PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU

Gambar
TIM PKM UNDANA melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana di sekolah Dasar Inpres Beitaus, Desa Asumanu Kecamatan Raihat Kabupaten Belu. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 6 juni 2024, tema kegiatan PKM kali ini bertajuk pelatihan pengembangan soal berbasis higther order thinking skill ( HOTS) dalam rangka peningkatan hasil ANBK di sekolah Dasar Inpres Beitaus. Pemilihan tema ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra PKM dalam hal ini SDI beitaus. Dengan posisinya sebagai sekolah yang berada di perbatasan Indonesia dan Negara Timor Leste sudah seharusnya SDI Beitaus menunjukan wajah pendidikan yang bermutu sebagai cerminan dan representasi kualitas pendidikan Indonesia di mata negara tetangga Timor Leste. Hasil ANBK  SDI Beitaus tiga tahun terakhir menunjukan raport sekolah buruk atau merah. Hasil ini menunjukan bahwa kualitas hasil belajar yang dicapai belum maksimal atau masih rendah. Salah satu fa...

Penyebab Seseorang Sering Belibet Ketika Berbica Atau Menjelaskan Sesuatu

Penyebab Seseorang Sering Belibet Ketika Berbica Atau Menjelaskan Sesuatu

Kebanyakan orang sering mengalami kendala bahkan sulit sekali untuk menjelaskan sesuatu yang mereka pikirkan dan apa yang ingin mereka sampaikan atau katakana. Saking banyaknya hal yang dipikirkan semakin menggebu gebu ingin mengatakan hal itu, namun semakin belibet berbicara.

Tanpa disadari salah satu penyebab orang belibet ketika berbicara adalah karena mereka jarang didengarkan. Jika mereka ingin mengatakan sesuatu, tidak ada yang mau mendengarkan mereka. Situasi ini menyebabkan mereka banyak memendam hal hal yang mereka sampaikan. Karena jarang didegarkan maka mereka tidak bagaimana rasanya didengarkan.  Hal ini disebabkan dalam situasi tertentu mereka terlalu banyak mendengarkan orang lain sampai lupa bahwa mereka sangat jarang didengarkan.  Padahal banyak sekali yang ingin disampaikan, sesungguhnya mereka  hanya butuh pendengar yang baik dan orang yang tertarik dengan apa yang ingin disampaikan.  Itulah salah satu alasan mengapa beberapa orang suka belibet Ketika berbicara karena mereka tidak tahu rasanya didengarkan dan tidak terlalu sibuk mendengarkan. Yang ada di pikiran mereka adalah untuk apa mengatakannya toh orang lain juga tidak akan mendengarkannya.

Karena kebanyakan orang jarang didengarkan, maka semakin jarang pula mereka berbicara. Disaat mereka Bersama orang yang mau mendengarkan mereka, banyak hal yang mereka pikirkan seakan berebut untuk disampaikan atau dikeluarkan semua. Karena tidak terbiasa berbicara, hal hal yang ingin disampaikan jadi tidak terstruktur inilah alasan mengapa seseorang bisa jadi belibet Ketika berbicara.

Hal lain lain yang juga mempengaruhi kebiasaan berbicara yang belibet juga bisa berasal dari faktor lain karena Kebanyakan Orang punya prinsip, semakin kita menguasai sesuatu, semakin mudah kita menyampaikan, bahkan dengan bahasa yang mudah dicerna. Ini secara teoritis, di luar hal psikologis dan medis. hal psikologis adalah karakter diri yang tidak mudah menghadapi orang lain, medis jika ada gangguan seperti stutter (terbata-bata) atau idiot.

Ada orang yang sulit bicara karena memang tidak suka berbicara (pendiam). tapi, jika diberi kesempatan bicara pasti akan bisa.

Ada orang yang nervous kalau berbicara. ini masalahnya di dalam diri, kenapa nervous, apakah karena ada ekspektasi tertentu atau ada prasangka.

 

Penyebab Seseorang Sering Belibet Ketika Berbica Atau Menjelaskan Sesuatu

  Faktor yang menyebabkan orang suka berbicara belibet adalah berikut :

1.     Bicara terlalu cepat

Kebanyakan Orang sadar sering kali mengatakan sesuatu hal terburu-buru ingin sampai pada poinnya, tapi melupakan adanya komunikasi dua arah. Sedangkan sekarang ini, kebanyakan Orang terbiasa memelankan cara bicara kebanyakan Orang agar ucapan kata per kata dapat ditelaah dengan mudah oleh orang yang menerimanya (resipien)

2.     Tidak terbiasa mendengarkan orang lain

Tujuan kita mendengarkan itu memahami, bukan membalas jawaban dari si pemberi pesan kecuali ditanya. Bicara belibet terkadang ada kaitannya dengan kebiasaan menjawab pesan yang belum selesai disampaikan si penerima.

3.     Kurang banyak beinteraksi sosial

Semakin banyak seseorang melakukan interaksi sosial maka akan semakin mudah memahami cara berhubungan dengan manusia. Kerumitan pikiran akan dengan sendirinya tersederhana untuk menjelaskan poin penyampaian menggunakan teknik komunikasi massa.

Semakin sedikit orang tersebut melakukan interaksi sosial, bukan hanya bisa menimbulkan canggung berlebih tapi juga kerumitan pikiran akan muncul sampai ke rangkaian kata-kata. Orang takut dihakimi bisa menjadi alasan pikiran semakin rumit, dan itu menimbulkan kesulitan memberikan pengertian yang seutuhnya

4.     Sedikit kosa kata (diksi) yang diketahui

Kurangnya pengetahuan membuat orang sulit mengutarakan apa yang ingin dijelaskan. Memasukan informasi harus diimbangi dengan pengertian yang jelas. Lebih banyak kosa kata yang dikuasai maka semakin jelas informasi yang disampaikan. Untuk hal yang menjadi kebiasaan tidak semudah itu diubah. Jika kamu mau menjadi pembicara yang handal, maka buatlah pengertian kepada orang lain dari gaya dan cara bicaramu yang sedikit lebih santai.

Untuk mengatasinya perlu memperbaiki atau merubah kebiasaan-kebiasaan dibawah ini:

1.     Pelankan nada bicara

Untuk hal yang menjadi kebiasaan tidak  semudah itu diubah. Jika kamu mau menjadi pembicara yang handal, maka buatlah pengertian kepada orang lain dari gaya dan cara bicaramu yang sedikit lebih santai.

2.     Banyak membaca

Perbanyak kosa kata baru dengan membaca. Sebetulnya ada banyak cara buat bisa mendapatkan informasi, seperti mendengarkan podcast ataupun menonton tv. Alangkah lebih baiknya semua dikombinasikan, namun membaca tetap membuat pemahaman terhadap sesuatu menjadi lebih jelas. Membaca akan merunutkan cara berpikirmu, dan itu sangat baik untuk meningkatkan resiko ucapan belibet. Dengan pemahaman yang benar, kata-kata yang keluar akan lebih bermakna.

3.     Berlatih bicara depan cermin

Tidak ada salahnya latihan bicara depan cermin. Anggap kamu orang awam yang mendengarkan informasi baru, tanya ke diri kamu udah paham belum sama penjelasannya? Teknik ini juga bisa dipakai untuk menambah rasa percaya diri

Yang terkait dengan prinsip di atas seringlah membaca dan mendengarkan, kuasai hal yang akan disampaikan/dijelaskan. kalau tidak bisa/sudah mentok, be honest katakan kalau hanya tahu sejauh itu and that's all, jangan berfikir gengsi atau malu.

Jika belibet dalam berbicara, berarti rapikan dulu struktur informasi yang mau disampaikan. berfikir lebih dalam. paling mudah, awali dari apa yang ditanyakan/dicari, jangan berkembang ke hal-hal yang kita asumsikan berkaitan dengan pertanyaan/pencarian. mungkin yang bertanya hanya butuh jawaban ya dan tidak. kalau ternyata butuh jawaban lebih, biarkan penanya membuat pertanyaannya lebih jelas.

 

 

 

 


Komentar