PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
Permintaan Uang, Tingkat Bunga Ekuilibrium,
dan Kebijakan Moneter
Setelah
kita melihat bagaimana tingkat bunga ditentukan, kita bisa beralih ke bagaimana
Federal Reserve (Fed) mempengaruhi tingkat bunga melalui kebijakan moneter.
Obligasi $1.000 (mewakili pinjaman $1.000 dari rumah tangga pada perusahaan)
yang membayar bunga $100 per tahun memiliki tingkat bunga 10 persen.
PERMINTAAN
UANG
Sebaliknya,
kita berhubungan dengan berapa banyak aset keuangan kita yang ingin kita pegang
dalam bentuk uang, yang tidak menghasilkan bunga, dibandingkan dengan berapa
banyak yang ingin kita pegang dalam surat berharga yang berbunga, seperti
obligasi.
MOTIF
TRANSAKSI
uang
dan Berapa banyak uang yang akan dipegang melibatkan dilema antara likuiditas
pendapatan bunga yang ditawarkan oleh jenis aset yang lain. "Uang"
berarti uang kartal yang beredar dan dalam simpanan, dan tidak ada yang
menghasilkan bunga.² Kedua, kita asumsikan bahwa pendapatan dari contoh rumah
tangga di sini sudah "ditumpuk". Jika tidak, tiap orang akan memegang
semua kekayaan dalam bentuk rekening cek dan tak ada yang memegang dalam
obligasi, karena rekening cek lebih nyaman.)Dalam contoh sebelumnya kita bisa
katakan bahwa obligasi membayar 5 persen dan uang membayar 0 persen, yang
membuat pembahasan kita lebih sederhana.
MANAJEMEN
UANG DAN SALDO OPTIMAL
Dengan
asumsi ini, bagaimana seseorang yang rasional (rumah tangga) memutuskan berapa
banyak pendapatan bulanan yang akan dipegang dalam bentuk uang dan berapa
banyak yang akan dipegang dalam bentuk obligasi berbunga? Untuk paruh ($1.200)
plus saldo akhir (0) dibagi dengan 2, atau ($1.200 + 0)/2 pertama bulan itu Jim
memiliki lebih banyak uang daripada saldo rata-rata simpanannya yang $600, dan
untuk paruh kedua bulan itu ia memiliki lebih sedikit daripada saldo rata- =
per rata ini. Jika ia mengikuti rencana seperti yang dideskripsikan, Jim
mengorbankan bunga dananya, bunga yang bisa ia peroleh jika ia memegang dananya
dalam bentuk obligasi berbunga, bukan rekening cek. Alih-alih menyimpan seluruh
gajinya di rekening cek di awal bulan, Jim bisa menaruh setengah cek gaji itu
dalam rekening ceknya dan membeli obligasi dengan separuh yang lain. Dengan
membandingkan garis putus-putus (strategi lama) dengan garis tebal (strategi
membeli obligasi $600), saldo bank rata-ratanya sama dengan setengah dari
kondisinya pada strategi pertama.³ Jim juga bisa memilih untuk menempatkan
setengah gajinya pada rekening cek dan membeli obligasi dengan separuh
pendapatan lainnya.
Strategi
ini menurunkan uang rata-rata yang dipegang oleh Jim (saldo rekening cek) lebih
jauh lagi; mengurangi uang yang dipegangnya hingga rata-rata hanya $200 per
bulan, dan disertai adanya obligasi berbunga yang juga memiliki rata-rata lebih
tinggi. Tiap kali ia butuh membayar tunai untuk sesuatu atau menulis cek, ia
akan pergi ke bank atau menelepon bank, mentransfer jumlah transaksi yang pasti
pada rekening ceknya, dan menarik kas atau menulis cek untuk menyelesaikan
transaksi. Peralihan dari obligasi ke uang meningkatkan penerimaan bunga yang
dihasilkan Jim (karena makin sering Bagaimana tingkat bunga mempengaruhi jumlah
peralihan yang dilakukan Jim dan juga saldo uang rata-rata yang ia pilih untuk
dipegang? Akan tetapi, jika tingkat bunga 30 persen, biaya peluang memegang uang
alih-alih obligasi akan sangat tinggi, dan orang-orang berharap mempertahankan
sebagian besar dana dalam obligasi dan menggunakan banyak waktu mengelola saldo
mereka. Pada tingkat bunga yang lebih tingggi, obligasi jauh lebih menarik
daripada uang sehingga orang akan memegang uang lebih sedikit karena mereka
harus melakukan pengorbanan yang lebih besar dalam bunga untuk tiap rupiah uang
yang mereka pegang.
MOTIF
SPEKULASI
Sejumlah
teori telah ditawarkan untuk menerangkan mengapa kuantitas uang yang diharapkan
dipegang oleh rumah tangga mungkin meningkat ketika tingkat bunga turun, 4
Teori permintaan uang yang ditampilkan di sini mengasumsikan bahwa orang
mengetahui waktu yang tepat untuk pendapatan dan belanja mereka. Jika saya
menawarkan menjual obligasi saya senilai $1.000, tidak akan ada orang yang
membelinya karena tiap orang bisa membeli obligasi baru dan menghasilkan 10
persen di pasar, bukannya 8 persen seperti obligasi saya.Karena obligasi ini
membayar bunga 8 persen setahun pada nilai awal $1.000-yaitu, $80 per tahun
sebenarnya obligasi ini membayar Anda jumlah tahunan 16 persen dari investasi
Anda dalam obligasi itu ($500 × 0,16 = $80).
Poinnya
di sini sederhana saja: Ketika tingkat bunga pasar turun, nilai obligasi naik;
ketika tingkat bunga pasar naik, nilai obligasi turun. (Untuk informasi lebih
lanjut tentang interaksi antara pasar obligasi dan pasar uang, lihatlah kotak
Eksplorasi Lanjutan, "Pasar Obligasi, Pasar Uang, dan Motif
Spekulasi".)
PERMINTAAN
TOTAL ATAS UANG
Mereka
memiliki daftar gaji yang harus dibayar dan pembelian yang harus dilakukan;
mereka menerima uang tunai dan cek dari penjualan; dan banyak perusahaan yang
berhubungan dengan konsumen harus melakukan perubahan mereka membutuhkan uang
tunai dalam mesin kasirnya. Se- kalipun begitu, adalah benar bahwa harga atau
nilai pasar saat ini dari semua obligasi berbunga tetap, baik obligasi
pemerintah AS maupun obligasi korporat Jerman, jatuh nilainya ketika tingkat
bunga naik, dan naik nilainya ketika tingkat bunga turun. Untuk menjual
obligasi, pialang harus menemukan pembeli, dan jumlah yang akan bersedia
dibayar oleh pembeli bergantung pada tingkat bunga saat ini. Cara lain untuk
melihat hubungan yang sama antara pasar obligasi dan pasar uang adalah
memikirkan kasus di mana permintaan obligasi meningkat.
Harga
obligasi yang lebih tinggi berarti tingkat bunga yang bersedia diterima oleh
pembeli obligasi lebih rendah daripada sebelumnya. Ramainya pasar obligasi
berarti harga obligasi naik dan tingkat bunga, atau hasil (yield) obligasi,
telah turun. Asumsikan rumah tangga hanya memilih antara memegang aset mereka
sebagai uang (yang tidak menghasilkan bunga) atau sebagai obligasi (yang memang
menghasilkan bunga). Jika rumah tangga dan perusahaan yakin bahwa tingkat bunga
secara historis tinggi dan cenderung turun, inilah saat yang baik untuk
memegang obligasi. Ketika tingkat bunga tinggi dan diramalkan turun, permintaan
obligasi cenderung tinggi dan permintaan uang cenderung rendah.
VOLUME
TRANSAKSI DAN TINGKAT HARGA
Perusahaan
memproduksi dan menjual lebih banyak output, lebih banyak orang yang bekerja,
dan pendapatan rumah tangga lebih tinggi. Pendeknya, ada lebih banyak
transaksi, dan perusahaan serta rumah tangga sama-sama akan memegang lebih
banyak uang ketika mereka terlibat dalam lebih banyak transaksi. Peraga 24.5
memperlihatkan pergeseran kurva permintaan uang yang disebabkan oleh
peningkatan Y. Pada tingkat bunga tertentu, tingkat output yang lebih tinggi
berarti peningkatan jumlah transaksi dan permintaan uang yang lebih banyak.
PERAGA
24.5 Peningkatan Output (Pendapatan) Agregat (Y) akan Menggeser
Kurva
Permintaan Uang ke Kanan Peningkatan Y berarti ada lebih banyak aktivitas
ekonomi. Perusahaan memproduksi dan menjual lebih banyak, dan rumah tangga
menghasilkan lebih banyak pendapatan dan membeli lebih banyak. Ada lebih banyak
transaksi, sehingga uang dibutuhkan. Hasilnya, baik perusahaan maupun rumah
tangga cenderung meningkatkan jumlah saldo uang yang dipegang pada tingkat
bunga tertentu. Jumlah uang yang diperlukan oleh perusahaan dan rumah tangga
untuk memfasilitas transaksi harian juga bergantung pada jumlah rupiah
rata-rata tiap transaksi. Pada gilirannya jumlah rata-rata tiap transaksi
bergantung pada harga, atau jika tidak, pada tingkat harga Jika semua harga,
yang mencakup harga tenaga kerja (tingkat upah) akan naik dua kal lipat,
perusahaan dan rumah tangga akan membutuhkan lebih banyak saldo uang untul-
melakukan transaksi harian mereka-tiap transaksi akan memerlukan dua kali
jumlah uang Jika harga makan siang Anda meningkat dari $3,50 hingga $7,00, Anda
akan mulai membawa lebih banyak uang tunai. Jika tagihan akhir bulan Anda dua
kali jumlah sebelumnya, Anda akan menyimpan lebih banyak uang dalam rekening
cek Anda. Kenaikan tingkat harga menggeser kurva permintaan uang ke kanan, dan
penurunan tingkat harga menggeser kurva permintaan uang ke kiri. Meskipun
jumlah transaksi mungkin tidak berubah, kuantitas uang yang diperlukan untuk
melakukannya telah berubah.
DETERMINAN
PERMINTAAN UANG: KAJIAN ULANG
Pertama,
karena tingkat bunga (r) adalah biaya peluang memegang saldo uang bagi
perusahaan maupun rumah tangga, kenaikan tingkat bunga cenderung menurunkan
kuantitas uangbyang diminta; penurunan tingkat bunga akan meningkatkan
kuantitas uang yang diminta. Oleh sebab itu, kuantitas uang yang diminta adalah
fungsi negatif dari tingkat bunga.bPermintaan uang juga bergantung pada volume
uang transaksi pada periode tertentu. Volume uang transaksi bergantung pada
output agregat (pendapatan), Y, maupun tingkat harga, P. Hubungan l permintaan
uang terhadap Y dan hubungan permintaan uang terhadap P sama-sama positif.
Permintaan uang menjawab pertanyaan: Berapa banyak uang yang diinginkan oleh
perusahaan dan rumah tangga untuk disimpan padabtitik waktu tertentu, dengan
tingkat bunga saat ini, volume aktivitas ekonomi, dan tingkat harga yang
tertentu? Jumlah yang dipilih oleh rumah tangga untuk disimpan dalam bentuk
uang merupakan permintaan uang.
TINGKAT
BUNGA EKUILIBRIUM
Sekarang
kita membahas salah satu pertanyaan kunci dalam ilmu ekonomi makro:
Bagaimanabtingkat bunga ditentukan dalam perekonomian? Pasar keuangan (yang
kita sebut pasar uang) bekerja dengan sangat baik di AmerikabSerikat. Hampir
semua pasar uang mencapai ekuilibrium-yaitu, semua mencapai ekuilibrium saat
kuantitas yang diminta sama dengan kuantitas yang ditawarkan. Dalam pasar uang:
Titik di mana kuantitas uang yang diminta sama dengan kuantitas uang yang
ditawarkan menentukan tingkat bunga ekuilibrium dalam perekonomian. Penjelasan ini terdengar sederhana, tapi memerlukan pengembangan lebih
lanjut.
PENAWARAN DAN PERMINTAAN DI PASAR UANG
Hanya pada tingkat bunga r*, kuantitas uang
yang beredar (penawaran uang) sama dengan kuantitas uang yang diminta. Ketika
ada uang dalam peredaran yang hendak dikelola untuk menghasilkan bunga-ketika
permintaan obligasi tinggi-orang yang berusaha meminjam uang dengan menjual
obligasi akan menemukan bahwa mereka bisa melakukan hal itu pada tingkat bunga
yang lebih rendah. Sekarang perhatikan Tp di mana kuantitas uang yang diminta
(M) melebihi penawaran uang yang saat ini ada dalam peredaran-rumah tangga dan
perusahaan tidak memiliki cukup uang di tangan untuk memfasilitasi transaksi
biasa. Departemen Keuangan dan korporasi bisa menjual obligasi pada lingkungan
di mana orang menyesuaikan pegangan aset mereka untuk bergeser dari obligasi
hanya dengan menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi pada orang yang
membelinya.
MENGUBAH
PENAWARAN UANG UNTUK MEMPENGARUHI TINGKAT BUNGA
Anggaplah
tingkat bunga saat ini adalah 14 persen dan Fed ingin mengurangi tingkat bunga.
Ini langsung menekan turun tingkat bunga sewaktu rumah tangga dan perusahaan
mencoba membeli obligasi dengan uang mereka untuk menghasilkan tingkat bunga
yang tinggi itu. Sewaktu ini terjadi, tingkat bunga turun, dan akan berlanjut
hingga mencapai tingkat bunga ekuilibrium baru 7 persen.
PENINGKATAN
Y DAN PERGESERAN KURVA PERMINTAAN UANG
Jika
tingkat harga naik, kurva permintaan uang bergeser ke kanan, karena orang perlu
lebih banyak uang untuk melakukan transaksi harian mereka. Akan tetapi, ketika
kuantitas uang yangbditawarkan tak berubah, tingkat bunga harus naik untuk
mengurangi kuantitas uang yang diminta terhadap kuantitas penawaran uang yang
tetap-pergerakan di sepanjang kurva permintaan uang. Akan tetapi, dengan
kuantitas uang yang ditawarkan tak berubah, tingkat bunga harus turun untuk
meningkatkan kuantitas uang yang diminta terhadap kuantitas penawaran uang yang
tak berubah.
MEMANDANG
KE DEPAN: BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER
Ketika
Fed bergerak Uang, Tingkat Bunga, dan Output: Analisis dan Kebijakan Pada Bab
21 dan 22, kita mem- bahas pasar untuk barang dan jasa-pasar barang-tanpa
menyebut uang, pasar uang, atau tingkat bunga. SOLL Dalam Bab 23 dan 24, kita
telah membahas pasar keuangan, atau pasar uang, yang hampir tidak pernah
menyebut pasar barang, sewaktu kita menerangkan bagaimana tingkat suku bunga
ekuilibrium ditentukan dalam pasar uang. Kejadian di pasar uang mempengaruhi
apa yang terjadi di pasar barang, dan kejadian yang terjadi di pasar barang
mempengaruhi apa yang terjadi di pasar uang.
KAITAN
ANTARA PASAR BARANG DAN PASAR UANG
Pada
saat output (pendapatan) agregat (Y) meningkat, jumlah transaksi yang
memerlukan PERAGA 25.1 Kaitan Antara Pasar Barang dan Pasar Uang Investasi yang
direncanakan bergantung pada tingkat bunga, dan permintaan uang bergantung pada
pendapatan. Kaitan 2: Belanja Investasi yang Direncanakan dan Tingkat Bunga
Kaitan kedua antara pasar barang dan pasar uang terjadi karena belanja
investasi yang direncanakan (1) bergantung pada tingkat bunga (r).
INVESTASI, TINGKAT BUNGA, DAN PASAR BARANG
Ketika tingkat bunga naik, uang menjadi lebih
mahal, dan lebih sedikit proyek yang mungkin dijalankan; kenaikan tingkat
bunga, ceteris paribus, cenderung mengurangi tingkat belanja investasi yang direncanakan.
Ketika tingkat bunga turun, akan lebih murah meminjam uang, dan lebih banyak
proyek investasi yang mungkin dijalankan; penurunan tingkat bunga, ceteris
paribus, cenderung menaikkan tingkat belanja investasi direncanakan. Yang
Hubungan antara tingkat bunga dan investasi yang direncanakan diilustrasikan
oleh kurva permintaan yang melandai menurun pada Peraga 25.2. Pada tingkat
bunga 3 persen, investasi yang direncanakan adalah I. Ketika tingkat bunga naik
dari 3 persen ke 6 persen, investasi yang direncanakan turun dari I, ke I₁.
Oleh sebab itu, perubahan tingkat bunga (r) juga menyebabkan perubahan belanja
total yang direncanakan (C + I + G).¹ direncana- Peraga 25.3 memperlihatkan apa
yang terjadi pada pengeluaran agregat yang kan ketika tingkat bunga naik dari 3
persen ke 6 persen. Pada tingkat bunga yang lebih tinggi, investasi yang
direncanakan lebih rendah; pengeluaran agregat yang direncanakan akan bergeser
ke bawah. Ketika tingkat bunga naik, investasi yang direncanakan (dan
pengeluaran agregat yang direncanakan) turun, dan output (pendapatan)
ekuilibrium turun bahkan lebih besar direncanakan.
PERMINTAAN
UANG, OUTPUT (PENDAPATAN) AGREGAT, DAN PASAR UANG
Peningkatan
tingkat bunga meningkatkan biaya peluang memegang uang yang tak berbunga (jika
dibandingkan dengan obligasi berbunga), yang mendorong orang untuk menyimpan
lebih banyak dana dalam obligasi dan lebih sedikit dalam saldo rekening cek.
Jika jumlah uang yang diminta oleh rumah tangga dan perusahaan kurang dari
jumlah dalam peredaran sebagaimana ditentukan oleh Fed, seperti pada tingkat
bunga 9 persen pada Peraga 25.4, tingkat bunga akan turun. Jika jumlah uang
yang diminta lebih besar daripada jumlah dalam peredaran, seperti pada tingkat
bunga 3 persen di Peraga 25.4, tingkat bunga akan naik.
PERAGA
25.5 Efek Peningkatan Pendapatan (Y) terhadap Tingkat Bunga (r) Jika tingkat
bunga berada pada 9 persen, kuantitas uang dalam peredaran akan melebihi jumlah
uang yang ingin dipegang rumah tangga dan perusahaan.Dengan kuantitas uang yang
ditawarkan pada tingkat tertentu, tingkat Y yang lebih tinggi akan menyebabkan
tingkat ekuilibrium r yang lebih tinggi.
MENGGABUNGKAN
PASAR BARANG DAN PASAR UANG
Sekarang
karena kita telah menyadari kaitan antara pasar barang dan pasar uang, kita
bisa membahas kedua pasar ini bersamaan. Untuk melihat bagaimana kedua pasar
ini berinteraksi, akan lebih mudah jika kita mempertimbangkan efek perubahan
dalam kebijakan fiskal dan moneter atas perekonomian. Kita ingin menguji apa
yang terjadi pada tingkat ekuilibrium output (pendapatan) agregat (Y) dan
tingkat bunga (r) ketika variable kunci tertentu-khususnya belanja pemerintah
(G), pajak neto (T), dan penawaran uang (M)-naik atau turun.
EFEK
KEBIJAKAN EKSPANSIF
Disekuilibrium
yang dihasilkannya, dengan kuantitas uang yang diminta lebih besar daripada
kuantitas uang yang ditawarkan, menyebabkan tingkat bunga naik. Peningkatan G
meningkatkan Y dan r. Peningkatan r memiliki efek samping-tingkat bunga yang
lebih tinggi menyebabkan yang direncanakan belanja investasi yang direncanakan
(1) turun. Karena belanja investasi merupakan komponen pengeluaran agregat yang
direncanakan (C + I + G), penurunan I bekerja berlawanan dengan peningkatan G.
Peningkatan belanja pemerintah (G) meningkatkan pengeluaran agregat yang
direncanakan dan meningkatkan output agregat, tapi penurunan investasi yang
direncanakan mengurangi pengeluaran agregat yang direncanakan dan menurunkan
output agregat. Kecenderungan peningkatan belanja pemerintah yang menyebabkan
pengurangan belanja investasi yang direncanakan ini disebut efek penurunan
investasi swasta (crowding-out effect). Tanpa ekspansi apa pun dalam penawaran
uang untuk mengakomodasi peningkatan pendapatan dan peningkatan permintaan
uang, belanja investasi yang direncanakan sebagian didesak keluar oleh tingkat
bunga yang lebih tinggi.
Pendapatan
masih naik, tapi efek angka pengganda kenaikan G dikurangi karena efek negatif
tingkat bunga yang lebih tinggi atas investasi yang direncanakan. Dalam kasus
ini, permintaan uang yang lebih tinggi akan dipenuhi dengan kuantitas uang yang
ditawarkan yang lebih tinggi dan tingkat bunga tidak akan naik. Ekspansi Y yang
disebabkan oleh pemotongan pajak akan menyebabkan kenaikan tingkat bunga
sehingga menurunkan belanja investasi yang direncanakan. Belanja investasi yang
direncanakan (yang merupakan komponen pengeluaran agregat yang direncanakan)
meningkat ketika tingkat bunga turun.
Peningkatan
belanja investasi yang direncanakan berarti pengeluaran agregat yang
direncanakan sekarang lebih besar daripada output agregat. Peningkatan
penawaran uang menurunkan tingkat bunga dan meningkatkan Y. Akan tetapi,
tingkat Y yang lebih tinggi meningkatkan permintaan uang (kurva permintaan uang
bergeser ke kanan), dan ini mempertahankan tingkat bunga tidak turun sejauh
jika hal berlaku adalah sebaliknya. Kedua, tingkat bunga yang lebih rendah
menyebabkan belanja investasi yang direncanakan naik. Ketiga, belanja investasi
yang direncanakan naik berarti pengeluaran agregat yang direncanakan lebih
tinggi, yang berarti output meningkat sewaktu perusahaan bereaksi pada
penurunan tak direncanakan dalam persediaan. Keempat, peningkatan (kurva
permintaan uang output (pendapatan) menyebabkan peningkatan permintaan uang
bergeser ke kanan), yang berarti tingkat bunga turun kurang daripada yang akan
terjadi jika permintaan uang tidak naik.
Mungkin
kaitan terpenting adalah kaitan antara r dan I. Kebijakan moneter bisa efektif
hanya jika I bereaksi terhadap perubahan r. Jika perusahaan meningkatkan secara
tajam jumlah proyek investasi yang dijalankan ketika tingkat bunga turun,
kebijakan moneter ekspansif akan bekerja baik mendorong perekonomian. Jika
fungsi ini berbentuk hampir vertikal, yang menunjukkan sangat sedikit daya
tanggap investasi terhadap tingkat bunga, kaitan sentral dalam rantai ini
lemah, yang membuat kebijakan moneter tidak efektif. Jadi, meskipun output dan
pendapatan berekspansi menjelang akhir tahun 1982, yang meningkatkan permintaan
uang, tingkat bunga sebenarnya turun karena penawaran uang naik pada saat yang
sama. Pada akhir tahun 1994, pemulihan pertumbuhan yang lambat berakhir dan
ekspansi saham yang dimulai riil dimulai, yang digairahkan sebagian besar oleh
maraknya pasar tahun 1995.
EFEK
KEBIJAKAN KONTRAKTIF
Kebijakan
Fiskal Kontraktif: Penurunan Belanja Pemerintah (G) atau Pe- ningkatan Pajak
Neto (T) Kebijakan fiskal kontraktif merupakan penurunan belanja pemerintah (G)
atau peningkatan pajak neto (T) yang ditujukan untuk menurunkan output
(pendapatan) agregat (Y). Penurunan Y yang menyertai kebijakan fiskal
kontraktif lebih sedikit daripada yang terjadi jika kita tidak mempertimbangkan
pasar uang karena penurunan r juga menyebabkan investasi yang direncanakan (1)
meningkat. Seperti yang Anda ingat, tingkat belanja investasi yang direncanakan
merupakan fungsi negatif tingkat bunga: Semakin tinggi tingkat bunga, semakin
kecil investasi yang direncanakan yang terjadi. →M \ r naik lebih sedikit
daripada jika Mª tidak turun Fed Kebijakan Kontraktif dalam Praktik: 1973-1974
dan 1979-1981 melakukan kebijakan kontraktif yang gencar pada tahun 1970-an dan
1980-an: mula-mula pada tahun 1973-1974 dan kembali pada tahun 1979-1981.
BAURAN
KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO
Bauran
kebijakan yang meliputi penurunan belanja pemerintah dan peningkatan penawaran
uang akan lebih mengutamakan belanja investasi daripada belanja pemerintah.
Alasannya adalah penawaran uang yang meningkat maupun penurunan pembelian
pemerintah akan menyebabkan tingkat bunga turun, yang akan menyebabkan
peningkatan investasi yang direncanakan. Penyebabnya, preferensi seseorang
tentang komposisi output tertentu-katakanlah, yang sangat banyak memberi porsi
pada belanja pribadi dengan belanja pemerintah yang relatif sedikit bergantung
pada bagaimana seseorang mempertimbangkan persoalan seperti peran pemerintah
yang layak dalam perekonomian.
DETERMINAN
LAIN INVESTASI YANG DIRENCANAKAN
Jika
suatu perusahaan memperkirakan bahwa penjualan akan meningkat pada masa depan,
perusahaan itu mungkin mulai meningkatkan stok modalnya-yaitu,
berinvestasi-sekarang sehingga perusahaan itu mampu berproduksi lebih banyak di
masa depan untuk memenuhi tingkat penjualan yang meningkat. Akan mahal
menyingkirkan modal dengan cepat ketika modal sudah dipasang, dan perusahaan
kadang menanggapi turunnya output dengan mempertahankan modal tetap di
tempatnya namun jarang menggunakannya-misalnya, dengan menjalankan mesin dengan
jam operasi lebih sedikit per hari atau dengan kecepatan lebih lambat.
Komentar
Posting Komentar