª tidak turun Fed Kebijakan Kontraktif dalam Praktik: 1973-1974 dan 1979-1981 melakukan kebijakan kontraktif yang gencar pada tahun 1970-an dan 1980-an: mula-mula pada tahun 1973-1974 dan kembali pada tahun 1979-1981.

BAURAN KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO

Bauran kebijakan yang meliputi penurunan belanja pemerintah dan peningkatan penawaran uang akan lebih mengutamakan belanja investasi daripada belanja pemerintah. Alasannya adalah penawaran uang yang meningkat maupun penurunan pembelian pemerintah akan menyebabkan tingkat bunga turun, yang akan menyebabkan peningkatan investasi yang direncanakan. Penyebabnya, preferensi seseorang tentang komposisi output tertentu-katakanlah, yang sangat banyak memberi porsi pada belanja pribadi dengan belanja pemerintah yang relatif sedikit bergantung pada bagaimana seseorang mempertimbangkan persoalan seperti peran pemerintah yang layak dalam perekonomian.

DETERMINAN LAIN INVESTASI YANG DIRENCANAKAN

Jika suatu perusahaan memperkirakan bahwa penjualan akan meningkat pada masa depan, perusahaan itu mungkin mulai meningkatkan stok modalnya-yaitu, berinvestasi-sekarang sehingga perusahaan itu mampu berproduksi lebih banyak di masa depan untuk memenuhi tingkat penjualan yang meningkat. Akan mahal menyingkirkan modal dengan cepat ketika modal sudah dipasang, dan perusahaan kadang menanggapi turunnya output dengan mempertahankan modal tetap di tempatnya namun jarang menggunakannya-misalnya, dengan menjalankan mesin dengan jam operasi lebih sedikit per hari atau dengan kecepatan lebih lambat.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU