PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL HIGTHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DI SDI BEITAUS KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU
Penyebab Seseorang Sering Belibet Ketika
Berbica Atau Menjelaskan Sesuatu
Kebanyakan orang sering mengalami kendala bahkan sulit sekali untuk
menjelaskan sesuatu yang mereka pikirkan dan apa yang ingin mereka sampaikan
atau katakana. Saking banyaknya hal yang dipikirkan semakin menggebu gebu ingin
mengatakan hal itu, namun semakin belibet berbicara.
Tanpa disadari salah satu penyebab orang belibet ketika berbicara
adalah karena mereka jarang didengarkan. Jika mereka ingin mengatakan sesuatu, tidak
ada yang mau mendengarkan mereka. Situasi ini menyebabkan mereka banyak
memendam hal hal yang mereka sampaikan. Karena jarang didegarkan maka mereka
tidak bagaimana rasanya didengarkan. Hal
ini disebabkan dalam situasi tertentu mereka terlalu banyak mendengarkan orang
lain sampai lupa bahwa mereka sangat jarang didengarkan. Padahal banyak sekali yang ingin disampaikan,
sesungguhnya mereka hanya butuh
pendengar yang baik dan orang yang tertarik dengan apa yang ingin
disampaikan. Itulah salah satu alasan
mengapa beberapa orang suka belibet Ketika berbicara karena mereka tidak tahu
rasanya didengarkan dan tidak terlalu sibuk mendengarkan. Yang ada di pikiran
mereka adalah untuk apa mengatakannya toh orang lain juga tidak akan
mendengarkannya.
Karena kebanyakan orang jarang didengarkan, maka semakin jarang
pula mereka berbicara. Disaat mereka Bersama orang yang mau mendengarkan
mereka, banyak hal yang mereka pikirkan seakan berebut untuk disampaikan atau
dikeluarkan semua. Karena tidak terbiasa berbicara, hal hal yang ingin
disampaikan jadi tidak terstruktur inilah alasan mengapa seseorang bisa jadi
belibet Ketika berbicara.
Hal lain lain yang juga mempengaruhi kebiasaan berbicara yang
belibet juga bisa berasal dari faktor lain karena Kebanyakan Orang punya
prinsip, semakin kita menguasai sesuatu, semakin mudah kita menyampaikan,
bahkan dengan bahasa yang mudah dicerna. Ini secara teoritis, di luar hal
psikologis dan medis. hal psikologis adalah karakter diri yang tidak mudah
menghadapi orang lain, medis jika ada gangguan seperti stutter (terbata-bata)
atau idiot.
Ada orang yang sulit bicara karena memang tidak suka berbicara
(pendiam). tapi, jika diberi kesempatan bicara pasti akan bisa.
Ada orang yang nervous kalau berbicara. ini masalahnya di dalam diri,
kenapa nervous, apakah karena ada ekspektasi tertentu atau ada prasangka.
1. Bicara terlalu cepat
Kebanyakan Orang sadar sering kali
mengatakan sesuatu hal terburu-buru ingin sampai pada poinnya, tapi melupakan
adanya komunikasi dua arah. Sedangkan sekarang ini, kebanyakan Orang terbiasa
memelankan cara bicara kebanyakan Orang agar ucapan kata per kata dapat
ditelaah dengan mudah oleh orang yang menerimanya (resipien)
2.
Tidak terbiasa mendengarkan orang lain
Tujuan kita mendengarkan itu
memahami, bukan membalas jawaban dari si pemberi pesan kecuali ditanya. Bicara
belibet terkadang ada kaitannya dengan kebiasaan menjawab pesan yang belum
selesai disampaikan si penerima.
3. Kurang banyak beinteraksi sosial
Semakin banyak seseorang melakukan
interaksi sosial maka akan semakin mudah memahami cara berhubungan dengan
manusia. Kerumitan pikiran akan dengan sendirinya tersederhana untuk
menjelaskan poin penyampaian menggunakan teknik komunikasi massa.
Semakin sedikit orang tersebut
melakukan interaksi sosial, bukan hanya bisa menimbulkan canggung berlebih tapi
juga kerumitan pikiran akan muncul sampai ke rangkaian kata-kata. Orang takut
dihakimi bisa menjadi alasan pikiran semakin rumit, dan itu menimbulkan
kesulitan memberikan pengertian yang seutuhnya
4. Sedikit kosa kata (diksi) yang diketahui
Kurangnya pengetahuan membuat orang sulit
mengutarakan apa yang ingin dijelaskan. Memasukan informasi harus diimbangi
dengan pengertian yang jelas. Lebih banyak kosa kata yang dikuasai maka semakin
jelas informasi yang disampaikan. Untuk hal yang menjadi kebiasaan tidak
semudah itu diubah. Jika kamu mau menjadi pembicara yang handal, maka buatlah
pengertian kepada orang lain dari gaya dan cara bicaramu yang sedikit lebih
santai.
Untuk mengatasinya perlu memperbaiki atau
merubah kebiasaan-kebiasaan dibawah ini:
1. Pelankan nada bicara
Untuk hal yang menjadi kebiasaan tidak semudah itu diubah. Jika kamu mau menjadi
pembicara yang handal, maka buatlah pengertian kepada orang lain dari gaya dan
cara bicaramu yang sedikit lebih santai.
2. Banyak membaca
Perbanyak kosa kata baru dengan membaca.
Sebetulnya ada banyak cara buat bisa mendapatkan informasi, seperti
mendengarkan podcast ataupun menonton tv. Alangkah lebih baiknya semua
dikombinasikan, namun membaca tetap membuat pemahaman terhadap sesuatu menjadi
lebih jelas. Membaca akan merunutkan cara berpikirmu, dan itu sangat baik untuk
meningkatkan resiko ucapan belibet. Dengan pemahaman yang benar, kata-kata yang
keluar akan lebih bermakna.
3. Berlatih bicara depan cermin
Tidak ada salahnya latihan bicara depan
cermin. Anggap kamu orang awam yang mendengarkan informasi baru, tanya ke diri
kamu udah paham belum sama penjelasannya? Teknik ini juga bisa dipakai untuk
menambah rasa percaya diri
Yang terkait dengan prinsip di atas
seringlah membaca dan mendengarkan, kuasai hal yang akan
disampaikan/dijelaskan. kalau tidak bisa/sudah mentok, be honest katakan kalau
hanya tahu sejauh itu and that's all, jangan berfikir gengsi atau malu.
Jika belibet dalam berbicara, berarti
rapikan dulu struktur informasi yang mau disampaikan. berfikir lebih dalam.
paling mudah, awali dari apa yang ditanyakan/dicari, jangan berkembang ke
hal-hal yang kita asumsikan berkaitan dengan pertanyaan/pencarian. mungkin yang
bertanya hanya butuh jawaban ya dan tidak. kalau ternyata butuh jawaban lebih,
biarkan penanya membuat pertanyaannya lebih jelas.
Komentar
Posting Komentar