PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

Pertumbuhan Ekonomi Di Perekonomian Berkembang Dan Kondisi Transisi

Case and Fair Edisi 8 Resume

Semua analisis ekonomi berhubungan dengan masalah menentukan pilihan pada kondisi kelangkaan,dan masalah pemenuhan keinginan serta kebutuhan manusia.hal ini berlaku bagi somalia dan haiti,juga berlaku bagi Amerika serikat,jerman,dan jepang.kelangkaan universal menjadikan analisis ekonomi relevan dengan semua bangsa tanpa memandang tingkat kesejahteraan materi atau ideologi politik utama mereka.

Perangkat dasar peawaran dan permintaan teori konsumen dan perusahaan, serta teori struktur pasar,semua berkontribusi pada pemahaman masalah ekonomi yang di hadapi oleh negara- negara berkembang di dunia. Akan tetapi,negara-negara ini sering menghadapi masalah ekonomi yang sangat berbeda dengan yang dihadapi oleh negara-negara kaya dan lebih maju. Dinegara- negara berkembang, para ekonom harus memikirkan bencana kekurangan makanan yang kronis, pertumbuhan populasi yang meledak,dan hiperinflasi yang mencapai tiga, bahkan empat digit.

 

Kehidupan Dinegara Berkembang : Masalah Populasi Dan Kemiskinan

Pada tahun 2006 populasi dunia telah mencapai lebih dari 6,5 miliar jiwa.sebagian besar dari sekitar 200 negara didunia adalah negara berkembang, di mana sekitar tiga perempat populasi dunia berbeda.

Di awal tahun 1960-an negara-negara di dunia bisa di kategorikan ke dalam : negara maju yang meliputi sebagian besar eropa, amerika utara, jepang, australia, dan selandia baru; negara berkembang yang meliputi negara lain di dunia. Negara-negara berkembang sering disebut dengan dunia ketiga untuk membedakan nya dengan negara-negara industri barat (dunia pertama) dan bekas blok sosialis negara eropa timur (dunia kedua). Kehidupan dinegara-negara berkembang merupakan perjuangan berkelanjutan melawan kondisi kemiskinan, dan prospek perbaikan dramatis dalam standar hidup sebagian besar orang masih suram. Namun, pengecualian selalu ada, beberapa negara lebih beruntung dari pada lain nya, dan di tiap negara tertentu kelompok elit selalu hidup dengan kemewahan berlebihan.


Pembangunan Ekonomi : Sumber Dan Strategi

Sumber pembangunan ekonomi

Ada beberapa faktor dasar yang membatasi pertumbuhan ekonomi negara,hal ini meliputi : pembentukan modal yang tak memadai, kurangnya kemampuan kewirausahaan dan sumber daya manusia, kurang nya modal biaya hidup sosial sehari-hari, dan kendala yang di sebabkan oleh ketergantungan pada negara yang sudah maju.

Strategi pembangunan ekonomi

Banyak strategi pembangunan alternatif yang telah di usulkan selama ini. Meskipun strategi ini sangat berbeda, semua semua mengakui bahwa perekonomian berkembang mengalami dilema mendasar. Kurangnya sumber daya fisik maupun sumber daya manusia menegaskan bahwa pilihan harus di tetapkan, yang meliputi antara industri dan pertanian, antara subtitusi impor dan ekspor, serta antara perencanaan sentral dan pasar bebas.

 

Pertumbuhan Versus Pembangunan : Siklus Kebijakan

Studi bank dunia menunjukkan bahwa peningkatan perkapita tidak menjamin perbaikan signifikan dalam indikator pembangunan manusia seperti nutrisi, kesehatan, dan pendidikan. Meskipun GDP per kapita memang meningkat manfaat nya hanya menetes pada sebagian kecil dari populasi. Keberhasilan yang sangat terbatas ini mendorong strategi pemangunan baru yang akan langsung mengenai masalah kemiskinan. Strategi baru seperti itu lebih memilih sektor pertanian dari pada industri, menuntut redistribusi domestik pendapatan dan kekayaan (khususnya tanah) dan mendorong program untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan  papan.

Di akhir 1970-an dan awal 1980-an krisis ekonomi makro internasional mengenai harga minyak yang tinggi,resesi dunia, dan utang dunia ketiga lebih disoroti dari pada program pengentasan kemiskinan secara langsung. Lalu,selama 1980-an dan 1990-an ,fokus kebijkan berputar 180 derajat. Bank dunia dan Amerika serikat mulai menuntut “penyesuaian strutural” di negara berkembang sebagai prasyarat pengiriman bantuan pada mereka. Program penyesuaian struktural menuntut pengurangan ukuran sektor publik melalui privatisasi dan/atau pengurangan pengeluaran, yang secara substansial memotong defisit anggaran, mengatasi inflasi, dan mendorong tabungan swasta serta investasi dengan reformasi pajak. Tuntutan propasar ini adalah upaya untuk mendorong pertumbuhan; masalah distribusi pendapatan tidak menjadi prioritas utama.


Persoalan Pembangunan Ekonomi

Populasi negara berkembang di estimasi tumbuh sekitar 1,7 persen per tahun.jika tingkat pertumbuhan populasi dunia ketiga tetap berada pada tingkat 1,7 persen,dalam kurunwaktu 41 tahun populasi nya akan berlipat kali ganda dari jumlah populasi pada tahun 1990 sebesar 4,1 miliar menjadi lebih dari 8 miliar menjelang akhir tahun 2031. Disisi lain, perlu 139 tahun bagi negara industri untuk melipatgandakan populasi mereka. Yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah bahwa dengan masalah ekonomi saat ini yang di alami negara-negara berkembang, akan sulit membayangkan bagaimana mungkin mereka bisa menyerap begitu banyak tambahan penduduk dalam periode yang relatif pendek. Penyebab pertumbuhan populasi yang cepat ditentukan oleh hubungan antar kelahiran dan kematian yaitu antara tingkat fertilitas dan tingkat mortalitas .tingkat pertumbuhan populasi alami didefinisikan sebagai selisih antara tingkat kelahiran dan tingkat kematian. jika tingkat kelahiran adalah 4 persen,misalnya, dan tingkat kematian adalah 3 persen, populasi tumbuh pada tingkat 1 persen pertahun.

 

Perekonomian Dalam Transisi

Perang Dingin ini memisahkan dua kekuatan adidaya yang saling berhadapan untuk mendapatkan pengaruh dan memicu perlombaan Senjata nuklir. Pada tahun 1989, revolusi Yang relatif damai terjadi berturut-turut di Polandia, Hungaria, dan Cekoslowakia . Revolusi berdarah di Romania menurunkan Nicolae Ccausescu, yang telah memerintah dengan tangan besi selama 24 tahun, Tembok Berlin, yang telah memisahkan Berlin sejak 1961, diruntuhkan dan Jerman bersatu kembali, Lalu, pada Agustus 1991, setelah upaya kudeta yang gagal oleh Komunis garis keras, Uni Sovict sendiri mulai bubar, Pada akhir 1991, Uni Soviet terpecah menjadi 15 negara merdeka, yang terbesar adalah Republik Rusia. Di beberapa negara, seperti Serbia dan Bosnia- Herzegovina, reformasi ekonomi berada di belakang permusuhan politik dan etnis yang kejam serta pahit yang telah bergolak selama berpuluh tahun.

Di negara lain, seperti Polandia dan Rusia, persoalan terbesar yang terus berlanjut adalah transformasi ekonomi. Di negara negara ini, orang yang sebelumnya cukup sejahtera tiba tiba mendapatkan pendapatan riil tahunannya mendekati pendapatan orang orang di negara berkembang. Optimisme yang tumbuh terlihat meluas. Maraknya konstruksi, pembangunan infrastruktur yang cepat, inflasi rendah, dan ekspor yang naik semua berkontribusi pada keberhasilan wilayah ini.

Akan tetapi, situasi Jerman Timur itu unik karena diserap oleh Jerman   Barat   yang modern, sejahtera, dan benarbenar maju yang menjadikan pembangunan di Jerman Timur sebagai   tujuan   utamanya. Eropa   Tengah, yang   meliputi   Hungaria, Polandia, Republik Ceko, Bulgaria, dan Romania juga mencapai stabilitas ekonomi makro dasar dan mulai tumbuh pada tahun 1993 dan 1994. Digerakkan oleh investasi asing, privatisasi, dan kewirausahaan, sektor swasta Polandia pada 1992 menyumbang lebih dari sepertiga output total negara ini, meskipun banyak masalah yang tetap berlanjut.

Sayangnya, dimensi ekonomi dan politik suatu negara sempat membingungkan. Istilah demokrasi dan kedikratoran menyasar pada Sistem politik Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kekuatan akbar ada di tangan rakyat, yang mengambil keputusan pemerintahan langsung melalui pengambilan suara atas tak langsung melalui bedan perwakilan, Kediktatoran adalah sistem politik di mana kekuatan akhir terkonsentrasi kelompok elit yang kecil atau pada satu orang tunggal. Kepemilikan sosial adalah isilah lain yang digunakan untuk mendeskripsikan jenis sistem ini. Ekonomi kapitalis adalah ekonomi di mana sebagian besar modal dimiliki oleh swasta, Di Juar sistem ini ada sistem ekonomi teoretis murni yang disebut dengan Komunisme.

 

Runtuhnya Uni Soviet

Tidak ada perdebatan serius tentang persoalan ekonomi yang terjadi di Uni Soviet hingga setelah kematian Josef Stalin tahun 1953. Pada tahun 1965, teformasi Tesmi diperkenalkan oleh pemerintahan Alexei Kosygin. Mikhail Gorbachev mengumumkan inreformasi pada 1986 dan 1987, namun struktur perekonomian tidak berubah secara fundamental. Meskipun ide Gorbachev terlihat menjanjikan, situasi di Uni Soviet merosot tajam setelah 1987. Upaya transisi dari perencanaan terpusat menjadi sistem pasar yang sebagian terbuka menimbulkan masalah besar. Pertumbuhan output hanya merangkak di tahun 1989 dan 1990, dan pada 1991 sistem perekonomian ambruk. Produksi industri turun tajam, kekurangan makanan makin memburuk, inflasi    melonjak            drastis dan      utang   eksternal         naik     pesat. Gorbachev kehabisan waktu pada Agustus 1991, sewaktu pertarungan antara garis keras dan reformis radikal mengemuka.

 

Transisi Menuju Perekonomian Pasar

Reformasi yang berlangsung di Republik Rusia dan di eks-negara-negara Komunis lain di Eropa Timur berjalan sangat lambat dan berada di tengah perdebatan tentang seberapa baik reformasi ini bisa berlanjut.

 

Enam Syarat Dasar Transisi Yang Sukses

Para ekonom umumnya sepakat tentang enam syarat untuk transisi yang sukses dari Sosialisme menuju sistem berbasis pasar: stabilitas ekonomi makro, deregulasi harga dan liberalisasi perdagangan, privatisasi usaha yang dimiliki negara dan pengembangan industri swasta baru: pendirian lembaga pendukung pasar seperti undang-undang kontrak dan hak milik, sistem akuntansi, dan sebagainya, jaring Pengaman sosial untuk menangani pengangguran dan kemiskinan: dan bantuan eksternal.

Sekarang kita akan membahas masing-masing komponen. Meskipun kita berfokus pada pengalaman Republik Rusia, prinsip ini bisa diterapkan pada semua perekonomian lam transisi. Stabilitas Ekonomi Makro Nyaris tiap orang di negara-negara yang menjalani transisi ekonomi menghadapi masalah inflasi, tetapi tidak ada yang seburuk Rusia. Sewaktu kondisi ekonomi memburuk, pemerintah menghadapi masalah anggaran yang serius. sewaktu aliran penerimaan melambat dan pengeluaran meningkat, terjadi defisit anggaran yang besar. Pada saat yang sama, tiap republik baru mendirikan bank sentralnya sendiri. Tiap bank sentral mulai menerbitkan «kredit rubel» untuk mempertahankan agar sektor usaha penting tetap berjalan dan membayar tagihan pemerintah. Penerbitan kredit ini, yang umumnya diterima sebagai sarana pembayaran di seluruh negara, menyebabkan ekspansi tawaran uang yang dramatis.

Sejak awal, bertambahnya penawaran uang mengakibatkan ada terlalu banyak yang tersedia tetapi terlalu sedikitnya barang yang ada. Hal ini diperburuk oleh harga dikontrol oleh pemerintah yang ditetapkan jauh di bawah tingkat ekuilibrium pasar. Kombinasi ekspansi moneter dan kontrol harga bersifat mematikan. Toko yang dioperasikan pemerintah yang menjual barang pada harga yang terkontrol kosong melompong. Orang-orang mengantre selama berhari hari dan sering mengamuk ketika usaha mereka membeli parang pada harga resmi yang rendah tidak terpenuhi. Pada saat yang sama, para pemasok merasa bahwa mereka bisa menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produk mereka di pasar gelap—yang tumbuh semakin besar, yang makin memperburuk kelangkaan barang di toko-toko pemerintah. Dari waktu ke waktu, rubel makin kecil nilainya sewaktu harga pasar gelap terus naik lebih cepat. Rusia nyaris terjebak dalam hiperinflasi tahun 1992. Agar mencapai sistem pasar yang bekerja baik, harga harus distabilkan, Untuk melakukan hal ini, pemerintah harus menemukan cara menuju anggaran berimbang dan mengontrol penawaran uang.

Peregulasi Harga dan Liberalisasi Perdagangan Agar dapat beralih dengan sukses dari perencanaan sentral ke sistem pasar, harga individual harus dideregulasi. Sebuah sistem harga yang bergerak bebas membentuk dasar dasar sistem pasar. Ketika orang menginginkan lebih banyak barang daripada yang sekarang diproduksi, harganya akan naik. Harga yang lebih tinggi ini meningkatkan Iaba produsen dan memberikan insentif bagi perusahaan yang sudah ada untuk menambah produksi dan bagi perusahaan baru untuk memasuki industri. Sebaliknya, jika suatu industri memproduksi barang yang tidak memiliki pasar atau barang yang tidak lagi diinginkan orang dalam kuantitas yang sama, hasilnya adalah penawaran berlebih dan harga barang itu akan turun. Hal ini mengurangi laba atau menciptakan kerugian, yang memberi insentif bagi beberapa perusahaan yang sudah ada untuk memotong produksi dan bagi lainnya untuk keluar dari bisnis.

Dengan makin banyaknya pengangguran, dukungan rakyat pada reformasi cenderung turun jika sejumlah jaring pengaman sosial tidak dibentuk untuk mempermudah proses transisi. Jaring pengaman sosial ini mungkin meliputi asuransi pengangguran, bantuan untuk orang miskin, serta bantuan pangan dan papan. Pengalaman dunia maju memperlihatkan bahwa program seperti ini berbiaya sangat mahal.

Bantuan Eksternal Hanya segelintir pihak yang percaya bahwa transisi menuju sistem pasar bisa dicapai tanpa sejumlah dukungan dan pendanaan luar negeri. Amerika Serikat telah mendorong dukungan seluruh dunia untuk memberikan miliaran dolar bantuan. Bantuan ini, kata banyak orang, akan membantu Rusia menstabilkan ekonomi makronya dan membeli barang yang sangat dibutuhkan dari luar negeri. Akan tetapi, kritikus di Amerika Serikat dan negara donor potensial lainnya berkata bahwa mengucurkan uang ke Rusia sekarang seperti mengucurkannya ke lubang hitam, tidak peduli berapa pun dana yang kita sumbangkan, dampaknya pada reformasi hanya sedikit.

Terapi Kejut atau Gradualisme? Meskipun para ekonom umumnya sepakat tentang apa yang perlu dilakukan olah perekonomian eks-sosialis, mereka berdebat tentang urutan dan waktu reformasi yang spesifik. Para penganjur pendekatan gradual percaya bahwa arah terbaiknya adalah membangun lembaga pasar dulu, secara bertahap melepas kontrol harga, dan hanya memprivatisasi usaha pemerintah yang paling efisien dulu.

Orang yang lebih menyukai «terapi kejut» memberikan bukti nyata Polandia, yang bergerak cepat melalui fase reformasi awalnya. Pengalaman Rusia selama tahun-tahun pertama transisinya menunjukkan bahwa, setidaknya di negara itu, perubahan harus bertahap hingga tingkat tertentu. Dalam teorinya, stabilitas dan liberalisasi harga bisa dicapai dengan segera.

Case, K. E. & Fair, R. C. (2007). Prinsip-Prinsip Ekonomi Edisi 8. Diterjemahkan Oleh Y. Andri Zaimur. Jakarta: Erlangga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Society 5.0 Education Guide

Efektivitas PowerPoint Dalam Pembelajaran

PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU